Wednesday, December 17, 2008

Blog Baru = Semangat Baru

Kepada sahabat yang setia (wuih narsis mas ini he..he..) berkunjung ke blogku ini, saya sampaikan permohonan maaf karena jarang update. Mohon dimaklumi karena sedang mempersiapkan blog baru yang insyaallah menghadirkan semangat baru he..he..

Alhamdulillah akhirnya bisa kuselesaikan pembuatan blog baru dengan alamat www.arifprasetyo.com. Blog saya sebelumnya bisa dilihat disini dan untuk seterusnya insyaallah saya akan sering update di blog baru ini saja. Bukannya ingin meninggalkan yang blogger itu tapi lebih ribet saja jadinya he..he..

Kenapa saya hadir dengan blog baru ini ? Sederhana saja sebenarnya alasannya karena untuk menandai mulainya babak baru setelah saya "memecatkan" diri dari perusahaan telekomunikasi tempat saya bekerja. Dan sejak tanggal 13 Agustus 2008 yang bertepatan dengan hari kelahiranku, saya mulai mengikuti jejak langkah saudara di TDA (komunitas Tangan Di Atas) untuk full bisnis.

Dengan hadirnya Blog Baru ini semoga menjadi semangat baru dalam perjalanan bisnis kedepan. Dan berharap semoga Allah meridhoi segenap langkah dan ikhtiar yang saya jalani.
Amiin

Untuk cerita lebih lanjut tentang perjalanan menuju TDA, akan saya ceritakan secara periodik baik di blog ini maupun blog baru saya.

Selanjutnya kutunggu anda semua untuk hadir di : www.arifprasetyo.com

Wassalam
Arif Prasetyo Aji
13 Agustus 2008 - Full TDA

Monday, November 10, 2008

Teman Sejati

Selama ini ku mencari cari teman yang sejati buat menenami perjuangan suci
Bersyukur kini padamu Illahi, teman yang dicari selama ini telah kutemui
Dengannya disisi, perjuangan ini senang diharungi, bertambah murni kasih Illahi Kepadamu Allah kupanjatkan do’a, agar berkekalan kasih sayang kita
Kepadamu teman kupohon soskongan, pengorbanan dan pengertian
Tlah kuungkapkan segala-galanya, itulah tandanya kejujuran kita
(Syair Nasyid “Teman Sejati”-Brothers)

Saya sangat ingat betul dengan lirik lagu ini, karena pada saat booming album “brothers” ini, kami bersepeluh orang dari FSLDK melakukan perjalanan Jakarta-Padang PP. Dan sepanjang perjalanan itu yang berkumandang di mobil hanya kaset milik Mas Brothers ini. Dan hitsnya adalah ”Teman Sejati” ini.

Teman dan sahabat sangat dibutuhkan manusia. Senyum saja andaikata tidak dengan temannya, bisa disangka yang tidak-tidak bahkan barangkali ada yang nyelethuk ”gila kali”. Dengan teman dan sahabat, tidak hanya senyum yang dapat kita lakukan, tetapi juga kerjasama, saling membantu, saling menolong dan saling menasehati.

Dalam Islam, kita kenal ukhuwah Islamiyah (persaudaraan islam). Dalam ukhuwah, terjadi saling mengenal, saling memahami, dan saling menanggung (ta’aruf, tafahum, takaful). Inilah salah satu nikmat ALLAH yang besar bagi orang-orang beriman. Tiada keimanan tanpa ukhuwah, dan tiada ukhuwah tanpa keimanan.

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara..”( Al Hujurat : 10 )

Ukhuwah adalah nikmat dan karunia dari ALLAH yang diberikan kepada manusia sebagai sarana untuk melengkapi kebutuhan insaniyah disamping yang utama adalah untuk tujuan ibadah.

“dan (ALLAH) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi ALLAH telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Anfaal : 63)

Karena ukhuwah itu nikmat, lagi-lagi kita harus bersyukur kepada ALLAH. Ukhuwah yang sudah kita nikmati ini harus kita pelihara dengan tingkatan ukhuwah terendah, yakni shalamatushshadr (berlapang dada, menjauhi buruk sangka). Minimal Husnuzhan yang kita lakukan sebelum kita mencapai tingkatan tertinggi, yaitu itsar (lebih mementingkan saudaranya daripada diri sendiri).

Semoga nikmat ukhuwah yang sudah kita rasakan, ditambahkan oleh ALLAH. Sehingga pertemanan kita, persahabatan yang kita jalin adalah persahabatan abadi. Sebagaimana persahabatan orang-orang yang bertakwa dan bukannya bersahabat dan mencintai karena kepentingan politik, bisinis, gengsi ataupun jabatan. Tetapi cinta orang-orang yang bertakwa adalah karena ALLAH semata.

”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa” (QS. Az-Zukhruf: 67)

”Sesungguhnya ALLAH pada Hari Kiamat berseru : Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-KU? Pada hari ini akan AKU lindungi mereka dalam lindungan-KU, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-KU”(HR. Muslim)

Ayo bersegera temukan teman sejati, dan menuju persahabatan yang abadi !

*) Saya mengucapkan “barakallahu laka wabaraka ‘alaika wajama’a bainakumma fii khoir” kepada sahabat abdul jakfar huda (teknik perkapalan its ’96, ketua departemen pengabdian masyarakat jmmi its 99/00, direktur manar-fm) yang telah menggenapkan separuh dien-nya dengan menikahi seorang gadis asal lamongan

*) Memperkenalkan blog baru saya di : www.arifprasetyo.com

Wednesday, October 22, 2008

Episode Laskar Pelangi

Alhamdulillah, di tengah kesibukan silaturrahim dan persiapan mudik lebaran (1 oktober 2008) akhirnya kami (saya dan istri) bisa berkesempatan menonton Film Laskar Pelangi. Kebetulan juga masih ada voucher untuk menonton di jaringan 21, jadinya lumayan untuk ngirit ongkos he….he.

Untuk Film Laskar Pelangi yang diproduksi Miles Production dan diarsiteki oleh Mira Lesmana dan Riri Reza ini saya berikan apresiasi “dua jempol’. Mengapa ? karena untuk adaptasi dari sebuah novel ke bentuk karya film, baru kali ini saya cukup puas. Inspirasi dan ruh novel bisa tertuang habis dalam setiap adegan film,

Dijamin orang yang sudah membaca novelnya berkali-kalipun tidak akan menemukan kebosanan untuk mengikuti setiap adegan dalam film. Imajinasi yang diciptakan dalam film ini bisa dikatakan seliar imajinasi pembaca novel. Sekali lagi, saya salut abis he..he.

Pak Harfan sebagai seorang tokoh pendidikan yang sangat dihormati sekaligus disenangi murid-muridnya yang oleh Bu Muslimah disebut sebagai Laskar Pelangi menyimpan inspirasi yang sangat dalam. Setidaknya ada dua kalimat yang perlu direnungkan :

“Kalian harus berani bermimpi…..!”
“Kalian harus menjadi orang yang memberi sebanyak-banyaknya dan bukannya menerima sebanyak-banyaknya"


Tentang impian, saya sudah banyak menulis dalam blog ini seperti dalam artikel “Kung Fu Panda”. Begitupun halnya dengan ungkapan Pak Harfan yang kedua, yang sangat relevan dengan hadist Rasulullah SAW tentang kemandirian yang termahsyur itu juga telah banyak saya tulis dalam blog ini.

Tentang memberi, dia sangat erat kaitannya dengan kemandirian karena dia hanya bisa dilakukan ketika memiliki baik dari aspek materi maupun yang non materi sekalipun. Pernahkah kita mendengar ungkapan bahwa “senyuim itu adalah shadaqah” ? Kalimat ini menandakan bahwa “memberi” itu memiliki nilai lebih.

Maka, memberilah !

Thursday, October 16, 2008

Kun Fayakuun !

“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu. Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu” (QS. Yaasiin (36) : 82)

Segala yang terjadi di deluruh jagat raya ini tidak pernah lepas dari skenario Allah SWT, pun halnya yang terjadi pada masa depan kita. Sesuatu yang tidak mungkin menurut ukuran manusia menjadi mungkin jika kita yakin bahwa semua urusan kita tidak pernah lepas dari tangan Allah SWT.

Dan pelajaran yang diberikan melalui film “Kun Fayakuun” yang diarsiteki oleh Ustadz Yusuf Mansyur bisa memberikan gambaran kepada kita tentang ketentuan Allah itu. Terutama sebagai entrepreneur, tidak ada salahnya kita menengok sebentar film ini sebagai spirit sukses kita. Ada beberapa pelajaran yang perlu kita catat, kita renungkan dan terlebih kita laksanakan sebagai “road to success” kita dalam menjalani kehidupan.

Kekuatan Tawakal

Inilah sebenarnya inti kekuatan yang maha dahsyat itu, yang bahkan mampu mengguncangkan seluruh isi arsy. Keyakinan bahwa Allah adalah sumber kekuatan dimana jika kita dekat dan memohon kepada-Nya maka pasti akan mengabulkannya.

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar”(QS Al Baqarah (2) : 153)

“Mendekat dan Memohon” kepada-Nya inilah yang dilakukan oleh penjual kaca ini setiap harinya baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Dia senantiasa komitmen dengan sholat wajib yang diusahakan selalu berjama’ah dan disetiap malamnya dia bersimpuh dihadapan-Nya untuk mengadukan seluruh keinginannya.

Kekuatan Ikhtiar

Ikhtiar ini ibarat sebagai prasyarat yang menjadi sarana untuk menunjukkan keseriusan kita disamping juga sebagai salah satu sebab dikabulkannya do’a kita.

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan” (QS. Al Qashash (28) : 77)

Kekuatan Impian

Penjual kaca keliling itu punya mimpi sederhana tetapi sangat jelas, yaitu ingin menjadi pengusaha kaca dengan memiliki toko kaca yang megah. Dan mimpi ini dipertegas setiap dia melewati toko kaca dan ditanamkan kepada seluruh anggota keluarganya. Tentang “impian” ini bisa dilihat dalam postingan saya sebelumnya.

Kekuatan Shadaqah

Shadaqah itu bukanlah “uang sisa” dari penghasilan yang kita dapat, tetapi harus diutamakan dan disengaja di awal setiap kita mendapatkan penghasilan. Sekali lagi, penjual kaca memberi pelajaran yang berharga, ketika dia mendapatkan modal kerja dia menyisihkan 10 % untuk shadaqah dan itu dilakukannya di awal sebelum dia menggunakan modalnya tadi.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui” (QS Al Baqarah (2) : 261)

Memberi!, Bukan Menerima

“Tangan di atas itu lebih baik daripada tangan di bawah”, inilah hadist Rasulullah saw yang mengajarkan tentang kemandirian. Dan pelajarannya bisa kita lihat secara lebih detail dalam kisah sahabat yang sekaligus entrepreneur bahkan konglomerat di masa Rasulullah, “Abdurrahman Bin Auf”.

Kita jangan malu untuk meminta kepada Allah, karena sebelum yang lain Dia-lah satu-satunya penolong yang kita miliki. Dan rahmat Allah itu sangat luas sehingga tidak pantas kalau kita putus asa dari rahmat Allah.

Catatan Penting :Segenap manajemen Dienazty Fashion Center menyampaikan jazakumullah khoiron katsiro kepada seluruh mitra Busana Muslim Anak Annida Islamic Kids Wear, mitra Busana Muslim EmDeeEf dan mitra Busana Muslim Attaqi di seluruh nusantara. Semoga silaturrahim dan kerjasama kita ini mendapatkan ridho Allah SWT dan dilimpahkan barakah dan rizqi yang berlimpah. Amiin

Friday, October 10, 2008

Educational Games for Kids

Give the best supply of education for your kids to support the development of the brain working. You can do it with the help educational games that you can find online in the website at shop.knowledgeadventure.com.

In the website you can see the options of educational software in many types in visual terms and more. The products available there are delivered by various retailers including Walmart, Target, and Meijer.

Train your little kids to think better in logic with the products of online preschool games that you can buy from the website. Try the JumpStart Advance and help your kids sharpen their brains by learning about languages, counting, music, arts and many more. For another option in the same kind, you can try on the software of Frankie’s Field Trip. To get a preview you can see the screen shot images there.

Browse more and find some other toddler games with many features provided. The educational games there are already adjusted with the state’s education standard and you can also adjust the games level based on your kids’ learning pace.

Your kids will be able to learn about math, science, computer use, and so on. Price information is available and you can shop online using the shopping cart.

Tuesday, October 07, 2008

Tangga Sukses

“Prestasi puncak itu hanya dapat diraih jika ada hasrat yang kuat”
(David C. McClelland)

Menurut Paul G. Stoltz dalam bukunya Adversity Quotiont, ada tiga kelompok orang dalam mendaki menuju kesuksesan. Kelompok pertama disebut QUITTERS (mereka yang berhenti), kelompok kedua disebut dengan CAMPERS (mereka yang berkemah) dan kelompok ketiga disebut CLIMBERS (para pendaki).
QUITTERS (Mereka Yang Berhenti)
Ada banyak orang yang memilih untuk berhenti menghindari kewajiban, memilih keluar dari perjuangan menuju puncak gunung sukses. Mereka ini disebut QUITTERS.
Secara lebih jelasnya, mereka selalu menghentikan pendakian, meninggalkan dorongan inti manusiawi untuk mendaki dan demikian juga meninggalkan banyak hal yang ditawarkan oleh kehidupan.
CAMPERS (Mereka Yang Berkemah)
Mereka ini sudah mendaki beberapa jauh lalu berkata : “Saya hanya sampai disini mampu mendaki…”. Karena bosan atau tidak tahan dalam menghadapi kesulitan mendaki puncak sukses, mereka mengakhiri pendakiannya dan mencari tempat nyaman sebagai tempat sembunyi dari situasi yang tidak bersahabat. Mereka memilih untuk menghabiskan sisa-sisa hidup dengan duduk disitu.
Berbeda dengan quitters, campers sekurang-kurangnya telah menanggapi tantangan pendakian, karena mereka telah mencapai tingkat tertentu. Perjalanan mereka mungkin memang mudah, atau mungkin mereka telah mengorbankan banyak hal dan telah bekerja keras untuk sampai dimana mereka kemudian berhenti.
Pendakian yang tidak selesai itu oleh sebagian orang dianggap sebagai “Kesuksesan”. Ini merupakan pandangan keliru yang sudah lazim bagi mereka yang menganggap kesuksesan sebagai tujuan yang harus dicapai, jika dibandingkan dengan proses perjalanannya.
Namun demikian, meskipun campers telah mencapai tempat perkemahan, mereka tidak mungkin mempertahankan keberhasilan itu tanpa melanjutkan pendakiannya. Karena yang dimaksud pendakian adalah perbaikan seumur hidup pada diri seseorang.
CLIMBERS (Para Pendaki)
Yang dimaksud dengan kelompok ini adalah orang yang seumur hidupnya membuktikan dirinya pada pendakian sukses tanpa menghiraukan latar belakang keuntungan atau kerugian, nasib baik atau buruk. Dia terus mendaki tanpa menghiraukan hambatan yang menghalangi pendakiannya. Hanya kelompok orang inilah yang berada di puncak.
Inilah kelompok yang tidak pernah mau menyerah, tidak membiarkan pesimisme mendikte mereka, tidak mau menyerahkan kepada kekuatan penindas dan tidak mau merangkak. Orang-orang ini malah hidup dan bernafas dalam sukses.
Inilah kelompok orang yang paling bahagia karena meraih yang terbanyak. Orang-orang dalam kelompok ini berpenghasilan sangat besar. Orang-orang ini menjadi pedagang tingkat atas, dokter, insinyur atau pemimpin tertinggi di bidang mereka masing-masing.
Tentu kita semua ingin berada dalam kelompok ketiga ini. Yaitu kelompok yang mendapatkan keberhasilan lebih besar tiap tahun, kelompok yang mengerjakan segalanya dan mendapatkan hasil.

Friday, September 26, 2008

Email Protection And Web Security

Run your business more smoothly with more secure website and network system. Find the solution to protect your email and networks online in the website at perimetec.com where you can find reliable service in cooperation with Barracuda Networks who has experienced in working on the security for huge companies like Coca Cola, NASA, and IBM. Go to the website and check out the service of anti spam filtering in affordable price.
In the website you can read the information about the details of the service including the hosted email filtering which will help you fight viruses, phishing, spam, and the other network attacks.
You will be informed about how the system works to protect your business website and email. The service is delivered in 3 options of Silver, Gold, and Platinum, which you can choose based on your business size.
Get started now; have a more secure business network and reach higher performance standard. By using the email protection service from the website you can have better business management and reduce the stress coming from spam attacks.
Read the news available and be more aware of online attacks that have occurred, take immediate step of protection. Contact details information is available if you need further information.

Wednesday, September 24, 2008

Belajar Dermawan Dari Entrepreneur Sejati, Ustman Bin Affan

Ketika kaum muslimin hijrah dari Makkah ke Madinah, mereka menghadapi masalah persediaan air. Di sana memang ada sebuah sumber air, tapi sumber air itu milik seorang Yahudi dan airnya sengaja diperdagangkan. Hijrahnya kaum muslimin ke Madinah amat menggembirakan karena memberinya kesempatan untuk memperoleh uang yang banyak dari hasil penjualan air tersebut.
Rasulullah SAW amat berharap jika salah seorang sahabat mampu membeli sumber air itu untuk meringankan beban kaum Muhajirin yang menderita karena harta mereka ditinggalkan di Makkah. Mengetahui kejadian itu, Ustman ra pergi ke rumah orang Yahudi itu untuk membeli sumber air itu. Selepas tawar-menawar, harganya dipatok 12,000 dirham dan dengan perjanjian satu hari untuk orang Yahudi itu dan keesokan harinya untuk Ustman.

Pada giliran hak Ustman, kaum Muslimin bergegas mengambil air yang cukup untuk keperluan dua hari. Dengan demikian si Yahudi akan rugi, karena tidak ada lagi yang membeli air pada gilirannya. Orang Yahudi itu mengeluh kepada Ustman, dan akhirnya dia menjualsumber air itu kepada Ustman dengan harga 8,000 dirham.

Itulah kedermawanan Ustman ra. Alangkah jauhnya akhlak kaum muslimin dewasa ini dengan akhlak yang dimiliki sahabat Rasulullah SAW dahulu.

l Pemberian Untuk Allah 10 Kali Lipat Balasannya
Pada masa Khalifah Abu Bakar As-Siddiq ra, kaum Muslimin dilanda kemarau dahsyat. Mereka mendatangi Khalifah Abu Bakar dan berkata, "Wahai khalifah Rasulullah, langit tidak menurunkan hujan dan bumi kering tidak menumbuhkan tanaman, dan orang meramalkan datangnya bencana, maka apa harus kita lakukan?

Abu Bakar ra menjawab : "Pergilah dan sabarlah. Aku berharap sebelum tiba malam hari Allah akan meringankan kesulitan kalian"

Pada petang harinya di Syam ada sebuah kafilah dengan 1,000 unta mengangkut gandum, minyak dan kismis. Unta itu lalu berhenti di depan rumah Ustman, lalu mereka menurunkan muatannya. Tidak lama kemudian pedagang datang menemui Ustman, si pedagang kaya, dengan maksud ingin membeli barang itu.

Lalu Ustman berkata kepada mereka : "Dengan segala senang hati. Berapa banyak keuntungan yang akan kalian berikan?
Mereka jawab: "Dua kali lipat"
Ustman menjawab : "Wah sayang, Sudah ada penawaran lebih"

Pedagang itu kemudian menawarkan empat sampai lima kali lipat, tetapi Ustman menolak dengan alasan sudah ada penawar yang akan memberi lebih banyak.

Pedagang menjadi bingung lalu berkata lagi pada Ustman : "Wahai Ustman, di Madinah tidak ada pedagang selain kami, dan tidak ada yang mendahului kami dalam penawaran. Siapa yang berani memberi lebih?" Ustman menjawab : ”Allah SWT memberi kepadaku 10 kali lipat, apakah kalian dapat memberi lebih dari itu?"
Mereka serentak menjawab: "Tidak!"

Ustman berkata lagi : "Aku menjadikan Allah sebagai saksi bahawa seluruh yang dibawa kafilah itu adalah sedekah kerana Allah, untuk fakir miskin daripada kaum muslimin"
Petang hari itu juga Ustman ra membagi-bagikan seluruh makanan yang dibawa unta tadi kepada setiap fakir dan miskin. Mereka semua mendapat bagian yang cukup untuk keperluan keluarganya masing-masing dalam jangka waktu yang lama.

l Orang Yang Disegani Malaikat
Siti Aisyah ra meriwayatkan bahawa pada suatu hari Abu Bakar minta izin bertemu Rasulullah sementara beliau sedang berbaring dan bajunya terangkat sehingga salah satu betisnya nampak.

Selesai berbincang, Abu Bakar pun segera pulang. Kemudian datang Umar dan selepas berbincang beberapa waktu lamanya. Umar pun pulang. Kebetulan Ustman datang dan minta izin bertemu dengannya.

Mendengar Ustman yang datang, Rasulullah tiba-tiba duduk dan merapikan pakaiannya, lalu menutupi betisnya yang terbuka.

Selepas Ustman pulang, Aisyah bertanya : "Ya Rasulullah engkau tidak bersiap bagi kedatangan Abu Bakar dan Umar seperti kepada Uthman"

Rasulullah SAW menjawab : "Uthman seorang pemalu. Kalau dia masuk sedang aku masih berbaring, dia pasti malu untuk masuk dan akan cepat-cepat pulang sebelum menyelesaikan hajatnya. Hai Aisyah, tidakkah aku patut malu kepada seorang yang disegani malaikat?" (Hadis Riwayat Ahmad)
Rasulullah SAW mengangkat malu ke permukaan sebagai teladan dan pelita dalam mendidik umat. Bukankah Rasulullah SAW bersifat pemalu bahkan lebih pemalu daripada seorang gadis pingitan?

Bukankah beliau juga bersada : "Malu tiada menimbulkan kecuali kebaikan?"

Penyair juga menyanyikan sajak malu sebagai berikut :

Seorang tetap dalam kebaikan selama bersifat pemalu
Kayu gaharu tetap berharga selama ada kulitnya
Demi anda dan ayah anda, tidak ada kebaikan dalam kehidupan
Dan tidak pula di dunia bila hilang malunya.

"Manusia yang rugi hidupnya ialah manusia yang dikurniakan akal, tetapi tidak mahu berfikir mengenai kebesaran Allah. Dikurniakan penglihatan, tetapi tidak mahu melihat kebaikan. Dikurniakan pendengaran, tetapi tidak mahu mendengar nasihat dan dikurniakan hati tetapi tidak mahu menghayati kebesaran Allah"

Saturday, September 13, 2008

Cyrcle Of Influence

Pernah dalam salah satu riwayat, Rasulullah pernah menyampaikan tentang tukang pandai besi dan penjual minyak wangi yang muatannya kurang lebih seperti ini : “Kalau kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita akan terkena debunya dan baunya yang kurang sedap dan kalau kita bergaul dengan penjual minyak wangi kitapun akan terkena bau harumnya”.
Dari ilustrasi di atas kita bisa belajar betapa pentingnya “Cyrcle Of Influence” atau dalam istilah lain disebut dengan “Lingkaran Pengaruh” untuk menunjang suksesnya hidup kita. Terkadang kita tidak menyadarinya bahwa hambatan sukses kita itu karena adanya sejarah Cyrcle Of Influence yang pernah kita buat sebelumnya dan akhirnya membelenggu dalam alam bawah sadar kita.
Dengaan “Cyrcle Of Influence” ini kita mendapatkan dua manfaat sekaligus : Pertama, kita bisa menyerap aura poisitif dan potensi kebaikan yang dimiliki oleh orang lain yang berada dalam lingkaran pengaruh kita. Kedua, kita bisa memancarkan aura positif dan potensi kebaikan yang kita miliki kepada orang lain.
Pernah kawan saya bilang, “Kamu jangan mati dulu kalau belum punya empat orang kawan”. Maksudnya, pasti setiap orang itu memiliki kawan dan setidak-tidaknya jumlahnya tidak kurang empat orang, karena kalau tidak apa mungkin jenazah kita nanti jalan ke kuburan sendiri he..he..
Karena setiap kita memiliki Cyrcle Of influence, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini supaya bisa berbuah sukses seperti yang kita harapkan :
1-Positive Thinking
Berfikir positif adalah modal dasar bagi terciptanya lingkaran pengaruh yang baik. Sejauh mana kita bisa memandang persoalan yang kita hadapi dari berbagai sudut pandang sehingga kita bisa menyikapinya secara bijaksana.
Seperti yang pernah dikatakan Johanes Surya dalam bukunya Mestakung : Bahwa kalau kita berfikir positif maka seluruh alam semesta ini akan tertarik kedalam diri kita dan mendukung sepenuhnya apa yang kita inginkan dan begitupun sebaliknya.
2-Networking Plus
Bergaul dengan sebanyak mungkin orang adalah sebuah keniscayaan yang mesti kita jalani jika ingin mencapai sukses. Sebagaimana yang disampaikan Tung Desem Waringin : “Orang yang mencapai kekayaan dan kebahagiaan (orang sukses) itu adalah orang-orang yang berkomitmen terus belajar dari yang terbaik dan mau melakukan yang terbaik serta mampu bersyukur”.
Hal ini diperkuat dengan pesan Rasulullah, bahwa silaturrahim itu membawa dua dampak, dipanjangkan umur kita dan ditambah rizqi kita. Jadi, perbanyaklah silaturrahim karena dengan itu kita akan menemukan kejaiban dalam hidup kita.
3-Master Mind
Cyrcle Of Influence itu juga mestinya beroirientasi pada terbentuknya “master mind” yang akan menularkan spirit sukses bagi anggotanya.
Dalam buku klasik The Law of Success, Napoleon Hill mendefinisikan suatu aliansi mastermind sebagai “dua atau lebih fikiran yang secara aktif bekerja bersama dengan keselarasan menuju ke suatu tujuan bersama yang jelas”.
“Jangan pernah meragukan bahwa sekelompok kecil warga yang mempunyai pemikiran dan berkomitmen dapat mengubah dunia. Sesungguhnya merekalah satu-satunya yang telah mengubah dunia” (Margaret Mead)
Catatan Penting :
Saya ucapkan selamat menjalankan ibadah Ramadhan 1429 H, semoga Allah meridhoi segenap amal ibadah kita dan menjadikan kita semua insane yang bertaqwa. Mari sucikan harta kita dengan menunaikan zakat infaq melalui amil LMI : Arif Prasetyo Aji, keterangan lebih lanjut seputar zakat klik : http://www.relawanziswaf.blogspot.com/

Monday, September 08, 2008

Ramadhan Bulan Muhasabah

Muhasabah
Kita mungkin sering mendengar kata muhasabah di berbagai kesempatan. Kata ini kian sering kita dengar di bulan Ramadhan. Banyak para khatib/penceramah menggunakan kata ini dalam tausyiahnya. Nah, tahukah kita, apakah muhasabah itu sebenarnya ?
Muhasabah berasal dari kata hasibah yang artinya menghisab atau menghitung. Dalam penggunaan katanya, muhasabah diidentikkan dengan menilai diri sendiri atau mudahnya adalah MENGEVALUASI DIRI.
Dalam melakukan muhasabah, seorang muslim menilai dirinya, apakah dirinya lebih banyak berbuat baik (beribadah) ataukah malah lebih banyak berbuat jahat (bermaksiat) dalam kehidupan sehari-hari. Karena kata seorang ulama’, “Iman itu naik dan turun. Naik ketika berada dalam ketaatan dan turun saat berada dalam kemaksiyatan”.
Makanya dia mesti obyektif melakukan penilaian, menggunakan Al Qur’an dan Sunnah sebagai dasar/basis melakukan penilaian, dan bukannya berdasar keinginan diri atau sesuka hati.
Rasulullah SAW sendiri sebenarnya menyuruh kita untuk melakukan muhasabah tiap hari. Saat menjelang tidur, kita mengevaluasi diri kita, apakah kita hari ini sudah melakukan banyak kebajikan atau kejahatan. Seberapa banyak kebaikan yg kita lakukan, dan seberapa banyak kejahatan yg kita lakukan.
Dari situ, kita perhatikan, apakah amal kebajikan kita lebih banyak dari kejahatan. Sehingga kita bisa prediksi, apakah kita akan ditempatkan di surga atau neraka ? (catatan : ini hanya hitung2an versi manusia. wewenang boleh masuk surga atau neraka adalah hak prerogatif Allah SWT)
Ingatlah saudaraku, bahwa Rasulullah SAW membagi manusia dalam tiga golongan :
  1. Golongan beruntung, jika hari ini lebih baik dari hari kemarin. Amal perbuatannya hari ini lebih banyak daripada hari kemarin (serta maksiatnya lebih sedikit dibandingkan dengan hari kemarin).
  2. Golongan merugi, jika hari ini sama dengan hari kemarin. Dengan demikian, amal perbuatannya hari ini sama dengan hari kemarin.
  3. Golongan celaka, jika hari ini lebih buruk daripada hari kemarin. Ini berarti, amal perbuatannya hari ini lebih sedikit dibandingkan hari kemarin.
Jadi, mumpung kita masih berada dalam bulan Ramadhan dimana setiap amal kebaikan dimudahkan maka sebaiknya kita mulai membiasakan diri untuk selalu melakukan muhasabah. Juga tak kalah pentingnya adalah ikhtiar untuk selalu meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita selama di bulan Ramadhan 1429 H ini.
Dan sebagai entrepreneur, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan bisnis kita selama ini. Apakah sudah bisa memberikan manfaat dan semakin mendekatkan dengan yang yang Maha Pemberi Rizqi, Allah SWT.


Thursday, August 21, 2008

Ruang Taqwa Itu Akan Datang : Marhaban Ya Ramadhan 1429 H

Ramadhan sebentar lagi akan menyapa kita bahkan hanya dalam hitungan hari saja. Saat-saat menjelang ramadhan adalah waktu yang sangat tepat untuk mempersiapkan segenap potensi baik dalam aspek spiritual-intelektual-fisik-finansial yang kita miliki. Dalam salah satu riwayat, disampaikan bahwa Rasulullah saw. semakin banyak melakukan aktifitas ibadah di bulan sya’ban ini diantaranya dengan menambah intensitas puasa sunnahnya.
Dalam aspek spiritual sangat jelas riwayat yang mengabarkannya kepada kita yang insyaallah sebagiannya nanti bisa dilihat dibagian bawah dari tulisan ini. Dalam aspek intelektual, kita harus mempersiapkan diri untuk lebih banyak mengkaji Al Qur’an, Al Hadist dan referensi shohih lainnya untuk membingkai amalan kita selama bulan ramadhan agar lebih bernilai ibadah dan tidak sia-sia.
Sedangkan dari aspek fisik, kita harus menjaganya dengan baik jangan sampai saat bulan ramadhan tiba kita malah berada dalam kondisi ”tidak fit’ sehingga ibadah yang pahalanya dilipatgandakan bagi setiap hamba-Nya itu, lewat begitu saja tanpa kita bisa berpartisipasi sama sekali.
Secara finansial, diantara amalan yang utama selama bulan ramadhan adalah zakat-infaq-shadaqah disamping juga umrah yang kalau kita laksanakan di bulan ini pahalanya seperti ibadah haji. Dan ibadah itu semua membutuhkan kecukupan finansial yang maksimal.
Oleh karena itu, marilah ramadhan ini kita sambut dengan penuh kebahagiaan sebagai ”ruang taqwa” yang disediakan secara khusus oleh Allah untuk hamba-Nya yang beriman. Ingat, hanya untuk hamba-Nya yang beriman.
Sebagai referensi untuk persiapan menyambut bulan ramadhan, silahkan menikmati hasil kajian tentang ramadhan yang pernah saya tulis sebelumnya dalam link berikut ini :

Catatan Penting :

Trimakasih kepada seluruh mitra Dienazty Fashion Center di seluruh Indonesia atas kerjasamanya dalam memasarkan Busana Muslim Anak Annida, Busana Muslim EmDeeEf dan Busana Muslim Attaqi. Semoga Allah meridhoi dan menganugerahkan barakah atas rzqi dan keluarga kita. Amiin

Friday, August 01, 2008

Semua Pintu SURGA untuk Siapa ?

Beberapa hari yang lalu, saya di sms oleh seorang rekan (yang belum saya kenal sebetulnya....) yang intinya mengingatkan bahwa saya pernah posting di blog ini terkait dengan surga ”Ada Surga Kenapa Harus Ke neraka ?”.

Saya memang sengaja memberi judul ini sebagai isyarat kita untuk tetap hati-hati dalam menjalani hidup ini. Jangan sampai kita dengan sengaja menjemput neraka.


Kali ini, saya ketengahkan kisah dari para sahabat dalam menyikapi kehidupan dengan gaya khasnya, menjemput surga. Dan penting untuk selalu kita lakukan adalah melakukan evaluasi terhadap ”kinerja” kita dalam berhubungan dengan Allah SWT. Seperti yang dikatakan Umar Bin Khattab : ”Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab (dihari akhir nanti)”.


Dikisahkan, pada suatu hari sesudah shalat zhuhur bersama para sahabatnya r.a, Rasulullah saw bertanya kepada mereka, “Siapa di antara kalian yang berpuasa pada hari ini ?” Abu Bakar Assiddiq menjawab, “Saya, ya Rasulullah.”


Lalu beliau saw bertanya lagi, “Siapa di antara kalian yang bersedekah kepada orang miskin pada hari ini ?”. “Saya, ya Rasulullah,” Abu Bakar r.a menjawab lagi.

“Siapa di antara kalian yang mengantarkan jenazah pada hari ini ?”
. Masih jawaban Abu Bakar, “Saya, ya Rasulullah !”

Untuk yang kesekian kalinya Rasulullah masih bertanya, “Siapa di antara kalian yang mendamaikan dua orang (yang berselisih) pada hari ini ?”. Abu Bakar menjawab lagi, “Saya, ya Rasulullah”

Maka Rasulullah saw bersabda : “Tdak seorang mukmin pun yang melakukan perangai yang baik seperti itu, melainkan ia kelak akan dipanggil dari semua pintu surga, “Ya Fulan, mari masuk…”


Abu Bakar ra bertanya, “Bagaimana kalau semuanya dikerjakan, ya Rasulullah ?”. Rasulullah saw menjawab, “Kalau semua pintu surga memanggil umatku, tentu engkaulah orang pertama yang akan memasukinya, ya Abu Bakar…!”

Catatan Penting :
Satu bulan lagi kita akan memasuki bulan ramadhan 1429 H, semoga kita dijumpakan dengannya dan dianugerahi sinar hidayah yang terus menyelimuti kita. Amiin.

Tuesday, July 22, 2008

Makna Syukur Itu…….!

Tadi malam adalah pengalaman yang dahsyat yang pernah saya alami selama ini. Pertama, kesempatan bertemu dengan korban lumpur lapindo yang mengalami musibah. Kedua, bertemu dengan sosok yang bersahaja sebut saja K.H. Adib yang sudah kelihatan berumur dengan guratan di wajahnya tapi tetap bersahaja di tengah musibah yang melilitnya. Ketiga, acara dilangsungkan secara sederhana di jalan tol yang sekarang sudah ditutup sejak lumpur lapindo meluluhlantahkannya.
K.H. Adib didapuk memimpin do’a sebanyak dua kali, dan disetiap do’anya senantiasa disisipkan tausiah yang sangat menggugah jiwa.
Beliau memaknai syukur dengan mengatakan bahwa syukur itu wajib kita lakukan dalam setiap nafas kehidupan kita. Disamping bermakna untuk mensyukuri atas nikmat/rizqi yang telah dikaruniakan Allah SWT kepada kita semua. Syukur kita panjatkan juga bermakna untuk minta tambah nikmat/rizqi kepada Allah SWT.
“Sesungguhnya jikia kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat” (QS. Ibrahim : 7)
Jadi, kalau kita menginginkan nikmat/rizqi yang terus bertamabah maka kita harus bersyukur setiap saat. Dan itu hendaknya kita refleksikan dalam keseharian kita, diantaranya seperti bunyi syair yang dinyanyikan oleh Raihan : “dimulakan dengan bismillah, diakhiri dengan alhamdulillah”.
Dan setiap do’a yang kita panjatkan hendaknya diawali dengan bacaan Surat Al Fatihah, karena didalamnya ada salah satu kalimat yang secara khusus minta pertolongan kepada Allah SWT.
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan” (QS. Al Fatihah : 5)
Semoga kita senantiasa dijadikan sebagai hamba yang selalu bersyukur kepada-Nya. Amiin.
Catatan penting :
Alhamdulillah ahad kemarin bertemu dengan sang guru spiritual & entrepreneurship, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) di
Surabaya dalam rangka seminar dengan tema “Manajemen Berbasis Spiritual”. Tunggu ulasannya yah…..

Friday, July 11, 2008

Tukang Tahu : Ber-FIKIR & ber-JIWA BESAR

“Orang bijaksana akan menjadi Majikan dari pikirannya. Orang bodoh akan menjadi Budaknya” (David J. Schwartz)
Beberapa hari yang lalu seperti biasanya saya membeli tahu sumedang langganan. Berbeda dengan sebelumnya, saya menemukan sang Bapak yang kebetulan berada disamping istrinya yang sedang melayani saya, sedang asyik membaca buku dengan sampul warna pink. Setelah saya amati, ternyata yang dibaca adalah buku karangan David J. Schwartz, Berfikir dan Berjiwa Besar (The Magic Of Thinking Big).
Saya sempat bergumam, seandainya seluruh komponen bangsa ini termasuk para entrepreneur mau “belajar” insyaallah kita akan menjadi bangsa besar dan berpotensi memimpin dunia. Kita menjadi malu untuk melakukan korupsi juga malu menggadaikan asset bangsa yang berlimpah ini untuk kepentingan pribadi.
Sang Bapak dan istrinya telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Di tengah kesibukan menjalani rutinitas menjadi entrepreneur (menjual tahu sumedang dan minuman ringan), Sang Bapak terus belajar untuk berfikir dan berjiwa besar dalam menjalani fase kehidupannya.
Buku ini adalah bacaan lama saya dan merupakan salah satu buku yang berpengaruh bagi diri saya Karena itu, saya akan coba menyampaikan beberapa bagian dari buku yang dahsyat ini. Semoga kita mampu mengambil hikmah disetiap kesempatan yang kita lalui.
Percaya berhasil, maka Anda pun benar-benar berhasil
Otak Kita adalah “Pabrik Fikiran”. Pabrik yang juga sibuk menghasilkan fikiran yang tak terhitung setiap jamnya. Produksi didalam pabrik fikiran kita berada dibawah pengawasan dua mandor, salah satunya kita sebut saja Tuan Kemenangan, dan yang satu lagi Tuan Kekalahan.
Tuan kemenangan bertanggung jawab untuk menghasilkan fikiran yang positif. Ia berspesialisasi menghasilkan alasan mengapa Kita dapat, mengapa Kita cakap dan mengapa Kita akan berhasil. Mandor yang satunya lagi, Tua Kekalahan, menghasilkan fikiran negatif yang menurunkan nilai diri. Ia adalah ahli dalam mengembangkan alasan mengapa Kita tidak dapat, mengapa Kita lemah dan mengapa Kita tidak memadai. Spesialisasinya adalah rangkaian fikiran ”mengapa-Kita-akan-gagal”.
Baik Tuan Kemenangan maupun Tuan Kekalahan sangat patuh kepada Kita. Mereka cepat menjalankan perintah. Yang perlu Kita lakukan untuk memberi isyarat kepada kedua mandor hanyalah kesiapan mental sedikit saja. Jika isyaratnya positif, Tuan Kemenangan akan melangkah maju dan segera bekerja. Begitu pula, isyarat negatif membuat Tuan Kekalahan melangkah maju.
Berfikir dan bermimpi secara kreatif
Berfikir kreatif berarti menemukan cara-cara baru yang lebih baik untuk mengerjakan apa saja. Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan dan menguatkan kemampuan kita dalam berfikir kreatif, yaitu :
  1. Percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan. Jika Kita percaya sesuatu dapat dilakukan, fikiran Kita akan mencarai cara untuk melakukannya.
  2. Jangan biarkan tradisi melumpuhkan fikiran Kita. Bersikaplah menerima gagasan baru, lakukan eksperimen, coba pendekatan baru dan bersikaplah progresif dalam semua yang Kita kerjakan.
  3. Bertanyalah kepada diri sendiri setiap hari, ”Bagaimana Saya dapat bekerja dengan lebih baik ?”
  4. ”Bagaimana Saya dapat bekerja dengan lebih banyak ?”.Kapasitas adalah keadaan fikiran.
  5. Praktekkan bertanya dan mendengarkan. Jika ini Kita lakukan maka Kita akan mendapatkan bahan mentah untuk mencapai keputusan yang tepat. Ingat : ”Orang besar memonopoli kegiatan mendengarkan, Orang kecil memonopoli berbicara”.
  6. Bentangkan fikiran Kita. Dapatkan stimulasi melalui bergaul dengan orang yang dapat membantu Kita memikirkan gagasan baru. Berbaurlah dengan orang dari minat pekerjaan dan sosial yang berbeda.
Anda adalah apa yang anda fikirkan mengenai diri anda
”Cara Anda berfikir menentukan bagaimana Anda bertindak. Cara Anda bertindak pada gilirannya menentukan bagaimana orang lain bereaksi terhadap Anda”
Ada sebuah kisah yang sering disampaikan mengenai sikap tiga orang tukang batu terhadap pekerjaan. Ketika ditanya, “Apa yang sedang Anda kerjakan ?”. Tukang batu pertama menjawab, “Menyusun bata”. Yang kedua menjawab, “Menghasilkan enam ratus rupiah perjam”. Dan yang ketiga berkata, “Saya ? Saya sedang membangun katedral terbesar di dunia”.
Akhir dari cerita ini, hampir bisa dipastikan tukang batu pertama akan tetap menjadi tukang batu. Tetapi tukang batu ketiga, dia bisa saja menjadi mandor, kontraktor besar, arsitek ternama dll. Ia terus bergerak ke atas, karena berfikir memang membuatnya begitu. Ia mendengarkan saluran fikiran yang menunjukkan cara untuk mengembangkan diri di dalam pekerjaannya.
Mengubah kekalahan menjadi kemenangan
Kita dapat mengubah kemunduran menjadi kemenangan. Cari pelajarannya, terapkan, kemudian ingat kembali kekalahan itu dan tersenyumlah. Kekalahan hanyalah keadaan fikiran, tidak lebih.
Yang penting adalah, katakan pada diri Kita, “Pasti ada jalan”. Semua fikiran bersifat magnetis. Kalau kita berfikir positif, maka fikiran positif akan dengan gencar menyerbu masuk kedalam benak Kita untuk membantu memecahkan masalah yang kita hadapi.
Ada sisi baik dalam setiap situasi, dan ketika kita menemukan sisi baik tersebut, Kita otomatis menolak kekalahan dan rasa frustasi.

Tuesday, July 08, 2008

Kekuatan Impian : Kung Fu Panda

"Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the present." (Master Ooguay)
Sinopsis
Po (Jack Black) adalah Panda penjual mie yang selalu bermimpi menjadi jago kung fu. Sayang ia takut mewujudkan mimpinya karena tak mau mengecewakan ayahnya. Sang ayah sangat berharap Po mewarisi usaha mie keluarga.
Bermimpi hal yang sama setiap hari, keinginan Po untuk jadi jago kung fu tak terbendung ketika sebuah perguruan kung fu ternama mencari pendekar naga. Ia pun pergi ke tempat audisi, hingga sebuah kebetulan membawanya menjadi murid perguruan tersebut dan dianggap sebagai si pendekar naga.
Kenapa Harus Nonton Film Ini
Setelah tertawa lebar-lebar dan sepenuh hati, ternyata badan terasa segar, seperti ada aliran hangat di sekujur badan. Konon, tertawa selama 5 sampai 10 menit dapat merangsang kelenjar endorfin (penghilang rasa sakit dalam tubuh).
Endorfin, serotonin dan melatonin dapat menimbulkan perasaan senang dan tenang. Tertawa, bukan hanya karena adegan film ini yang memang lucu tapi juga mendengar tertawa renyah dari anak2 kecil di sekeliling membuat hati riang gembira.
Di negara maju, katanya, ada semacam klinik tertawa untuk orang-orang yang mempunyai tendensi depresi dan stress.Pada hakekatnya, merengut memang lebih mudah ketimbang tertawa. Menurut The Power of Laugh, tertawa memerlukan kerja 8 syaraf sedangkan merengut hanya 3 syaraf (!).
Tentu saja membuat orang tertawa pastilah lebih susah ketimbang membuat orang merengut. Saya cukup bilang 'gila lu' untuk membuat orang merengut atau bahkan marah dan melempar asbak.
Film ini dijamin dengan sukses akan membuat Kita tertawa terbahak-bahak,lihatlah adegan di awal film ketika si Po bangun tidur dan tidak bisa menegakkan badannya karena terlalu berat!
Atau adegan di akhir film, ketika samar-samar Si Po muncul dari balik debu bekas pertarungannya dengan Tai Lung (Ian McShane), Anda pasti mengira dia memakai jubah dan topi lebar khas pendekar kungfu jagoan, tapi ternyata….
Dialog Penuh Hikmah
Po : "There is no charge for awesomeness - or attractiveness"
Ooguay : "Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the present."
Ooguay : "One often meets his destiny on the road he takes to avoid it "
Ooguay: "There are no accident."
Shifu (Dustin Hoffman) : That flabby Panda is not a warrior
Oogway (Randall Duk Kim) : You just need to believe
Hikmahnya ?
Seringkali dalam mengejar impian kita mengalami banyak cemoohan dan rintangan, tapi seperti lirik lagunya Whitney Houston dan Mariah Carey :
"It can be miracle when You believe…"
Po, kamu memang luar biasa
Dalam menjalani kehidupan apalagi dalam dunia bisnis/entrepreneur, tidak ada kata menyerah, semuanya harus kita jalani dengan ikhlash.

Catatan Penting :
Alhamdulillah akhirnya aku bisa menontonnya, hitung-hitung sebagai refreshing rutinitas kerja yang kadang tiada habisnya. Diambil dari catatannya Mas Rullan dan tentunya hasil liputan he…he…
Sudah lebih satu tahun, saya menjalani bisnis distribusi busana muslim. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dan semoga Allah meridho segenap langkah saya. Amiin... (busana muslim anak Annida Islamic Kids Wear, busana muslim EmDeeEf, coming soon : Dienazty Fashion Center)

Thursday, June 19, 2008

Bagaimana Mempertahankan CINTA ?

Agar cinta ini menjadi kuat dan bertahan lama, maka harus dilakukan beberapa langkah berikut ini :
Menyatakan Cinta
Hal ini tidak hanya bisa melanggengkan keakraban, memperkokoh kasih sayang, mempertebal rasa cinta, menyatukan kata, dan mempererat hubungan sesama muslim. Tapi juga bisa melenyapkan keretakan dan kedengkian. Dan ini merupakan bagian dari wujud keindahan syari’at.
Dari Abu Dzar ra, ia mendengar bahwa Rasulullah saw. Bersabda :
“Jika seorang dari kalian mencintai saudaranya, hendaklah ia datang ke rumahnya dan kabarkanlah padanya bahwa ia mencintainya karena Allah.”
Dengan mengutip ucapan Al-Baghdadi, Al-Manawi berujar :
“Mengungkapkan cinta ini dianjurkan bila cinta tersebut karena Allah, cinta yang bersemi bukan karena ambisi kepada dunia dan hawa nafsu, melainkan untuk mendapatkan kasih sayangnya. Karena menampakkan cinta demi dunia dan pemberian, maka sama artinya dengan mencari muka. Ini adalah suatu cacat dan kekurangan. Wallahu A’lam.”
Dari Anas ra, ia bertutur :
“Kami duduk bersama Rasulullah, dan tiba-tiba seseorang datang melintas. Lalu salah seorang di antara kami berkata : ‘Wahai Rasulullah, Saya sungguh mencintai orang ini.’ Rasulullah bertanya: ‘Apakah ia sudah diberitahukan?’ Ia menjawab: ‘Belum.’ Sambung Rasulullah saw.: ‘Berdirilah, dan kabarkanlah ia.’ Orang itu lalu berdiri, seraya berkata: ‘Wahai fulan, demi Allah, saya mencintaimu karena Allah.’ Ia membalas: Saya juga cinta pada Anda, yang telah mencintai saya karena Allah.”
Dari Miqdam bin Ma’dikariba ra. Disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda :
“Jika seseorang dari kalian mencintai saudaranya, hendaklah ia memberitahukannya bahwa ia mencintainya.”
Saling Memberi Hadiah
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda : “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.”
Kita dianjurkan saling memberi hadiah, karena hadiah adalah bagian akhlak Islam yang diajarkan para Nabi dan dianjurkan oleh para wali-Nya. Hadiah juga bisa meluluhkan hati dan menghapus debu-debu yang menempel dalam dada.
Saling Berkunjung
Dengan menukil ucapan Al-Ghazali, Al-Manawi berkata :
“Mengunjungi saudara karena Allah adalah bagian dari inti ibadah kepada Allah. Di dalamnya ada kemuliaan dari Allah, beragam faedah, dan kebaikan hati.”
Dari Abu Hurairah ra, ia bertutur : “Rasulullah berkata kepadaku :“Wahai Abu Hurairah, sewaktu-waktu berkunjunglah, niscaya bertambahlah rasa cinta.”
Sebagian ulama berujar : “Terlalu sering berkunjung membuat bosan, terlalu jarang membuat rusak.”
Seorang pujangga mengubah sebuah syair :
berkunjunglah kamu sewaktu-waktu
jika terlalu sering, membuka jalan perpisahan
karena kulihat hujan tiap hari pun membuat jemu
sedang jika tidak turun-turun, tangan pun menengadah meminta
Penyair lain mengungkapkan :
jarangkan mengunjungi teman sejati, maka akan terasa seperti pakaian baru
karena hal paling membosankan bagi seseorang
jika ia selalu melihatmu di sisinya
Memberi Harta
Dari Mu’adz. Ra.; ia berkata: Kudengar Rasulullah saw. bersabda:
“Mesti kecintaan-Ku kepada orang-orang yang saling bercinta karena Aku, orang-orang yang duduk-duduk karena Aku, orang-orang yang saling berkunjung karena Aku, dan orang-orang yang saling berderma karena Aku.”
Pemberian harta memeliki tiga tingkatan : paling rendah adalah saling memberi harta, menengah adalah menyantuni, dan yang tertinggi adalah mendahulukan saudara ketimbang diri sendiri.
Yang terakhir ini adalah martabat para shiddiqun (mukmin sejati) dan sekaligus merupakan derajat yang paling tinggi bagi orang yang saling bercinta. Tingkatan ini disebut itsar, seperti firman Allah :
“Dan mereka (kaum Anshar) mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung” (al-Hasyr [59]: 9)
Meninggalkan Dosa
Dari Anas ra. Disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda :
“Dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena Islam tidak akan terpisahkan antara keduanya kecuali oleh dosa yang dilakukan salah seorang dari keduanya.”
Jika Anda mendapat perlakuan tidak ramah dari saudara Anda, maka segeralah bertobat kepada Allah, karena sesungguhnya Anda telah melakukan suatu dosa. Namun jika Anda jumpai rasa cinta mereka bertambah maka bersyukurlah, karena penyebabnya adalah ketaatan yang Anda perbuat.

Tuesday, June 10, 2008

Majulah bersama ilmu !!

Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Belajarlah (carilah ilmu) sebelum kamu menjadi pemimpin.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dengan sanad shahih).
Bila anda ingin maju, majulah bersama ilmu. Karena ilmu itu banyak sekali keutamannya. Sebagai seorang entrepreneur, ilmu adalah suatu yang mutlak untuk dimiliki baik menyangkut ilmu akademik lebih-lebih ilmu ”pengalaman” yang sangat berpengaruh terhadap kesuksesan yang diraih. Demikian juga orang yang berilmu, diantara manfaatnya adalah :
1-Memiliki derajat yang tinggi di atas orang-orang yang beriman. (Al Mujadilah: 11). Allah meninggalkan orang-orang yang beriman dan berilmu lebih mulia daripada orang-orang yang beriman tanpa ilmu. Apalagi terhadap orang-orang yang tak beriman dan tidak berilmu.
Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Orang-orang yang berilmu mempunyai derajat sebanyak tujuh ratus kali derajat di atas orang-orang mukmin. Jarak diantara dua derajat itu terbentang perjalanan selama lima ratus tahun.”
2-Allah membedakan kedudukan orang-orang yang memiliki ilmu dengan orang yang bodoh. (Az Zumar: 9). Rasulullah saw bersabda, “Kelebihan orang-orang yang berilmu atas ahli ibadah (tanpa dasar ilmu), seperti dengan kelebihanku atas orang yang paling hina di antara kalian.”
4-Semakin tinggi ilmu seseorang maka akan meningkatkan rasa takutnya (khasyah) kepada Allah dan dapat merasakan kebesaran Allah. (Fathir: 28).
5-Orang-orang yang berilmu merasa bodoh sehingga terdorong untuk terus belajar serta tawadhu’ terhadap kebenaran. (Al Hajj: 54). Ia juga mudah untuk mendapat nasehat, kritik, saran serta berlapang dada terhadap perbedaan pendapat.
6-Ilmu adalah syarat untuk menyempurnakan iman, memperkuat keyakinan, memperkaya wawasan dan komitmen keimanan. (Muhammad: 19).
7-Mendapat kemudahan jalan untuk masuk syurga. Semakin banyak ilmu yang dimiliki membuka peluang amal shalih. Rasul saw bersabda, “Barangsiapa meniti jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan jalan baginya ke surga.” (HR Muslim).
8-Orang yang meninggal saat mencari ilmu akan digolongkan orang yang mati syahid di jalan Allah. “Barangsiapa didatangi kematian pada saat dia sedang mencari ilmu, yang dengan ilmu itu ia hendak menghidupkan Islam, maka ia bersama para nabi satu derajat di surga.” (HR Thabrany, Ad-Darimiy, hadits hasan mursal).
9-Mengajarkan ilmu mendapatkan pahala yang sangat besar. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menunjuki orang lain pada kebaikan baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya.” (HR Bukhari Muslim)
“Apabila engkau tunjukkan seseorang kepada baginya Allah, maka itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (dalam riwayat lain, lebih baik daripada onta merah)” (HR Muslim).
10-Mendapat perlindungan dan penjagaan dari malaikat. Rasul saw bersabda, “Sesungguhnya para malaikat benar-benar menghamparkan sayapnya kepada orang-orang yang mencari ilmu, karena ridha terhadap apa yang dicarinya.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).
11-Mendapat ketentraman, curahan rahmat dan penjagaan malaikat, serta dibanggakan oleh Allah di hadapan para malaikat-Nya. Rasul saw bersabda, “Dan tidaklah suatu kaum berkumpul di dalam rumah Allah, dengan membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan turun kepada mereka sakinah, dan mereka diliputi rahmat, serta dikelilingi malaikat. Dan Allah membanggakan mereka di hadapan para malaikat.” (HR Muslim).
Catatan Penting :
Alhamdulillah akhirnya saya bisa mengirimkan busana muslim ke Malaysia setelah beberapa kali transaksi gagal karena ”kekurangan akan ilmu” terkait dengan expedisi dan transfer dana. Trimakasih kepada EMS dan Western Union atas jasanya kepada Dienazty Fashion Center

Monday, June 02, 2008

Business Gathering, Ajang Silaturrahim TDA Jawa Timur

Rekan TDA Jatim Siap Sukses....!

Saya-Istri, Pak Wuryanano & Bu Kristin

Alhamdulillah, setelah sekian lama akhirnya saya bisa hadir ditengah-tengah rekan TDA (Tangan Di Atas) secara langsung, khususnya yanga ada di Jatim. Acara ini betul-betul spektakuler dan yang pasti “beda” banget, karena :

Acara ini diselenggarakan di Mall (Royal Plaza) yang notabene adalah pusat bisnis. Jadinya kita juga bisa ”terangsang” untuk segera mengambil kesempatan bisnis berikutnya. Mungkin ambil salah satu stand di Royal Plaza...he..he...
Harganya ”Murah” banget jika dibandingkan dengan hasil yang di dapat. Ini semua berkat Pak Wuryanano & Tim Spenzer-nya dengan Bu Kristin yang benar-benar Luar Biasa Prima menyelenggarakan acara sedahsyat ini.
Pematerinya untuk saat ini ”Pas Banget” : Dibuka oleh Pak Wuryanano dengan gayanya yang kalem tapi penuh spirit ”Bisnis Sebagai Gaya Hidup” disambung dengan Mas Andi & Mbak Layla yang kompak banget dengan materi yang ringan tapi ”menyengat” bagi yang ingin berbisnis bersama pasangan he..he...
Berikutnya adalah Pak Yusuf Wibisono (Humas Petrokimia, Penulis Buku CSR) dengan gaya yang sedikit ”kocak” menyampaikan materi yang sangat penting bagi kalangan entrepreneur, ”Business Social Responsibility”.
Kemudian dilanjutkan dengan Pak Sucipto Ajisaka dengan gaya yang meledak-ledak bercerita tentang ”LUCK” dan ditutup dengan Mas Isharsono (Perwakilan Majalah Wirausaha & Keuangan Jatim) dengan gaya yang sangat ”khas” bercerita panjang lebar pengalaman yang pernah dilakoninya selama ini.
Kami semua bisa saling silaturrahim, seolah sudah bertemu sekian lama. Bagi yang sering cuap-cuap dan tampil di milis, inilah saatnya menampakkan ”wajahnya”...akhirnya baru sadar setelah ketemu....” Oh, ini yang namanya Pak..........”. Silaturrahim yang tulus akan menuai barakah dan seperti yang dijanjikan Nabi : bertambah umurnya dan bertambah pula rizqinya.
Tak lupa, ucapan trimakasih kepada seluruh pemateri dan peserta juga penyelenggara (The Wuryanano Foundation) yang menyediakan segala potensinya untuk hadir dan menyukseskan acara ini. Yang jelas, jangan kapok ya he..he..
Hari sabtu di penghujung bulan Mei, tepatnya tanggal 31 Mei 2008 menjadi saksi menyatunya entrepreneur jatim dalam semangat yang sama dan semoga sukses semua nantinya. Amiin. Hal ini seolah menegaskan entrepreneur Jatim siap menyongsong Kebangkitan : ”Indonesia Bisa”.......Insyaallah kita bisa menjadi bangsa yang MANDIRI, melalui karya para entrepreneur negeri ini.

Friday, May 30, 2008

Belajar dari Tikus dan Kurcaci

Dahulu kala hiduplah dua sahabat yaitu dua kurcaci dan dua tikus. Setiap hari merekaberkeliaran dalam labirin mencari keju yang lezat. Para tikus menggunakan metode “trial and error”, masuk ke satu lorong dan segera berpindah ke tempat lain sampai mereka menemukan keju. Berbeda dengan kedua kurcaci yang menggunakan kemampuan berpikir mereka untuk menemukan keju yang dimaksud.
Suatu hari terjadi hal yang mengejutkan. Kejunya ternyata sudah habis. Kedua tikus sadar bahwa situasi sudah berubah. Karena itu tanpa membuang waktu, mereka memutuskan untuk “berubah juga”. Segera mereka mengangkat hidung, mengendus dan berlari ke “labirin yang lain” untuk menemukan “keju yang baru”.
Tidak demikian halnya dengan kedua kurcaci mereka tak siap menghadapi kenyatan ini. Alih-alih mengambil tindakan, mereka beteriak-teriak, berkacak pinggang dan mengomel berkepanjangan. “Ini tidak adil. Siapa yang memindahkan keju kita?” Temannya menjawab, “Ini kecerobohanmu, kalau saja kamu memperhatikan bahwa persediaan keju kita semakin menipis, hal ini tak mungkin terjadi!”
Mereka pun menganalisa. “Pasti ada orang jahat yang hendak mempermainkan kita. Kita harus mencari tahu.” Berhari-hari mereka mendiskusikan masalah ini, tapi kejunya tak kunjung tiba, kini mereka benar-benar merasa lemas dan tak bertenaga.
Cerita menarik dari Spencer dan Johnson tersebut, kata Arvan Pradiansyah, tepat menggambarkan kondisi bangsa kita. Kelakuan kita mirip kurcaci yang selalu dan saling menyalahkan.
Dalam menghadapi masalah, manusia dapat dikategorikan dalam tipe reaktif dan proaktif. Orang rekatif memang pandai mencari-cari alasan. Bagi mereka pertanyaan yang paling penting adalah “Mengapa” yaitu “Mengapa hal ini terjadi”, “Seandainya saja…”
Sementara bagi orang proaktif, pertanyaan terpenting adalah “Apa” yaitu “Apa yang dapat saya lakukan?” Orang proaktif itu sadar bahwa segalanya sudah terjadi. Nasi sudah menjadi bubur.
Karena itu membahas dan menyesalinya tidaklah menyelesaikan masalah. Menanyakan “mengapa” malah akan memberikan efek bumerang yaitu memperkecil kemampuan kita menyelesaikan masalah. Ini karena pikiran kita akan terjejali penyesalan yang tak berujung yang akan merayap energi kita sendiri.
Efektifkan waktu dan enegi untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Simaklah nasihat Aa Gym dalam “Lima Kiat Menghadapi Persoalan Hidup.”
Misalnya, kata Aa’ Gym kita memasak nasi, tetapi gagal dan malah menjadi bubur. Andaikata kita muntahkan kemarahan, tetap saja nasi telah menjadi bubur, dan tidak marah pun tetap bubur.
Maka, daripada marah menzalimi orang lain dan memikirkan sesuatu yang membuat hati mendidih, lebih baik pikiran dan tubuh kita disibukkan pada hal yang lain, seperti mencari bawang goreng, ayam, cakweh, seledri, keripik, dan kecap supaya bubur tersebut bisa dibuat bubur ayam spesial. Dengan demikian, selain perasaan kita tidak jadi sengsara, nasi yang gagal pun tetap bisa dinikmati dengan lezat.
Ubah paradigma hidup Kita dan menyalahkan keadaan “mengapa hal ini terjadi?” Berpikirlah untuk berbuat “apa yang bisa kita lakukan sekarang”. Allah berfirman,
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga kaum itu merubah yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS Ar Ra’du: 11)
“Dan katakanlah “bekerjalah maka Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaanmu.” (QS At Taubah: 105)
Jadilah orang yang proaktif. Yaitu orang terus berpikir untuk berbuat. “Apa yang bisa saya lakukan?”

Monday, May 19, 2008

Kunci PemBUKA Pintu RIZQI (bagian-2)

”Sesuatu jadi sulit, kalau kita menganggapnya sulit. Sesuatu akan mudah, kalau kita percaya itu mudah. Ini adalah persoalan kepercayaan diri dan keyakinan penuh dalam berdo’a. Kitalah yang lebih sering menciptakan kesulitan di dalam fikiran dan bayang-bayang kita, termasuk dalam hal mencari rizqi”
MENEGAKKAN SHALAT & SABAR
Hal mendasar yang menjadi bagian dari ”kunci-kunci rizqi” adalah ”shalat dan sabar”. Baik dengan menegakkan shalat fardhu lima waktu maupun shalat-shalat yang disunahkan lainnya, seprti shalat tahajud, shalat dhuha, shalat hajat, shalat istikharah, dll.
Sedangkan yang dimaksud dengan sabar adalah kesabaran menerima apa adanya dari hasil ikhtiar maksimal kita yang terus menerus dilakukan tanpa mengenal menyerah / putus asa. Jika suatu saat ikhtiar kita gagal, maka bersabarlah dan bersyukurlah dalam menghadapi kenyataan ini. Setelah itu, belajar kembali dari kenyataan itu tanpa menghentikan ikhtiar, yang tentunya juga memerlukan introspeksi, reorientasi dan langkah-langkah baru.
”Minta tolonglah kalian (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya hal yang demikian itu adalah berat kecuali bagi orang yang khusyu’” (QS. Al Baqarah / 2 : 45)
”Hai orang-orang yang beriman, minta tolonglah kalian (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabara” (QS. Al Baqarah / 2 : 153)
SHALAT SUNNAH DHUHA
Shalat sunnah dhuha merupakan shalat sunnah muakad (sangat dianjurkan). Dikerjakan pada pagi hari, ketika matahari sedang naik, yaitu sekitar jam 07.00 sampai dengan 11.00 siang.
”Kekasihku saw. Mewasiatkan kepadaku tiga hal, yaitu : berpuasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan dua raka’at shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur” (HR. Bukhari dan Abu Hurairah)
Keterangn lebih lanjut tentang shalat dhuha, baca postingan saya sebelumnya : Awali Hari Dengan Sholat Dhuha
SHADAQAH / INFAQ
Sebagai seorang muslim, kita dituntut untuk selalu peduli kepada orang lain. Perintah shadaqah merupakan berkah dan rahmat bagi manusia. Karena bagi manusia, shadaqah merupakan sarana yang sangat hebat untuk menaklukkan sifat egoisme dan sifat kikir yang bersarang dalam dirinya.
Bukan hanya itu, ternyata shadaqah merupakan salah satu sebab diturunkannya rizqi dari Allah SWT. Begitulah kiranya hukum yang berlaku dibalik shadaqah. Jadi, jika ingin selamat dan kaya, maka otomatis kita harus yakin dan tidak boleh ragu terhadap ”ketentuan dan logika langit” ini.
Dan pada saat yang sama, kita langsung mempraktekkannya. Yaitu, kita senantiasa ber-shadaqah kapanpun dan dimanapun sesuai dengan kemampuannya.
”Hendaklah kalian mempercepat datangnya rizqi dengan shadaqah” (HR. Abu Dawud)
”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagia siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Baqarah / 2 : 261)
TAQWA
Bertaqwa bisa diartikan sebagi kepekaan bathin yang sangat tinggi dari seseorang terhadap sesuatu yang baik maupun yang buruk, sehingga dia mampu memilih tindakan terbaik untuk dirinya. Dia bisa membedakan dan merasakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang isi dan yang kosong, mana yang menguntungkan dan yang merugikan.
Dia juga tahu akibat-akibat yang timbul dari pilihan-pilihan yang diambilnya, sehingga dia sangat waspada dalam bersikap dan merespon segala apa yang dihadapinya. Dengan sikap seperti ini, dia akan terhindar dari perbuatan maksiat, buruk dan merusak yang bisa menyebabkan dirinya celaka dan binasa.
Dengan begitu, orang yang bertaqwa itu sangat cerdas dalam menentukan pilihan-pilihan yang dihadapinya, sehingga dia akan selamat. Karena hanya orang bodohlah yang memilih kerugian, kecelakaan dan kebinasaan.
Kalau begitu, bisa dibayangkan bahwa orang yang bertaqwa pasti selalu mendapat rahmat, perlindungan dan pertolongan Allah SWT. Karena dia senantiasa melakukan amal shalih atau perbuatan terbaik demi kemaslahatan dirinya maupun makhluk-Nya yang lain.
”......Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberinya jalan keluar. Dan akan memberinya rizqi dari arah yang tidak dia sangka-sangka sebelumnya.....” (QS. Ath Thalaq / 65 : 2-3)
Catatan Penting :
Mari kita semarakkan KOPDAR TDA Jatim, Sabtu-Ahad, 31 Mei s.d. 1 Juni 2008 di Royal Plaza. Bersama mari kita sebarkan spirit entrepreneur di Jawa Timur.
Nantikan website terbaru kami : http://dienaztyfashion.com/

Monday, May 12, 2008

Life Is Beautiful

Pertama kali saya mendengar judul buku ini beberapa tahun lalu dari Pak Amin, Ak. MM. (yah begitu kami biasanya memanggil, seorang auditor BPKP yang baru saja pindah tugas ke Kendari) saat beliau memimpin rapat pada suatu kegiatan yang saya ikuti. ”Life Is Beautiful : sebuah jendela untuk melihat dunia” adalah judul buku yang ditulis Bang Arvan Pradiansyah, yang tulisan renyahnya bisa kita ikuti salah satunya di majalah SWA.
Kali ini saya akan mengulasnya kembali sebagiannya saja sebagai sebuah pembelajaran bagi kita semua di tengah kerumitan hidup yang dialami sebagian besar bagian stake holder dari negeri ini. Hidup ini terlalu indah untuk diisi dengan perbuatan yang sia-sia, tidak bermanfaat, ada pendzaliman didalamnya dan bahkan permusuhan yang tiada henti-hentinya.
Suatu kondisi, peristiwa atau hal yang sama bisa mendapatkan respon yang berbeda dari masing-masing orang. Respon mana yang kita pilih akan menentukan apakah kita menjadi orang yang bahagia ataukah tidak. Dengan kata lain, kebahagiaan sebenarnya lebih ditentukan oleh diri kita sendiri, bukan oleh orang lain atau sesuatu yang berada diluar diri kita.
Kita mungkin tidak bisa mengontrol hal-hal yang terjadi di luar kehendak kita, tapi kita bisa memilih bagaimana cara menyikapinya yang paling arif. Hal ini bisa diartikan bahwa “hidup yang indah adalah sebuah gaya hidup”.
Setiap orang adalah pemimpin di muka bumi, paling tidak pemimpin bagi dirinya sendiri. Dan setiap orang akan dihadapkan pada pilihan-pilihan setiap harinya dalam mengarungi kehidupan ini. Apakah akan menyia-nyiakan waktu, berbuat baik atau jahat, banyak memberi atau banyak menerima dan sebagianya. ”Akan menjadi apakah kita, akan banyak ditentukan oleh pilihan kita sendiri”.
Bila kita ingin bahagia, kita perlu merespon setiap kondisi dan peristiwa dengan fikiran dan hati yang bersih. Kesabaran, toleransi, menyayangi sesama dan keikhlasan merupakan sebagian modal untuk menjadi orang yang bahagia. Kepasrahan kepada Allah SWT juga membuat kita menjadi bahagia. Dan perlu dicatat, kepasrahan bukan berarti manusia yang tidak mau berusaha. ”Kepasrahan berarti berupaya semaksimal mungkin, tapi menyerahkan hasilnya kepada kehendak Allah SWT”.
”Manusia hanya berhak dalam prosesnya dan Allah-lah yang menentukan hasilnya”. Dan juga ada hukum alam yang pasti terjadi : bila kita melakukan hal baik, maka hal baik akan kembali pada kita. Sebaliknya bila kita melakukan hal jahat, maka kita akan menuai hasil jelek dari perbuatan kita.
Dalam melakukan perbuatan baik, keikhlasan adalah hal yang sangat penting, ”Berikan dan Lupakan”. Kalau kita melakukan hal baik kepada orang lain, sesungguhnya kita sedang berbuat baik pada diri sendiri. Hal yang sama juga ditulis Dalai Lama dalam bukunya The Art Of Happiness, yang menekankan pentingnya keikhlasan dalam setiap perbuatan kita.
Bila ikhlas sudah menjadi jiwa kita, maka hidup akan benar-benar indah. Keindahan hidup bukanlah dari apa yang kita miliki, melainkan tergantung pada cara kita melihat. Kalau kita melihat hidup dari jendela keindahan, hidup akan terlihat indah. Sebaliknya kalau jendela itu kotor dan bahkan rusak, hidup pun juga akan terlihat kotor dan bahkan rusak.
Agar hidup terasa indah dan penuh anugerah, kita harus senantiasa melihat segala sesuatu dengan fikiran positif dan hati yang bersih. Kegagalan, ketidaknyamanan dan penderitaan bisa menjadi cambuk untuk terus maju bagi orang yang bisa berfikiran positif, sebaliknya bisa stres dan bahkan berbuah musibah bagi orang yang berfikiran negatif.
Pada zaman sekarang, dimana banyak orang menganggap uang sebagai benda yang sangat penting maka diperlukan paradigma yang benar dalam melihat kehidupan. Jadilah ”Human Being” dan bukan ”Human Having”, dan janganlah mengandalkan uang, jabatan dan kekuasaan sebagai sumber kebahagiaan, sebaliknya ubahlah jiwa kita sendiri sebagai sumber kebahagiaan. Akhirnya kita bisa benar-benar merasakan La Vita est Bella, Hidup itu Indah !
Catatan Penting :
Berusaha untuk tetap ”tersenyum” ditengah ujian kesekian kalinya yang insyaallah akan segera datang (jika pemimpin negeri ini menaikkan harga BBM). Pemimpin negeri ini diuji untuk bisa mengambil keputusan yang berpihak kepada hati nurani atau logika akademik, para pengusaha diuji untuk me”main”kan harga bahkan me”nimbun” dagangannya atau tetap bersabar dengan mengharap barakah Allah, dan rakyat kebanyakan barangkali sudah kebal dengan berbagai ujian yang selama ini terjadi......