Thursday, January 25, 2007

Bisnis : jangan sekedar ngGELINDING, gunakan MARKETing (bagian 1)

Pertemuan ketiga workshop ”sustainable entrepeneur” kemaren menghadirkan pak sonni, seorang ”pegulat” di bidang marketing yang sudah sangat berpengalaman dalam dunianya. Tema yang diangkat dalam pertemuan kali ini adalah seperti yang tertera dalam judul tulisan ini ”Bisnis : jangan sekedar ngGELINDING, gunakan MARKETing”. Tujuannya adalah untuk memberikan sharing agar pelaku bisnis bisa bertahan lama dan tidak melupakan apa yang namanya marketing. Karena seberapapun usaha yang kita lakukan untuk membangun bisnis, sementara kita mengabaikan marketing sebagai ujung tombaknya, maka bisa jadi bisnis kita tidak akan mampu bertahan lama. Berikut ini adalah sharing dari pak sonni yang akan saya sampaikan dalam dua bagian (supaya enak bacanya saja...), semoga membawa pencerahan bagi pelaku bisnis di seluruh nusantara.

BISNIS yang bernilai (berkesinambungan)

Dalam dunia bisnis, kalau kita hanya bermodalkan tekad saja maka akan menjadi mimpi BURUK (nightmare). Kenapa mimpi buruk, karena hanya menonjolkan keberanian semata tanpa memperhatikan konsep-konsep yang menuntun langkahnya dalam menggapai tujuannya. Bisa diibaratkan seperti orang yang baru belajar mengendarai mobil, dia tidak tahu bagaimana caranya berpindah gigi, berbelok dan sebagainya terus kemudian mengemudikan itu mobil, apa yang terjadi, anda tahu jawabannya, pasti akan tidak punya arah.

Dan begitupun sebaliknya dengan orang yang hanya mengandalkan konsep saja maka akan menjadi mimpi DOANK (no action dream only). Sama analoginya dengan orang yang baru belajar mengemudikan mobil tadi, dia banyak tahu bagaimana caranya mengemudikan mobil baik dari membaca maupun dari pengalaman orang lain tetapi tidak berani mengemudikan mobil tersebut, sampai kapanpun ya mobil itu tidak dapat berjalan. Lha wong tidak berani mengemudikan ya khan.

Untuk menjadikan bisnis kita bisa bernilai berkesinambungan (sustainable), maka kita harus memadukan antara TEKAD dan KONSEP tersebut supaya kita dapat mencapai sukses yang kita inginkan atau dalam bahasa yang lain adalah ”mimpi yang menjadi keNYATAan (dreams comes true)”. TEKAD merupakan bagian penting dari sumber daya manusia dimana kesuksesan seseorang sangat terkait dengan sebesar apa dia memiliki keberanian untuk melakukan sesuatu yang akhirnya mengantarkan dia menjadi orang yang berubah dari posisi awalnya. Sedangkan KONSEP dalam dunia bisnis bisa diartikan sebagai desain bisnis/pemasaran yang solid yang menggunakan seluruh potensi yang kita miliki dan peluang yang dapat kita ambil disekitar kita. Nah ketika kita bisa memadukan dua hal ini maka impian bukan hanya sekedar khayalan tetapi akan menjadi keNYATAan.

Kita bisa melihat bagaimana Bill Gates mengimpikan bahwa personal computer akan tersedia di rumah setiap orang. Dan untuk merealisasikan mimpinya tersebut, ia drop out dari studinya dan memilih menekuni microsoftnya. Ia berhasil. Kini, ia salah satu orang terkaya di dunia.

Begitupun halnya dengan Michael Dell juga punya impian yang menakjubkan untuk mengalahkan perusahaan komputer raksasa IBM. Ia juga berhasil menjadi orang pertama yang memasarkan komputer pribadi dengan strategi direct marketing. Usahanya yang dirintis tahun 1984 berhasil, penjualan Dell Computer laris manis. Bahkan Dell dalam usia 34 tahun berhasil menjadi salah satu orang terkaya di Amerika Serikat.

Contoh lainnya adalah Jeff Bezos yang memiliki keinginan menjadi pengusaha sukses di dunia e-commerce, perdagangan melalui internet. Meski baru tahun 1995 saat usianya 30 tahun, ia nyemplung ke dunia maya dengan mendirikan amazon.com. Situs tersebut melejit menjadi situs paling banyak dikunjungi orang untuk mendapatkan informasi atau membeli buku-buku bermutu dari seluruh dunia. Mimpinya terwujud, ia pun tercatat sebagai miliarder di negeri Paman Sam itu.

Eksistensi BISNIS

Jika kita telah memiliki tekad untuk memulai usaha atau mungkin usaha kita sudah berjalan, maka untuk memproduksi barang (MAKING) atau menyediakan suatu jasa adalah modal awal. Namun demikian kita harus tetap waspada jangan sampai langkah berikutnya hanya sekedar ”nggelinding”. Jika demikian, besar kemungkinan kita akan tersungkur dalam medan peperangan bisnis yang semakin sengit (hyper competition).
Langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah mendesain (DESIGNING) konsep bisnis / konsep pemasaran yang solid. Point penting pada saat mendesain konsep bisnis adalah pemahaman / empati terhadap market. Produk / jasa beserta atribut-atribut yang kita tawarkan harus bernilai di mata konsumen.

Supaya bisnis kita bisa bertahan dalam jangka panjang, maka tetapkan tujuan yang lebih dalam / lebih bermakna (MEANING), yaitu tujuan yang memberikan sesuatu yang istimewa / unik dan lebih menegaskan tanggung jawab. Menetapkan tujuan yang lebih dalam berarti bukan sekedar menguntungkan / mementingkan diri sendiri, tetapi secara terus menerus memikirkan kepentingan konsumen dan juga kepentingan karyawan (three main stakeholders).
Selanjutnya sampai pada tingkatan tertentu juga harus memikirkan kepentingan masyarakat yang lebih luas (total stakeholders). Memikirkan tujuan / makna yang paling tinggi, inilah yang disebut dengan ULTIMATE MEANING.
Catatan Pinggir :
Pak sonni, merupakan leading partner ”PracticalMARKETing” yang memberikan layanan konsultasi, komunikasi pemasaran, pendidikan pemasaran dan layanan pendukung terkait. Saat ini juga tercatat sebagai pioneer & Adjunct Consultant MarkPlus & Co milik Hermawan Kertajaya. Penulis buku marketing : “51 Topik Pemasaran Praktis Indonesia”, “Problem Pemasaran & Solusinya”, “52 Topik Pemasaran Praktis Indonesia” yang semuanya diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.

Pegulat adalah pelaku & bergulat di bidang marketing, pak sonni lebih suka disebut seperti ini daripada pakar dsb.
Post a Comment