Tuesday, June 19, 2007

jadi PENGUSAHA, harus KREATIF !


Beberapa saat yang lalu, saya berkesempatan bertemu dengan seorang yang luar biasa. Anang Supardi, begitulah namanya dan beliau adalah salah satu pendiri dan sekaligus managing director dari perusahaan desain ternama SAMdesign. Bersama dengan Tanadi Santoso beliau membangun perusahaan desain ini dari nol, dimana pada saat itu belum banyak yang bergerak di bidang ini. Nah beliau berbagi pengalaman tentang ”kreatifitas” yang merupakan bidang yang digelutinya saat ini.

Creating WOW and AHA
Ini merupakan salah satu brand yang dihasilkan oleh SAMdesign dan sekarang sudah dipatentkan. Dalam berkarya kita harus memperhatikan dua hal ini, yaitu WOW dan AHA.

WOW....apa yang terbersit dalam hati kita ketika mendengar kata itu? Ya, karya yang kita hasilkan itu haruslah sesuatu yang besar, sesuatu yang baru dan mampu menjadi ”magnet” bagi orang yang melihatnya. Secara rinci ”WOW” dapat diwakili pengertiannya seperti istilah berikut ini :
extra-ordinary, extra-beautiful, exiting, striking, enjoyable, delicious, creating gasp, eye-popping, jaw-dropping
AHA…..karya yang kita hasilkan harus mampu membangkitkan kegembiraan, energi, inspirasi sehingga menambah gairah dan ketertarikan terhadap karya yang kita ciptakan. Dengan istilah lain, bisa diartikan sebagai berikut :

The thinking that comes out
when we absorb more about it
and ‘get’ it.

The light of knowing
that it was creatively smart,
on target, correct,
and intelligently beautiful.

Seberapa Kreatifkah Kita?

Saat bayi biasanya kita ingin tahu dan berhasrat untuk mengeksplore dunia di sekitar kita. Kita menikmati warna, cahaya, gerakan, dan suara. Kita ingin merasakan, memegang dan menggunakan apa saja yang kita lihat.
Saat balita kita ingin menjadi arsitek, artis, penyair dan musisi alam. Begitu kita masuk SD, SMP, SMA dan seterusnya, kita mengakhiri latihan kreatifitas alami kita sedikit demi sedikit dan pelan-pelan hilang.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan Riset (Satu studi menunjuk pada keahlian menghasilkan ide-ide original) yang menunjukkan hilangnya kreativitas dari anak-anak ke dewasa.

Usia balita originalitasnya 90%
Usia 7 tahun keatas originalitasnya 20%
Usia dewasa originalitasnya 2%

Jadi, Orang-orang kreatif adalah mereka yang selalu selangkah lebih maju dalam pekerjaan mereka, memulai bisnis baru , menemukan produk baru dan membuat segalanya lebih indah.

Kreatifitaslah yang membuat kita terus hidup dan bergairah. Karena setiap saat yang kita tempuh adalah sesuatu yang baru. Disini kita bisa belajar dari orang-orang kreatif yang sering kita lihat, misalnya Mr. Bean, Tukul Arwana yang moncer dengan Empat Mata, Bob Sadiono, Dahlan Iskan, Anang Supardi, Tanadi Santoso, Bill Gates, Donald Trump, Robert Kiyosaki, dll.
Pak Anang, juga menerapkan kreatifitas ini di keluarganya. Anak-anaknya yang masih kecilpun sudah dibiasakan untuk kreatif. Misalnya kalau kita tanya ke anaknya,
”Dik, satu ditambah satu berapa ya ?”
Pasti jawabannya bukan dua, adiknya jawab ”delapan Om”.
Loh koq delapan, dik
Iya Om rodanya mercy ditambah dengan rodanya kijang khan delapan hehe...
dst.
(tapi ini hanya dirumah, disekolah dia jawabnya dua koq.....)

catatan penting :
tulisan berikutnya ”10 saran menjadi orang kreatif”, hasil sharing dengan pak anang supardi (managing director SAMdesign, ketua asosiasi pengusaha komputer jatim)

Post a Comment