Friday, January 25, 2008

Enam Per-TANYA-an Imam Al Ghozali

Suatu hari, Imam Al-Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya.
Lalu Imam Al-Ghozali bertanya, pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "KEMATIAN". Sebab itu sudah janji Allah SWT. bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS:Ali-Imran 185)
Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini ?". Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU".
Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini ?". Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" (QS:Al-A'Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini ?". Ada yang menjawab baja, besi dan gajah. Semua jawaban hampir benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (QS:Al-Ahzab 72).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini ?". Ada yang menjawab kapas, angin, debu dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah ”meninggalkan SHOLAT”. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat, dst.
Lantas pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini ?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Catatan Penting :
Ini adalah catatan yang ada dalam file saya, semoga bisa memberikan manfaat. Amiin.

Thursday, January 24, 2008

Eksekusi Ide, Harus Agresif

Saya teringat dengan penggalan pidato yang disampaikan oleh Khalid Bin Walid tatkala briefing mengawali peperangan melawan pasukan Romawi di Perang Yarmuk.
“Daripada kita sibuk menghitung jumlah pasukan, lebih baik kita sibuk menyembelih mereka itu”
Singkat cerita, pada episode Perang Yarmuk ini Khalid Bin Walid tadinya ada di Irak. Dan jumlah pasukan yang sudah masuk di Yarmuk saat itu sekitar 27 ribu, berhadapan dengan 240 ribu pasukan Romawi. Dua pasukan ini berbulan-bulan lamanya saling berhadap-hadapan tapi tidak saling bertempur. Ini terjadi pada masa periodenya Abu Bakar.
Kenapa dua pasukan ini tidak saling bertempur ? Karena yang 240 ribu (pasukan Romawi) ini tidak berani menyerang yang 27 ribu (pasukan Islam). Alasannya, memang (pasukannya) kecil tapi pengalaman menangnya terlalu banyak. Yang ini (pasukan Islam), memang pengalaman menangnya banyak tapi belum pernah bertemu pasukan sebanyak ini.
Khalid datang dengan kekuatan pasukan sebanyak 9 ribu orang sehingga total pasukan Islam menjadi 36 ribu. Dia melakukan konsolidasi satu bulan lamanya, kemudian diputuskan untuk memimpin secara bergantian dengan pemimpin pertamanya Khalid. Akhirnya dia putuskan hari penyerangan dan disinilah dia berpidato.
Pidatonya tidak terlalu panjang. Dan saya perhatikan para sahabat itu kalau pidato kenegaraan atau pidato perang hampir tidak ada yang lebih dari 5 menit. Dilihat dari segi teksnya, Dia bilang begini :
“Ya ma’syarol muslimin, hadza yaumun min ayyamillah, Fa akhlisu fiihi jihadakum fillah”
Setelah itu dia masuk pada teknisnya, dan dia bilang :
“Daripada kita sibuk menghitung jumlah pasukan, lebih baik kita sibuk menyembelih mereka itu”
Setelah takbir, Allahu Akbar, mereka maju menyerang. Selesai….
Dan dikalangan pebisnis ataupun dunia manajemen, juga tidak asing dengan strategi suntzu yang mengatakan :
“menyerang adalah pertahanan terbaik”
Saya sendiri pernah membuktikan pada waktu masih aktif berlatih beladiri thifan po-khan aliran tsufuk beberapa waktu yang lalu. Saat beradu dengan kawan sesama anggota latihan, saya mencoba mempraktikkan apa yang dibilang Suntzu ini.
Saat kita “bertahan” total alias melakukan serangan sesekali saja, maka musuh akan bisa melihat 1000 kelemahan didalam diri kita sehingga dalam posisi bertahan total seperti ini, musuh akan bisa menyerang secara telak, dan terkapar he..he..
Tapi saat kita fokus ”menyerang” maka kita tidak membiarkan musuh untuk memikirkan kelemahan kita karena dia sibuk mempertahankan diri. Dan disini membutuhkan stamina yang baik disamping juga kemampuan kita untuk menjadi leader dalam pertarungan.
Dalam dunia bisnis yang kita hadapi pun juga tidak berbeda jauh, sehingga kita perlu merenungkan dan melaksanakan ucapan Khalid bin Walid dan Sun Tzu di atas.
Sehingga kalau kita punya ide dan peluang ada dihadapan kita, maka segera lakukan serangan agresif untuk merealisasikannya. Karena tidak ada alasan untuk menunda ataupun membinasakan kesempatan yang bergentayangan disekitar kita.
Dan itu pula yang saya lakukan ketika secara tidak sengaja menghadiri workshop menangkap peluang usaha ahad, 20 januari 2008 kemarin. Hadir sebagai presenter kegiatan tersebut adalah beberapa pejabat BUMN ternama dan Pemerintahan. Yang menceritakan banyak peluang yang bisa ditangkap oleh peserta workshop saat itu.
Selanjutnya, kami bentuk semacam forum dengan nama ”JATIM BUSINESS FORUM” untuk mewadahi komunikasi para anggota yang hadir saat itu. Dan yang menggawangi forum ini adalah Arif Prasetyo Aji (Annida & ExistCorp) alias saya sendiri yang didapuk menjadi ketua, Mahfudi (PT. Indotek Multi), Mahrid Na’im (PT. BluePrint) dan Dian Yudistiro (PT. Terafulk Megantara Desain).
Alhamdulillah, Rabu (23 januari 2008) kemarin forum ini mengadakan pertemuan perdana di kantornya Pak Mahfudi di Kawasan manyar Indah. Intinya, forum ini segera ”TAKE ACTION” untuk menangkap peluang yang berkeliaran dihadapan mata. Nantikan agenda kami berikutnya.......
Catatan Penting :
Sebelum dhuhur tadi, tiba-tiba ada seorang wartawan dari Jakarta, Mas Aji namanya, dari Majalah SHARING (ekonomi & bisnis syari’ah) yang menghubungi via YM. Mas Aji pengin melakukan wawancara dengan saya terkait dengan topik yang akan diterbitkan februari nanti. Akhirnya wawancara dilakukan via telephon, selepas saya menunaikan sholat dhuhur tadi.

Thursday, January 17, 2008

Banyak IDE menuju SUKSES

Ide itu datangnya darimana ? Jatuh dari langit ? Dapat wangsit di bawah pohon beringin ? Atau bertapa di puncak Gunung Merapi bersama Mbah Marijan ? he..he…
Nah berikut adalah sebagian fenomena bagaimana ide itu didapatkan dan bekerja untuk menghasilkan sebuah karya. Dan ada orang yang pernah bilang : “Ide seringkali muncul tatkala kita melakukan sesuatu”
IDE dari Fenomena Alam
Issacc Newton yang menemukan teori gravitasi hanya karena sebuah apel yang jatuh ketika ia sedang duduk dibawah pohon apel. Padahal berapa banyak orang yang sudah melihat bahkan kejatuhan buah apel sebelum Newton. Nyatanya mereka tidak bisa memanfaatkan hal tersebut sebagimana Newton.
Dalam buku bertajuk asli Isaac Newton karya James Gleick, diceritakan bahwa kejadian jatuhnya buah apel mengilhami Newton untuk menemukan hukum yang kemudian terkenal dengan nama "Hukum Gaya Berat (Gravitasi) Newton (1687)".
Selain teori gravitasi, Newton juga mewariskan kepada kita konsep tentang spektrum cahaya. Ia juga tercatat sebagai penemu teleskop refleksi. Begitu pula dengan hukum geraknya yang mampu menjelaskan banyak hal mengenai orbit benda-benda angkasa, termasuk bumi kita.
"Aku tidak tahu bagaimana dunia memandang diriku," katanya sebelum meninggal, "tetapi aku sendiri memandang diriku seperti seorang bocah yang bemain pasir di pantai, asyik mencari batuan halus serta kerang-kerang cantik, sementara lautan kebenaran mahaluas tak terjamah olehku"
IDE dari Fenomena Masyarakat
Penulis kenamaan Amerika Serikat, Ernest Hemingway (1899-1961) yang pernah memperoleh Nobel, adalah salah satu tipe orang yang cerdas dalam mengolah sebuah fenomena atau peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat.
Dia merenungkan suatu fenomena dan menganalisa peristiwa tersebut, kemudian dituangkan dalam salah satu karya masterpiece-nya yang berjudul “The Old Man and The Sea”. Novel yang menceritakan tentang nelayan tua miskin itu tercipta lantaran kesenangannya berburu dan menankap ikan.
Dalam kesempatan lain, seorang ahli psikologi islam, H. Fuad Anshori mengatakan :
”Perjalanan saya ke berbagai pulau menyebabkan saya menemukan banyak permasalahan yang menarik untuk diangkat menjadi buku”
BT-pun bisa menghasilkan KARYA
Seorang penulis yang pernah dimiliki bangsa ini, Pramoedya Ananta Toer pernah keluar masuk penjara dan mendekam puluhan tahun di Pulau Buru lantaran berbeda ideologi dengan rezim orde baru.
Tentulah beliau mengalami perasaan BT dalam penjara yang pengap selama puluhan tahun. Tapi anehnya, dalam kondisikehidupan yang tidak bebas dan perasaan tertekan itu beliau tidak mengalami mati kreatifitas.
Justru, ketika dalam penjara inilah, Pramoedya Ananta Toer menghasilkan karya tetralogi yang terkenal itu : Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca. Karya-karya tersebut diterbitkan berulang kali dan terus diburu oleh pembaca hingga saat ini.
Begitupula yang pernah dialami oleh Alexander Solzentyn, sastrawan Rusia yang dipenjara dengan kerja paksa dan diusir ke luar negeri oleh penguasa Stalin. Tetapi dalam pengusiran itu Solzentyn tetap menulis, sampai akhirnya ia dianugerahi hadiah Nobel Sastra dari panitia Nobel di Stockholm-Swedia.
Dari ”ketidakpuasan” menjadi BISNIS BARU
Virgin Atlantic Airways, adalah salah sebuah perusahaan penerbangan terkemuka yang menjadi pesaing British Airways yang didirikan Richard Branson. Tahukah anda bahwa perusahaan tersebut didirikan hanya karena pendirinya terlantar penerbangannya pada saat dia sedang berlibur di Beef Island (gugusan Virgin Islands) ?
Daripada membiarkan dirinya frustasi seperti wisatawan lainnya, dia tidak mau kehilangan waktu sedikitpun dan memikirkan solusi yang akhirnya menghasilkan bisnis baru bernilai jutaan dolar.
Dia bertanya kepada drinya ”Bagaimana saya mendapatkan solusi, bahkan mendapatkan uang dari peristiwa seperti ini ? Aha ! Sewa saja sebuah pesawat untuk menerbangkan dirinya dan istrinya serta ratusan penumpang lain yang terlantar itu.
Jadi, Branson tidak kehilangan waktunya dan ia hanya membutuhkan $2.000 untuk menyewa sebuah pesawat. Akhirnya ia berfikir cepat dengan membagi $2.000 dengan jumlah tempat duduk di dalam pesawat. Kemudian ia membuat tulisan di papan tulis, ”Virgin Airways : $39 sekali penerbangan ke Puerto Rico”
Ia berjalan diseputar bandara dan dalam beberapa menit ia telah berhasil menjual semua tempat duduk yang ada. Branson tidak hanya menemukan solusi untuk dirinya dan istrinya untuk kembali ke ibukota, tetapi ia juga telah menemukan cara membuat orang lain membiayai perjalanan wisata mereka.
Nah, mau bisnis apa lagi......?

Catatan Penting :
Mengambil pelajaran dari beberapa catatan dalam buku : jangan takut menulis (ahmadi sofyan), master your mind design your destiny (adam khoo), Isaac Newton (James Gleick)
Ingat, besok menjalankan puasa sunah hari Tasu’ah (9 muharram 1429 / 18 januari 2008) dan hari Asyura (10 muharram 1429 / 19 januari 2008)
Nah, ini ada promo menarik dari busanaFAIRUZ (rok cantik untuk wanita), klik saja di : busanafairuz.blogspot.com

Tuesday, January 08, 2008

The Corporate Mystic

Saya tertarik untuk menulis kembali isi buku yang sangat inspiratif ini setelah membaca buku “Mengubah Tidak Mungkin Menjadi Mungkin” yang menceritakan hasil diskusi antara Pak Basuki Subianto (penulis) dan salah seorang Ustadz yang menjadi langganan diskusinya. Disamping juga sebelumnya pernah sekilas mendengar dari salah seorang pengusaha property asal Surabaya, Pak Ismail Nachu.
Buku itu berjudul “The Corporate Mystic” yang ditulis oleh Gay Hendricks, Ph.D, konsultan bisnis dan professor Universitas Colorado, bersama dengan rekannya, Kate Ludeman, Ph.D, konsultan perusahaan-perusahaan multinasional.
Buku ini disusun berdasarkan seribu jam wawancara dengan ratusan pengusaha sukses di Amerika Serikat. Buku yang diterbitkan pada tahun 1996 ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh penerbit Kaifa.
Pada resume di belakang sampul, di situ tertulis :
“Dalam era pasar global, anda akan menemukan orang-orang suci, mistikus atau sufi, di perusahaan-perusahaan atau organisasi-organisasi modern, bukan di vihara, kuil, gereja atau masjid. Kenyataannya hampir semua pengusaha dan eksekutif perusahaan-perusahaan sukses di AS yang diteliti penulis buku ini memiliki sifat-sifat yang dimiliki oleh para mistikus. Mereka sangat menjunjung etika dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual. Mereka menghadirkan bukan hanya dompet, melainkan juga hati dan jiwa mereka dalam bekerja. Itulah sebabnya, Hendricks dan Ludeman menyebut mereka Mistikus Korporat. Para pemimpin, eksekutif dan pengusaha kaliber dunia tidak hanya sukses secara bisnis, melainkan juga meraih semuanya itu dengan santai tanpa mengorbankan keseimbangan dan keselarasan hidup. Jadilah para Mistikus Korporat ini orang-orang yang sejahtera tidak hanya secara finansial, tetapi juga secara spiritual.”
Inti dari buku ini adalah INTUISI !, Dari intuisi yang tajam, semua potensi di perusahaan bisa digerakkan untuk mencapai tujuannya secara seimbang.
“Intuisi itu digerakkan oleh hati. Oleh karena itu, eksekutif yang memimpin perusahaan dengan hati yang baik, jernih dan tenang, intuisinya tajam.”
Ada beberapa sebutan untuk intuisi ini. Ada yang menyebut ”INDRA KEENAM”. Ada pula yang menjuluki ”MENDEKATI SUARA TUHAN”, bahkan ada pula yang menyebut ”GETARAN JIWA”. Berbeda dengan otak yang fungsinya untuk berfikir, mengingat dan menganalisa, hati berfungsi untuk memahami. Setelah memahami, muncullah intuisi yang berupa getaran-getaran lembut.
Dari intuisi itu, seorang eksekutif bisa mengambil keputusan tepat dalam memilih orang untuk ikut mengorganisasi gerak perusahaan untuk meningkatkan integritas, kreatifitas, tanggung jawab, komitmen, komunikasi dan kejelasan visi. ”Kalau semua faktor itu berjalan baik, bisnis akan sukses”.
Namun, fungsi intuisi yang paling penting adalah untuk mengambil keputusan-keputusan penting. Misalnya, menentukan waktu yang tepat untuk berinvestasi, menciptakan produk baru untuk produk yang sudah ada di pasaran, serta menentukan lokasi baru untuk proyek.
Dalam buku ini disebutkan, untuk memunculkan intuisi, eksekutif harus menenangkan diri dengan cara menutup pintu ruang kerja selama 20-60 menit untuk merenung dan menggambarkan dalam fikiran tentang persoalan yang sedang dihadapi. Dari pengakuan eksekutif itu, ada yang seolah-olah mendapat bisikan, ada yang merasa tiba-tiba muncul ide. Bisikan atau ide itu digabungkan dengan logika sebelum bertindak.
Kata seorang Ustadz, intuisi itu anugerah dari Allah swt, yang setiap orang diberi. Intuisi itu juga bisa dilatih agar lebih tajam. Makin tajam intuisi seseorang, akan semakin sukses bisnisnya karena sebagian besar keputusannya adalah benar. Namun, Allah memberi intuisi itu ibarat memberi air di gelas, ada yang isinya 200 mililiter, ada yang 500 mililiter, ada yang 1.000 mililiter alias 1 liter dan ada yang 2 liter.
Sebagian kecil manusia diberi Allah swt. intuisi yang besarnya satu drum. Siapa itu ? Misalnya, Albert Einstein, penemu teori relativitas. Kalau sekarang ya Bill Gates, bosnya Microsoft.
Allah swt memberi gelas-gelas yang berbeda agar kehidupan dunia ini berputar. Besar kecilnya gelas itu hanya Allah swt. yang tahu. Manusia hanya wajib melatih dan megasah terus menerus intuisinya. Sebenarnya, dalam Al Qur’an terdapat sejumlah cara agar seorang Muslim dapat meraih kekayaan, kesuksessan dan kebahagiaan. Kalau mau mengasah intuisi cobalah dengan sholat malam.
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”
(Q.S. Al Isra / 17 : 79)
Setelah sholat, dalam suasana hening, hati yang tenang dan fikiran yang jernih, intuisi akan bekerja maksimal. Sehingga persoalan apapun lebih gampang dicarikan jalan keluarnya. Sholat malam membuat fikiran cerdas.
Catatan Penting :
Ditulis beberapa hari setelah melihat bencana banjir di wilayah bojonegoro trus berlanjut dengan ber”diam” sejenak (dua malam) di suatu villa di kaki gunung welirang.

Wednesday, January 02, 2008

Seperti Tanah

"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat (alaqoh), lalu sesuatu yang melekat itu kami jadikan segumpal daging (mudhghoh), dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya makhluq yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik." (QS. Al Mu'minun (23) : 12-14)
Allah memang menciptakan manusia dari tanah. Dari sisi bentuk dan rupa memang tidak begitu baik, tetapi kalau mau melihat dari sisi manfaat yang diberikan maka tanah memiliki banyak manfaat bagi ummat manusia.
Kalau kita menancapkan batang tanaman dan memberi pupuk yang baik maka tanah akan memberikan tanaman yang bermanfaat bagi manusia. Makanya negeri kita disebut sebagai ”gemah ripah loh jinawi”.
Kalau kita membentuk dan membakar tanah, maka akan menghasilkan kuali (perabot rumah tangga) dan hiasan keramik lainnya yang indah menawan & menakjubkan dipandang mata.
Kalau dilakukan pengeboran maka dari tanah akan memencarkan hasil tambang seperti minyak, batu bara, emas dll. asal bukan lumpur lapindo saja...
Kalau kita mau mendapatkan sumber air juga bisa kita temukan dengan menggali tanah...
Terkadang, tanah juga bisa memberikan pelajaran kepada kita ”manusia” berupa tanah longsor misalnya yang baru-baru ini terjadi disebagian wilayah indonesia. Bagi maniusia yang mampu mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang diberikan kepadanya maka akan mendapatkan anugerah yang besar berupa rahmat dan barakah Allah.
Yang terakhir, tanahlah nanti yang akan dengan setia menemani kita sebagai ”liang lahat” tatkala kita sudah waktunya dikebumikan. Bagi yang hobi berbuat kebajikan maka dia akan menjadi sahabat yang menyenangkan tapi bagi yang terlanjur berbuat kemaksiatan selama hidup di dunia maka dia menjadi sempit dan menyesakkan.
Jadi tanah dapat memberikan manfaat yang sangat banyak tanpa harus menuntut dia mau diberikan apa. Tetapi dengan ketulusanlah dia memberikan sesuai dengan keinginan manusia.
Manusia seharusnya tidak lupa dengan asal dia diciptakan, sehingga dia bisa memberi manfaat bagi lingkungannya. Dan bukan seperti Iblis yang mengatakan bahwa dirinya lebih mulia daripada manusia, karena diciptakan dari api. Dan inilah simbol kesombongan iblis yang menyebabkan dia terusir dari Surga.
Jadi sebagai manusia kita harus banyak memberikan manfaat kepada lingkungan kita dengan sepenuh ketulusan. Sehingga kita bisa menjadi manusia yang bermartabat atau sebaik-baik kejadian sesuai dengan yang Allah inginkan kepada kita.
"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS. At tin (95) : 4)