Friday, December 29, 2006

sekali ”N-I-A-T”, Allah ber ”K-U-A-S-A” atas keberhasilannya

Hari ini merupakan hari yang luar biasa yang takkan pernah terlupakan oleh kami. Betapa bersyukurnya kami atas nikmat yang Allah berikan karena pada hari ini kami telah mendapatkan investor untuk memenuhi sepertiga kebutuhan pendanaan proyek pembangunan tower yang sudah kami laksanakan minggu lalu. Setelah berhari-hari menghubungi kolega dan para rekan bahkan juga kepada orang yang belum pernah kami kenal sekalipun dan pada akhirnya mengantarkan kami untuk ketemu dengan investror kami tersebut. Betapa disini yang namanya NIAT yang tulus dan penuh kesungguhan akan membawa keberhasilan yang besar tentunya dengan KUASA Allah SWT.

Benar apa yang dikatakan Johanes Surya dalam bukunya ”mestakung” (semesta mendukung), bahwa kalau kita sudah berniat dengan penuh kesungguhan maka seluruh alam semesta akan mendukung segenap langkah kita. Bukan hanya orang yang memberikan investasinya kepada kami tersebut bahkan orang yang dengan mentah-mentah mengatakan ”kalau cuman segitu ya nggak usah repot-repot mas, nanti kalau sudah milyaran saja baru ketemu saya” juga merupakan dukungan kepada kami karena dengan ketemu orang-orang tersebut semangat kami untuk meneruskan proyek ini semakin besar.

Juga benar seperti apa yang dikatakan oleh Napoleon Hill dalam bukunya ”berfikir dan menjadi kaya” yang menerangkan bahwa diantara faktor keberhasilan yang menyebabkan orang menjadi kaya adalah berani memikirkan tentang kekayaan yang diinginkan. Misalnya kalau kita menginginkan penghasilan 100 juta yah kita harus berani untuk memikirkan bagaimana rasanya memegang uang sebesar itu dengan penuh expresi seolah-olah kita memang telah mendapatkannya..
Senada dengan hal ini adalah apa yang tertulis dalam buku ”berfikir dan berjiwa besar” karya David J. Schwartz, yang membahas tentang kekuatan pikiran seseorang yang bisa menentukan hasil yang akan diperoleh orang tersebut melalui kebiasaan berfikir besar.

Begitupun dengan kami, dana sebesar itu sebelumnya tidak pernah terfikirkan sama sekali bahkan terbersit pun tidak. Bahkan ketika penandatanganan PO (purchase order) untuk mengerjakan proyek tower di aceh tersebut, tidak ada dana sepeserpun yang kami punya. Tapi setelah adanya ”sekali N-I-A-T”, maka seluruh energi kita akan fokus, tidak hanya sekedar memikirkannya (dalam fikiran saja) tapi juga memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkannya dan yang terpenting adalah ”melakukannya”, jadi gak usah dipikirin yang penting ”just do it”. Dan setelah melakukannya, alhamdulillah kami mendapatkan pelajaran atau ”hikmah” yang luar biasa yang takkan pernah kami temukan dalam studi akademikpun. Dan yang terpenting, kami menemukan banyak sekali peluang dari setiap perjalanan yang kami lakukan, juga dari silaturrahim kami kepada para calon investor tadi.

Benar apa yang disabdakan Rasulullah SAW, bahwa silaturrahim itu akan membawa dua dampak, yaitu ”memperpanjang umur” dan ”menambah rizqi”.
Yang pertama adalah terkait dengan memperpanjang umur, maka dari hikmah yang bisa kami ambil adalah, ketika melakukan silaturrahim (networking) kami akan bertemu banyak ragam orang dan disitulah kami menemukan gairah hidup dan semangat untuk senantiasa maju & optimis. Sama bergairahnya dengan hiruk pikuk pasar keputran yang berada di sebelah selatan kantor tempat dimana saya bekerja sebagai tdb, yang denyut nadinya mulai bisa saya rasakan ketika mau pulang kantor di sore hari dan baru berakhir ketika saya berangkat ke kantor pada pagi hari berikutnya, menurut saya inilah gairah yang luar biasa, penuh optimisme, penuh pengorbanan.
Dan yang kedua, terkait dengan menambah rizqi, betapa banyak peluang yang bisa kami ambil dari silaturrahim (networking) tadi. Bukan hanya dengan orang yang akhirnya bermitra dengan kami secara langsung tetapi juga dengan orang yang tidak bermitra dengan kami bahkan yang menjadi ”kompetitor” bagi kami sekalipun. Jadi disitulah rahasia kekuatan silaturrahim (networking), nah kalau sudah berniat jadi pengusaha, maka jangan kuper (kurang pergaulan).

Jadi, setelah melakukan niat yang penuh kesungguhan maka hal penting berikutnya adalah yaqin bahwa Allah berkuasa untuk menentukan keberhasilannya, bahkan dari jalan yang tidak pernah kita sangka-sangka atau yang tidak pernah terlintas di benak kita.

catatan kecil :
teriring permintaan maaf kami kepada para mitra kami yang masih berada di aceh dan juga kepada segenap keluarga yang ditinggalkan karena tidak bisa ber-iedul qurban bersama keluarga. semoga Allah memberikan ridho atas segala amal ibadah kita. amiin.
juga ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada semua mitra kami.

Thursday, December 21, 2006

Jangan INGIN Kaya Tapi HARUS Kaya

Ingat bukunya aa gym yang berjudul “jangan ingin kaya tapi harus kaya”, nah pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan sebagian isi buku tersebut dan hasil sharing dengan mas ismail nachu (wah saya panggil mas gak papa khan ya…), seorang pengusaha property yang cukup sukses dari surabaya.

Menurut mas ismail, kaya atau tidak kayanya seseorang itu terletak pada mindset/pola pikirnya, yaitu sejauh mana dia memahami dirinya dan juga keinginan yang hendak dicapainya untuk masa mendatang. Hal inilah yang juga dialaminya sehingga dia mengalami lompatan mindset yang sangat drastis yang pada akhirnya mengantarkannya menjadi pengusaha yang cukup sukses.

Pada saat itu dia ditawari kakaknya untuk menjadi makelar penjualan tanah seluas dua hektar yang terletak di pasuruan. Selama hampir dua tahun keliling mencari pembeli ternyata tidak laku juga. Pada saat itu dia memposisikan dirinya sangat jauh dibawah “tanah seluas 2 hektare dengan harga jual 1.5 m” sehingga yang dilakukannya hanyalah menjadi makelar tanah tersebut. Artinya mindsetnya tentang kekayaan belum berubah, karena dia pada saat itu menjadi karyawan dan itu merupakan kebangga keluarganya.

Perubahan yang dialaminya berubah cukup drastis ketika bertemu dengan pak purdie (ownern primagama group), dimana beliau mengatakan “tanah itu ente beli sendiri saja,” bak seperti ditampar oleh kekuatan yang maha dahsyat akhirnya dituruti saran dari pak purdie tadi. Dengan hanya memiliki dana simpanan sebesar 25 juta dia akhirnya mampu membeli tanah seluas dua hektar dengan harga 1.25 milyard dengan menggunakan dana orang lain tentunya setelah semua bank menolak untuk memberikan kredit. Artinya disini dia meletakkan (dengan menghormati dirinya sendiri) diatas dari “tanah seluas 2 hektare dengan harga 1.25 milyard”. Dan ternyata titik tolak inilah yang mengantarkan mas nachu akhirnya menjadi pengusaha property yang cukup sukses yang dirintrisnya tiga tahun lalu dan sekarang sedang merambah ke dunia elektronik. Sampai akhirnya episode kehidupannya-pun berubah…

Selain perubahan mindset, kaya itu juga sebuah misteri. Yang namanya misteri berarti setiap orang memiliki potensi untuk kaya, hanya saja setiap orang berbeda dalam menyikapinya sehingga outputnya pun berbeda. Kenapa misteri? ternyata Allah sebenarnya menginginkan kita kaya, dimana setiap memerintahkan sholat misalnya maka Allah senantiasa mengiringinya dengan tunaikan zakat, ketika Allah memerintahkan jihad maka Allah menyertakan amwal (jihad harta) disamping anfus (jihad dengan jiwa & raga), atau dalam istilah mas ismail, yang alumni IAIN menyebutnya dengan “theology kekayaan”. Nah mengapa output yang dihasilkan itu berbeda padahal potensinya itu ada, diantara penyebabnya adalah : tidak tahu cara untuk menjadi kaya, tidak punya visi kaya dan tidak gigih dalam usahanya untuk meraih kekayaan.

Banyak cara sebenarnya untuk meraih kekayaan tadi, tapi khan kita harus memperhatikan bagaimana cara untuk menjadi kaya yang bermartabat dan sehat. Seperti yang disampaikan mas ismail, kita bisa saja kaya dengan menjadi koruptor tapi ini khan perbuatan laknat yang bahkan kita harus memeberikan edukasi kepada anak cucu kita untuk menjauhinya. Kita pun bisa kaya dengan jalan menjadi karyawan tapi jalannya lambat. Nah kalau pengin sehat ya jadilah pengusaha, sergahnya. Ya bisa jadi sehat kehidupan pribadinya, keluarganya, finnsialnya dan juga sehat sosialnya. Dalam sebuah buku yang berjudul “Mistikus Corporate” dijelaskan mengenai kecenderungan para pengusaha yang berada di puncak kesuksesan senantiasa memiliki kehidupan social yang luar biasa. Misalkan saja bill gates, dia sudah tidak lagi konsen di Microsoft tetapi dia malah enjoy di kegaiatan-kegiatan social yang dibidaninya. Juga sperti pengusaha property yang memiliki perumahan Rewwin & GKB Gresik, dia bisa ramah kepada setiap orang yang ditemuinya bahkan tidak segan-segan memberikan ilmunya dan yang tak kalah pentingnya jangan dihitung berapa shodaqohnya.

Yang kedua, seseorang juga harus mempunyai visi kaya. Dan inilah yang mebedakan mengapa output masing-masing orang berbeda. Kalau saya melihat banyak sekali perilaku sebagian masyarakat kita yang mencerminkan betapa jauhnya visi kaya tadi. Dan ini bisa dilihat dalam kehidupan disekitar kita, seperti saudara kita yang berada di kampong (kumuh) misalnya, mereka bukannya tidak punya penghasilan tetapi gaya hidupnya yang menyebabakan dia akhirnya tidak mencapai kesejahteraan. Kalau kita ke warung disekitar pemukiman ini biasanya menjual makanan seperti ketela goreng, pisang dsb tetapi rokok yang dijual adalah Jisamsu. Bisa kita hitung berapa uang yang dibuang untuk konsumsi rokok saja. Tanya kenapa?
Dan yang perlu kita garis bawahi, bahwa kaya itu adalah karunia yang diberikan Allah SWT melalui serangkaian proses kerja keras, cerdas dan ikhlash.

Yang ketiga, ketika kita sudah memilih jalan untuk menjadi pengusaha, maka hal terpenting yang harus kita lakukan adalah senantiasa gigih untuk mencapainya. Ada kiat yang bisa kita lakukan untuk mendayagunakan segenap potensi kita, diantaranya :

ber-Ghiroh (cerdas emosional), Ghiroh yang artinya semangat atau senantiasa optimis, jadi seorang pengusaha hendaknya memilki semangat untuk tetap merealisasikan visinya apapun kondisinya. Dan awal menjadi pengusaha adalah masa-masa sulit yang harus dialui dengan selamat.

ber-Ilmu (cerdas intelektual), yah ini merupakan sebuah kepastian dimana tidak bisa kita menggapai sesuatu tanpa ilmu begitupun dengan menjadi pengusaha. Tetapi bukan ilmu akademik yang kita peroleh di bangku kuliah saja tapi yang terpenting adalah ilmu tentang dunia usaha tadi. Semakin dijalani akan semakin cerdas kita dalam mengelola bisnis yang kita geluti begitu pula dalam melihat dan menangkap peluang yang ada.

ber-Gagasan (cerdas intuisional), Seorang pengusaha harus kreatif dan penuh dengan ide. Kalau dulu bakso itu bulat maka kemudian muncul bakso kotak atau bahkan bakso tennis, misalnya.

ber-Ibadah (cerdas spiritual), Karena menjadi pengusaha itu adalah karunia Allah maka hubungan kita dengan Allah SWT juga harus baik. Apapun yang menimpa diri kita, kita laporkan kepada Allah SWT. Allah menyediakan tempat kepada hambanya untuk berkomunikasi dengan-Nya melalui sholat 5 waktu, qiyamullail dan ibadah lainnya di setiap harinya, termasuk yang kita laporkan adalah bisnis yang kita jalani.

ber-Hati mulia (cerdas social). Ketika saya bertemu dengan Almarhum Pak Sutarjo, seorang pengusaha udang ternama dari sampang-madura yang juga mengelola sebuah pesantren, beliau mengatakan bahwa kita ini ibaratnya sebagai terminal (pos pemberhentian sementara) saja, kalau yang kita keluarkan banyak maka insyaallah begitupun yang akan kita terima. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh ustadz yusuf mansyur, terkait dengan rumus sedekah yang 10 % itu. Bahwa kalau kita menginginkan pendapatan kita 10 juta misalnya, yah yang kita keluarkan untuk shodaqoh ya 1 juta dan itu harus dikeluarkan pertama kali sebelum pengeluaran yang lain, dan bukan sisa.


Catatan Pinggir :

Mengenang pertemuan dengan bapak sutarjo, beliau adalah orang yang sangat bersahaja, disamping sebagai pengusaha udang yang cukup sukses konon juga menembus pasar ekspor, juga sebagai pendiri & pengelola Pesantren Al Ittihad Al Islamy di depan pantai camplong yang indah-Sampang-Madura. Saya mengenalnya melalui putra beliau yang kebetulan juga adalah para ustadz dimana saat kuliah dulu saya pernah nyantri kilat di pesantren tersebut. Diantara putra beliau adalah ustadz mughni musa (menantu yang diamanahi menjadi Mudhir/Kepala Pesantren), ustadz junaidi (ustadz muda, yang sekarang masih di kairo-mesir untuk studi) dan ustadz khoirul anam (ustadz yang berjiwa muda, penghobi sepak bola dan sekarang mendapat amanah sebagai anggota DPRD Kab Sampang, meskipun amanah ini sangat tidak diinginkannya). Saya teringat selama nyantri selama sepekan setiap tahunnya menu makan kami setiap hari tidak pernah lepas dari udang & ikan laut, sekali lagi Jazakumullah…

Pada saat menulis ini saya masih sibuk untuk mencari investor untuk mendanai proyek pembangunan tower di Aceh yang sudah mulai dikerjakan kemaren. Yah dananya kurang sepertiga dari harga kontrak. Terbayang oleh saya untuk dapat membahagiakan para mitra kami yang sekarang berada di Aceh untuk memulai pekerjaan besar ini. Setelah mereka menyelesaikan empat tower secara sempurna dan bisa diterima oleh owner dengan baik dan sekarang mereka harus tinggal lagi di Aceh yang masih gegap gempita pilkada. Teriring do’a semoga terpancar kebahagiaan ketika keluarganya menyambut kedatangan sang pangeran dengan membawa hasil yang barokah, insyaallah.

Wednesday, December 20, 2006

"Blink"

Pada saat istirahat kerja beberapa hari yang lalu, dari kantor saya meluncur ke Gramedia Basuki Rahmat, niatnya sih mencari buku tentang bisnis yang ternyata ketemu dengan satu buku kecil dengan sampul biru yang saya fikir sangat sederhana. Disamping tidak dilengkapi dengan gambar sebagaimana buku best seller lainnya juga hanya ada satu warna tulisan. Buku ini benar-benar sederhana sesuai dengan judulnya yang hanya satu kata “Blink”. Saya sangat terkesan dengan buku karya dari Malcolm Gladwell ini, karena saya sadar betapa banyak permasalahan bangsa ini yang terbengkalai karena adanya keterlambatan dalam mengambil keputusan. Bukan begitu? Nah saya ingin berbagi cerita tentang sebagian dari isi buku ini.

"Blink" adalah buku mengenai dua detik pertama yang sangat menentukan ketika kita mengamati sesuatu, dua detik yang akan memberikan pemahaman dalam sekejap mata, yang terbentuk berkat pilihan-pilihan yang muncul dari dalam computer internal kita, alias kemampuan bawah sadar kita. Kemampuan inilah yang oleh Malcolm Gladwell disebut “kemampuan berfikir tanpa berfikir” dimana keputusan sekejap bisa didapat dari informasi yang sedikit namun akurat melalui snap judgment (kesimpulan sekejap) dan thin slicing (sayatan tipis).

"Blink" menyingkapkan bahwa orang-orang yang pandai mengambil keputusan yang tepat bukanlah orang yang memproses paling banyak informasi atau yang sengaja menghabiskan waktu paling lama, namun orang-orang yang telah melatih diri mereka untuk menyempurnakan seni membuat cuplikan tipis-thin slicing-menyaring sesedikit mungkin factor-faktor terpenting dari sejumlah kemungkinan yang menggunung.

Kita bisa melihat bagaimana buku ini memberikan contoh yang sangat menakjubkan terkait dengan kehebatan dari pengambilan keputusan yang cepat dan akurat, yaitu "blink."

Rahasia Kouros
Diantaranya adalah cerita seorang pakar benda seni yang mengenali barang antik (patung) palsu dalam sekali lihat. Adalah Federico Zeri, seorang pakar sejarah seni Italia yang juga anggota badan pengurus Museum Getty. Ketika Zeri mendatangi studio restorasi museum guna mengamati sang “kouros” dalam bulan Desember 1983, ia secara tak sengaja memerhatikan pahatan di bagian kuku. Meskipun belum bisa menjelaskan secara langsung, ia merasa bahwa disitu ada yang salah.

Evelyn Harrison bahkan cukup melihat sekali ke patung itu dan wajahnya langsung berubah. “Siapa pun yang pernah melihat sebuah patung yang dikeluarkan dalam tanah, pasti bisa mengatakan bahwa benda ini belum pernah terkubur dalam tanah.”
Ketika Federico Zeri, Evelyn Harrison, Thomas Hoving Georgios Dontas dan banyak orang lain di Athena melihat sang kouros lalu merasakan sebuah “penolakan intuitif,” mereka sama sekali tidak salah. Dalam dua detik pertama melihat dalam satu layangan pandang mereka mampu memahami lebih banyak tentang hakikat patung itu dibanding tim Museum Getty yang berusaha memahaminya sampai empat belas bulan.

Pintu Yang Terkunci
Rahasia dalam membuat keputusan dalam sekejap ("blink") ini bisa diibaratkan sebagai pintu yang terkunci. Dimana ini tidak dapat dijelaskan proses terjadinya secara detail kecuali hanya dapat diketahui sesaat ketika mengambil keputusan. Hal ini bisa kita lihat dari cerita seorang pelatih tennis terkenal kelas dunia, Vic Braden. Dia mulai merasakan sesuatu yang aneh setiap kali menyaksikan sebuah pertandingan tennis. Dalam tennis, pemain diberi kesempatan dua kali untuk melakukan servis yang sukses, dan apabila mereka gagal pada kesempatan yang kedua, mereka disebut memperoleh double-fault. Yang tiba-tiba disadari oleh Braden adalah ia selalu tahu kapan seorang pemain akan melakukan double-fault. Sewaktu seorang pemain melambungkan bolanya ke udara sambil menarik raketnya ke belakang, begitu raket hampir menyentuh bola, Braden tanpa sadar berseru, “Aah, double-fault,” dan memang betul, bola yang dipukul, kalau tidak melebar pasti terlalu jauh atau membentur net.

Konon pemodal superkaya George Soros ketika mengambil keputusan-keputusannya untuk menjual atau membeli saham adalah karena punggungnya tiba-tiba nyeri sekali. Jelas inilah antara lain sebabnya George Soros begitu hebat dalam pekerjaannya, ia orang yang sadar tentang nilai hasil-hasil pemikiran bawah sadarnya. Akan tetapi, jika kita menanamkan uang kita bersama Soros, kita merasa waswas sebab penjelasan yang dapat diberikannya seputar suatu keputusan adalah bahwa itu karena punggungnya nyeri sekali.

Seperti yang saya katakan di awal, bangsa ini membutuhkan pemimpin yang mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat/akurat. Kita bisa menengok kembali kejadian yang dialami bangsa ini dari mulai peristiwa bencana tsunami Aceh sampai dengan permasalahan sosial yang ada. Tanya Kenapa? Teriring do'a yang kita panjatkan selalu semoga bangsa ini dianugerahi pemimpin yang adil dan mampu mengambil keputusan yang berorientasi pada kesejahteraan/kemakmuran rakyatnya. Amiin.

Thursday, December 14, 2006

Hanya 10 Menit

Karunia Allah SWT yang paling berharga di dunia ini adalah berupa waktu yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada-Nya. Apa yang kita lakukan dalam rentang waktu itu dan apa yang tercatat dalam lembaran-lembaran yang menyertai perjalanan masa itu hanya ada dua yaitu menyenangkan atau menyedihkan, ketika telah tiba pada hari pembalasan. Di bawah ini saya berikan tips melakukan amal sholeh di tengah kesibukan kita dalam mencari harta. Semoga dengan amalan ini, dapat memperberat timbangan kita di hari akhir.

10 Menit Sebelum Beraktifitas
Sepuluh menit sebelum bekerja, kita dapat mengerjakan sholatnya kaum awwabin (orang-orang yang kembali kepada Allah SWT), yaitu SHOLAT DHUHA. Jumlah minimal yang bisa kita kerjakan adalah dua rakaat. Abu Hurairah berkata, "Kekasihku Rasulullah SAW memberikan tiga wasiat kepadaku, yaitu : melaksanakan puasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha dua rakaat dan mengerjakan witir sebelum tidur." (muttafaq alaih)
Sholat dhuha dapat kita kerjakan tanpa ada kesulitan dan tidak melelahkan. Tanpa mengurangi jam kerja, bahkan kita masih berkesempatan untuk memohon rizqi dan diberi kemudahan dalam bekerja kepada Allah SWT.

Istirahat Makan Siang
Setelah ishoma (istirahat, sholat & makan), daripada waktu yang tersisa kita gunakan untuk ngobrol atau main game, ada baiknya kita gunakan untuk membaca Al Qur'an. Hanya dalam waktu 10 menit kita bisa minimal membaca empat halaman penuh dari Al Qur'an. Itu berarti apabila kita melakukan dengan cara seperti itu secara rutin setiap hari, maka kita dapat menghatamkan Al Qur'an dalam waktu lebih kurang lima bulan. Bila kita melakukannya setiap selesai sholat, maka dalam waktu satu bulan kita dapat hatam Al Qur'an, Subhanallah.

Sore Yang Indah
Suntuk karena bekerja seharian sudah mulai kita rasakan.....
Ada baiknya kita segera penuhi panggilan sholat ashar, usahakan berjama'ah dengan teman sekerja (sekantor) apabila lokasi masjid jauh dari tempat kita bekerja. Sujud kepada Allah, mohon kekuatan agar kita tidak terbuai oleh nikmatnya dunia. Mohon ampunan dan keridhaan Allah SWT atas segala sesuatu yang kita kerjakan. Setelah itu, gunakan handphone atau telphon kantor (ingat!, harus seijin pemilik atau atasan kalau untuk kepentingan pribadi), hubungi lembaga-lembaga sosial disekitar kita seprti LMI, YDSF, Rumah Zakat, PKPU atau yang lainnya. Infaqkan sebagian harta yang kita dapat. Insyaallah mereka mau datang mengambil ke tempat kita atau yang lebih praktis, kirimkan ke sms infaq. Hanya dalam waktu kurang dari 10 menit, seorang muslim yang menginginkan keridhaan Allah SWT bisa mendermakan sebagian hartanya.

Di Tengah Kemacetan Lalu Lintas
Ada baiknya, di kendaraan kita sediakan kaset-kaset islami. Dalam waktu 10 menit kita dapat mendengarkan bacaan Al Qur'an yang sekiranya bisa menghidupkan hati. Menghadapi kemacetan lalu lintas sepulang kerja tak perlu bikin kita jengkel atau menggerutu. Inilah kesempatan kita untuk memperbaiki bacaan dan hafalan Al Qur'an. Mengapa tidak kita coba?

Sunday, November 12, 2006

Nikmatnya Penyet Ikan Nila di Telaga Ngebel




Bersiap Menyantap Penyet Ikan Nila


Mengamati Lebih Dekat Budidaya Ikan Nila

Alhamdulillah waktu bongkar arsip foto-fotoku, kujumpai foto saat rihlah/wisata ke Telaga Ngebel yang terletak di kabupaten Ponorogo. Keindahan alam yang masih asri & alami memberikan suasana yang penuh kedamaian & kesejukan. Dan tak lengkap rasanya kalau belum menikmati masakan penyet "ikan nila" yang terkenal dibudidayakan di Telaga Ngebel ini. Konon jenis ikan ini juga di ekspor ke manca negara tapi sayang sekarang kurang begitu diperhatikan. Padahal itu merupakan salah satu mata pencaharian penduduk sekitar.

Friday, November 10, 2006

Berpisah Dengan Pak ZAM

Berpose Bersama di Ruangan Yang Lumayan Berantakan...


Pak ZAM memberikan Sambutan...

Begitulah kita biasanya memanggil
Pak ZAM, nama lengkapnya Zainal Muttaqin
adalah orang yang dituakan di bagian dimana kami bekerja sebagai tdb.
Sejak beberapa bulan yang lalu beliau melaksanakan tugas baru sebagai Manajer di Denpasar Bali. Wah, semoga kita bisa diundang ke Bali ya Pak...khan lumayan..he..he..

Sunday, November 05, 2006

Rencanaku Akhir Pekan Ini

Hari ini aku dan istri sudah membuat rencana untuk mengisi liburan bersama. Pagi hari bersih-bersih rumah, kemudian menghadiri pernikahan putri tetangga depan rumah kami (Pak Hidayat) jam 11.00 di Gedung Tribuana Tungga Dewi (di daerah Tenggilis), habis itu jalan-jalan ke Tunjungan Plaza/Tunjungan Center dan malamnya menghadiri pernikahan saudara kami (Kak Yoyo) di Masjid Al Akbar Surabaya.

Tiba-tiba tadi pagi ada SMS dari teman kantor, meminta saya untuk masuk kantor mengawasi proyek yang sedang berlangsung karena dia tadi malam habis jaga malam.
Tanpa diskusi panjang saya bilang ke istri, ya sudah saya berangkat saja ke kantor dulu nanti kita atur jadwalnya lagi terutama wajib hukumnya untuk datang ke hajatan orang kalo memang sudah di undang.
Ya beginilah kalau nasib masih menjadi TDB, seiring do'a yang saya panjatkan semoga segera menjadi TDA dengan omset milyaran (wah kayak bukunya Masbukhin saja he..he..)
Amiin....

(lagi di kantor di sela-sela koordinasi pelaksanaan proyek)

Friday, November 03, 2006

Bermalam di Telaga Sarangan


telaga sarangan di kala pagi hari

saya, iqbal, imam, zaki, zia, deni, martono
Foto ini adalah rekaman perjalanan rihlah di Telaga Ngebel-Ponorogo dan Telaga Sarangan-Magetan bersama adik-adik mahasiswa its surabaya pada bulan april 2006. Semoga persahabatan kita abadi hingga mencapai firdaus-Nya kelak, Amiin. Teriring ucapan trimakasih yang tak terhingga kepada keluarga Akh. Martono di Ponorogo atas jamuan makan malamnya dan keluarga Akh. Deni di Madiun atas jamuan makan siangnya (heh..numpang melulu makannya..he..he...)