Friday, March 28, 2008

Harga Sebuah Ide ?

Tadi malam, Kick Andy hadir dengan tema yang sangat inspiratif khususnya bagi setiap orang yang mau bangkit dengan berwirausaha ”From Zero To Hero”. Menjadi sangat menarik karena juga dihadiri sang begawan marketing, Hermawan Kertajaya yang memberikan ulasan tentang ide kreatif dari empat pengusaha sukses yang hadir malam itu.
Juallah Bisnis, Maka Akan SuksesAcara ini menghadirkan sang empunya ide kreatif dari Jogya dengan mengangkat Ketela sebagai jajanan yang bermartabat, yaitu empat orang sekawan , Eko Yulianto, Fath Aulia Muhammad, Asyari Tamimi dan Febri Triyanto. Yang kesemuanya berpredikat sarjana dan bahkan ada yang S2-MM.
Bermodalkan sebuah gerobak berwarna merah kuning bermerk Tela-Tela, mereka berempat mampu menarik konsumen penyuka cemilan gorengan. Obsesi mereka mengangkat derajat singkong supaya "selevel" dengan cemilan impor. Yang dahsyat, hanya dalam waktu 2 tahun, sekitar 1200 outlet Tela-tela sudah menyebar di seluruh Indonesia, dan telah memberikan omzet bagi 4 sekawan ini 2-3 Miliar per-bulan
Bisa Sukses Meskipun Tidak Lulus SMAJuga ada cerita dari Ibu Susi Pujiastuti yang belum sempat menuntaskan sekolah SMAN-nya tapi sudah sukses dengan menjadi exportir ikan segar ke berbagai negara dengan omset miliaran.
Dan saat dia mengembangkan maskapai penerbangan Susi Air dengan 12 pesawat Cessna Grand Caravan, hanya dengan modal awal 750 ribu rupiah. Dan dia menorehkan sebagai pesawat yang mendarat pertama kali di Meulaboh saat musibah tsunami beberapa tahun yang lalu.
Tidak Puas Jadi KaryawanAtau kita akan termotivasi dari kisah Budiyanto Darmastono, seorang lulusan D3 Akuntansi UGM yang berasal dari keluarga guru yang tak puas bekerja sebagai pegawai bidang akuntansi, dengan penghasilan yang menurutnya "hanya begitu-begitu saja".
Bermodalkan uang 24 juta hasil meminjam saudara dan temannya, Budiyanto menyewa sebuah rumah kontrakan untuk dijadikan kantor bernama PT. NCS yang bergerak dibidang courier service pada awalnya. Gagasan briliannya saat itu adalah mengandalkan 2 komputer untuk mempercepat sistem database dan pelaporan. Dan saat ini dia memiliki 3000 karyawan dan omsetnya menyentuh 9 miliar per-bulan.
Ouval Research, Bisnis Dari Hoby & KomunitasAda cerita lagi dari pemuda yang dapat menginspirasi anda. Berawal pada hobi bermain skateboard, mendorong Rizky Yanuar dan 2 temannya membuat sendiri kaos, jaket dan aksesoris bernuansa komunitas skateboard pada 1998. Bermodalkan uang patungan sebesar 200 ribu rupiah, mereka bertiga memproduksi sendiri jaket dan kaos bermotif skateboard.
Promosi lewat mulut ke mulut kepada sesama komunitas skateboard, berkembang ke jalur distro dan akhirnya memiliki sebuah toko showroom khusus berbendera Ouval Research. Ketekunannya untuk bertahan di segmen khusus anak muda, dibarengi inovasi dalam segi desain secara terus menerus, membuahkan 4 outlet di Bandung dan Jakarta, serta 100 distributor di seluruh Indonesia yang mengalirkan omzet 1-2 miliar per bulan.
Berapakah harga sebuah ide ?
Coca Cola perusahaan raksasa dunia yang memproduksi minuman berkarbonasi dengan jutaan karyawan, penghasilannya 169 miliar dollar pertahun, mereknya dihargai $ US 69, 6 miliar diatas para kampium yang bisnisnya “lebih bergengsi” seperti Microsoft ($ US 64,1 miliar), IBM ($ US 51,2 miliar), GE ($ US 41,3 miliar), Intel ($ US 30,,9 miliar), Nokia ($ US 30,0 miliar), Disney ($ US 29,3 miliar), dan Mercedez Benz ($ US 21,0 miliar).
Pembaca, ide itu mahal. Sering nilainya unlimited. Kalau pun terpaksa harus muncul sebuah angka nominal tertentu untuk harga sebuah ide, lebih karena kepentingan praktis, transaksi atas itu harus berlangsung. Sejatinya, ide sendiri, susah diukur nilainya. Ia bergerak, memberi pengaruh terhadap banyak hal, menciptakan banyak situasi-situasi baru.
Kewirausahaan, adalah “jagad ide” yang akan mati saat ide sudah hilang tergantikan dengan rutinitas mekanistik. Rutinitas itu, sering terjadi sebagai dampak psiklogis dunia formal. Ya, tegasnya : pendidikan formal. Mereka bersekolah, tapi kebingungan dalam menyusun kemauannya sendiri. Berbondong-bondong, mengekori sebuah tujuan tertentu, membuat sebuah peluang kerja, menjadi kian sempit lantaran persaingan amat ketat.
Padahal, segudang fakta menunjukkan, mereka yang “lepas dari belenggu persekolahan dan penjara pengetahuan”, malah melihat peluang dan membangunkan jiwa kewirausahaan dalam dirinya.

Thursday, March 27, 2008

Jon Asgeir Johannesson : Pejuang Viking Di Bisnis Ritel

Kali ini saya ingin belajar lebih jauh dari sosok pejuang tangguh di bisnis ritel yang sudah mendunia, Jon Asgeir Johannesson. Dia adalah seorang pria berumur 40 tahun yang berasal dari Islandia dan menjadi konglomerat ritel fashion terbesar di Inggris. Diantara keistimewaan dan keunikan dari sosok konglomerat satu ini adalah :
Visioner
Hal ini bisa kita lihat dari pemilihan nama perusahaannya, BAUGUR. Nama ini diambil dari bahasa viking kuno yang berarti LINGKARAN KEKUATAN.
Dan tidak lupa supaya setiap orang terkenang, Johannesson memasang patung Viking setinggi 3 meter di kantor Baugur Group di London. Uniknya, patung itu agak diperlunak dengan gitar Fender Stratocaster yang dipanggul di punggungnya.
Fokus Ekspansi
Keinginan yang kuat dari seorang Johannesson-lah yang menjadikan BAUGUR akhirnya menjadi pemain internasional di bidang ritel fashion. Hanya dalam dua dekade, Johannesson telah mengubah perusahaan keluarga BAUGUR GROUP dari sekedar sebuah supermarket diskon di dermaga Reykjavik menjadi emporium internasional.
Baugur menguasai kepemilikan di 20 peritel, dengan lebih dari 3.900 gerai di 35 negara dan memiliki total penjualan mencapai $ 19 miliar. Aksi terbesar Johannesson akan terjadi di AS, dimana dalam tujuh bulan terakhir, ia telah menguasai 8.5 % kepemilikan di peritel mewah SAKS, dan diperkirakan akan sepenuhnya dimilikinya sebentar lagi.
Gaya Manajemen Unik
Manajer diberikan kebebasan untuk menjalankan usahanya, dimana hal ini dibuktikan dengan pemantauan prtofolionya lewat laporan hanya sepanjang satu halaman saja atau bahkan lebih pendek lagi. Dalam hal ini Johannesson tidak suka penjelasan yang panjang dan berbelit-belit alias yang praktis saja.
Johannesson memantau portofolionya yang sangat besar itu dengan apa yang disebut dengan sistem ”lalu lintas”. Sistem ini mengevaluasi merek dengan memakai beberapa indikator kinerja. Ia memberikan kode warna pada tiap merek : Hijau jika semuanya berjalan lancar, Kuning untuk yang berpotensi bermasalah dan Merah untuk merek yang membutuhkan perhatian khusus.
Pejuang Tangguh
Johannesson banyak belajar dari Ayahnya yang memberikan pelajaran berharga untuk bisnis ritelnya saat ini. Dia sering bersama ayahnya berkeliling supermarket dan mendapat beberapa pelajarn penting seperti larangan menyelesaikan kesepakatan pada hari senin (itu pamali, katanya).
Ia mengawali karir bisnisnya sejak umur 13 tahun dengan menyewakan wahana permainan anak kecil-kecilan ke toko-toko setempat. Saat itu tak sengaja ayahnya mau membuang wahana mainan anak di supermarketnya, dan muncullah ide Johannesson kecil untuk menjadikannya sebagai ladang bisnis.
Pada tahun 1988 Sang ayah melihat peluang untuk mengubah industri ritel Islandia yang waktu itu didominasi segelintir pemain yang memasang harga bak kartel. Akhirnya dia merekrut anaknya sendiri, Johannesson yang baru berumur 19 tahun untuk mendirikan BONUS, grosir diskon yang dibuka di sebuah gudang sewaan. Hanya dalam waktu seminggu Bonus sudah melampaui penjualan $ 110.000 saat itu.
Sepuluh tahun kemudian Bonus merger dengan jaringan Hypermarket Islandia, Hagkaup, dan digantilah namanya menjadi BAUGUR GROUP, yang sekarang mendunia itu.
Saat ini, Ia membagi waktunya untuk tinggal di apartemen yang bernilai $ 24 juta di kawasan Gramercy Park (New York), rumah di London dan rumah di Reykjavik.

Monday, March 10, 2008

Sir Richard Branson, Terus Jadi pioneer

“I never, ever thought of myself as a businessman. I was interested in creating things I would be proud of”
-Richard Branson-

Saya suka dengan orang yang satu ini, disamping gaya nyentriknya seperti yang diperlihatkan oleh Om Bob Sadino juga inovasinya yang terus berkembang bahkan selalu menjadi pioneer. Setiap orang yang sukses pastilah memiliki “personal branding” yang menjadi nilai pembeda dengan yang lainnya.
Tahun ini, Sir Richard Branson lagi-lagi menjadi pioneer bersama perusahaan penerbangannya Virgin Atlantic dengan melakukan uji coba pertamakalinya penerbangan pesawat berbahan bakar biofuel.
Mengutip dari Jawa Pos, di halaman pertamanya menuliskan :
Sir Richard Branson tak henti-hentinya membuat aksi yang memaksa orang menoleh. Maskapai miliknya, Virgin Atlantic menerbangkan jumbo jet Boeing 747 dengan bahan bakar nabati (biofuel) yang terbuat dari biji babassu dan minyak kelapa. Terobosan itu merupakan yang pertama kalinya untuk pesawat komersial.
Pesawat berbadan lebar itu terbang dari London ke Amsterdam, dimana salah satu mesinnya digerakkan oleh campuran 25 persen biofuel dan selebihnya avtur standar jet. “Penerbangan pelopor ini bisa diikuti oleh kita semua yang serius mengurangi emisi karbon serta melanjutkan pengembangan bahan bakar di masa depan.” Kata Branson.
Penerbangan percobaan ini “murni” untuk membuktikan bahwa biofuel bisa dipakai oleh pesawat. Dua tahun lalu orang bilang ini tak mungkin. Mereka mengatakan biofuel akan membeku di ketinggian 30.000 kaki (sekitar 9.000 meter). Karena itulah dalam jangka waktu lima tahun mendatang, biofuel benar-benar menjadi bahan bakar utama bagi maskapai.
Inilah salah satu contoh inovasi yang sangat dahsyat, dimana perusahaan selalu berkembang mengikuti putaran zaman. Baru saja dilaksanakan konferensi internasional “Climate Change” di Bali akhir tahun lalu dan Sir Richard Branson langsung menjawabnya dengan uji coba penerbangan maskapainya dengan bahan bakar biofuel. Ini seolah-olah memaksa seluruh dunia untuk menoleh sejenak memperhatikan Sir Richard Bransonn dan Virgin Atlantic yang fenomenal itu.
Inovasi seperti ini diperlukan untuk menaikkan popularitas suatu perusahaan ataupun produk. Sehingga “nilai” akan bertambah seiring semakin dikenalnya perusahaan atapun produk tadi.
Perlu disimak juga perang tarif di dunia telekomunikasi seluler yang semkain dahsyat akhir-akhir ini. Dimulai dengan XL yang mengeluarkan tarif murah dengan hanya Rp. 0,1/dt. Berikutnya anda akan melihat iklan dari Telkomsel disebelahnya dengan orang berjalan yang jempolnya menunjuk kebelakang tepat dimana iklan XL berada. Kemudian Indosat menantang dengan IM3 bangeetsnya, setelah tarif SMS murah kemudian dengan tarif telephon murah Rp. 0,01/dt.
Belum cukup sampai disini, dalam 7 hari kerja, XL menantang lagi dengan mengeluarkan tarif Rp. 0,00000..1/dt. Dan belum genap 2 hari, Indosat muncul lagi dengan IM3 nya yang bertarif murah Rp. 0,00000000..1/dt.
Apakah mereka akan rugi ? jelas tidak. Bagi perusahaan yang besar, sebelum melakukan keputusan pastilah ada proses analisanya. Mereka masih ada untung meskipun sedikit tapi mereka bermain pada volume penjualan. Misalnya kalau sebelumnya untung 1000 maka sekarang untungnya Cuma 100 he..he..
Apakah berhenti sampai disini, kalau sebagai konsumenya jangan berhenti sampai disini he..he kalau bisa gratisss teruus….Dunia telekomunikasi seluler disamping bermain inovasi dengan fitur yang aduhai, juga inovasi tarif yang mudah dimengerti dan murah bangeeetts…

Tuesday, March 04, 2008

Serial Manajemen Diri : MENGENAL DIRI SENDIRI

Pernakah Kita merenungkan siapa sebenarnya diri Kita ? Pernakah terfikir dalam diri Kita, dari mana Kita, hendak kemana tujuan Kita dan untuk apa Kita hidup di dunia ini ?
Orang yang ma’rifat akan bisa menemukan jawabannya seperti yang dikatakan Sayyidina Ali :
“Barangsiapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal Rabnya (Tuhannya)”
Maka aneh bila seseorang tidak mengenal dirinya sendiri. Ibarat pasien, ia harus tahu lebih dahulu apa gejala penyakit yang menimpanya sebelum ia konsultasi kepada dokter dan meminta resep.
Jadi, kenalilah diri Kita sendiri. Jika kita mampu mengenali diri dengan sebenar-benarnya serta mengerti kedudukan yang diberikan oleh Allah kepada kita, maka kita dapat menunaikan hak Allah yang menjadi kewajiban kita.
Dengan demikian Kita akan sampai pada ma’rifatullah. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :
“Dan dalam diri kalian, tidakkah kalian melihat ?” (Adz-Dzariyat : 21)
Untuk mengenal kedudukan kita dihadapan Allah, maka Dia memfasilitasi kita dengan dua hal yakni ayat kauniyah berupa alam semesta ini beserta seluruh yang ada di dalamnya. Sedang yang kedua adalah ayat qauliyah berupa firman-firman-Nya yang diwahyukan kepada para Nabi dan Rasul-Nya.
Di dalam Al Qur’an sebagai ayat qauliyah-Nya Allah menyebut manusia dengan 3 istilah :
Pertama, Al INSAN, yakni jati diri manusia sebagaimana dipaparkan dalam surat Al Hujurat.
Kedua, An-NAAS adalah fungsionalisasi manusia untuk melakukan misi tauhidullah, pengibadahan secara total kepada Allah.
Ketiga, Al BASYARIYAH yakni wujud keberadaan penciptaan manusia dari tanah kering yang berasal dari lumpur hitam yang dibentuk, kemudian Allah menyempurnakan dengan meniupkan ruh ke dalamnya. (QS Al Hijr: 34-42)
Sedangkan komposisi manusia terdiri dari unsur ruh dan unsur tanah (atturab). Komposisi tanah yang menyebabkan manusia bisa tergelincir pada kehinaan. Sedangkan komposisi ruhani akan mengantarkannya pada derajat kemuliaan, yakni al mala-ul a’la.
“Dan telah Aku tiupkan kepadanya ruh-Ku.” (Al Hijr: 29)
Secara fungsional, manusia mendapat tiga tugas dan amanah yaitu :
Pertama, Sebagai AR-RI”AYAH, yakni pengelola bumi untuk kemaslahatan seluruh alam.
Kedua, Sebagai KHALIFAH, yakni memakmurkan bumi, dimana Allah telah menundukkan segala sesuatu di bumi untuk manusia. (Luqman : 20 dan Al Baqarah: 30)
Ketiga, Sebagai IMARAH, yakni memimpin seluruh makhluk Allah di bumi. (QS. Hud: 61)
Semua itu dilaksanakan semata-mata agar manusia hanya menghambakan dirinya dan beribadah kepada Allah. (Al Baqarah: 21; Adz-Dzariyat: 56). Untuk mengemban tugasnya tersebut manusia diberi kemampuan untuk memilih (kafa’atul ikhtiyar), yakni diberi dua jalan. Yakni jalan taqwa yang mengantarkannya kepada sifat amanah, serta jalan fujur (fasik) yang menjerumuskannya pada sifat khianat.
“Dan Kami telah menunjukkan dua jalan kepadanya.” (Al Balad: 10)
“Dan demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan.” (Asy-Syams: 7-8)
Kebahagiaan bagi orang yang selalu menyucikan jiwanya dengan tazkiyatun nafs.
“Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya.” (Asy-Syams: 9)
Kecelakaanlah bagi orang yang mengotori jiwanya.
“Dan sungguh celakalah bagi orang yang mengotori jiwanya.” (Asy-Syams: 10)
Meskipun jiwa manusia dinilai sangat tinggi oleh Al Qur’an, memiliki ilmu dan keutamaan, bercahaya dan cemerlang, ia juga mempunyai kecenderungan kepada keburukan. Yaitu : Zhalim dan bodoh. (Al Ahzab: 72), Sangat ingkar dan tidak berterima kasih. (Al Aadiyat: 6) dan Berkeluh kesah lagi kikir. (Al Ma’arij: 19-23)
Itulah fitrah manusia yang sesungguhnya, untuk mengujinya siapa diantara manusia yang paling baik amalnya. (Al Mulk : 2). Manusia tetaplah manusia, yang dikarunia akal, hati, nafsu dan perasaan. Ia bukanlah malaikat, makhluk yang taat namun pasif, karena imannya tetap tidak bertambah maupun berkurang. Ia bukan pula syetan yang durhaka yang selalu mencari pendukung untuk menemaninya di hari kiamat kelak.
Manusia sebagai ahsanu taqwim –sebaik-baik ciptaan Allah- bila lebih mulia dari malaikat dengan keaktifannya memberdayakan potensi taqwa. Namun ia juga bila lebih sesat dari syetan apabila jalan fujur yang ditempuhnya.
Untuk mencapai derajat kemanusiaan yang sempurna itulah dibutuhkan adanya tazkiyatun nafs untuk membangun sikap dan sifat mulia seperti dengan qiyamullail, tilawah Al Qur’an, dzikrullah dan membangun kesabaran. (Qur’an Surat Al Muzammil)
Yang kedua adalah mujahadatun nafs untuk mengikis habis sifat-sifat tercela. Allah befirman,
“Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridhaan-Ku, sungguh benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al Ankabut: 69)