Friday, November 16, 2007

Mangkuk Cantik, Madu dan Sehelai Rambut

Rasulullah saw. dengan sahabat-sahabatnya seperti Abu Bakar r.a, Umar r.a, Utsman r.a, bertamu kerumah Ali ra. Di rumah Ali ra, Istrinya Sayyidatina Fathimah r.a, putri Rasulullah saw menghidangkan untuk mereka madu yang diletakan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut kedalamnya.
Baginda Rasulullah saw. kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut, mangkuk yang cantik, madu dan sehelai rambut.
Abubakar r.a. berkata: ”Iman itu lebih cantik dari pada mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman lebih susah dari meniti sehelai rambut”.
Umar r.a berkata: ”Kerajaan itu lebih cantik dari pada mangkuk yang cantik ini, seorang raja lebih Manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Utsma r.a berkata: ”Ilmu itu lebih cantik dari pada mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu ini, dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Ali r.a berkata: ”Tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang kerumahnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Fatimah r.a berkata: ”Seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang berpurdah (menutup wajahnya) itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seoarang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Rasulullah saw. Berkata : ”Seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, beramal dengan amal baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih susah dari meniti sehelai rambut”.
Malaikat Jibril A.S berkata :”Menegakan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik, menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut.”
Allah SWT berfirman : ”Surga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat surga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju surga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
Catatan Penting :
Ditengah tumpukan arsip yang menggunung kutemukan secarik kertas yang sarat hikmah ini ”mangkuk cantik, madu dan sehelai rambut”. Semoga bermanfaat
Dari setiap orang yang kutemui, pasti ada ilmu dan hikmah yang bisa diambil bahkan juga ada peluang lain yang tidak pernah kita sangka-sangka sebelumnya. Makanya tidak salah Rasulullah mengabadikan dalam hadistnya tentang pentingnya silaturrahim : memperpanjang umur dan menambah rizqi.

Post a Comment