Tuesday, May 29, 2007

29 mei : anugerah terindah itu.....

Alhamdulillah, hari ini dua tahun yang lalu Allah telah menghadirkan seseorang yang spesial buat aku. Ya, seorang wanita yang tiba-tiba berada disampingku yang setia menemani setiap langkahku. Wanita, yang sebelumnya tidak pernah ku kenal ini sekarang menjadi istriku.

Kami memilih Masjid Muhammad Cheng Ho sebagai saksi pernikahan kami. Masjid yang luar biasa menurutku baik dari segi arsitekturalnya maupun nilai sejarah yang dikandungnya. Juga nama yang dipakai ”Muhammad Cheng Ho” memberikan spirit yang besar bagi perjalanan islam di nusantara. Tokoh yang memiliki karakter seorang muslim yang berjiwa mandiri dan berjiwa besar.

Dan yang tak kalah pentingnya, sebagian besar yang melakukan pernikahan di Masjid Muhammad Cheng Ho adalah para pengusaha he...he..Dan ini menjadi spirit tersendiri bagi kami dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Teruntuk istriku, terima kasih atas anugerah terindah ini, semoga Allah mengekalkan cinta kita dan menganugerahkan sakinah, mawadah warahmah bagi kita.... amiin...

Mencintai Itu Keputusan
Karya : Anis Matta

Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya.
Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia.
Baru saja mekar.
Ini bukan persekutuan yang mudah.
Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya.
Sebentar. kemudian ia pun berkata,"Kamu kaget melihat semua ubanku?
Percayalah! Hanya kebaikan yang kamu temui di sini".
Itulah kalimat pertama Utsman bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya dari Syam, Naila. Selanjutnya adalah bukti.

Sebab cinta adalah kata lain dari memberi.
sebab memberi adalah pekerjaan..
sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi itu berat.
sebab pekerjaan berat itu harus ditunaikan dalam waktu lama.
sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh.

maka setiap orang hendaklah berhati-hati saat ia mengatakan, "Aku mencintaimu". Kepada siapapun! Sebab itu adalah keputusan besar. Ada taruhan kepribadian disitu.

Aku mencintaimu, adalah ungkapan lain dari Aku ingin memberimu sesuatu.Yang terakhir ini juga adalah ungkapan lain dari, "Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia..."
"aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh semaksimal mungkin..."
"aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku proses pertumbuhan dirimu melalui kebajikan harian yang akan kulakukan padamu ..."
"aku juga akan melindungi dirimu dari segala sesuatu yang dapat merusak dirimu...."

Dan proses pertumbuhan itu taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai terhadap integritas kepribadian kita. Sekali kamu mengatakan kepada seseorang, "Aku mencintaimu", kamu harus membuktikan ucapan itu. Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tapi terutama tentang kesiapan dan kemampuan memberi, kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan pekerjaan-pekerjaan cinta : memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi.

Sekali deklarasi cinta tidak terbukti, kepercayaan hilang lenyap.Tidak ada cinta tanpa kepercayaan. Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Atau sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya. Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya.

Semua dalam satu situasi : cinta yang tidak terbukti. Ini yang menjelaskan mengapa cinta yang terasa begitu panas membara diawal hubungan lantas jadi redup dan padam pada tahun kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Dan tiba-tiba saja perkawinan bubar, persahabatan berakhir, keluarga berantakan, atau pemimpin jatuh karena tidak dipercaya rakyatnya.

Jalan hidup kita biasanya tidak linear. Tidak juga seterusnya pendakian atau penurunan. Karena itu, konteks di mana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu kondusif secara emosional.Tapi disitulah tantangannya : membuktikan ketulusan di tengah situasi-situasi yang sulit.

Di situ konsistensi teruji. Di situ juga integritas terbukti. Sebab mereka yang bisa mengejawantahkan cinta di tengah situasi yang sulit, jauh lebih bisa membuktikannya dalam waktu yang longgar. Mereka yang dicintai dengan cara begitu, biasanya mengatakan bahwa hati dan jiwanya penuh seluruh.

Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya. Sampai tak ada tempat bagi yang lain. Bahkan setelah sang pencinta mati. Begitulah Naila. Utsman telah memenuhi seluruh jiwanya dengan cinta. Maka ia memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah suaminya terbunuh. Ia bahkan merusak wajahnya untuk menolak semua pelamarnya.
Tak ada yang dapat mencintai sehebat lelaki tua itu.

Tuesday, May 22, 2007

BAZAR pertama kalinya…..


Alhamdulillah, libur panjang kemaren menjadi LIBURAN yang INDAH bagi kami berdua (saya dan istri). Betapa tidak, jauh-jauh hari kami sudah merencanakan silaturrahim ke orang tua saya di Lamongan. Tapi berhubung batuk saya masih lumayan parah jadinya di rumah saja dech.

Alih-alih di rumah ternyata mendapat penawaran BAZAR GRATIS di dua tempat yang berbeda. Yang pertama acara FAMILY DAY SDIT AL USWAH selama satu hari. Dan yang kedua FESTIVAL PAUD (pendidikan anak usia dini) yang diselenggarakan oleh TAPAS (Tempat Pembinaan Anak Sholeh) AL IKHLASH yang bekerjasama dengan BPPLS (Badan Pembinaan & Pendidikan Luar Sekolah) Diknas Kota Surabaya selama dua hari. Kebetulan busana muslim anak ANNIDA-Islamic Kids Wear menjadi sponsor utama dari kedua acara tersebut.

Bagi kami, ini adalah pengalaman yang takkan terLUPAkan sepanjang hayat kami. Kami yang selama ini dikenal sebagai keluarga ORANG GAJIAN tiba-tiba hadir menjadi pasangan diacara tersebut sebagai PENJAGA STAN BAZAR. Kalau saya mungkin agak wajar karena saya sudah sering mendeklarasikan diri sebagai orang bisnis he..he..Berbeda dengan istri saya yang seorang dokter, tiba-tiba jadi pedagang.

Ada orang yang sempat nyelethuk :
"Bu Dokter, alih profesi nih ya..."
"Bu Dokter, apa kurang penghasilannya sebagi seorang dokter..."
dll...

Tapi istri saya dengan cueknya menjawab : "yah saya hanya ingin melaksanakan SUNAH RASULULLAH, apakah salah kalo saya ingin lebih banyak memberi manfaat kepada orang lain?". Yah, emang setiap hari menu kajian dan diskusinya bisnis jadinya istri juga tahu jawabannya he..he.... Meskipun sempat ketemu dengan teman sejawatnya juga lho...

Hari itu, istri saya betul-betul mendapatkan anugrah KEMENANGAN yang luar biasa. Meskipun omset yang diperoleh tidak begitu besar tapi telah mampu mengalahkan RASA MALU yang selama ini hinggap dihatinya.

Ada beberapa pelajaran penting yang kami peroleh selama berlangsungnya BAZAR :

1. Deklarasi Diri, bahwa kami berdua telah melampaui BATAS keyakinan untuk memenuhi panggilan sebagai tangan diatas (meminjam istilah TDA). Insyaallah tak akan MUNDUR lagi....Tidak pernah malu lagi untuk mengakui bahwa kami "pebisnis".

2. Positioning, bahwa kami adalah pasangan "tangandiatas" sebagai penyedia busana muslim. Pada saat bazar target kami hanya mengenalkan kepada orang yang kami temui tentang apa yang kami jual.

3. Keyakinan, apa yang ada dibenak kami "DREAM" semakin nyata saja karena kami sudah tahu jalan apa yang akan kami tempuh. Istri saya misalnya profesi dokter insyaallah tetap dimanfaatkan dan alhamdulillah setiap sore istri senantiasa hadir di klinik-klinik sosial untuk orang tidak mampu. Cita-citanya hanya satu "Punya Rumah Sakit Kelas Satu tetapi senantiasa memberikan pelayanan yang nomer satu terutama untuk orang yang sangat perlu pertolongan tapi tidak memiliki biaya.

4. Komunikasi, dimana selama ini takut untuk berbicara dengan orang lain terutama saat menawarkan barang dagangan...yah sekarang menjadi MUDAH insyaallah. Karena bukan kami yang menggerakkan bibir dan tangan kami tetapi ALLAH Yang Maha Kuasa lah yang melakukannya...

5. Hubungan Dengan Allah. Inilah rahasia yang diberikan Allah, mengapa 10 orang yang dijamin masuk syurga itu 9 diantaranya adalah PENGUSAHA. Menjadi pengusaha adalah jalan untuk semakin dekat dengan ALLAH SWT. Perbendaharaan dzikir, do'a dan ibadah menjadi sangat banyak dan bervariasi. Tidak cukup hanya yang WAJIB saja.

Insyaallah itu KISAH KEMENANGAN kami, semoga menjadi inspirasi bagi para pembaca dan juga kami pribadi untuk menggapai kemenangan yang baru. amiin...

Salam FUUNTASTIC
arif prasetyo aji
http://firaprasa.blogspot.com/
http://www.galeri-annida.com/
http://www.galeri-annida.blogspot.com/

Wednesday, May 16, 2007

Ta'ziah

Hari sabtu kemaren (12 mei 2007) istri sahabat saya telah meninggalkan dunia ini setelah tiga minggu mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Graha Amerta. Mbak Nina (begitu biasanya kami memanggilnya) mengidap penyakit kanker payudara sejak kelahiran anak pertamanya (kurang lebih 2 tahun yang lalu).

Kondisinya sempat membaik sesaat setelah melahirkan anak keduanya yang belum sempat diberi nama, seperti yang saya ceritakan beberapa bulan yang lalu dalam blog ini “Mu’jizat Allah, Siapa Sangka…?”. Kemudian berangsur-angsur melemah dan puncaknya adalah tiga minggu yang lalu saat masuk rumah sakit. Sedianya beliau akan menjalani operasi setelah lima kali menjalani kemo therapy. Mengingat kondisinya yang sangat lemah, tim medis memutuskan untuk tidak melakukannya.

Mbak nina adalah sosok istri yang luar biasa, berdasarkan kisah para peta’ziah yang merupakan tetangga dan orang yang pernah berinteraksi dengan beliau.
Beliau memang sosok istri dan ibu rumah tangga yang sholehah. Tidak pernah mengeluh meskipun dia menderita sakit kangker payudara yang sudah sampai stadium lanjut bahkan cenderung tidak mau menyusahkan orang lain termasuk suaminya. Juga sangat ramah kepada setiap orang yang ditemuinya. Disamping itu juga memilki semangat yang tinggi untuk belajar tentang agama dan melakukan dakwah bersama ibu-ibu dilingkungannya.

Sekarang beliau telah tiada dengan meninggalkan seorang suami yang sholeh & seorang anak yang sholeh pula (sampai sekarang anaknya belum tahu kalau Uminya sudah meninggalkan dunia ini, padahal sesaat setelah dikafani anak ini sambil digendong Abinya didudukkan disampinga wajah Uminya).

Jauh hari sebelum masuk rumah sakit, mbak nina sudah meminta ma’af kepada setiap orang yang ditemuinya. Termasuk kepada keluarga dan suaminya, juga sempat memberikan wasiat kepada suaminya. Diantaranya : supaya menikah lagi, memakmurkan musholla disamping rumahnya dan membesarkan & mendidik anak pertamanya. Orang yang berkunjung ke rumahnya sangat trenyuh dan juga takjub dengan ketabahan & kesabaran keluarga ini. Luar biasa pikir saya.

Insyaallah mbak nina mendapatkan balasan terbaiknya dihadapan Allah SWT. Berada di syurga-Nya insyaallah, sesuai dengan janji Allah dan Rasul-Nya. Menyusul anak kedua beliau yang sudah berada di syurga lebih dulu (anak keduanya ini bertahan di dunia hanya empat hari). Kalau orang tuanya ikhlash insyaallah akan mengantarkannya ke Syurga-Nya. Amiin

Sunah dalam Ta’ziah

Tidak menangis dengan suara keras, tidak meratapinya dan tidak merobek-robek baju. Karena Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda, yang artinya: “Bukan golongan kami orang yang memukul-mukul pipinya dan merobek-robek bajunya, dan menyerukan kepada seruan jahiliyah”. (HR: Al-Bukhari).
Disunatkan mengantar janazah hingga dikubur. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Barangsiapa yang menghadiri janazah hingga menshalatkannya, maka baginya (pahala) sebesar qirath; dan barangsiapa yang menghadirinya hingga dikuburkan maka baginya dua qirath”. Nabi ditanya: “Apa yang disebut dua qirath itu?”. Nabi menjawab: “Seperti dua gunung yang sangat besar”. (Muttafaq’alaih).
Memuji si mayit (janazah) dengan mengingat dan menyebut kebaikan-kebaikannya dan tidak mencoba untuk menjelek-jelekkannya. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: ”Janganlah kamu mencaci-maki orang-orang yang telah mati, karena mereka telah sampai kepada apa yang telah mereka perbuat”. (HR: Al-Bukhari).
Memohonkan ampun untuk janazah setelah dikuburkan. Ibnu Umar Radhiallaahu anhu pernah berkata bahwa adalah Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam apabila selesai mengubur janazah, maka berdiri di atasnya dan bersabda, yang artinya: ”Mohonkan ampunan untuk saudaramu ini, dan mintakan kepada Alloh agar ia diberi keteguhan, karena dia sekarang akan ditanya”. (HR: Abu Daud dan dishahihkan oleh Albani).
Disunatkan menghibur keluarga yang berduka dan memberikan makanan untuk mereka. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda, yang artinya: “Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja`far, karena mereka sedang ditimpa sesuatu yang membuat mereka sibuk”. (HR: Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
Disunnatkan berta`ziah kepada keluarga korban dan menyarankan mereka untuk tetap sabar, dan mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya milik Allohlah apa yang telah Dia ambil dan milik-Nya jualah apa yang Dia berikan; dan segala sesuatu disisi-Nya sudah ditetapkan ajalnya. Maka hendaklah kamu bersabar dan mengharap pahala dari-Nya”. (Muttafaq’alaih).

Wednesday, May 09, 2007

Mempermudah Bisnis Anda

Bisnis tidak pernah mudah untuk dijalani. Selalu ada kesulitan, hambatan ataupun masalah yang mengganggu perkembangannya. Namun jangan kekurangan akal. Michael Hummer mencoba memberikan beberapa poin yang bisa mendorong perusahaan Anda menjadi sukses.

Pertama, dia bilang bahwa buatlah perusahaan Anda supaya mudah untuk diajak berbisnis. Buatlah perusahaan Anda agar simple dan gampang diajak transaksi. Seperti halnya McDonald, orang hanya datang, antri sebentar kemudian membayar dan selesai sudah transaksinya. Jangan membuat perusahaan Anda susah. Seperti halnya orang mencari Anda susah, menemukan harga produk Anda juga sama susahnya. Itu hanya akan membuat perusahaan Anda tidak pernah bisa berkembang.

Kedua, tambahilah nilai-nilai pelanggan Anda. More added value to your customer. Kalau konsumen Anda hanya menginginkan barang, maka kirimkanlah barang itu dengan bungkus yang menarik. Kalau dia menginginkan tiket yang sederhana, maka kirimkan tiket itu dengan pelayanan yang menarik. Hal ini akan menambah nilai dari barang tersebut.

Ketiga, pelajari proses bisnis Anda. Karena Michael Hummer terkenal dengan reengineering, maka dia selalu bilang bagaimana menghadapi customer Anda. Mulai dari dia tahu dan ketemu dengan perusahaan Anda, hingga membayar semua barang yang telah ter-delivery. Maka kata proses menjadi kata kunci dan harus diperbaiki dengan sebaik-baiknya.

Keempat, cobalah secara umum dapat merubah kreativitas menjadi rutinitas. Bagaimana kita bisa mengubah pekerjaan kita sehari-hari menjadi sebuah kreativitas? Ini adalah sesuatu hal yang sulit, tetapi di sinilah pentingnya inovasi dan kreativitas.

Kelima, ukurlah kinerja Anda secara komprehensip. Apa saja bisa diukur dan tentukan tolok ukur yang tepat, karena kalau tidak ada tolak ukurnya kita tidak akan pernah tahu bahwa kita ini sudah bagus atau belum.

Keenam, petiklah keuntungan dari ketidakpastian. Artinya, kita harus fleskibel, terutama di Indonesia, di mana ketidakpastian begitu besarnya. Banyaknya perubahan yang sangat penting terjadi di Indonesia. Karena perubahan itu, buatlah perusahaan kita sefleksibel mungkin.

Ketujuh, fokuslah pada pelanggan akhir. Mungkin kita menjual handphone melalui sebuah importer, distributor, retailer baru ke customer. Maka yang perlu diperhatikan oleh kita adalah end customer.

Kedelapan, hilangkanlah batasan-batasan dan bekerja samalah dengan siapa pun. Jangan pernah memikirkan bahwa Anda orang marketing, produksi atau yang lainnya. Karena semua itu tidak perlu. Kita harus berpikir bahwa semua dari perusahaan kita, semua orang, semua partnership kita dan dengan siapa pun kita satukan untuk memberikan produk yang terbaik kepada pelanggan.

Kesembilan, cobalah memperkuat kompetensi kita, bekerjasama dengan perusahaan lain dan hanya memfokuskan diri kita pada kemampuan inti kita. Apa yang bisa kita lakukan yang terbaik, maka fokuskanlah di situ. Dengan begitu kita bisa berharap perusahaan kita bisa maju dengan lebih baik.

Demikian business wisdom hari ini. Semoga bermanfaat bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

diambil dari Business Wisdom-Tanadi Santoso
catatan penting :
dapatkan PROMO ANNIDA di bulan MEI
paket sampel produk busana muslim anak annida
dengan discount yang super Fuuntastic
hubungi Neeta di 08155 123 832

Monday, May 07, 2007

Pak Nuh : teman diskusi, sekarang mau jadi menteri


Nama "Muhammad Nuh" akhir-akhir ini sering disebut oleh media, seiring dengan dipanggilnya beliau oleh Presiden SBY ke Cikeas terkait issue reshuffle kabinet. Konon beliau adalah kandidat menteri baru yang akan ditempatkan pada pos menkominfo mengggantikan Syofyan Djalil.
Saya sebenarnya tidak begitu kaget dengan berita ini, mengingat Pak Nuh memiliki reputasi yang baik dan pantas untuk menduduki posisi sekelas menteri.

Bicara tentang Muhammad Nuh (Pak Nuh, begitu kami biasanya memanggil), saya jadi teringat masa-masa mahasiswa dulu ketika masih belajar di almamater its tercinta. Kami mempunyai forum diskusi yang digagas oleh bapak dosen muslim dan kakak pengurus jmmi (jama’ah masjid manarul ’ilmi) masa itu, yang diberi nama Cak Ma’il. Ya, nama itu merupakan singkatan Manarul ’Ilmi, yang notabene adalah nama Masjid ITS dan Cak adalah sebutan untuk kakak yang khas suroboyo banget gitu lho..

Di serambi Masjid Manarul ’Ilmi ITS inilah setiap malam jum’at sehabis maghrib, kami (mahasiswa & dosen) mendiskusikan berbagai macam hal menyangkut dunia akademis, kiprah mahasiswa & dosen muslim sampai kepada pengelolaan negara. Ditemani hidangan (makanan ringan & berat) yang tentu saja disediakan bapak dosen menambah gairahnya diskusi yang kami lakukan. Apalagi buat mahasiswa, hitung-hitung dapat makan gratis untuk malam itu he..he.

Jauh hari sebelum Pak Nuh jadi rektor, kami melalui forum diskusi Cak Ma’il sudah membicarakannya. Diantaranya adalah bagaimana caranya supaya mahasiswa & dosen muslim tersebut bisa berkiprah secara optimal dimanapun. Makanya dari hasil diskusi tersebut keluar gagasan untuk meningkatkan performa mahasiswa muslim its melalui program PPSDMT (program pengembangan sumber daya mahasiswa terpadu). Disamping itu juga kegiatan diskusi keummatan dan kegiatan community development bekerjasama dengan perusahaan.

Kalaulah benar, hari ini Pak Nuh (Muhammad Nuh) diumumkan oleh Presiden SBY sebagai Menteri, Saya hanya ingin mengucapkan BAROKALLAH. Semoga Pak Nuh bisa mengemban amanah ini dengan baik sebagimana Pak Nuh memberikan kiprah yang luar biasa sebagai pembina kami di Masjid ITS, sebagai Direktur PENS ITS, sebagai Rektor ITS, sebagai ketua ICMI dst. Tetap bersahaja, penuh integritas dan visioner.

Salam untuk teman diskusi di forum Cak Ma’il :

pak nuh (calon menteri RI), pak tonthowi isma’il (yang baru saja meraih doktor), pak daniel m. rosyid (anggota dewan pakar jatim, ketua dewan pendidikan jatim), pak abdullah shahab (dosen t. Mesin yang masih bersahaja), pak akhmad jazidi (mantar pr3 its), pak hanafi, pak bakri, mas imron rosyadi (nokia-arab saudi), mas ali maghfur, achedy (pakar it), amak, agung nugroho, jakfar, hamid, dipo, cak jo, pak mi’an dsb.

Friday, May 04, 2007

email dari pak TANADI santoso

Wah surprised nih, pagi-pagi buka email
ternyata email dari pak tanadi santoso, yang merupakan chief catalyst SAM design.

Sudah lama sebenarnya saya ingin bertemu dengan beliau, dan alhamdulillah akhirnya ketemu juga meskipun baru melalui email he..he..

Ceritanya, saat ini pak tanadi sedang menggagas untuk membentuk Asosiasi Pendidik Kewirausahaan, yang terdiri dari para praktisi & akademisi di surabaya. Termasuk diantaranya adalah teman-teman dari sustainable entrepreneur.

Nah berikut email singkat dari pak tanadi santoso

----------------------------------------
salam kenal juga,
nanti ngobrol2 di 6 mei ya hahaha

soal Blog/Bisnis WIsdom, silahkan pak asalkan menyebutkan sumbernya
dan memberi link dan tidak untuk komersial MONGGO SAJA ;-0

soal asosiasi saya akan update juga, pak panca saya minta bantu juga ngurus, jadi bisa kontak beliau juga nantinya sama2 deh mengurus nya haha

salam,
tanadi santoso
---------------------------------------

catatan penting :

One Day Seminar dari
SUSTAINABLE ENTREPRENEUR - sekolah pengusaha

BUSINESS LUNCH with HELMI YAHYA
"ANTI STUCKED", kiat cerdas mengatasi KEBUNTUAN BISNIS & KARIR

menghadirkan : HELMI yahya & TANADI santoso

minggu, 6 mei 2007
hotel NOVOTEL, jl. raya ngagel surabaya