Wednesday, January 02, 2008

Seperti Tanah

"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat (alaqoh), lalu sesuatu yang melekat itu kami jadikan segumpal daging (mudhghoh), dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya makhluq yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik." (QS. Al Mu'minun (23) : 12-14)
Allah memang menciptakan manusia dari tanah. Dari sisi bentuk dan rupa memang tidak begitu baik, tetapi kalau mau melihat dari sisi manfaat yang diberikan maka tanah memiliki banyak manfaat bagi ummat manusia.
Kalau kita menancapkan batang tanaman dan memberi pupuk yang baik maka tanah akan memberikan tanaman yang bermanfaat bagi manusia. Makanya negeri kita disebut sebagai ”gemah ripah loh jinawi”.
Kalau kita membentuk dan membakar tanah, maka akan menghasilkan kuali (perabot rumah tangga) dan hiasan keramik lainnya yang indah menawan & menakjubkan dipandang mata.
Kalau dilakukan pengeboran maka dari tanah akan memencarkan hasil tambang seperti minyak, batu bara, emas dll. asal bukan lumpur lapindo saja...
Kalau kita mau mendapatkan sumber air juga bisa kita temukan dengan menggali tanah...
Terkadang, tanah juga bisa memberikan pelajaran kepada kita ”manusia” berupa tanah longsor misalnya yang baru-baru ini terjadi disebagian wilayah indonesia. Bagi maniusia yang mampu mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang diberikan kepadanya maka akan mendapatkan anugerah yang besar berupa rahmat dan barakah Allah.
Yang terakhir, tanahlah nanti yang akan dengan setia menemani kita sebagai ”liang lahat” tatkala kita sudah waktunya dikebumikan. Bagi yang hobi berbuat kebajikan maka dia akan menjadi sahabat yang menyenangkan tapi bagi yang terlanjur berbuat kemaksiatan selama hidup di dunia maka dia menjadi sempit dan menyesakkan.
Jadi tanah dapat memberikan manfaat yang sangat banyak tanpa harus menuntut dia mau diberikan apa. Tetapi dengan ketulusanlah dia memberikan sesuai dengan keinginan manusia.
Manusia seharusnya tidak lupa dengan asal dia diciptakan, sehingga dia bisa memberi manfaat bagi lingkungannya. Dan bukan seperti Iblis yang mengatakan bahwa dirinya lebih mulia daripada manusia, karena diciptakan dari api. Dan inilah simbol kesombongan iblis yang menyebabkan dia terusir dari Surga.
Jadi sebagai manusia kita harus banyak memberikan manfaat kepada lingkungan kita dengan sepenuh ketulusan. Sehingga kita bisa menjadi manusia yang bermartabat atau sebaik-baik kejadian sesuai dengan yang Allah inginkan kepada kita.
"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS. At tin (95) : 4)

Post a Comment