Wednesday, April 30, 2008

Kunci PemBUKA Pintu RIZQI (bagian 1)

“Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan memenuhi dadamu dengan kekayaan dan menutup (menyingkirkan) kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesempitan (kegelisahan) dan Aku tidak akan menyingkirkan kefakiranmu” (Hadist Qudsi)
ISTIGHFAR
Disebutkan dalam sebuah hadist, bahwa pada suatu hari Nabi saw. Sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya. Kemudian tiba-tiba datanglah seorang laki-laki seraya menanyakan dan mengeluhkan masalah kemiskinan yang menimpa dirinya kepada beliau. Maka Nabi saw. bersabda : ”Engkau harus beristighfar”.
Selang beberapa waktu, datang lagi seorang laki-laki lain, lalu menanyakan dan mengeluhkan masalah sedikitnya anak. Maka beliaupun bersabda : ”Engkau harus beristighfar”. Kemudian setelah itu, Abu Hurairah ra. Berkata, ’wahai Rasulullah saw. Penyakitnya bermacam-macam tetapi obatnya hanya satu’. Maka beliau bersabda, bacalah firman Allah ta’ala :
”Maka aku katakan kepada mereka : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu (istighfar), sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Dia akan mengirim kepada kamu hujan yang lebat, dan memperbanyak harta dan anak-anak dan menjadikan untukmu kebun-kebun serta menjadikan pula didalamnya untukmu sungai-sungai” (QS. Nuh / 71 : 10-12)
Berhubungan dengan hal ini, Rasulullah saw. juga bersabda :
”Barangsiapa yang membiasakan istighfar (meminta ampun), niscaya Allah akan menjadikan (memberikan) jalan keluar baginya dari segala kesempitan dan memberikan kesenangan dalam segala kesusahan, serta memberinya rizqi dari arah yang tidak dia duga” (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah dari Ibnu Abbas ra.)
TAWAKAL
Tawakal kita lakukan ketika kita sudah ikhtiar/berusaha secara maksimal sesuai dengan ketentuan (sunatullah) yang berlaku di dalam kehidupan. Artinya, ketika kita hendak mengatasi setiap urusan dan persoalan, maka kita harus menyempurnakan semampu mungkin syarat-syarat yang dibutuhkan.
Yaitu, apakah kita sudah maksimal, sungguh-sungguh dan istiqomah, apakah kita sudah benar dan sudah sesuai dengan jalur agama yang sudah digariskan dan apakah kita sudah mendekat/menghampiri Sang Pencipta dengan menyerahkan segala urusan kita, lalu bermunajat dan berdo’a kepada-Nya ? Jika kita sudah memenuhi syarat-syarat ini, insyaallah Allah swt. Akan menolong kita, apapun persoalan kita dan akan memberikan jalan keluar yang terbaik.
”.....Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (Qs. Ath-Thalaq / 65 : 3)
”Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang sebenar-benarnya, pasti Allah akan memberi kalian rizqi sebagaimana Dia memberi rizqi kepada burung. Mereka berangkat di pagi hari dengan perut kosong dan kembali di waktu petang dengan perut yang penuh isi”. (HR. Ahmad)
SYUKUR
Bersyukur berarti memuji Allah swt. Sebagai rasa terima kasih atas rahmat, nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita. Caranya adalah dengan menggunakan apa yang telah diberikan Allah kepada kita, sesuai dengan apa yang dikehendakinya.
Artinya, kita diberi kedua kaki, maka harus digunakan untuk berjalan menuju kebaikan atau berjalan senantiasa dalam ridho Allah swt. Kita diberi kedua tangan, maka kita gunakan untuk bekerja dengan baik dan benar, untuk menolong orang lain yang membutuhkan dan kebaikan lainnya.
Ketika kita diberi ilmu, maka kita harus mengajarkannya kepada orang lain. Apalagi ketika kita diberi rizqi, maka kita harus sedekahkan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Itulah bentuk-bentuk perwujudan syukur kita kepada Allah swt. Ringkasnya, semua anggota panca indera (organ tubuh) kita harus senantiasa digunakan untuk melakukan perbuatan baik (amal shalih).
”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat (rizqi) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim / 14 : 7)
Catatan Penting :
Tadi malam saya dihubungi sahabat saya, untuk menjadi salah satu instruktur pengenalan blog yang dilaksanakan tanggal 1-4 Mei 2008 di lokasi Pameran Komputer AJBS. Acara ini terselenggara atas kerjasama IM2, Zyrex dan Jawa Pos.

Tuesday, April 22, 2008

10 Pilihan Profesi “Kartini” Masa Kini

Seiring dengan peringatan Hari Kartini, 21 April 2008 hampir di setiap media cetak maupun elektronik berlomba-lomba untuk menampilkan “kartini” masa kini dengan segala pernak perniknya.
Ada hal yang menarik yang perlu kita cermati bersama adalah acara dengan tajuk METRO10 di Metro TV yang menayangkan hasil survey mengenai profesi yang paling diidamkan oleh seorang wanita.
Berikut adalah 10 pilihan profesi tersebut dengan urutan paling atas adalah yang paling didambakan.
1. Wirausaha (Entrepreneur)
Pilihan wanita terkait dengan profesi ini sebenarnya lebih kepada fleksibilitas waktu dan masih terjangkaunya urusan rumah tangga selain dengan berwirausaha. Dan memang dari hasil survey tersebut menggambarkan bahwa keinginan menjadi wirausaha antara wanita dan pria sedikit berbeda. Kalau pria lebih cenderung untuk memiliki perusahaan dan punya mitra/karyawan dan seterusnya.
Dan memang tidak salah kalau banyak wanita yang akhirnya memilih sebagai ”EntrepreneuR”. Lihat saja contohnya banyak disekitar kita, seperti Dewi Motik yang tahun lalu mendapatkan penghargaan ISMBEA, juga Nina M. Armando dengan Bunda In Biz-nya, Bu Yulia Moz5, Bu Sulis dengan bukunya ”Bunda Luar Biasa” dan seterusnya.
2. Guru
Profesi ini barangkali melekat dengan karakter seorang wanita. Dengan ketelatenan dan kesabarannnya juga perasaan halusnya wanita dibutuhkan untuk membantu dunia pendidikan melahirkan generasi yang baik secara keilmuan dan moral.
3. Dokter
Sejak zaman kolonial profesi seorang Dokter memang masih tetap menggiurkan. Profesi yang dianggap bisa membantu sesama dalam mengatasi masalah kesehatan ini masih memiliki tempat terhormat di hati masyarakat. Setiap kita pasti bisa secara mudah menggambarkan sosok yang satu ini.
4. Sekretaris
Nah ini dia, saya belum pernah menemukan profesi Sekretaris ini diduduki seorang laki-laki kecuali Mensesneg dan Menseskab saja. Kenapa yah, mungkin sosok wanita yang telaten, ulet itu yang menjadikan profesi ini lekat dengan wanita, atau ada yang lain ?
5. Ibu Rumah Tangga
Saya sempat deg-degan juga saat melihat acara ini yang menyebutkannya dari angka yang ke-10, karena jangan-jangan profesi yang mulia ini tidak ada peminatnya. Kalau memang benar begitu, sudah bisa ditebak generasi yang akan datang negeri ini mau seperti apa, pasti banyak yang gak keurus.
Dan ”surprised” ketika profesi ini muncul di urutan yang ke-5 alias di tengah-tengah. Itu barangkali menggambarkan bahwa wanita itu profesi utamanya adalah Ibu Rumah Tangga sedangkan sambilannya entrepreneur, dokter, desainer, jurnalis, dll...
6. Pramugari
Lah, memang ada pramugara he..he..Bagi yang ingin menjelajah negeri bahkan bumi, profesi ini sangat menggiurkan, gimana lagi lha wong terbang kemana-mana gratis bahkan dapat uang lagi he..he..
7. Pegawai Negeri Sipil
Ini kayaknya yang paling mudah, jadi PNS. Yang penting punya ijazah trus melamar dalam rekruitmen PNS, jadi dech PNS. Masalah kerjaan nanti dulu. Tapi banyak juga yang akhirnya berhasil menempati posisi puncak dalam karirnya di PNS bahkan berprestasi.
Seperti misalnya Bu Risma saat menjabat Kepala Dinas Pertamanan Kota Surabaya. Beliau adalah seorang yang getol dengan aktifitas penghijauan kota, hasilnya Tahun 2007 kemarinn Kota Surabaya terlihat lebik sejuk dan nyaman dipandang. Dan akhirnya tidak salah kalau Jawa Pos menempatkannya sebagai Woman Of The Year 2007 lalu.
8. Desainer
Banyak ragam desainer yang digeluti wanita, dari mulai desain busana, desain interior sampai desain grafis misalnya. Dan memang sentuhan wanita itu mengundang keindahan tersendiri.
9. Entertainer
Kalau ini jangan ditanya lagi, wanita barangkali banyak yang menggeluti profesi yang satu ini. Apalagi didukung dengan program pemandu bakat instan yang menjamur, menjadikan profesi ini cukup menggiurkan. Sekali naik panggung berapa coba rupiah yang dihasilkan.
Sayangnya dunia entertainer adalah dunia yang penuh glamour dan kurang memperhatikan aspek moralitas, kasus Dewi Persik adalah salah satu contohnya. Trus bagaimana dengan Film Ayat-Ayat Cinta ? Anda lebih tahu jawabannya......
10. Jurnalis
Konon profesi yang satu ini sarat dengan “kejantanan” maksudnya identik dengan kaum pria. Tapi saat ini profesi yang satu ini menjadi incaran kaum hawa meskipun sarat dengan kekuatan fisik bahkan resiko yang mematikan. Coba siapa yang tidak kenal Ira Kusno yang mencuat saat reformasi 98 juga ada Meutya Hafid yang lolos dari sandera tentara Iraq.
Mengutip perkataan Ibu Yoyoh Yusroh (ibu dari 13 anak, anggota DPR) di Jawa Pos, “Kalau ada sentuhan wanita, insya Allah politik jadi lebih indah, lebih santun, lebih damai. Seperti masjid jika diurusi oleh ibu-ibu, akan lebih wangi, harum dan bersih,”
Nah, ibu kita, isteri kita dan anak kita berada di manakah ?

Friday, April 11, 2008

Mari Kita Bersyukur !

Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur bertanya pada supir pribadinya, “Bagaimana kira-kira cuaca hari ini?” Si supir menjawab, “Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai” Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini bertanya lagi, “Bagaimana kamu bisa begitu yakin?”
Supirnya menjawab, “Begini pak, saya sudah belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan apa yang saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun yang saya dapatkan”
Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur dimana syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya perasaan tak bersyukur akan merasa kurang dan tak bahagia.
Ada pula hal yang membuat kita tak bersyukur.
PERTAMA, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah kita sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap dan pasangan yang baik. Tapi kita masih merasa kurang. Jadi betapa pun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “kaya” dalam arti yang sesungguhnya.
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang “kaya”. Orang yang “kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.
Tentulah boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tetapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tentram. Kita dapat merubah perasaan kita dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan sekeliling kita, pikirkan yang kita miliki dan syukurilah, maka kita akan dapat merasakan nikmatnya hidup.
Pusatkanlah perhatian kita pada sifat-sifat baik atasan, mitra, pasangan, dan orang-orang di sekitar kita. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, “Menikahlah dengan orang yang Anda cintai setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi!” Ini perwujudan rasa syukur.
Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tidak mempunyai kaki, tapi ia tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.
KEDUA, yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih peraya diri dan lebih kaya dari kita.
Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasein pertama sedang duduk termenung sambil mengguman, “Lulu, Lulu” Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, “Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu”
Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya ke tembok dan berteriak, “Lulu, Lulu” “Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?” tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, “Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu”
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.
Saya ingin menggarisbawahi tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, “Saya mempunyai dua anak laki-laki, yang satu meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di syurga”
Parameter Sukses
Memaknai sukses berarti memaknai hati kita masing-masing. Karena bisa jadi kita melihat orang lain sukses, tapi orang tersebut merasa belum sukses sebagaimana persepsi kita. Demikian juga sebaliknya. Orang jawa bilang “urip kuwi mung sawang-sinawang”, orang hidup itu hanya saling memandang satu dengan yang lain.
Maka berbahagialah orang yang mampu menjaga hatinya untuk tetap dalam kesyukuran. Karena memang syukur, sebagaimana dipaparkan oleh Syaikh Said Hawwa dalam Jalan Ruhani, adalah maqam tertinggi seorang mukmin.
Standar Al Qur’an
Al Qur’an mnggambarkan makna sukses dengan berbagai variasi. Kadang dengan kata “al falah” yang artinya BERUNTUNG. Seperti dalam Al Baqarah 1-5, Ali Imran 104 dan Al Mukminun 1-10 serta masih banyak ayat yang lainnya. “Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya. ..” (QS Al Mukminun: 1-10)
Di tempat lain dikatakan Allah sebagai “al faaz” yang artinya SUKSES. Sebagaimana firman Allah, “Maka barangsiapa yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke alam syurga, maka sungguh dialah orang yang sukses.” (Ali Imran: 85)
Selain itu kesuksesan juga bisa diartikan sebagai keBAHAGIAan DUNIA dan AKHIRAT. Sebagaimana firman Alah swt dalam surat Al Baqarah ayat 201, “Ya Rabb kami, berilah kami kebahagiaan di dunia, dan berilah kami kebahagiaan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari api neraka.”
Seorang salafus shalih, Said bin Musayyib memiliki seorang putri. Putri Said bin Musayyid menikah dengan salah seorang muridnya. Suatu pagi, suaminya hendak keluar rumah, ia bertanya, “hendak pergi kemana kakanda?” Suaminya menjawab, “Mau menghadiri majelis ilmu ayah.”
“Coba kanda di sini,” katanya.Akan saya ajarkan kepadamu semua ilmu ayah. Pernah suatu hari ayah menziarahiku dan berkata kepadaku, ‘Bagaimana sudah selesai membaca tafsir Al Qur’an?’ tanyanya. ‘Sudah, jawabku, tapi ada satu ayat yang tidak saya pahami.’
‘Ayat manakah yang engkau maksud,’ tanya ayah padaku. ‘Firman Allah “Ya Rabb kami, berilah kami kebahagiaan di dunia, dan berilah kami kebahagiaan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari api neraka.” Yang dimaksud dengan kebahagiaan di akhirat adalah syurga. Lalu apa yang dimaksud dengan kebaikan di dunia.’
Maka ayah berkata, ‘Wahai anakku, yang dimaksud dengan kebaikan di dunia adalah wanita shalihah.” Hal ini juga senada dengan sabda Nabi, “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasaan dunia adalah wanita shalihah.”