Friday, September 21, 2007

Sabar, Qona’ah dan Syukur

Pada suatu hari ada dua orang pemancing sedang melakukan aktifitas pemancingan di suatu sungai. Pemancing pertama adalah seorang kakek yang sangat bijaksana sedangkan pemancing yang satunya lagi adalah seorang anak muda yang penuh gelora, khas anak muda banget gitu lho.
Setelah lama memancing, anak muda mulai menggerutu. Diantara ungkapan yang terlontar : menyalahkan alat pancingnyalah, sungai yang tidak ada ikanlah sampai hari yang sial bagi dirinya. Intinya dia tidak puas dengan proses mancingnya karena sudah lama tidak ada satu ikan pun yang nyangkut di mata kailnya. Berbeda dengan sang kakek yang dengan begitu tenangnya menikmati proses memancing karena sang kakek berhasil dengan mendapatkan ikan berkali-kali dan besar-besar.
Melihat anak muda yang menggerutu tadi, sang kakek mendekatinya dan berkata : “pada halaman pertama buku Resep Memancing tertulis kata SABAR, jadi kita tidak usah menyalahkan siapapun tapi berusahalah terus dengan penuh kesabaran”
Mendengar nasehat dari sang kakek, anak muda tadi mulai lagi memancing. Sekarang dia sudah mulai tenang dan tidak menggerutu lagi seperti tadi.
Atas nasehat sang kakek akhirnya anak muda tadi sudah mulai mendapatkan ikan satu persatu. Namun lama-kelamaan mulai lagi menggerutunya karena ikan yang didapatkan semuanya masih kecil-kecil. Sedangkan yang didapat sang kakek ikannya besar-besar.
Mendengar gerutuan anak muda, sang kakek mendekat lagi dan berkata : “dalam buku Resep Memancing pada halaman kedua tertulis QANA'AH. Jadi kita harus menerima apa saja yang diberikan Allah kepada kita saat ini dengan penuh keikhlasan”.
Atas nasehat sang kakek, anak muda tadi kembali tenang dan mencoba untuk bisa menerima pemberian Allah saat itu. Akhirnya anak muda tadi mulai sedikit demi sedikit mendapatkan ikan besar sebagaimana yang diharapkan.
Selesai memancing, kedua orang ini mulai mengemasi perbekalan dan hasil tangkapan hari itu. Sebelum pamit, sang kakek menghampiri anak muda dan berkata : ”Wahai anak muda, dalam halaman terakhir buku Resep Memancing tertulis SYUKUR, maksudnya kita harus bisa mensyukuri apa yang kita terima dan jangan SERAKAH”. Makanya ambil ikan yang besar-besar untukmu dan kembalikan ikan yang kecil-kecil supaya kamu nanti dapat memancingnya lagi suatu saat.
Saudara sekalian, sebagai seorang manusia apalagi pebisnis kita harus mampu menempatkan SABAR-QANA’AH-SYUKUR ini secara silih berganti dalam siklus kehidupan kita. Dan bulan Ramadhan adalah sebaik-baiknya waktu untuk memupuk ketiga sikap tadi di dalam diri kita. Disamping sebagai bulan yang penuh dengan pahala, Ramadhan juga mendatangkan keberkahan sendiri bagai pebisnis dengan melimpahnya permintaan (dari mulai garmen, makanan, furniture, perabotan rumah tangga, dll). Jadi, siapkah kita ?

Saturday, September 15, 2007

Ide Unik : SATE BARONGAN PAK UNIQ

Sehari menjelang Ramadhan kemarin saya melakukan perjalanan dari Surabaya ke Sepanjang-Sidoarjo untuk urusan pekerjaan. Di jalan wonocolo-sepanjang, saya melihat ada sesuatu yang “beda” yaitu sebuah rombong tempat jualan kaki lima lengkap dengan pajangan daging kambing utuh satu badan yang kelihatan segar & muda tetapi ada asap yang menandakan ada bakaran daging di tempat itu.
Saya tanya ke teman sebelah saya yang kebetulan rumahnya dekat dengan daerah itu, katanya “Ya Mas itu bukan penjual daging seperti yang sampeyan kira, tapi penjual sate. Setiap hari pasti rame karena bahannya dari kambing muda dan segar”. Kata saya, wah boleh dong kita coba, hitung-hitung sebagai makan siang terakhir he..he..
Ya, Pak uniq biasanya dia dipanggil memulai merintis berjualan sate karena kesukaan masak dan makan sate ini. Waktu pertama kami datang, kelihatan dari depan bahwa ruangan yang sempit itu kelihatan ramai sekali. Tetapi setelah saya masuk ternyata ada ruangan yang lumayan luas dibelakang yang menjadi tempat pelanggannya menyantap sate.
Dan kebetulan ruang itu penuh juga dan akhirnya kami diajak naik ke lantai 2 yang belum selesai secara sempurna bangunannya (masih ada tukang dan sang pemilik sate yang melakukan finishing bangunan). Waktu kami tanya, koq tambah lagi ruangannya pak, katanya untuk mempersiapkan bulan ramadhan, misalnya yang ingin menyantap buka puasa bersama keluarga atau relasinya, biar tambah lapang.
Kenapa saya bilang unik, karena.......
Nama Warung
Nama warung sate ini adalah SATE BARONGAN PAK UNIQ. Saya menjadi teringat dulu waktu kecil orang tua sering melarang saya untuk bermain ke barongan. Barongan artinya sama dengan hutan bambu yang konon menyeramkan. Tapi dasar saya anak yang pemberani barangkali he..he..seringkali malah mainnya disitu kalau main petak umpet jangan ditanya pasti sembunyi di tempat-tempat seperti itu.
Saya tidak tahu ide sebenarnya Pak Uniq menamai dengan brand seperti ini tapi kalau menurut saya inilah kejelian pertama yang dilakukan untuk merangsang pasar. Nama yang unik, membuat yang lihat jadi penasaran dan akhirnya mencobanya, setelah puas jadinya ketagihan dech...
Menu & Penyajian
Menu utamanya sebenarnya sama dengan warung sate pada umumnya yaitu sate kambing dan gulai kambing, tetapi yang membedakan adalah bahannya yang berasal dari daging kambing muda dan segar. Dan yang lebih beda lagi, disini pengunjung bisa melihat dan membuktikan keaslian dagingnya secara langsung yang dipajang secara utuh di depan. Disamping itu juga bisa memilih bagian mana yang diinginkan untuk di sate, nah lho.
Penyajian dilakukan secara semi prasmanan, dimana pengunjung bisa secara bebas mengambil nasi dan krupuk yang ada di pojok ruangan. Jadi, yang porsi makannya besar sangat dimanjakan disini he..he..
Suasana & Publikasi
Sekali lagi ketika anda melihat dari depan, tampilan warungnya seperti kaki lima biasa. Di depan ada rombong sate dan tempat pemangggangan dan pajangan kambing utuh yang digantung dan kelihatan dari jauh aroma daging muda dan segarnya. Kalau anda masuk kedalam dan juga naik ke bangunan yang lagi difinishing tadi, ada ornamen yang berasal dari bambu. Tangga putarnya saja seolah terbuat dari bambu. Jadi khas barongan banget gitu lho, sesuai dengan nama warungnya.
Saya melihat di ruang depan ada dua halaman penuh dari sebuah tabloid khas kuliner menempel didinding yang memuat profil Pak Uniq ini dengan warung satenya. Luar biasa saya fikir yang dillakukan Bapak ini.
Servis Excellence
Jangan ditanya soal pelayanan, luar biasa itu kesan yang saya tangkap. Tampilan memang kaki lima tapi pelayanan luar biasa prima. Bahkan saat kami selesai makan, sang empunya warung makan ini bilang : Trimakasih ya Bapak-Bapak dan sang kasir bertanya gimana pak sajian kami. Klop sudah nih saya fikir, jadinya membuat orang ketagihan untuk datang. Wah yang darah tinggi gak bisa datang lagi donk he..he..
Catatan Penting :
alhamdulillah ALLAH berkenan mempertemukan saya dengan bulan Ramadhan 1428 H, semoga mampu memaksimalkan ibadah didalamnya, meraih rahmat-maghfiroh-itqum minan nar dan diakhiri dengan fithrah.
sejauh ini kami sudah menjalani bisnis, dan semoga ALLAH berkenan atasnya & memberi ridho & barokah atas ikhtiar yang kami lakukan. trimakasih kepada mitra annida di seluruh indonesia atas kepercayaannya selama ini

Tuesday, September 11, 2007

Marhaban Ya Ramadhan

Untuk mengukur kualitas iman kita, sebenarnya mudah saja. Saat-saat menjelang ramadhan adalah waktu yang sangat tepat untuk mengetahui kadar keimanan kita. Hal ini bisa diketahui dari sejauh mana kita meng“HARAP” datangnya bulan ramadhan dengan segala persiapan ruhiyahnya.
Itulah mengapa Rasulullah saw. Meminta kita untuk mengamalkan salah satu do’a jauh hari sebelum ramadhan itu datang. Yah tepatnya dua bulan sebelum datangnya ramadhan, yaitu pada awal memasuki bulan rajab kita diminta untuk memanjatkan do’a :
Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa ballighna ramadhan
“Ya Allah berkahilah kami dalam bulan rajab dan sya’ban dan sampaikanlah umur kami hingga dapat menjumpai datangnya bulan ramadhan”
Jadi, kalau kita menghadapi bulan ramadhan dengan “adem ayem” atau “santai saja” seolah tidak ada momentum besar yang akan terjadi dalam hidup kita berarti kondisi iman kita masih perlu dipertanyakan kembali. Trus, bagaimana dengan kita…..?
Dalam hal ini kita bisa belajar banyak kepada Rasulullah saw, para sahabat dan para salafush sholih pada umumnya yang mempersiapkan datangnya bulan ramadhan dengan begitu rupa. Dan alhamdulillah saya sering melihat fenomena bagaimana gegap gempitanya masjid dimana saya pernah berinteraksi didalmnya melakukan persiapan dengan melakukan kegiatan bersih-bersih secara gotong royong, juga tampil dengan cat baru.
Sesungguhnya ketika kita mempersiapkan datangnya bulan ramadhan, sebenarnya adalah mempersiapkan diri untuk masuk surga. Karena saat ramadhan datang sebagimana hadist rasulullah saw, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan syaitan dibelenggu. Jadi kalau ada manusia yang masih melakukan maksiat, berarti dia lebih jahat dari syaitan. Sebagaimana yang diungkapkan ustadz HM. Taufik A.B mengutip salah satu ungkapan bahwa :
“Nafsu manusia itu lebih jahat dari tujuh puluh syaitan”
Dan ada ungkapan lain yang disampaikan :
Seseorang yang takut masuk neraka sama takutnya dengan kefakiran, maka dia masuk surga
Terakhir, beliau menyampaikan bahwa didalam memasuki bulan ramadhan, kita harus memiliki manajeman yang baik, diantaranya adalah :
Manajeman NIAT
Niat memegang peran yang sangat penting dalam ibadah. Jangan sampai ibadah yang kita lakukan sia-sia gara-gara salah dalam niat. Ketika melakukan shodaqoh misalnya jangan sampai niatnya agar dilihat orang sebagai dermawan, tetapi kita niatkan untuk Allah semata. Bagi Ibu-Ibu jangan sampai puasa niatnya untuk terapi kesehatan atau agar badannya langsing misalnya, dst.
Disamping itu, kalau kita memiliki niat berbuat baik tapi belum sempat terlaksana, sudah tercatat sebagai satu kebaikan. Tetapi kalau kita memiliki niat berbuat jahat/maksiat dan belum sempat terlaksana, maka sudah tercatat sebagai satu kemaksiatan. Jadi dalam hal ini kita jangan sampai salah niat.
Manajemen WAKTU
Berhubung nilai pahala di bulan ramadhan dilipatgandakan sampai dengan 70 kali. Maka kita harus tahu waktu dimana kita harus beribadah secara khusus dan dimana kita melakukan aktifitas rutin dalam pekerjaan kita. Bulan ramadhan harusnya makin menambah produktifitas, bukan malah melakukan pengurangan jam kerja dan memperbanyak waktu tidur. Disamping ada pahala juga disini, termasuk pimpinan yang memberikan kelonggaran waktu (beribadah) bagi karyawannya. Ingat, Rasulullah saw tidak pernah tidur lagi habis sahur/shubuh.
Manajamen IBADAH
Kita juga harus tahu ibadah-ibadah apa yang harus dilakukan dan berikutnya kita buat target pencapaian tentunya dengan mempertimbangkan aspek kuantitas dan kualitasnya sekaligus. Diantaranya adalah Puasa itu sendiri, qiyamullail (tarawih & witir di malam hari), tilawah qur’an, zakat-infaq-shodaqoh, dzikir, I’tikaf. Juga yang tak kalah spektakuler pahalanya adalah umrah ramadhan. Jadi yang punya rizqi berlebih ndak ada gunanya untuk menunda ibadah yang satu ini.
Catatan Penting :
tulisan diatas adalah sekelumit yang bisa saya rekam dari kajian rutin pimpinan kantor tempat saya bekerja yang disampaikan Ustadz. H.M. Taufik AB (Nara Qualita Ahsana) tadi malam di rumah Pak Asep Suhendi. (tentunya banyak kekurangan, harap dimaklumi ya….)
“Allahumma ballighna ramadhan” kita tidak tahu umur kita sampai dimana, dan peluang surga ada dihadapan dengan menyambut datangnya bulan ramadhan dengan gegap gempita, penuh syukur dan ibadah yang cukup. Mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan, semoga ramadhan kali membawa prestasi yang lebih baik di hadapan allah swt. Amiin.

Monday, September 10, 2007

Bisnis Itu Mudah & Menyenangkan

Saat kita mulai bisnis mungkin kita tidak banyak tahu tentang seluk beluk bisnis yang kita jalankan. Dan dari sinilah kita bisa belajar tentang banyak hal menyangkut aktifitas bisnis yang kita geluti.
PERTAMA
Saat pertama kali ada barang menumpuk di rumah, saya berfikir, mau diapakan barang yang sebanyak ini. Tapi Allah berkenan membukakan jalan kita satu persatu yang intinya kita harus lakukan sesuatu supaya barang ini bisa berpindah tangan.
Dari mulai menghubungi keluarga-teman dekat, ikut dalam kegiatan bazar sampai dengan iklan di media. Seiring berjalannya waktu, keluarga-teman dekat-orang yang belum kami kenal tadi memberikan respon yang positif dan akhirnya beberapa dari orang tersebut menjadi mitra kami saat ini.
KEDUA
Ketika bazar, awalnya juga mengalami kesulitan karena memang belum pernah sama sekali melakukan aktifitas yang satu ini. Tapi memang benar kata teman TDA bahwa rizqi itu tidak pernah jatuh ke tempat yang salah. Dan akhirnya kami enjoy saja melakukan aktifitas ini di bazar yang kedua. Komunikasi menjadi mudah dan yang pasti menjadi ”pedagang” itu pekerjaan mulia.
KETIGA
Trus, waktu ada order dari luar kota/luar jawa masih juga mengalami hal yang sama. Ini nanti mau dikirim pakai apa, kalau ternyata biaya kirimnya kemahalan nanti akan mengurangi margin dari para mitra kami. Lha wong kita kenalnya khan dengan expedisi tertentu yang kalau pengirimannya banyak khan mahal banget gitu.
Alhamdulillah setelah berjalannya waktu, kami menemukan banyak expedisi yang ”murah banget” dan ”aman”, dan informasi ini diantaranya berasal dari para mitra kami disamping kami hunting sendiri ke beberapa expedisi. Dari mulai jasa expedisi darat melalui armada bus, cargo melalui kapal laut sampai dengan cargo via udara, dll.
Dengan keyakinan bahwa apa yang kami kirim insyaallah akan sampai kepada para mitra kami dengan selamat, alhamdulillah memang demikian adanya meskipun ada satu/dua yang mengalami keterlambatan. Maklum kami belum mengetahui betul karakter masing-masing expedisi yang memang baru kami kenal tersebut.
KEEMPAT
Desain iklan juga demikian, awalnya bentuknya amburadul banget, wajar lha wong gak pernah berkecimpung di marketing & desain, meskipun di kantor patner kerjanya juga dengan orang marketing he..he..Sekali lagi kami patut bersyukur karena desain yang awalnya amburadul sekarang sudah mulai ketemu bentuknya. Nah rekan-rekan bisa lihat nanti di edisi september dan jangan lupa kasih saran yah...he..he...
Yah itu adalah sebagian pengalaman saya selama menjalankan bisnis sebagai pemasar utama produk busana muslim anak ANNIDA-Islamic Kids Wear.
Teriring ucapan trimakasih kepada para mitra kami yang tersebar dari ujung sumatera sampai dengan ujung timur indonesia (jayapura), semoga Allah senantiasa memberikan rizqi yang halal dan barokah serta ridho-Nya atas ikhtiar yang kita lakukan.
Dan jangan lupa Ramadhan semakin dekat, hitung harta kita dan berapa yang harus dibayarkan untuk zakat.......
Andakah mitra kami selanjutnya........
Keterangan lebih lanjut, klik :
www.galeri-annida.com
www.galeri-annida.blogspot.com

Friday, September 07, 2007

Investor Gathering “Takaful”

Alhamdulillah tadi malam saya berkesempatan hadir dalam acara Investor Gathering yang diselenggarakan lembaga asuransi syari’ah pertama di Indonesia “Takaful” di Hotel Novotel. Selain talkshow yang diisi oleh empat narasumber yang berbeda kompetensi juga diadakan peluncuran produk baru takaful dengan brand Takafulink Alia.
Narasumber tersebut adalah Pak Agus (Dirut Asuransi Takaful Keluarga), Pak Rosinu (Dirut Trimaegah Securities), Bu Ita (Dosen, Konsultan Perencana Keuangan) dan Seorang Analis dari Bursa Efek Surabaya (wah saya lupa namanya nih…).
Sedangkan Takafulink Alia adalah produk yang memadukan antara investasi dan proteksi, dalam hal ini investasi di pasar modal dengan mempertimbangkan aspek syari’ah tentunya. Makanya untuk produk ini PT. Takaful menggandeng PT. Trimegah Securities yang bertindak sebagai finance managernya.
Acara ini menjadi menarik karena saya bertemu dengan orang-orang baru yang belum pernah saya temui sama sekali. Yah, jadinya punya teman baru, mitra bisnis baru dan yang pasti ada ladang amal baru yaitu silaturrahim.
Acara tersebut diakhiri dengan penarikan doorprize dan pengumuman siapa saja investor yang bergabung pada malam itu. Dan doorprize utama diberikan kepada seorang Ibu yang menginvestasikan dananya sebesar 300 juta dan merupakan investasi tertinggi yang aplikasi pada malam itu.
Nah, bagi rekan-rekan yang tertarik dengan produk investasi ini bisa mengetahui lebih lanjut di link berikut ini. Atau kalau mau langsung berkomunikasi dengan salah seorang praktisi takaful yang akan membantu anda sekalian hubungi aja link berikut ini.

Catatan Penting :
Yah tadi malam itu saya hanya bertemu dengan 3 orang yang memang sebelumnya pernah saya kenal. Mbak silfi (karyawan takaful yang mengantarkan undangan ke rumah saya) dan Yuliani alias Umu Hamas (anggota DPRD Kota Surabaya). Trus ketemu lagi dengan kawan online saya yang giat mengkampanyekan produk syariah ini, Mas Arief.

Monday, September 03, 2007

Khabab Bin Arats, GAJInya yang BESAR selalu diSEDEKAHkan untuk Orang Lain

Laki-laki tukang pandai besi ini adalah generasi assabiqunal awwalun. Ia begitu terpesona dengan cahaya kebenaran Islam yang dibawa Muhammad saw. Ia masuk Islam ketika masa awal-awal dakwah Islam yang penuh dengan cobaan dan penderitaan.
Khabbab merupakan diantara sahabat saat itu yang mengalami siksaan yang cukup pedih dari orang-orang kafir Quraisy. Tubuhnya dililit belenggu dan rantai besi panas pada kaki dan tangannya sebagaimana sahabat Bilal ditindih tubuhnya dengan batu besar di tengah padang pasir. Suatu hari ia bersama sahabat yang lain menemui Rasulullah tetapi bukan karena kecewa dan kesal dengan pengorbanan ini melainkan mengharap do’a keselamatan.
Sebagaimana diceritakan sendiri oleh Khabbab, ”Kami pergi mengadu Rasulullah saw yang ketika itu sedang tidur berbantalkan kain burdahnya dibawah naungan Ka’bah. Kami memohon kepadanya, ”Wahai Rasulullah, tidakkah anda hendak memintakan kepada Allah pertolongan bagi kami....?” Rasulullah saw pun duduk, mukanya jadi merah, lalu sabdanya : ”Dulu sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang disiksa, tubuhnya dikubur kecuali leher keatas, lalu diambil sebuah gergaji untuk menggergaji kepalanya, tetapi siksaan demikian itu tidak sedikitpun dapat memalingkannya dari agamanya....!
Ada pula yang disikat antara daging dan tulang-tulangnya dengan sikat besi, juga tidak dapat menggoyahkan keimanannya....sungguh Allah akan menyempurnakan hal tersebut, hingga setiap hamba yang bepergian dari San’a ke Hadramaut, tiada takut kecuali Allah SWT, walaupun ada serigala diantara hewan gembalaannya. Tetapi saudara-saudara terburu....! Ketika mendengar hal ini, bertambahlah keimanan dan keteguhan hati mereka serta merta berikrar untuk membuktikan kepada Allah dan Rasul-Nya tentang ketabahan, kesabaran dan pengorbanan.
Pada masa Umar Bin Khattab menjadi Khalifah hingga Ustman Bin Affan, sahabat Khabbab termasuk kaum muhajirin yang mendapat gaji besar, akan tetapi gaji itu tidak pernah diambil semuanya. Gaji besar beliau sedekahkan kepada siapa yang memerlukannya. Beliau sangat teguh memegang prinsip hidup sederhana di masa awal Islam ketika saat itu harta kekayaan mulai melimpah.
Ketika menjelang wafatnya, ia meneteskan air mata ketika melihat kain kafan yang disediakan untuknya sangat mewah. ”lihatlah ini kain kafanku.....!Bukankah kain kafan Hamzah, paman Rasulullah saw, ketika gugur sebagai salah seorang syuhada hanyalah burdah berwarna abu-abu, yang jika ditutupkan ke kepalanya terbukalah kedua ujung kakinya, sebaliknya bila ditutupkan ke ujung kakinya, terbukalah kepalanya....?”
Ali Bin Abi Thalib telah mengajarkan sebuah do’a kepada kita, yang intinya sebuah permohonan pada Allah untuk meletakkan dunia di tangannya, bukan dihatinya. Begitulah semestinya kita menjadikan dunia (harta, tahta, wanita/keluarga) di tangan kita, sehingga kita bebas mengendalikan dunia kita itu (untuk kebaikan).
Dan bukan kita yang dikendalikan dunia (karena dunia kita lalai berbuat baik, kita semena-mena memperlakukan orang lain, dan semacamnya). Dengan kata lain, menjadikan dunia sebagai sarana untuk berbuat baik, dan bukan tujuan setiap amal kita (bukankah tujuan hidup kita , hanyalah untuk beribadah kepada allah SWT ?)
Nah, Khabbab Bin Arats menyadari betul bahwa dunia hanyalah sarana untuk menuju surga. Karenanya disedekahkanlah hartanya di jalan Allah, untuk mengejar pahala akhirat sebagaimana yang diabadikan dalam Al Qur’an Surat Ash Shaff ayat 10-12.
Khabbab juga menyadari, dunia hanyalah ujian. Kaya adalah ujian untuk bersyukur. Apakah dengan harta yang banyak, kita mampu mensyukuri nikmat Allah dengan menyedekahkan harta. Miskin adalah ujian kesabaran. Apakah dengan harta kekurangan, kita mampu untuk senantiasa berbuat baik dan menjauhi maksiat, seperti mencuri, korupsi, menipu dan semacamnya.
Kelebihan harta, seringkali membuat cemas para sahabat dan para salafus sholih. Mereka khawatir, kelebihan hartanya di dunia mengurangi jatah nikmatnya di surga kelak. Demikian juga yang terjadi pada Khabbab. Karenanya, disedekahkanlah gaji besarnya. Dan iapun menangis, hanya karena melihat kain kafan. (kain yang tidak dipakainya ketika hidupnya) itu sangat mewah. Lalu, bagaimana dengan kita...?
(Karakteristik 60 sahabat Rasulullah)
Catatan Penting :
Hanya sebuah ikhtiar untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya Ramadhan 1428 H, semoga bisa mempersembahkan amal terbaik termasuk juga zakat, infaq & shodaqoh.