Wednesday, June 27, 2007

10 Saran Menjadi Orang Kreatif

1. Love Many Things
Kemampuan kita untuk selalu terbuka terhadap berbagai hal atau dengan istilah lainnya “Open Your Eyes” akan memberikan energi yang luar biasa untuk mampu mencintai segala sesuatu, termasuk mencintai apa yang kita kerjakan (profesi kita, bsinis kita). Mencintai adalah istilah lain dari “memberi” dan memberi adalah kewajiban sebagai makhluk Allah SWT. “tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah “ (al hadist) dan juga menjadi motto dari komunitas tangan di atas.
Dan mencintai itu harus kita lakukan dengan penuh ketulusan. Kalau kita dengan tulus melakukan pekerjaan, maka tidak akan ada beban sedikitpun yang mengganjal terhadap apapun yang ”ingin” kita lakukan.
“I never, ever thought of myself as a businessman. I was interested in creating things I would be proud of.”(Richard Branson)
2. Believe in Your Self
Kemampuan untuk mengenali apa yang menjadi keistimewaan kita merupakan hal terpenting dalam hidup kita. Karena itu merupakan anugerah Allah yang sangat besar sehingga kita harus mengoptimalkannya dengan baik.
”mempercayai kemampuan kreatifitas anda adalah separo dari sukses itu sendiri”
Berikutnya, kita harus memiliki “gaya” yang merupakan cirri khas diri kita, dan ini bisa menandakan sejauh mana kita kreatif. Misalnya, kita mengenal Bob Sadino (pengusaha yang memiliki gaya dengan celana pendeknya), dll.
3. Dream
Untuk bisa kreatif, kita harus bisa ber”mimpi” besar untuk menggapai sesuatu. Hidup kita tidak akan bergairah kalau kita tidak memiliki impian dan target.
Pak Anang, dulunya hanyalah lulusan SMA kemudian bekerja sebagai art director di SCTV. Suatu saat beliau memiliki impian memiliki corporate yang bergerak dibidang desain. Ketemulah beliau dengan Pak Tanadi Santoso yang saat itu sudah menjadi pengusaha. Dan akhirnya mendirikan perusahaan SAMdesign. Di awal berdirinya mengalami cobaan yang berliku karena saat itu perusahaan desain bersaing dengan tukang sablon, tukang cetak, dll. Sampai pada akhirnya mampu melakukan positioning sebagai perusahaan desain yang cukup besar dan sekarang sudah ada cabang di Jakarta, dan omsetnya jangan ditanya…wow…
To make a great dream come true, You must first have a great dream.
4. Push to the limit
Punyailah keinginan yang kuat.
“kerja keras tanpa kreatifitas adalah memalukan, tetapi kreatifitas tanpa kerja keras adalah tragedy”
LUCK = PREPARATION meeting OPPORTUNITY!
5. Belajar
Look through the eyes of a child.
The art of “Listening” has been mostly forgotten.
God creates human with two ears and only one mouth for a good reason.
Belajar bisa dilakukan dengan :
Tanya pada yang Ahli, Membaca, Jalan-Jalan, Nonton Bioskop, Ikuti Seminar, dll
Sebagai seorang muslim kita sering mengenal ungkapan-ungkapan seperti :
”belajarlah sampai ke negeri CHINA”
”belajar dari sejak buaian ibu sampai ke liang lahat”
”untuk meraih kebahagaiaan di dunia capailah dengan ilmu, untuk meraih kebahagiaan di akhirat capailah dengan ilmu dan untuk meraih kedua-duanya capailah dengan ilmu”
6. Berhubungan dengan Orang-orang Kreatif
fate chooses our relatives, we choose our friends.
“Sahabat terbaik adalah dia yang mampu mengeluarkan apa yang terbaik dari diri Anda” (Henry Ford)
7. Jadilah Master dalam Berkomunikasi
Saat ini dunia begitu sempit, apa yang terjadi di belahan bumi lain akan bisa kita ketahui sekarang juga dan dimana kita berada. Jadi, untuk menumbuhkan kreatifitas kita harus bisa memanfaatkan sarana komunikasi seperti halnya, Blogger, Friendster, Personal Website, dll. Hari gini gak punya website pribadi...? ya, ketinggalan zaman, kata mas tukul arwana ”ndeso” alias ”katrok” he..he..
8. The Journey is The Destination
Fun : Bermain mendorong anda dalam suatu pikiran yang berisi banyak elemen
yang anda butuhkan untuk kreatif, misalnya keingintahuan, imajinasi, experimentasi, fantasi, spekulasi, atau apa saja

Saya Tidak Pernah memiliki hari kerja dalam hidup saya. Semuanya merupakan kegembiraan (Thomas A. Edison)
9. Ciptakan Lingkungan Yang Menggairahkan

Lingkungan akan berpengaruh pada tingkat kreatifitas kita, maka kita perlu mencari tempat yang membuat pikiran dan energi kita bisa mengalir secara sehat.
Disamping itu juga perlu mengatur lingkungan kita agar bisa menumbuhkan kreatifitas, diantaranya :
  • Cahaya, sumber alam dari energi kreatif
  • Warna , pencipta suasana yang ajaib
  • Suara, musik untuk pikiran anda
  • Aroma, terapi untuk jiwa anda
  • Sentuhan, menyejukkan dan menstimulasi tubuh
  • Rasa, makanan untuk pikiran kreatif
Supaya diri kita terus bergairah, makanan yang kita konsumsi juga harus sehat dan bergizi. Menurut pembagian jenis makanannya ada pengaruh yang ditimbulkan akibat kita mengkonsumsinya, diantaranya :
Karbohidrat
: menimbulkan rasa kantuk
Protein : dapat meningkatkan kewaspadaan
Lemak :
menumpulkan kemampuan mental
10. Gabungkan Dengan Teknologi Terkini

“Teknologi adalah kata lain untuk ‘ peralatan’. Ada masanya paku merupakan teknologi tinggi “ (Tom Clancy)
Your job is to change the IMPOSSIBLE to I-M-POSSIBLE

Tuesday, June 19, 2007

jadi PENGUSAHA, harus KREATIF !


Beberapa saat yang lalu, saya berkesempatan bertemu dengan seorang yang luar biasa. Anang Supardi, begitulah namanya dan beliau adalah salah satu pendiri dan sekaligus managing director dari perusahaan desain ternama SAMdesign. Bersama dengan Tanadi Santoso beliau membangun perusahaan desain ini dari nol, dimana pada saat itu belum banyak yang bergerak di bidang ini. Nah beliau berbagi pengalaman tentang ”kreatifitas” yang merupakan bidang yang digelutinya saat ini.

Creating WOW and AHA
Ini merupakan salah satu brand yang dihasilkan oleh SAMdesign dan sekarang sudah dipatentkan. Dalam berkarya kita harus memperhatikan dua hal ini, yaitu WOW dan AHA.

WOW....apa yang terbersit dalam hati kita ketika mendengar kata itu? Ya, karya yang kita hasilkan itu haruslah sesuatu yang besar, sesuatu yang baru dan mampu menjadi ”magnet” bagi orang yang melihatnya. Secara rinci ”WOW” dapat diwakili pengertiannya seperti istilah berikut ini :
extra-ordinary, extra-beautiful, exiting, striking, enjoyable, delicious, creating gasp, eye-popping, jaw-dropping
AHA…..karya yang kita hasilkan harus mampu membangkitkan kegembiraan, energi, inspirasi sehingga menambah gairah dan ketertarikan terhadap karya yang kita ciptakan. Dengan istilah lain, bisa diartikan sebagai berikut :

The thinking that comes out
when we absorb more about it
and ‘get’ it.

The light of knowing
that it was creatively smart,
on target, correct,
and intelligently beautiful.

Seberapa Kreatifkah Kita?

Saat bayi biasanya kita ingin tahu dan berhasrat untuk mengeksplore dunia di sekitar kita. Kita menikmati warna, cahaya, gerakan, dan suara. Kita ingin merasakan, memegang dan menggunakan apa saja yang kita lihat.
Saat balita kita ingin menjadi arsitek, artis, penyair dan musisi alam. Begitu kita masuk SD, SMP, SMA dan seterusnya, kita mengakhiri latihan kreatifitas alami kita sedikit demi sedikit dan pelan-pelan hilang.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan Riset (Satu studi menunjuk pada keahlian menghasilkan ide-ide original) yang menunjukkan hilangnya kreativitas dari anak-anak ke dewasa.

Usia balita originalitasnya 90%
Usia 7 tahun keatas originalitasnya 20%
Usia dewasa originalitasnya 2%

Jadi, Orang-orang kreatif adalah mereka yang selalu selangkah lebih maju dalam pekerjaan mereka, memulai bisnis baru , menemukan produk baru dan membuat segalanya lebih indah.

Kreatifitaslah yang membuat kita terus hidup dan bergairah. Karena setiap saat yang kita tempuh adalah sesuatu yang baru. Disini kita bisa belajar dari orang-orang kreatif yang sering kita lihat, misalnya Mr. Bean, Tukul Arwana yang moncer dengan Empat Mata, Bob Sadiono, Dahlan Iskan, Anang Supardi, Tanadi Santoso, Bill Gates, Donald Trump, Robert Kiyosaki, dll.
Pak Anang, juga menerapkan kreatifitas ini di keluarganya. Anak-anaknya yang masih kecilpun sudah dibiasakan untuk kreatif. Misalnya kalau kita tanya ke anaknya,
”Dik, satu ditambah satu berapa ya ?”
Pasti jawabannya bukan dua, adiknya jawab ”delapan Om”.
Loh koq delapan, dik
Iya Om rodanya mercy ditambah dengan rodanya kijang khan delapan hehe...
dst.
(tapi ini hanya dirumah, disekolah dia jawabnya dua koq.....)

catatan penting :
tulisan berikutnya ”10 saran menjadi orang kreatif”, hasil sharing dengan pak anang supardi (managing director SAMdesign, ketua asosiasi pengusaha komputer jatim)

Tuesday, June 05, 2007

Belajar Sukses dari Abdurrahman Bin Auf


Abdurrahman Bin Auf adalah tokoh populer sebagai sosok sahabat Rasulullah SAW yang terkenal dengan kemandiriannya dalam berbisnis.
Ketika hijrah ke Madinah, Abdurrahman Bin Auf dipersaudarakan dengan Sa’ad Bin Rabi’ Al Anshori, salah seorang kaya yang pemurah di Madinah. Abdurrahman pernah ditawari Sa’ad untuk meilih salah satu dari dua kebunnya yang sangat luas. Tapi Abdurrahman menolaknya, Ia hanya minta kepada Sa’ad ditunjuki lokasi pasar di Madinah. Juga ditawari seorang istri dari dua istri yang dimiliki Sa’ad dan Ia juga menolaknya.
Dalam setiap pembahasan bisnis islam pasti tidak pernah lepas dari tokoh yang satu ini. Di dalam diri sahabat inilah kita bisa melihat karakter pebisnis yang patut diteladani. Disamping meiliki ketajaman bisnis yang menunjukkan sisi profesionalitasnya juga akhlaq yang merupakan cermin kepribadian seorang muslim.
Keistimewaan Abdurrahman Bin Auf
Abdurrahman Bin Auf, tokoh ini memiliki tiga macam keistimewaan sekaligus.
Pertama, Abdurrahman adalah seorang pengusaha kaya yang sangat dermawan. Beliau menyantuni para veteran perang badar dan menyantuni para janda Rasulullah. Beliau memberi makan anak yatim dan fakir miskin di Madinah.
Kedua, ia tercatat sebagai orang ke-8 yang masuk Islam dan termasuk dalam kategori assabiqunal awwalun (generasi awal yang masuk islam). Artinya, beliau sejak awal sudah membela perjuangan Rasulullah dengan segala macam kepedihan dan penderitaan. Ia dua kali ikut hijrah ke Habasyah (Ethopia) karena umat Islam diancam oleh kafir Quraisy.
Ketiga, Abdurrahman termasuk sepuluh orang sahabat yang dijamin Rasulullah bakal masuk syurga. Artinya, Abdurrahman Bin Auf adalah salah seorang sahabat yang punya kepribadian luar biasa dan namanya tercatat dalam sejarah Islam dengan tinta emas.
Kiat Sukses Abdurrahman Bin Auf
Abdurrahman selalu berada di empat tempat. Di Masjid untuk melakukan ibadah kepada Rob-Nya, di Pasar sedang berbisnis, kemudian di rumah bersama keluarganya dan di medan perang.
Seusai perang Badar, ia aktif kembali mengelola bisnisnya yang kian besar. Selama berperang, bisnisnya dikelola anak buahnya. Ia berjuang dengan ikhlash menegakkan islam dengan jiwa dan hartanya.