Friday, December 28, 2007

Catatan Akhir Tahun : Jangan Menyerah

Anak kecil itu…………..
Seringkali saat maghrib menjelang, aku mendengar lengkingan suara anak kecil ”roti........roti...........roti.........” Setelah kulihat memang ada anak kecil lima tahunan yang melintas didepan rumahku dengan sepeda mininya membonceng keranjang yang berisi makanan yang sedang dijajakan, mengiringi didepannya adalah orang dewasa seperti ayahnya juga membonceng keranjang yang sama.
Pernah suatu hari di hujan yang cukup deraspun mereka tetap menjajakan makanannya berkeliling di kompleks perumahan yang kutempati. Seperti biasa sang anak kecil dengan begitu riang dan semangatnya meneriakkan suara khasnya “roti…..roti……”
Hari itu mereka bertiga ditambah adik sang anak kecil yang umurnya dua tahunan dibonceng ayahnya di depan. Disela-sela lengkingan suara anak kecil menjajakan makanannya, juga diiringi dengan gurauan dan tertawa ringan dari ketiganya seolah mencerminkan kegembiraan dan begitu akrabnya kombinasi ayah dan anak ini.
Kemarin saat aku menuju masjid dekat rumah untuk menunaikan sholat maghrib, seperti biasa melintas mereka didepanku dan anehnya mereka berdua saja tanpa ditemani ayahnya. Tepat diperempatan jalan depan masjid, mereka berhenti dan kembali sambil berteriak sang kakak bersenda gurau dengan adiknya dengan begitu riangnya.
Saya tidak tahu apa yang ada didalam dada kedua orang tua mereka, kalau itu dijadikan sebagai “edukasi” maka sungguh luar biasa kelak anak ini. Menjadi entrepreneur yang tangguh karena sejak dini sudah diajarkan sebuah tanggung jawab dan yang penting “mendobrak” kebiasaan anak kebanyakan seusianya.
Hari ini kita belajar kegigihan anak kecil ini yang sudah mengalahkan ego kekanakannya untuk terus berusaha dengan penuh keceriaan.
Anak perempuan itu………
Saat istriku melakukan wawancara calon penerima beasiswa program “gerakan peduli anak bangsa” yang dikelolanya beberapa waktu lalu, menjumpai anak perempuan yang begitu luar biasa. Dia merantau bersama kakaknya jauh dari orang tuanya ke Surabaya.
Disamping bekerja disalah satu rumah makan babi, kedua adik kakak ini sama-sama masih menjalankan studinya masing-masing dengan biaya sendiri. Sang kakak kuliah di salah satu perguruan tinggi dan sang adik masih sekolah di smp.
Anak perempuan ini berbeda, setiap waktu dia selalu menyampaikan keluahannya ke orang tuanya yang jauh darinya karena disamping terlalu banyak aturan dalam pekerjaannya juga yang sangat dia sesali adalah waktu sholat yang terkadang sulit ditunaikan. Pernah suatu waktu saat ada kesmpatan istirahat sementara dia sudah wudhu dan dia berjanji untuk sholat tiga menit saja, tetap tidak dibolehkan dan akhirnya terlewat.
Ya anak ini sekolah dari pagi sampai siang hari kemudian sore sampai dengan malam hari bekerja ditempat yang tadi saya sebutkan. Selama ini dia sebagai pencuci piring dengan gaji Rp. 200.000,- saja. Dia sebenarnya sudah lama kepingin sekali pindah dari tempat kerja ini tapi susah mencari kerja untuk saat ini, katanya.
Anak itu begitu bersyukur dan gembira ketika istriku memberitahukan bahwa ada counter HP milik temannya yang membutuhkan karyawan. Dan saat itu juga sorenya dia pamitan dari tempat kerja lamanya dan besoknya sudah mulai kerja ditempat barunya. Tentunya dengan tetap bisa leluasa beribadah dan gajinya lebih besar dari sebelumnya.
Disini kita belajar keteguhan hati dari seorang anak wanita, sepanjang ada niat dan ikhtiar dan tentu saja do’a pastilah ada jalan............
Sekali menyerah akan ketagihan
Dalam bukunya Kang Abik yang berjudul ”Ketika Cinta Bertasbih 2”, disampaikan bahwa sang tokoh Azzam tidak mau rasa putus asa menjamah dirinya bahkan berkenalan-pun tidak mau dengan yang namanya putus asa. Karena dia ingat pesan Vince Lombard :
”Once your learn to quit, it becomes a habit !”
“Sekali saja kamu belajar untuk berputus asa, maka akan menjadi kebiasaan !”
Seandainya kita pernah gagal akan suatu hal ataupun dalam suatu bisnis misalnya, ini bukanlah apa-apa karena Allah pasti menggantinya dengan kebahagiaan dan kesuksesan di waktu yang lain.
Rasulullah saw. bersabda, ”Seorang hamba akan selalu berada dalam kebaikan selama ia tidak terburu-buru. Dia ditanya, ’Apakah yang engkau maksud dengan terburu-buru wahai Rasulullah ?’ Dia menjawab, Yaitu seseorang yang berkata, 'Aku telah berdo’a kepada Tuhanku, namun sampai kini belum terjawab juga”
Tapi kalau kita gagal bersyukur maka jangan harap nikmat Allah yang berupa rahman dan rahim-Nya akan menghampiri kita. Maka jangan pernah berputus asa terhadap nikmat dan rahmat Allah swt. Karena rahmat-Nya sangat dekat bahkan dekat sekali..........
”...........Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka pasti azab-Ku sangat berat” (QS. Ibrahim : 7)
Pada saat menemukan Lampu Pijar, Thomas Alfa Edison mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali. Baru pada percobaannya yang ke 9.999 dia berhasil secara sukses menciptakan lampu pijar yang benar-benar menyala terang.
Pada saat keberhasilan dicapainya, dia sempat ditanya : Apa kunci kesuksesannya. Thomas Alfa Edison menjawab: “SAYA SUKSES, KARENA SAYA TELAH KEHABISAN APA YANG DISEBUT KEGAGALAN”.
Bahkan saat dia ditanya apakah tidak bosan dengan kegagalannya, Thomas Alfa Edison menjawab: “DENGAN KEGAGALAN TERSEBUT, SAYA MALAH MENGETAHUI RIBUAN CARA AGAR LAMPU TIDAK MENYALA”.
Semoga Allah berkenan atas ikhtiar kita dan memberikan curahan rahmat dan barokahnya untuk kejayaan kita semua. Amiin......

Monday, December 24, 2007

Welcome The Rise Of Marketing 3.0

Beberapa saat yang lalu, tim Annida Islamic Kids Wear berkesempatan untuk hadir dalam seminar marketing yang diselenggarakan Rotary Club dengan tajuk “Marketing 3.0, Values-Driven Marketing”. Tidak tanggung-tanggung, seminar ini menghadirkan pakar & praktisi marketing yang tidak asing lagi dikalangan entrepreneur, yaitu Hermawan Kartajaya dan Tanadi Santoso.
Pada tulisan ini, saya akan coba menyampaikan penuturan dari sang begawan marketing, Hermawan Kartajaya yang mengulas konsep marketing 3.0.
Penjelasannya diawali dengan menunjukkan satu persatu focus dari versi marketing yang selama ini pernah ada.
Marketing 1.0 (baca : one point “o”), adalah marketing yang berfokus pada produk atau dengan istilah lain disebut “Product-Centric Era”. Dimana kegiatan marketing diarahkan sesuai dengan kemauan produsen. Disini, konsumen sedikit diabaikan dan yang penting adalah bagaimana produsen membuat produk yang bagus dan laku dipasaran.
“any customer can have a car painted any color that he wants so long as it is black”
(Henry Ford)
Marketing 2.0 (baca : two point “o”), adalah marketing yang berfokus pada pelanggan, dengan istilah lain disebut “Customer-Centric Era”. Lebih maju dari marketing 1.0, disini kegiatan marketing diarahkan sesuai dengan kemauan pelanggan. Selain produk yang bagus juga memperhatikan aspek keinginan pasar yang ada.
“The Success of Starbucks demonstrates the fact we have built an emotional connection with our customer….Once they tasted ours and experienced what we call ‘the third place’ – a gathering place between home and work where they where treated with respect – they found we where filling a need they didn’t know they bad”
(Howard Schultz, CEO of Starbucks)
Marketing 3.0
Dan yang paling mutakhir adalah Marketing 3.0 (baca : three point “o”), yaitu marketing yang berfokus pada kemanusiaan, dan disebut dengan “Human-Centric Era”. Kegiatan marketing produk bukan yang utama lagi, karena disini pelaku bisnis justru lebih menonjol aktifitas kemanusiaannya, dengan berbagai kegiatan sosial maupun pelestarian lingkungan hidup.
Dame Anita Roddick (Founder of The Body Shop), adalah salah satu contoh bagaimana marketing 3.0 itu diterapkan. The Body Shop tidak pernah memasang iklan untuk produknya tetapi sang pemiliknya senantiasa tidak pernah lepas dari aktifitas sosial dan pelestarian lingkungan. Ketika ada mitranya yang telepon, dengan entengnya dia menjawab, “saya sekarang di afrika selatan untuk kegiatan sosial.” Nah lho…..
“She will be remembered not only as a great campaigner but also as a great entrepreneur”
“She campaigned for green issues before it became fashionable to do so and inspired millions to the cause by bringing sustainable products to a mass market”
(BBC News)
“Anita did more than run a successful ethical business : she was a pioneer of the whole concept of ethical and green consumersm”
(Tony Juniper, Director of Friends of the Earth)
“Dame Anita was an ‘incredible woman’ who was passionate about environmental and human rights issues”
(John Sauven, Executive Director of Greenpeace)
Three Forces Of New Trend
Ada tiga kekuatan di dalam trend baru ini (marketing 3.0) yang perlu diperhatikan, yaitu :
  1. DIGITALIZATION
  2. GLOBALIZATION
  3. FUTURIZATION
DIGITALIZATION, saat ini kita hidup dalam era teknologi brillian, dimana segala sesuatu dijalankan secara digital dan hanya dengan satu tombol ”klik” saja. Dengan ”BLOGS” kita bisa mengkomunikasikan apa saja termasuk apa yang akan kita jual kepada semua orang diseluruh dunia. Faktanya, ada sekitar 1.2 juta posting blog disetiap harinya atau 50 ribu blog terupdate tiap jamnya.

”We have moved beyond the information Age to the AGE OF PARTICIPATION
(Scott McNealy – Chairman and CEO Sun Microsystem)
GLOBALIZATION, kalau jaman dulu globalisasi identik dengan anggapan dunia yang kecil “Smaller World” dimana kita bisa tahu apapun yang terjadi di belahan bumi lain dengan akses informasi yang begitu terbuka. Maka saat ini globalisasi lebih diartikan sebagai “Flat World” dengan anggapan bahwa setiap individu dengan satu PC, sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi leader. Faktor yang jelas yang mempengaruhi globalisasi model baru ini adalah “social culture” dan “political legal”.
“The global playing field is being leveled”
(Thomas Fiedman – Author of The World is Flat)
FUTURIZATION, untuk saat ini disamping menjadi “yang berbeda” juga diperlukan kreatifitas yang tinggi. Market, sebagai sasaran dalam bisnis sudah begitu cerdas untuk bisa menilai produk yang kita buat.
“We are beginning to work and live the way creative people like artists and scientists always have”
(Richard Florida – Author of The Rise of Creative Class)
Seperti yang pernah diceritakan kawan saya yang di Australia, ada produsen alat-alat rumah tangga di sana yang tidak menggunakan marketing secara langsung. Di awalnya produsen ini hanya melakukan aktifitas pelestarian lingkungan dengan menanam tanaman & bunga di sepanjang jalan suatu perkotaan.

Yang unik adalah setelah dua tahun, penduduk kota tersebut merasa berhutang kepada produsen tadi, akhirnya di tahun itulah produsen alat-alat rumah tangga tadi baru mendapatkan "nikmat" dari usaha mulianya selama ini karena penduduk kota tersebut menggunakan alat-alat rumah tangga yang diproduksinya. Nah, apa hubungannya coba alat rumah tangga dengan tanaman........

Catatan Penting :

Wah, sayang kameranya lagi ngadat, jadinya hasil jepretannya kacau banget. maaf foto kami belum bisa tampil nih he..he....


Untuk menghadapi tahun baru hijriyah 1429 H, annida islamic kids wear meluncurkan model baru, lihat saja di : http://annidaku.blogspot.com/

Friday, December 14, 2007

Peluang Bisnis Recehan

Membaca postingan Pak Roni, “Jangan Remehkan Bisnis Recehan” saya jadi teringat SMS yang disampaikan salah satu mentor saya yang punya bisnis SPBU itu, beberapa hari yang lalu, kira-kira bunyinya seperti ini :
“peluang bisnis jual elpiji refill 3 kg tabung hijau (bersubsidi) bukan tabung biru. untuk wilayah surabaya, sidoarjo, gresik, lamongan. modal ringan…..”
Memang kalau dilihat, keuntungan per-tabung untuk agen sekitar Rp. 1.000,- saja. Memang sedikit untuk ukuran orang yang sudah terbiasa dengan keuntungan puluhan ribu seperti bisnis garmen, keuntungan ratusan ribu atau bahkan jutaan seperti kontraktor yang saya geluti he..he.. (meskipun jarang proyeknya)
Tapi ingatkah saudara, bahwa ini adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda lagi. Seperti kalau kita tanya ke pedagang voucher pulsa, yang sering laku adalah voucher dengan harga Rp. 5.000,- atau Rp. 10.000,-.
Nah inikan kebutuhan sehari-hari, estimasi kalau dipakai rutin paling seminggu sudah habis. Jadi untuk sebulan bisa mengkonsumsi minimal 4 tabung untuk tiap keluarga. Dan harganya terhitung murah karena bersubsidi, beda dengan yang tabung biru, harga pertabung hijau ini sekitar Rp. 13.000,-
Saat ini, ada yang sudah ambil untuk wilayah sidoarjo. Karena masyarakat disini sebagainnya sudah mendapatkan kompor gas gratis dari pemerintah dan seiring dengan itu minyak tanah sudah mulai langka.
Bagi rekan-rekan yang berminat, bisa nanti kerjasama dengan saya untuk tindak lanjutnya he..he.. Pasang telinga lebar-lebar, daerah mana saja yang sudah dibagi kompor gas gratis. Dari informasi yang saya dengar untuk wilayah Surabya, kebanyakan baru didata saja, kecuali Sidotopo.
Setelah itu, cari tempat yang bisa menampung tabung gas elpiji itu dan selanjutnya promosi ke masyarakat yang sudah mendapat kompor gas.
Modal ringan, untuk awalan hanya diminta untuk mengambil 50 tabung gas saja. Kalau kita boleh berandai-andai, misalnya kita punya 100 tabung gas dan setiap bulan konsumen mengambil 4 kali misalnya. Berarti penjualan selama sebulan sebanyak 400 kali refill, jadi keuntungan yang didapatkan bisa mencapai Rp. 400.000,-. Kecilkah ?........tergantung.....Lah kalo 1000 tabung, berapa....ayo coba hitung he..he..
Bisnis kebutuhan pokok, gak ada matinya kata orang, dan selalu berkembang seiring dengan banyaknya permintaan apalagi kalau ditunjang ”services excellent”. Konversi energi....ladang bisnis baru......
Nah, bagi anda yang masih bingung bisnis apa yang mau dijalani atau punya kelebihan dana, boleh hubungi saya untuk jalani bersama he..he...

Catatan Penting :

Lagi persiapan, sore ini mau bergabung dengan teman-teman di kawasan sejuk ”TRETES” untuk ikutan training, kemudian ahadnya menjadi trainer ”synergic building” untuk para pendidik di wilayah kabupaten Kediri.

Monday, December 10, 2007

Mengubah Tidak Mungkin Menjadi Mungkin

Waktu pameran buku “How Book Are You” di gedung pemuda kemarin, aku langsung tertarik dengan buku kecil yang judulnya sangat dahsyat, “MENGUBAH TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN : Pengalaman Berbisnis Dengan Sandaran Al Qur’an”, terbitan Al Bayan-Mizan.
Buku ini ternyata ditulis arek suroboyo, Pak Basuki Subiyanto, seorang wartawan yang mengakhiri karir terbaiknya di Kompas dan kemudian beralih menjadi pengusaha setelah perenungan yang panjang. Kini dia mengelola tiga perusahaan di Surabaya dan Sidoarjo.
Buku dengan gaya bahasa yang sangat sederhana itu terasa begitu inspiratif karena berisi pengalaman pribadi yang mengalir deras dari untaian kata-kata yang menerobos dan menembus batas “ketidakmungkinan” orang kebanyakan.
Secara garis besar ada tiga hal yang disampaikan oleh penulis dalam buku ini, yaitu :
Pertama, Success Story Di Kompas
Kedua, Pindah Kuadran
Ketiga, Impossibility Quotiont
Success Story Di Kompas
Penulis, yang sejak kuliah menerjuni dunia jurnalistik dan akhirnya selepas kuliah berkerja di bidang jurnalistik juga itu, karirnya diawali dengan bergabung di koran Memorandum yang saat itu masih sebagai koran politik.
Kemudian tahun 1983 pindah ke Kompas yang dimasukinya hampir tanpa tes, diminta bergabung dan langsung bekerja. Sampai pada akhirnya menjadi koresponden tetap untuk wilayah Jawa Timur.
Liputan pertama dan berat dirasakannya adalah ketika diminta meneliti masalah pungli (pungutan liar) di Kantor Bea Cukai Surabaya. Hampir sebulan peneliatian dilakukan untuk menelusuri liku-liku pungli yang tertutup itu dan ditulisnya secara bersambung di halaman pertama Kompas.
Presiden Soeharto saat itu sampai marah kepada para menterinya yang kemudian mengeluarkan inpres 4/1985 yang berisi memangkas semua wewenang Bea Cukai dalam pemeriksaan barang dan menjadikan administratur sebagai penguasa tunggal di pelabuhan. Inilah entry point yang menjadikan penulis dikenal oleh redaktur dan wartawan Kompas di Jakarta.
Setelah enam tahun di Kompas, kemudian pada tahun 1989 ikut membidani kelahiran Harian Surya yang masih masuk anak perusahaan Kompas itu dan mencapai cashflow positif pada 1996 dan 1997.
Pada tahun 1999, penulis diminta untuk membenahi manajemen di koran daerah yang masih anak perusahaan Kompas juga, Banjarmasain Post. Dengan strategi Al Qur’an tentunya penulis berhasil menaikkan tiras dari 10.500 menjadi 17.00 exemplar dalam waktu empat bulan. Setahun kemudian tirasnya naik menjadi 27.00 exemplar, bahkan saat kerusuhan Sampit, tirasnya mencapai angka funtastic 50.000 exemplar. Disinilah penulis juga belajar bisnis karena masuk dalam jajaran manajement selain redaksi.
Pindah Kuadrant
Setelah 17 tahun berada dalam pekerjaan yang cukup mapan di dunia bisnis surat kabar, beliau mempertaruhkannya dengan keluar dari pekerjaannya di Kompas-Gramedia dengan take home pay pada tahun 2002 sebesar Rp. 17 juta/bulan. Beliau merasa telah memasuki ruang “uji nyali” : seandainya salah langkah, maka harus rela mengorbankan penghasilannya selama ini.
Setelah tugasnya di Banjarmasin itulah, beliau berdiskusi dengan seorang ustadz untuk mencari tantangan yang lebih baik. Juga membaca bukunya Robert T. Kiyosaki (Rich Dad Poor Dad, Cash Flow Quadrant, Guide To Investing, dll) yang seolah-olah memerintahkan beliau untuk berhenti menjadi karyawan kalau ingin hidup lebih baik.
Inti dari buku Robert T. Kiyosaki ini adalah mengingatkan orang untuk tidak berhenti atau puas menjadi pegawai pintar. Sebab, kata Kiyosaki “Engkau akan tetap menjadi pegawai yang hidupmu hanya mengandalkan gaji. Sebaliknya pintarlah memutar uang agar uang berkembang dan menjadi ‘pegawai’ yang mencarikan uang untukmu. Kalau uang sudah berkembang, ia setiap detik akan setor kepadamu. Jadi janganlah kamu sekolah lalu pintar karena ingin bekerja di perusahaan bagus, tapi pintarlah kamu berbisnis agar bisa membeli perusahaan bagus.”
Beliau memulai bisnisnya dengan membangun perusahaan di bidanng event organizer (EO) dan mengalami kerugian disini dan setelah dievaluasi kurang berkah katanya. Trus dilanjutkan dengan membeli perusahaan developer property yang hampir sekarat, hutangnya banyak dan banyak bom waktu yang menghadang di depan. Semua orang menganjurkan untuk tidak membelinya, tapi beliau dengan penuh keyakinan “sholat istikharah” mengambil bisnis ini. Dan melalui bisnis dibidang property inilah, yang akhirnya mencapai kesuksessan dan berlangsung sampai dengan saat ini.
Sukses Bisnis Dengan Al Qur’an
Yang menarik dari buku ini adalah, ikhtiar penulis untuk membuktikan bahwa al Qur’an adalah petunjuk bagi ummat manusia yang dapat memberikan solusi atas permasalahan hidup manusia, termasuk juga permasalahan bisnis.
Al Qur’an itu semacam apotek, jadi harus dibaca, difahami dan terus diamalkan dan harus sesuai dengan konteks permasalahan yang kita hadapi. Saat menghadapi masalah menyangkut anak misalnya, maka kita harus banyak-banyak membaca Surat Luqman. Saat ada permasalahan yang membelit dan memojokkan kita, kita bisa banyak membaca Surat Al Kahfi.
Makanya tidak heran di dalam buku ini terdapat semacam foot note yang berisi ayat-ayat Al Qur’an disetiap akhir pembahasan pada sub babnya.
”Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (Al Mu’min (40) : 60)

Catatan Penting :
Suatu saat saya ingin bertemu dengan Pak Basuki Subianto dan Ustadz yang sering disebutkan dalam buku ini. Semoga Allah meridhoi. Amiin...

Tuesday, December 04, 2007

Jadi Entrepreneur Adalah Pilihan : Reflkesi Seorang Mahasiswa

Soni (pegang HP) saat bersama saya (membelakangi)
menjadi instruktur dalam suatu pelatihan
Melanjutkan acara pelatihan pasca kampus di unair bulan kemarin, selanjutnya adalah sessinya Mas Soni Sulaksono yang bercerita liku-liku dunia entrepreneur. Dia mengawalinya dengan pernyataan : “suatu hari saya ditertawakan kawan saya karena pilihan saya untuk menjadi Kepala TK…..”
Masih berstatus sebagai mahasiswa, Soni memang sudah mendapatkan amanah untuk membesarkan yayasan At Tibyan yang dirintis oleh orang tuanya. Akhirnya dengan segala ikhtiar berdirilah TK Islam Terpadu dibawah kepemimpinannya. Berawal dari sinilah akhirnya beberapa usahanya berkembang pesat sampai akhirnya saat ini telah berdiri pula SD Islam Terpadu At Tibyan.
Sejak awal, Soni memang sering menjadi “terminal” bagi teman-teman kampusnya yang membutuhkan bantuan, dari mulai urusan pribadi sampai dengan urusan organisasi. Mulanya hanya iseng ingin meringankan “beban” teman-temannya dan akhirnya menjadi bisnis yang sampai sekarang sebagiannya masih ditekuni.
Tercatat sampai dengan saat ini, bisnisnya yang saya lihat masih berkembang adalah : bisnis pendidikan (TK Islam Terpadu & SD Islam Terpadu), persewaan alat-alat pesta, studio & video editing, persewaan perlengkapan pernikahan, catering & aqiqah.
Dan yang paling gress, dia baru saja membeli stand di pasar tradisional yang baru saja direnovasi seharga 350 juta-an. Dari standnya ini setiap hari dia mendapatkan omset sekitar 1.5 juta-an saat hari biasa, belum termasuk hari ramai pengunjung.
Suatu saat pernah Bapaknya yang seorang pengusaha itu bertanya kepadanya : “Son, kamu pengin naik haji ?” Tanpa menunggu jawaban dari Soni, Bapaknya kemudian mengajaknya ke pasar, dia berkata lagi sesampainya di pasar. “Son, kamu kenal dengan orang itu, dia sudah naik haji berkali-kali…..”
Tanpa bertanya lagi, Soni kemudian menghampiri seorang Ibu (tepatnya “Buk”, sebutan ibu dalam bahasa Madura) yang ternyata berjualan daging ayam. Dari sinilah, dia kemudian tersadar, bahwa Bapaknya ingin memberikan pelajaran yang sangat berharga, bahwa salah satu jalan supaya kita bisa sukses, selain niat yang kuat adalah “ikhtiar” untuk mencapainya, dengan jalan berdagang alias bisnis.
Sisi lain Soni, saya ingat betul dia sudah berani menikah di usia yang masih sangat muda, 22 tahun tepatnya kalau gak salah dan masih kuliah, jarang lho ada anak yang menikah di usia itu dan masih kuliah lagi. Sementara calon pendampingnya adalah seorang sarjana ekonomi aliaswis gak mahasiswa lagi” gitu.
Ketika calon mertuanya bertanya : “kerja dimana, dan gajinya berapa”, dia sedikit ada manipulasi katanya, karena tidak semua orang tua serta merta menerima menantu yang belum jelas pekerjaannya he..he..Dengan entengnya, dia jawab : “saya bekerja di lembaga sosial (dia memang menjadi relawan dari lembaga social terkenal di Surabaya pada event-event tertentu), gajinya satu jutaan”. Nah, waktu dia menikah ini, dia masih aktif kuliah di STIKOM dan Kedokteran Hewan Unair, yang saat ini belum diselesaikannya itu.
Saat itu, untuk ukuran mahasiswa, dia sudah kelihatan mentereng karena tunggangannya “roda empat” dan baru dibeli dari jerih payahnya berbisnis, meskipun kredit katanya saat itu ketika saya tanya. Alasan dia kredit mobil, supaya saya terpacu membesarkan bisnis yang saya geluti mas, sergahnya.
Di akhir acara, dia memberikan tantangan kepada mahasiswa : “siapa yang siap membantu saya, dengan menyediakan daging dada ayam 50 kg setiap hari, juga cekernya dan rempelo atinya juga lho, sama besarnya….” Diam-diam, ternyata Soni juga pemasok daging ayam untuk beberapa rumah makan, gile bener kata saya…..
Lama gak ada yang merespon, akhirnya Soni mengulangi lagi peryatannya dengan menambahkan : “….maksudnya kalau harganya cocok besuk saya akan ambil dari anda, ingat 50 kg setiap hari, gimana….”
Sampai akhirnya ada seorang mahasiswi yang tunjuk jari dan maju kedepan, selanjutnya acara ditutup dan Soni memeperjelas lagi ordernya pada mahasiswai itu. Selanjutnya…….terserah anda……

Catatan Penting :
Tadi siang saya ditemui oleh dua orang hebat, Pak Dawam & Istrinya, owner sekaligus konsultan dari Quadrant Utama yang berkantor di Jakarta. Beliau akan mengadakan training bagi calon pensiunan PT. Unilever di Surabaya bulan ini. Trimakasih Pak telah bertamu ketempat saya dan mohon maaf tidak sempat menjamu panjenengan.

Saturday, December 01, 2007

SEC On The Move

Mas Danton, Mas Samsul, Mas Samurai, dll

Aku dan Mas Ganda (Kharisma Collection-Royal Plaza & Cito)

Mas Riano (kelihatan sampingnya he..he..)

Mbak, Kalo hitung yang bener ya...

Rabu malam kemarin, tepatnya tanggal 28 Nopember 2007, SEC (alias Surabaya Entrepreneur Club) punya “gawe” pertemuan rutin sekaligus pemilihan ketua periode 2008-2010. Sebelumnya telah terjaring tiga nama calon oleh tim kecil SEC periode sebelumnya, yaitu Samurai “Investor”, Agus “Vitabean” dan Riano “Reng Oneng”.
Acara diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh sang ketua panitia, Mas Danton “Jagoan Hosting”. Dia menyampaikan bahwa acara malam ini berbeda dari pertemuan sebelumnya, karena :
Pertama, akan dilakukan pemilihan ketua SEC.
Kedua, dilaksanakan di kampus SE (Sustainable Entrepreneur-Sekolah Pengusaha).
Ketiga, dihadiri para pendiri komunitas ini yang sudah sukses, yaitu Pak Panca, Pak Ismail Nakhu dan satu lagi aku lupa namanya, maafkan aku ya Pak….
Kemudian, sambutan dari para “sesepuh” entrepreneur yang diwakili oleh Pak Ismail Nakhu, ada beberapa point yang disampaikan, diantaranya :
  1. Komunitas entrepreneur ini harus dijaga, jangan sampai hanya sekedar ada tapi harus memberikan manfaat yang besar.
  2. Kejujuran adalah kunci utama dari seorang entrepreneur. Kata Pak Bisri Ilyas, seorang developer perumahan Rewwin dan GKB Gresik : ”Dalam berbisnis, insyaallah saya tidak pernah rugi. Saya rugi kalau ada orang yang mbujuki (tidak jujur) kepada saya”
Selanjutnya adalah pemaparan visi dari ketiga kandidat. Kandidat pertama yang mendapat giliran adalah Mas Agus “Vitabean”. Dia menyebut sebagai pedagang kaki lima yang sekarang “sukses” mengembangkan produk minuman bergizi “sari kedelai” dengan brand “Vitabean “ karena adanya kemitraan dengan pengusaha “besar”.
Giliran kedua, Mas Riano, seorang anak muda yang berhasil mengembangkan rumah makan dengan menu utama masakan khas madura dengan brand “Warung Reng Oneng : Eksotisme Masakan Madura”.
Terakhir, Mas Samurai, dengan gaya maskulin, berjambang lebat bak pejuang samurai betulan dari Jepang he..he..Dia adalah orang kedua SEC periode sebelumnya….yang katanya sering berseberangan “positif” dengan ketuanya dulu, Mas Priyo “Ranaka”.
Yang hadir pada saat itu ada sekitar 45-an entrepreneur dari berbagai bidang. Kemudian dilangsungkan pemilihan dan akhirnya yang terpilih adalah Mas Samurai. Acara ditutup dengan makan bareng pecel pincuk di daerah Pucang, wah aku gak bisa ikutan nih.habisnya malam banget…..
Selamat Mas Samurai………
Selamat SEC………..
Selamat “Sukses”………

Monday, November 26, 2007

Are You Profesional : Menuju Sukses Kuliah

Waktu diskusi dengan teman-teman Unair, saya mengawalinya dengan pertanyaan-pertanyaan : siapa yang finish terlebih dahulu, berapa jumlah pemain yang bisa finish, apa yang dirasakan oleh pemain yang tidak bisa finish/finish pada urutan belakang, apa yang diperoleh dengan prestasi yang telah dicapai.
Pertanyaan tadi adalah kalimat tanya ”retoris”, yang tidak membutuhkan jawanban memang tapi membutuhkan perenungan yang mendalam akan tujuan hidup yang ingin kita gariskan. Supaya diri kita bisa melesat seperti lepasnya anak panah dari busur untuk menggapai ”asa” kita maka kita harus bisa merenungkan sekali lagi akan garis hidup yang ingin kita capai. Setinggi apapun tujuan hidup itu dan sebesar apapun pengorbanan yang siap kita tanggung.
Saya jadi teringat sebuah film dari Iran yang berjudul ”Children Of Heaven” yang menceritakan kisah hidup sebuah keluarga yang tidak berkecukupan tapi memiliki dedikasi yang tinggi dalam pendidikan anaknya. Bagiamana kita lihat perjuangan adik-kakak yang menjalani rutinitas sekolahnya dengan hanya satu sepatu yang dipakai secara bergantian. Dan sang kakak ingin mengikuti perlombaan lari marathon dan hanya ingin juara 3 karena hadiahnya adalah sepasang sepatu. Tapi justru inilah yang memberikan spirit sampai akhirnya sang kakak ini bisa finish sempurna sebagai juara pertama.
Tiga Sektor
Paling tidak ada tiga sektor kehidupan yang bisa dimasuki setelah keluar kampus, yaitu sektor privat, sektor publik dan sektor ketiga.
Sektor Privat, merupakan sektor yang berhubungan dengan kekuatan ekonomi dan profesi. Kekuatan ini secara langsung sangat berpengaruh terhadap kekuatan politik dalam perumusan kebijakan publik. Di sektor ini orientasinya adalah profit dengan karakteristik berkaitan dengan fungsi ekonomi, fungsi investasi dan promosi kemandirian. Contoh di sektor ini adalah : BUMN/BUMD, Swasta/Entrepreneur, Koperasi.
Sektor Publik, adalah sektor yang strategis dalam mempengaruhi, memutuskan atau menerjemahkan kebijakan publik. Motifnya adalah nonprofit dengan karakteristis mengelola kebijakan, regulasi, mendorong persamaan, mencegah eksploitasi dan mendorong kohesi sosial. Contoh di sektor ini adalah : Legislatif, Eksekutif & Yudikatif.
Sektor Ketiga, Merupakan Lembaga Nirlaba, Lembaga Swadaya Masyarakat diluar dua sektor di atas yang berfungsi mengoptimalkan potensi masyarakat, peningkatan taraf hidup. Pengelolaan yang serius dengan memberikan perhatian dan waktu yang cukup menjadi kunci bagi suksesnya LSM dalam memunculkan tokoh dan mempengaruhi kebijakan publik.
Parameter Sukses Bagi Mahasiswa
IPK, apakah mendapatkan IPK yang tinggi menjadi sesuatu yang penting bagi anda ? Sementara kenyataan di lapangan/dunia kerja/profesi, IPK hanya dijadikan sebagai tolok ukur/alat untuk seleksi administratif dalam proses seleksi calon pegawai di suatu perusahaan. Satandard IPK umumnya yang dibutuhkan suatu perusahaan, untuk teknik minimum berkisar 2.75 / 2.80 sedangkan non teknik minimum 3.00. Standard lainnya dalam seleksi administratif adalah universitas faavorit atau bukan trus ditambah lagi fakultas/jurusannya relevan atau tidak dengan posisi yang akan ditawarkan.
Proses rekruitmen dan seleksi pegawai di suatu perusahaan umumnya memiliki alur sebagai berikut : Seleksi administratif – psikotes – interview – medical test – pegawai percobaan.
Sementara kita juga melihat di dunia bisnis/entrepreneur, biasanya orang yang memilih terjun di dunia bisnis / entrepreneur cenderung tidak terlalu peduli dengan IPK, yang penting bisa menjalankan bisnis dan mendapatkan profit yang besar dan juga berkah. Contohnya banyak sekali, lihat saja om Bill Gates, Thomas Alfa Edison, Mas Hendy Setiyono (Kebab Turki Baba Rafi). Makanya sering ada ”joke” seperti ini :
IPK tinggi (cumlaude), untuk para pemikir IPK sedang (memuaskan), untuk para profesional / leader IPK rendah, untuk para pemilik modal (owner)
Modal Sukses Bagi Mahasiswa
Selain persyaratan yang sifatnya ”administratif” seperti diatas, masih banyak indikator lain yang perlu dimiliki, yaitu : kemampuan komunikasi, pengalaman organisasi selama di kampus, kemampuan networking dan wawasan yang luas tentang dunia di ”luar” kampus.
Globalisasi menuntut kita untuk bisa berkomunikasi dalam jangkauan dunia yang sangat luas dan hampir tak berbatas. Penguasaan akan bahasa asing/internasional adalah kebutuhan mendesak bagi bangsa indonesia disamping juga cara/teknik berkomunikasi itu sendiri yang menyangkut komunikasi verbal, vokal maupun visual. Terlepasnya pulau ambalat, lagu ”rasa sayange” yang dipakai promosi wisata Malaysia misalnya adalah karena buruknya komunikasi bangsa ini.
Pengalaman selama di kampus juga memberi nilai tersendiri baik itu yang berhubungan dengan akademik maupun non akademik. Katakanlah seperti menjadi asisten dosen/laboratorium, pengurus organisasi kemahasiswaan seperti Senat Mahasiswa, BEM, Himpunan Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa akan memberi warna yang berbeda bagi mahasiswa.
Yang tak kalah pentingnya dan ini sering dilupakan adalah ”networking” baik itu internal maupun external kampus. Berdasarkan pengalaman, dalam dunia mahasiswa sangat disayangkan kalau kita tidak memiliki ”networking” yang luas atau dalam bahasa lainnya gak ”gaul” gitu. Menjadi mahasiswa adalah peluang bertemu dengan orang-orang hebat dan sukses dibidangnya masing-masing. Karena aktif di organisasi, saya akhirnya bisa bertemu dengan orang hebat di negeri ini disamping juga bisa berkelana ke belahan bumi yang lain.
Wawasan adalah modal yang tak kalah pentingnya, jadi sangat aneh bin ajaib kalau sebagai mahasiswa, ”kuper” dalam hal yang satu ini. Fasilitas internet di kampus sangat mudah dan tak berbiaya, seminar-seminar di kampus juga bejibun jumlahnya tinggal atur jadwal saja kita mau ikut yang mana, selain dapat makan gratis juga sebagai pertimbangan he..he..hitung-hitung ”ngirit” uang saku.
Terakhir, saya merekomendasikan bagi mahasiswa/calon mahasiswa untuk membaca bukunya Dr. Daniel M. Rosyid yang berjudul ”Sukses Kuliah Di Perguruan Tinggi, Siapa Takut ?”. Saya dulu pernah diberi Pak Daniel Softcopynya sebelum buku ini naik cetak, beberapa kali juga sempat diseminarkan di ITS. Buku itu menceritakan bahwa ”kuliah” adalah ”proyek” yang membutuhkan perencanaan dan strategi untuk menggapai sukses.
Catatan Penting :
Trimakasih kepada salah seorang senior staf HRD PT. Indosat, Direktur Rumah Sakit Wiyung Sejahtera, Salah seorang pejabat publik dan Pak Daniel M. Rosyid serta rekan-rekan entrepreneur atas diskusinya selama ini.

Friday, November 23, 2007

Sharing Dengan Mahasiswa

Pekan ini, ada dua kampus yang harus saya kunjungi untuk memenuhi undangan organisasi kemahasiswaan dalam rangka pelatihan mahasiswa.
Yang pertama adalah Sabtu kemarin saya bertandang ke almamater Kampus ITS, untuk memberikan sharing di acara PSI 2 (Program Studi Islam 2) yaitu pelatihan yang diperuntukkan bagi calon middle manager di JMMI (Jama’ah Masjid Manarul ‘Ilmi) ITS Surabaya.
Ada pemandangan yang berbeda ketika saya mulai memasuki area kampus ITS terutama disekitar rektorat dan perpustakaan (tempat acara PSI 2 berlangsung). Tidak biasanya hari libur, mahasiswa mau bersusah payah ke kampus, tapi siang itu terlihat kelompok-kelompok mahasiswa dengan ditemani notebook-nya masing-masing. Ya wajar saja, ITS sudah menyediakan hotspot di beberapa titik di area kampus, sehingga mahasiswa begitu keranjingan untuk datang ke kampus menikmati fasilitas internet tadi.
Kembali ke PSI 2, saya diminta menyampaikan materi dengan tema Manajemen Organisasi & Optimalisasi Peran Mahasiswa di Kampus. Bicara tema ini, erat kaitannya dengan seni bagaimana mengelola diri dan organisasi. Ilmunya sudah banyak bertebaran di muka bumi baik dari zaman bahauela sampai era modern ini, tinggal bagaimana masing-masing personal mengembangkan sesuai dengan tujuan hidupnya, background pendidikannya dll.
Yang kedua, Ahadnya saya diundang oleh salah satu organisasi kemahasiswaan di Unair Surabaya untuk memberikan sharing dalam acara Pelatihan Pasca Kampus di Gedung Mahasiswa Rumah Sakit dr. Soetomo. Acara ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2005 ke atas dan jumlahnya berkisar 50-an mahasiswa.
Berbeda dengan di ITS yang membicarakan dimensi (focus) saat ini, di Unair saya diminta bicara dalam dimensi masa depan, yaitu bagimana mahasiswa merencanakan masa depannya gitu lho.
Saya diberi kesempatan di sessi kedua dengan materi diskusi bagaimana memasuki dunia kerja & professional didalamnya. Bersama, saya dipanel dengan salah seorang pengusaha muda, namanya Soni Sulaksono, yang membahas dunia entrepreneur dan pernak-perniknya.
Dia adalah mahasiswa STIKOM yang akhirnya OD (Out Dewe) disamping juga studi di Kedokteran Hewan Unair, itupun tidak diselesaikannya gara-gara debat dengan dosen pembimbing skripsi dan Dekannnya soal judul skripsi. Dia bersikeras dengan judul skripsinya yang mengupas kedokteran hewan dari segi bisnis.
Soni, begitu saya biasa menyapanya pernah dalam kebersamaan ketika menjadi salah satu staf saya di salah satu organisasi kepemudaan tingkat jawa timur beberapa tahun yang lalu. Dan sejak saya mengenalnya saat itu dia sudah bergelut dengan dunia entrepreneur bahkan tunggangannya sudah roda empat yang didapatkan dari hasil bisnisnya.
Sebelumnya sesi pertama menghadirkan Dr. dr. Eko Budi Khundori, salah seorang dosen di fakultas kedokteran Unair dan dulu saya pernah bersama juga dengan orang hebat ini dalam organisasi sosial yang lainnya. Beliau dipanel dengan calon kandidat doktor yang juga dosen ekonomi unair, wah saya lupa namanya belum sempat kenalan he..he...Sesi pertama ini banyak membahas bagaimana menjadi akademisi dan peluang sekolah di luar negeri dan liku-likunya.
Karena saya tidak hadir di sessi pertama, maka saya tidak bisa menceritakannya, selanjutnya saya akan coba bahas lagi apa yang saya sampaikan dan cerita seru dari mahasiswa OD yang jadi pengusaha muda sukses itu.

Friday, November 16, 2007

Mangkuk Cantik, Madu dan Sehelai Rambut

Rasulullah saw. dengan sahabat-sahabatnya seperti Abu Bakar r.a, Umar r.a, Utsman r.a, bertamu kerumah Ali ra. Di rumah Ali ra, Istrinya Sayyidatina Fathimah r.a, putri Rasulullah saw menghidangkan untuk mereka madu yang diletakan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut kedalamnya.
Baginda Rasulullah saw. kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut, mangkuk yang cantik, madu dan sehelai rambut.
Abubakar r.a. berkata: ”Iman itu lebih cantik dari pada mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman lebih susah dari meniti sehelai rambut”.
Umar r.a berkata: ”Kerajaan itu lebih cantik dari pada mangkuk yang cantik ini, seorang raja lebih Manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Utsma r.a berkata: ”Ilmu itu lebih cantik dari pada mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu ini, dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Ali r.a berkata: ”Tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang kerumahnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Fatimah r.a berkata: ”Seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang berpurdah (menutup wajahnya) itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seoarang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Rasulullah saw. Berkata : ”Seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, beramal dengan amal baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih susah dari meniti sehelai rambut”.
Malaikat Jibril A.S berkata :”Menegakan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik, menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut.”
Allah SWT berfirman : ”Surga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat surga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju surga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Catatan Penting :
Ditengah tumpukan arsip yang menggunung kutemukan secarik kertas yang sarat hikmah ini ”mangkuk cantik, madu dan sehelai rambut”. Semoga bermanfaat
Dari setiap orang yang kutemui, pasti ada ilmu dan hikmah yang bisa diambil bahkan juga ada peluang lain yang tidak pernah kita sangka-sangka sebelumnya. Makanya tidak salah Rasulullah mengabadikan dalam hadistnya tentang pentingnya silaturrahim : memperpanjang umur dan menambah rizqi.

Monday, November 12, 2007

Sukses Itu PILIHAN

Seorang sahabat Rasulullah saw yang bernama Abu Huroiroh yang terkenal sebagai perawi hadist itu memang tergolong sebagai Ahlu Suffah, yaitu Sahabat Rasulullah saw. yang miskin dan tidak memiliki rumah, bertimpat tinggal di Suffah (tempat berteduh, masjid). Di sini mereka mendapat pendidikan tentang Islam dan mengamalkannya.
Jadi, ”miskin” mereka itu karena PILIHAN dan bukan karena tidak memiliki ketrampilan dalam mencari uang seperti peran ASRUL dalam sinetron ramadhan PPT (Para Pencari Tuhan) yang merupakan karya terbaik yang ditampilkan televisi sepanjang bulan ramadhan kemarin yang menemani sahur kita. Abu Huroiroh misalnya, dia selalu mengikuti kemanapun Rasulullah saw pergi untuk membukukan hadist, makanya tidak heran kalau kita banyak melihat hadist yang diriwayatkan Abu Huroiiroh.
Sementara ada sahabat lain yang KAYA secara finansial, sebut saja Ustman Bin Affan, Abu Bakar Ash Shidiq, Umar Bin Khottob, Abdurrahman Bin Auf, dll. Seperti yang saya kisahkan dalam tulisan terdahulu tentang Abdurrahman Bin Auf, bagaimana sahabat-sahabat ini memiliki naluri entrepreneur yang luar biasa dan bisa dikatakan “uang” yang mengejar mereka. Hal ini seperti perkataan abdurrahman Bin Auf yang berbunyi :
“Saya tidak mengangkat batu, kecuali dibawahnya ada emas dan perak”
Tapi jangan salah, mereka menaruh harta hanya sebatas di tangan dan bukan di hati, seperti yang diungkapkan Umar Bin Khottob. Jadi berinfak bagi mereka adalah suatu hobi yang takkan tergantikan. Lihat kisah Ustman Bin Affan dalam postingan saya sebelum ini dan juga kisah berlomba-lombanya para sahabat dalam menginfakkan hartanya di perang tabuk yang diabadikan dalam sebuah riwayat.
Akhirnya, Umar mengakui kehebatan Abu Bakar dalam hal beramal dan mengatakan sampai kapanpun saya tidak dapat menandingi prestasi ibadah Abu Bakar. Karena Abu Bakar menginfakkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Allah & Rasul-nya untuk keluarganya, sementara Umar menginfakkan separuh hartanya, Nah Lho.
Sekarang mari kita tengok kisah shalafus sholih setelah generasi sahabat yang juga tak kalah hebatnya dalam memaknai sukses.
Konon Imam Abu hanifah, selain sebagai imam mahdzab yang faqih dalam agama adalah seorang entrepreneur yang sangat berdaya. Abu Hanifah mengawali aktifitas entrepreneurnya dengan berjualan roti di pasar sampai pada akhirnya memiliki jasa keuangan (Khilafah & Kerajaan).
Dan karena saking mandirinya, beliau menjadi da’i yang sangat merdeka termasuk bisa menegur Khalifah pada saat itu untuk kembali kepada kebenaran. Sampai pada akhirnya beliau diminta menjadi Qodhi (=hakim) di Kekhilafahan dan beliau menolaknya dengan tegas. Karena pada masa itu, Qodhi di Kekhilafahan sama halnya sebagai tukang stempel saja, sama nggak ya dengan negeri kita saat ini ?
Menurut Imam Abu Hanifah, da’i harus berdaya dan memberdayakan. Dengan kepandaiannya, beliau mendedikasikan dirinya untuk mengajarkan islam kepada semua kalangan. Dan dengan bisnisnya yang luar biasa besarnya itu, beliau juga bisa memberikan beasiswa kepada seluruh murid-muridnya bahkan sampai keluar negeri dengan biaya penuh darinya.
Dan jangan ditanya, assetnya kalau dikurskan denagan nilai sekarang mencapai 1.7 trilliun, lebis besar dari dana rakyat indonesia yang dibawa lari edi tansil dulu. edi tansil, tanya keumana..?
Jadi, jangan terlalu lama membuat pilihan. Semakin lama membuat pilihan semakin lama pula sukses akan menemui kita. Segera tentukan PILIHAN SUKSES kita, sebagai apa, kemana arah tujuan hidup kita...dst.....
Arai, dalam tokoh ”Sang Pemimpi” nya Mas Andrea Hirata sering mengatakan :
“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”

Friday, November 09, 2007

Berdo’a Di Multazam

Kalau kita mau SUKSES, maka kita harus segera “MENULIS” apapun yang menjadi keinginan kita didalam dokumen “DREAMBOOK” kita. Selanjutnya inilah yang akan kita komunikasikan kepada Allah SWT dengan penuh “POSITIVE FEELLING”.
Apalagi kalau kita berdo’a secara khusus di Multazam, dimana menurut banyak riwayat, do’a yang dilakukan disana insyaallah mustajabah (dikabulkan). Kata Pak Subchan lagi, kita harus memiliki daftar do’a yang kita panjatkan di Multazam kemudian kita pulang ke tanah air dan kita beri tanda do’a apa saja yang sudah terkabulkan.
Pertengahan tahun ini, beliau berkesempatan menunaikan ibadah umroh dan membuktikan apa yang dinasehatkan ustadz kepadanya terkait keutamaan do’a di multazam. Dan beberapa bulan setelah umroh, beliau sangat takjub, SUBHANALLAH, karena hampir 70 % do’a yang dipanjatkan di Multazam sudah terkabul. Sekali lagi, Allah Maha Mendengar, Allah Maha Mengabulkan do’a hamba-Nya dan Allah tergantung dengan prasangka hamba-Nya.
Ada cerita yang sangat menarik terkai dengan Do’a di Multazam ini. Disebutkan ada seorang buruh yang berdo’a disana, kemudian ada perempuan Lebanon yang mempesona kecantikannya berjalan disampingnya. Kata K.H. Hasyim Muzadi, pengemisnya orang Lebanon saja memiliki kecantikan yang elok dipandang mata.
Sambil menuding wanita Lebanon, buruh tadi menggumankan do’a : “Ya Allah, jadikanlah dia istriku.....” Merasa dihina barangkali karena dituding-tuding, wanita tadi juga memanjatkan do’a : “Ya Allah, patahkan telunjuk orang yang menuding-nudingku itu...”
Setelah masing-masing pulang dari ibadah haji, mereka kembali aktif dengan kegiatannya. Seorang buruh kembali melaksanakan rutinitas kerjanya dan tiba-tiba tangannya tercium gergaji dan patahlah telunjuknya. Wanita Lebanon itu juga kembali ke keluarganya dan tiba-tiba secara tidak sadar suaminya mengeluarkan talak. Setelah sadar dengan yang diucapkan, suaminya minta maaf karena istrinya adalah wanita yang tiada bandingannya.
Menurut islam, kalau talak sudah terucapkan dan kalau mau rujuk lagi harus nikah dengan orang lain dulu. Akhirnya dicarilah orang yang mau nikah secara “sementara” dengan wanita tadi. Siapakah gerangan orangnya, Seorang Buruh yang berdo’a di multazam tadi.......
Jadi, segera tulis dalam DREAMBOOK kita, kapan kita akan ibadah haji/umroh akan kita laksanakan. Kita panjatkan do’a di Multazam untuk kesejahteraan seluruh rakyat indonesia. Amiin.
Catatan Penting :

Memperkenalkan blog baru busana muslim anak Annida-Islamic Kids Wear, klik saja :
http://annidaku.blogspot.com/

Wednesday, November 07, 2007

Discovery Driven Planning (DDP)

Kebanyakan orang itu memiliki formula dalam mengelola keuangannya adalah : penghasilan - pengeluaran = saving. Padahal seharusnya paling tidak formulanya adalah seperti ini : penghasilan - saving = pengeluaran. Kalau dilihat dua formula tersebut memang ada perbedaan terutama dalam “paradigma” pengelolaan keuangan yang cerdas. Nah, bagaimana dengan anda...?
Sesuai dengan postingan sebelumnya, kita harus memiliki cita-cita kemudian baru kita buat strategi dan yang terpenting adalah perkiraan keuangan yang kita butuhkan untuk memenuhi seluruh cita-cita yang kita rumuskan tadi. Dari sumber mana saja keuangan itu kita dapatkan dan akhirnya usaha apa yang bisa memenuhinya.
Pak Subchan mencontohkan tentang rencana pendidikan bagi keempat anaknya dari mulai lahir sampai dengan minimal sarjana. Beliau menginginkan semua anaknya mendapatkan pendidikan yang baik dan bisa mengenyam kuliah di luar negeri. Saat ini anak-anaknya masih sekolah di SD Al Hikmah Surabaya.
Berikutnya beliau lakukan perencanaan keuangan, berapa dana yang dibutuhkan tiap tahunnya tentunya dengan memperhatikan tingkat inflasi. Selanjutnya baru menentukan usaha apa atau sumber keuangan mana untuk memenuhi kebutuhan tadi, serta berapa dana yang ditabung setiap bulannya.
Nah, itu adalah contoh sederhana dari konsep Discovery Driven Planning (DDP). Metode perencanaan ini diperkenalkan oleh Rita Gunther McGrath dari Columbia Business School dan Ian C. MacMillan dari Wharton Business School. Berbeda dengan pemakaian metode perencanaan konvensional yang memulai perhitungan dari modal, pemasukan, dan pengeluaran untuk menghitung laba.
Perencanaan dengan metode DDP memulai perencanaan dari laba terlebih dahulu. Jadi, pertama-tama kita tentukan dulu laba yang hendak kita peroleh melalui usaha baru ini. Setelah itu barulah kita bergerak mundur dengan menentukan nilai parameter-parameter lain yang harus dipenuhi untuk mencapai laba tersebut.
Untuk memahami konsep ini lebih lanjut, anda bisa mempelajarinya melalui artikel berikut ini. Nah, kalau pengin jadi pakar anda bisa belajar banyak dari literatur berikut ini.

Tuesday, November 06, 2007

Road To Success : From Zero To Hero

Untuk kesekian kalinya saya bisa bertemu lagi dengan seseorang yang luar biasa. Namanya Ahmad Subchan, beliau saat ini selain menjalankan rutinitas bisnis yang dilakoninya sejak lulus kuliah dulu juga sebagai anggota DRPD Propinsi Jawa Timur.
Beliau sekarang berada di Komisi C yang membidangi masalah keuangan dan pernah belajar Financial Planning di UK Petra Surabaya dalam rangka studi Masternya.
Ada tiga hal yang disampaikan dalam kesempatan pertemuan kemarin, yaitu : tentang cita-cita, paradigma berfikir dan perencanaan & strategi.
Lihatlah Cita-Citanya
Pak Subchan pernah menjumpai seorang nenek-nenek yang berprofesi menjual kacang goreng di alun-alun kota Malang. Yang menjadi menarik, nenek ini memiliki cita-cita yang sangat dahsyat, yaitu ingin “NAIK HAJI”. Dilihat dari profesi & kondisinya saat itu tidak mungkin rasanya nenek ini bisa mewujudkan cita-citanya, bahkan anak & saudaranya ikut andil dalam mengolok-olok cita-cita mulia sang nenek tadi.
Tapi nenek ini bukannya patah arang, malah dia sangat kokoh dalam memegang cita-citanya, baginya dia memiliki Tuhan Yang Maha Kaya dan cukuplah dia meminta kepada-Nya. Dan tidak cukup disitu karena dia melakukan strategi yang cukup unik sebagai manifestasi besarnya keinginannya. Setiap ada orang yang membeli kacangnya, sang nenek tidak lupa untuk minta dido’akan supaya bisa naik haji, dan ini dilakukan berulang-ulang setiap melayani pembelinya.
Suatu hari ada orang kaya yang membeli kacangnya, seperti biasanya sang nenek tak lupa minta dido’akan. Dan dari sinilah akhirnya sang nenek bisa mewujudkan impiannya karena bertemu orang yang tepat yang bisa membantunya untuk naik haji. Allahu Akbar.
Cerita di atas adalah contoh bagaimana cita-cita dibuat dengan penuh keyakinan dan akhirnya berbuah kemenangan. Bagaimana mungkin kita bisa sukses kalau kita masih malu-malu menyebut & menuliskan cita-cita kita. Menurut seorang filsuf termahsyur, ”Allah itu menciptakan dua macam kesuksesan, yaitu dicita-citanya dan dikenyataannya.” Jadi, kalau kita tidak memancangkan cita-cita maka jangan harap akan dapat kenyataannya.
Tentang Paradigma Berfikir
”Kemiskinan itu lebih dekat kepada kekufuran”
”Seandainya kemiskinan itu berupa makhluq, maka akan aku penggal” (Ali Bin Abi Tholib)
Kita banyak menjumpai ungkapan-ungkapan seperti diatas dan kita harus mampu menangkap sinyal dan memahaminya secara benar. Misalnya ada ungkapan lagi yang sering kita dengar : ”kekayaan itu tidak menjamin kebahagiaan”. Nah kalau kita salah mengartikannya maka akan lain yang kita tangkap dalam hati kita, makanya oleh beliau ditambahi menjadi : ”kekayaan itu tidak menjamin kebahagiaan, apalagi kemiskinan.” he..he..
Ustman Bin Affan, dulu pernah tidur beralaskan emas. Bukannya sombong, tetapi marilah kita lihat dengan perspektif yang benar. Ustman Bin Afan bukanlah orang pelit, dia terkenal sangat dermawan dan bahkan disebut Bapak Zuhud karena kesederhanannya.
Dialah yang berjasa membeli sumur dari orang Yahudi yang memonopoli air di Madinah untuk kepentingan ummat. Juga pernah memberikan seluruh kafilah dagangnya yang baru datang dari Syam untuk fakir dan miskin dari kaum Muslimin. Padahal begitu banyak pedagang yang menawar barang tersebut dengan bayaran lima kali lipat keuntungan, karena pada saat itu barang-barang tersebut sedang sangat dibutuhkan. Hal ini terjadi di masa kekhilafahan Abu Bakar ra.
Pernah dalam suatu kesempatan seminarnya, Sri Bintang Pamungkas menyampaikan : ”Gimana kalau kita fikirkan kita akan hancurkan pancasila”. Seluruh hadirin heboh, dan Sri Bintang dengan entengnya berkata : ”berfikir saja koq tidak boleh......”
Perencanaan & Strategi
Beliau sekali lagi menyampaikan tentang bagimana orang sukses mewujudkan cita-citanya. Ada tiga aktifitas untuk orang yang ingin sukses :
  1. Merasakan dan menginginkan kesuksesan dalam hati
  2. Memikirkan bagaimana cita-cita itu bisa diwujudkan dengan strategi yang brillian
  3. Melakukan apa yang sudah dicita-citakan dan direncanakan dengan penuh antusias

Catatan Penting :
Memperkenalkan produk tas (backpack) laptop keren dari jerman, klik saja : DISINI

Friday, November 02, 2007

“Belajar” dan “Mulai-Bisnis” dari Annida

Seminggu selepas hari Raya Idul Fitri kemarin tiba-tiba ada nada SMS berdering di ponsel istri saya dari seseorang yang tidak kami kenal. Saat itu kami sedang menikmati masa liburan dan sekaligus menghadiri pertemuan keluarga dari istri di suatu villa keluarga di Songgoriti Batu yang sangat asri itu. Yang kira-kira bunyi SMS itu seperti ini :
“Bu, saya berminat menjadi agen annida di Sangatta, Mohon informasi lebih lanjut…..”
Jelas, kami sangat kaget karena ada orang yang tiba-tiba tertarik untuk menjadi agen annida seminggu setelah bisnis garmen mengalami panen-panennya. Apalagi menurut teman-teman yang sudah lama bergerak di bisinis garmen, setelah hari raya pasar mulai “sepi”, dan akan mulai ramai lagi di bulan januari kemudian maret-april sampai puasa dan menjelang lebaran. Sehingga aktifitas yang cocok untuk pelaku bisnis garmen adalah seperti postingan Pak Roni, “Mengasah Gergaji Di Manet”.
Terus terang, kami adalah “pemula” di bisnis garmen ini, sehingga kami banyak belajar dari apa yang kami lakukan dan kami alami sepanjang waktu menjalankan bisnis ini seperti yang pernah saya sampaikan dalam postingan yang lalu, “Bisnis Itu Mudah & Menyenangkan”.
ALHAMDULILLAH, meskipun masih di bulan syawal (oktober), order sudah mulai berdatangan lagi. Dimana saat ini, kami juga sedang melakukan penjajagan dengan seseorang dari luar negeri yang tertarik dengan produk Annida, dan konon akan datang ke Surabaya, insyaallah.
Oh iya, yang membuat saya sangat “senang” dengan bisnis ini adalah bahwa apa yang kami lakukan bukan saja hanya bisnis semata tapi juga memperkenalkan sejak dini “busana muslim” pada anak-anak. Bisa kita bayangkan betapa bahagianya kita sebagai orang tua kalau anak-anak kita bisa tampil dengan cantik/annggun dan juga syar’i. Dan karenanya kami sangat bersyukur atas apa yang kami lakukan saat ini.
Sukses, tinggal menunggu waktu, insyaallah. Seperti yang diungkapkan Mr. Donald Trump dalam salah satu bukunya yang berjudul “Trump-Bagaimana Menjadi lebih Kaya”, bahwa “motoku adalah belajar dari masa lalu, fokus pada saat ini dan memimpikan masa depan”.
Saya sudah belajar bisnis garmen, meskipun baru “seumur jagung” kata orang, tapi telah memberikan pelajaran yang luar biasa banyaknya. Paling tidak ini menjadi “modal” untuk melanjutkan perjuangan lagi, disamping juga harus belajar banyak dari para begawan yang mumpuni di bidang ini. Bisa saja belajar kepada Pak Roni-Manet, Pak Hadi-Raja Selimut & Robbani, Bu Doris, Pak Abduh-Raja Batik, Pak Ryad dll.
Untuk “fokus”, saya insyaallah sangat mencintai dengan apa yang kami lakukan saat ini. Karena saya ingin anak-anak muslim sejak dini mencintai syari’at-Nya, dengan tampil anggun dan menawan dengan busana muslim kebanggaannya tentu saja. Kata Mr. Trump lagi : “untungnya, saya melakukan setiap transaksi bisnis karena menyukainya. saya tidak melakukannya demi uang, uang kelihatannya mengalir saja.”
Nah, terkait dengan “mimpi masa depan”, tidak cukup rasanya kalau disampaikan disini he…he… Yang jelas, saya sudah menyampaikan salah satunya di atas. Dalam hal ini, Karya Mas Andrea Hirata dalam “Laskar Pelangi” dan “Sang Pemimpi” memberikan inspirasi yang besar. Semoga kedepan bisa saya sampaikan, sehingga kami memiliki modal yang cukup untuk segera me”REAL”isasikannya. Amiin.
Catatan Penting :
Alhamdulillah di bisnis yang lain pekan depan, proyek interior dibawah bendera “EXIST-bangun nusantara” akan serah terima pekerjaan dengan ownernya. Trimakasih kepada seluruh tim yang bekerja bahkan sampai meninggalkan keluarganya, kepada para investor atas keikhlasannya membantu proyek ini serta kepada owner yang tidak sungkan-sungkan untuk terus menerus memberikan proyeknya pada kami.

Wednesday, October 31, 2007

India Melahirkan Orang Ter-KAYA Dunia

Hari ini sebagai aktifitas rutin untuk memenuhi asupan berita, aku membuka detik.com seperti biasanya. Tapi ada yang menarik disini ketika aku membaca judul berita “Mukesh Ambani Geser Bill Gates Jadi Orang Terkaya Di Dunia”. Bagi saya ini adalah berita yang luar biasa mencengangkan yang menunjukkan bagaimana orang dari Asia bisa menjadi orang terkaya di dunia. Memang tidak ada sesuatu yang tidak mungkin termasuk mengalahkan dominasi Negara adi daya saat ini he…he….
Masih lekat dalam ingatanku ketika Bos Jawa Pos, Dahlan Iskan mengulas dengan sangat baik terkait kehidupan keluarga dua bersaudara India, Mukesh Ambani & Anil Ambani beberapa waktu yang lalu yang kemudian juga saya ulas lagi di blog saya ini. Dan memang tidak mengherankan kalau akhirnya Mukesh Ambani menjadi orang terkaya dunia kalau melihat kehidupan dan bagaimana orang tuanya mempersiapkan anak-anaknya untuk menjadi orang sukses.
Berdasarkan informasi dari Surat Kabar berbahasa Inggris terbitan India, "The Times of India", Selasa, 30/10-2007, memberitakan rekor terbaru orang terkaya di dunia dipegang oleh pengusaha asal negeri itu, Mukesh Ambani, dengan kekayaan mencapai 63,2 miliar dolar.

Jumlah kekayaan sebesar itu menempatkan Mukesh lebih kaya dibanding milioner Amerika Bill Gates, investor Warren Buffet, taifun Meksiko Carloss Slim, dan saudagar baja L N Mittal yang juga berasal dari India.

Bila kekayaan Mukesh digabung dengan kekayaan saudara laki-lakinya yang bernama Anil Ambani, diperkirakan mereka layak dinobatkan sebagai keluarga yang paling kaya di seluruh dunia karena total pundi kekayaan melebihi 100 miliar dolar.

Kekayaan Mukesh disebut-sebut datang dari lonjakan harga saham berbagai perusahan miliknya, seperti Reliance Industries, Reliance Petroleum, dan Reliance Infrastructure. Dimana perusahaan-perusahaan itu tercatat sebagai perusahaan dengan saham yang paling tinggi dan paling diminati.
Jadi, hari ini dunia menjadi saksi bahwa India berhasil melahirkan orang terkaya dunia. Bagaimana dengan Indonesia ?

Monday, October 22, 2007

Catatan Idul Fitri II : Emansipasi & Kesetaraan

Dalam suatu kesempatan pasca Hijrah, Rasulullah saw mengumpulkan para Tokoh dan Kaum Muslimin yang ada di Madinah. Rasulullah saw menyampaikan pidato yang sangat fenomenal dan karenanya dibadikan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi berikut ini :
”ayyuhan naas ; absus salam, wa ath’imu tho’am, wasilul arham, washollu bilaili wannaasu niyam”
”wahai sekalian manusia ; tebarkanlah salam, dan berikanlah makanan, dan sambung silaturrahim, dan sholatlah di malam hari saat manusia tidur”
Dalam syarahnya, Imam Tirmidzi menyampaikan bahwa Rasulullah mengawali pidatonya dengan ”AYYUHAN NAAS” adalah untuk menunjukkan bahwa manusia itu memiliki kesetaraan dihadapan Allah SWT. Tidak ada perbedaan antara kaya & miskin, pejabat & bawahan, kuat & lemah kecuali TAQWA nya dihadapan Allah SWT. Jadi jauh sebelum dunia berteriak tentang emansipasi & kesetaraan, Rasulullah saw sudah membuktikan kesetaraan pada tingkat yang aplikatif bukan hanya sekedar retorika.
ABSUS SALAM : TEBARKANLAH SALAM
Salam disni mengandung tiga pengertian sekaligus, yaitu : Assalam (Keselamatan), Assilmi (Kedamaian) dan Arrahmah (Kasih Sayang). Sehingga salam sesungguhnya adalah do’a yang disampaikan muslim yang satu kepada muslim yang lain. Yang namanya do’a maka harus disampaikan dengan penuh keikhlasan dan penuh persaudaraan. Tidaklah logis kalau ada orang mengawali marahnya dengan mengucapkan salam misalnya. Karena ”Salam” adalah do’a dan simbul cinta antar sesama muslim.
Dalam sebuah buku ”Pilar-Pilar Ajaran Islam” yang ditulis oleh salah seorang ulama India, disampaikan bahwa : SHOLAT merupakan ibadah yang komplit. Selain isi/rukun sholat secara keseluruhan, sholat diawali TAKBIRATUL IKRAM yang merefleksikan KEKUATAN SPIRITUAL (hablumminallah) dan diakhiri dengan SALAM yang merefleksikan KEKUATAN SOSIAL (hablumminannaas).
WA ATH’IMU THO’AM : BERIKAN MAKANAN
Berikan makanan atau bisa juga diartikan sebagai ”TEBARKAN KEPEDULIAN” kepada sesama manusia merupakan bentuk komunikasi sosial dalam kehidupan bermasyarakat & beragama.
Dalam Islam, yang namanya komunikasi sosial yang berupa ”diplomasi perut” itu bukan hanya sekedar memberikan secara ”materi” tetapi jauh dari itu adalah bagaimana komunikasi itu terjalin secara baik dengan bahasa hati. Hal ini bisa kita lihat bagaimana akhlaq Rasulullah saw, yang diabadaikan dalam shiroh :
Rasulullah memiliki tetangga wanita tua yahudi yang seringkali memaki-maki Rasulullah saw dengan tuduhan/fitnah yang keji. Pada suatu hari wanita tua ini sakit dan tidak bisa beranjak dari peraduannya. Rasulullah saw. adalah orang yang pertamakali menjenguknya dan setiap hari beliau memBERI makanan dan MENYUAPInya. Dan setiap hari ketika Rasulullah saw. Menyuapi, wanita tadi terus-terusan memaki-maki Rasulullah (wanita ini tidak tahu kalau yang menyuapi adalah Muhammad, Rasulullah saw). Ketika Rasulullah saw merasa ajalnya sudah mulai dekat, beliau berwasiat kepada Abu Bakar supaya merawat wanita tua tadi.
Sepeninggal Rasulullah saw. Abu Bakar yang menggantikan untuk memberi makan kepada wanita tadi. Wanita tadi kagetnya bukan main dan mengatakan : ”kamu sepertinya bukan orang yang biasanya datang kepadaku karena aku tidak hanya diberi makanan tapi juga disuapinya”. Betapa terkejutnya Abu Bakar, dan beliau berkata : ”wahai wanita tua, ketahuilah yang selama ini datang kepada kamu adalah Muhammad, Rasulullah saw, orang yang kau benci, dan sekarang sudah wafat”. Akhir cerita wanita yahudi tadi masuk islam dengan melihat sendiri kepribadian Rasulkullah saw yang luar biasa.
Kita sangat trenyuh dengan model pemberian bantuan yang akhir-akhir ini masih dilakukan para PENGUASA/PEJABAT/ORANG KAYA saat memberikan bantuan yang seolah ingin menunjukkan keDIGDAYAannya. Kita bisa lihat berapa bantuan yang didapat dengan pengorbanan yang sangat besar. Media mencatat beberapa orang meninggal dan beberapa lainnya perlu mendapatkan perawatan karena berdesakan untuk menerima belas kasihan dari SANG DIGDAYA tadi. Naudzubillahimindzalik.
WASILUL ARHAM : SAMBUNG SILATURRAHIM
Wasilul Arham, dalam istilah manajemen cukup populer dengan sebutan ”MEMPERLUAS JARINGAN” merupakan upaya untuk menambah saudara dan sekaligus meningkatkan kualitas hubungan persaudaraan. Dari sini kita akan mendapatkan hasanah yang beragam seiring dengan banyaknya saudara yang kita jalin disamping juga terselipnya peluang dan hikmah yang bisa kita ambil bersama.
Menyambung silaturrahim kepada orang yang tidak ada masalah dengan kita sangatlah mudah, tetapi kalau kita mendatangi orang yang memutus tali silaturrahim dengan kita maka ini adalah pekerjaan berat. Dan memang ”Sambung Silaturrahim” ini lebih dititikberatkan kepada orang yang meutus hubungan dengan kita.
Dalam Alqur’an Surat Annisa (4) : 1, disampaikan :
”Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya. Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan SILATURRAHIM. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”
WASHOLLU BILAILI WANNAASU NIYAM : SHOLATLAH DI MALAM HARI SAAT MANUSIA TIDUR
Poin 1,2 dan 3 diatas dari pidato Rasulullah saw tersebut adalah bentuk KOMUNIKASI SOSIAL sedangkan di poin 4 ini adalah bentuk KOMUNIKASI SPIRITUAL. Artinya bahwa setelah kita melakukan aktifitas dalam kehidupan ini, disamping kita menjalaninya dengan penuh keikhlasan selanjutnya kita bertawakal kepada Allah SWT. Jangan sampai sejengkalpun kita melangkah tanpa menyertakan Allah SWT didalamnya.
Menurut Imam al-Qusyairi an-Naisabury, bila seseorang memiliki sifat ikhlas, ia akan menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan hidup. Apa yang dilakukan semata-mata untuk Allah meski yang dia perbuat untuk mengurangi penderitaan sesama manusia. Ia akan selalu membantu orang, dengan alasan karena Allah memang Dzat yang senang membantu. Ia akan bekerja kalau Allah yang menjadi tujuannya.
Selama satu bulan penuh kita digembleng untuk melaksanakan QIYAMULLAIL sebagai bekal komunikasi spiritual kita. Dan itupun tidak cukup kalau kita hanya berpuas diri beribadah di sepanjang bulan Ramadhan saja dan sekeluarnya dari bulan ini tidak melakukannya. Justru mulai saat ini kita bangkitkan ikhlash melalui ibadah yang satu ini.
Sholat sendirian ditengah malam yang gelap gulita dan sunyi dan hanya berkomunikasi dengan Allah swt adalah waktu yang sangat baik untuk mendatangkan energi ikhlash.

Catatan Penting :
  1. Ditulis/Dirangkum dari ceramah yang disampaikan oleh Utadz Rofi’ Munawar, Lc. dalam beberapa kali kesempatan acara Halal Bihalal.
  2. Trimakasih atas zakat-infaq-shodaqoh dari para rekan sekalian yang dititipkan melalui saya selaku RELAWAN AMIL ZAKAT LMI (LEMBAGA MANAJEMEN INFAQ). Semoga Allah senantiasa mencurahkan segenap rahmat, hidayah, maghfiroh dan barokah-Nya untuk kita semua. Dan seluruh amal kita dicatat sebagai ibadah yang nantinya dapat memperberat timbangan kebaikan kita di yaumil qiyamah. Amiin