Monday, February 25, 2008

OPEN AREA

Kalau kita ingin menyelesaikan masalah-masalah dalam hidup kita, maka daerah terbuka harus diperluas selebar-lebarnya. Kalau kita ingin maju, maka daerah terbuka harus diperluas selebar-lebarnya.
Kita harus mengenal kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri. Kelebihan-kelebihan dapat kita gunakan untuk mencapai tujuan perestasi kita. Sedangkan kelemahan-kelemahan yang kita miliki harus mampu kita hilangkan.
Jika kita memiliki potensi atau bakat terpendam, kemudian diri kita tidak menyadari maka itu harta karun yang tidak ada gunanya. Jika kita memiliki potensi atau bakat terpendam, kemudian orang lain tidak tahu dan kita tidak berusaha memperkenalkan potensi diri kepada orang lain, maka selamanya potensi itu tidak akan dibeli, dimanfaatkan dan berfungsi lebih banyak lagi.
Kita adalah kita, namun sering kita tidak mengenal diri kita dengan baik. Untuk mengenal diri dapat juga menggunakan jasa orang lain dan untuk itu kita harus terbuka. Kita harus berfikir positif atas segala kekurangan dan kelebihan yang kita miliki.
Daerah gelap, buta dan orang lain tidak tahu terhadap diri kita harus diperkecil sekecil-kecilnya. Pribadi, keluarga, kantor, negara dan bangsa yang terbuka , maka dia akan lebih maju dan berkembang.
Bersifat terbuka dalam kelompok akan membuat kita nyaman dalam bergaul. Sesuatu yang baik sewajarnya diketahui oleh orang lain. Keburukan dan kejelekan yang kita takuti (khawatirkan) jika diketahui orang lain harus dihilangkan. Apalagi itu kebiasaan buruk dan dosa, tidak ada manfaatnya.
Taubat, istighfar adalah bentuk salah satu model keterbukaan kita dengan Allah SWT, Tuhan seru sekalian alam. Orang yang dapat menangis pada malam hari dalam kesendiriannya, hanyalah mereka yang terbuka atas dirinya, mereka yang sadar akan segala kesalahan yang dilakoninya dalam panggung dunia yang fana ini.
Barang siapa mengenal dirinya, maka akan dapat mengenal Tuhannya. Bagimana kita berlatih untuk terbuka diri, membuka diri, memperkenalkan potensi pada orang lain, tidak ada jalan lain kecuali kita harus berlatih lebih banyak lagi.
Dalam hal ini ada cerita menarik yang barangkali juga sering kita dengar dengan redaksi yang berbeda terkait dengan hal di atas :
Suatu hari di suatu negeri yang amat damai, seorang Raja mengadakan sayembara dengan hadiah yang amat menggiurkan dan tidak ada alasan bagi manusia manapun untuk menolaknya, yaitu menikahi putrinya yang amat jelita dan harta yang berlimpah yang dimiliki kerajaan.
Dan tibalah hari sayembara itu, ”menyeberangi sungai buaya” dengan peminat yang begitu banyaknya. Suasana begitu hening karena hampir semua yang berminat ikut sayembara ketakutan yang begitu sangat, mengingat sungai yang akan dilintasinya penuh dengan buaya yang kelaparan.
Tiba-tiba saja, melompatlah seorang pemuda dengan penuh gagah berani, menyeberangi sungai dengan begitu cepatnya seolah-olah tidak ada ketakutan yang menghinggapinya. Dan memang anak muda pemberani ini finish dengan selamat.
Diujung finish itu pemuda ini seperti kebingungan, dia heran dengan yang baru saja dilakoninya, koq bisa yah saya.....dan sederet kalimat ketidakpercayaan akan peristiwa yang baru saja terjadi.
Sesuai dengan janjinya, Raja memberinya hadiah, sekali lagi semua orang dibuat heran karena pemuda ini menolak hadiah dari Raja. Katanya : ”Saya hanya ingin tahu siapa yang mendorong saya tadi sehingga membuat saya berani menyeberangi sungai buaya ini.....”

Post a Comment