Thursday, June 19, 2008

Bagaimana Mempertahankan CINTA ?

Agar cinta ini menjadi kuat dan bertahan lama, maka harus dilakukan beberapa langkah berikut ini :
Menyatakan Cinta
Hal ini tidak hanya bisa melanggengkan keakraban, memperkokoh kasih sayang, mempertebal rasa cinta, menyatukan kata, dan mempererat hubungan sesama muslim. Tapi juga bisa melenyapkan keretakan dan kedengkian. Dan ini merupakan bagian dari wujud keindahan syari’at.
Dari Abu Dzar ra, ia mendengar bahwa Rasulullah saw. Bersabda :
“Jika seorang dari kalian mencintai saudaranya, hendaklah ia datang ke rumahnya dan kabarkanlah padanya bahwa ia mencintainya karena Allah.”
Dengan mengutip ucapan Al-Baghdadi, Al-Manawi berujar :
“Mengungkapkan cinta ini dianjurkan bila cinta tersebut karena Allah, cinta yang bersemi bukan karena ambisi kepada dunia dan hawa nafsu, melainkan untuk mendapatkan kasih sayangnya. Karena menampakkan cinta demi dunia dan pemberian, maka sama artinya dengan mencari muka. Ini adalah suatu cacat dan kekurangan. Wallahu A’lam.”
Dari Anas ra, ia bertutur :
“Kami duduk bersama Rasulullah, dan tiba-tiba seseorang datang melintas. Lalu salah seorang di antara kami berkata : ‘Wahai Rasulullah, Saya sungguh mencintai orang ini.’ Rasulullah bertanya: ‘Apakah ia sudah diberitahukan?’ Ia menjawab: ‘Belum.’ Sambung Rasulullah saw.: ‘Berdirilah, dan kabarkanlah ia.’ Orang itu lalu berdiri, seraya berkata: ‘Wahai fulan, demi Allah, saya mencintaimu karena Allah.’ Ia membalas: Saya juga cinta pada Anda, yang telah mencintai saya karena Allah.”
Dari Miqdam bin Ma’dikariba ra. Disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda :
“Jika seseorang dari kalian mencintai saudaranya, hendaklah ia memberitahukannya bahwa ia mencintainya.”
Saling Memberi Hadiah
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda : “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.”
Kita dianjurkan saling memberi hadiah, karena hadiah adalah bagian akhlak Islam yang diajarkan para Nabi dan dianjurkan oleh para wali-Nya. Hadiah juga bisa meluluhkan hati dan menghapus debu-debu yang menempel dalam dada.
Saling Berkunjung
Dengan menukil ucapan Al-Ghazali, Al-Manawi berkata :
“Mengunjungi saudara karena Allah adalah bagian dari inti ibadah kepada Allah. Di dalamnya ada kemuliaan dari Allah, beragam faedah, dan kebaikan hati.”
Dari Abu Hurairah ra, ia bertutur : “Rasulullah berkata kepadaku :“Wahai Abu Hurairah, sewaktu-waktu berkunjunglah, niscaya bertambahlah rasa cinta.”
Sebagian ulama berujar : “Terlalu sering berkunjung membuat bosan, terlalu jarang membuat rusak.”
Seorang pujangga mengubah sebuah syair :
berkunjunglah kamu sewaktu-waktu
jika terlalu sering, membuka jalan perpisahan
karena kulihat hujan tiap hari pun membuat jemu
sedang jika tidak turun-turun, tangan pun menengadah meminta
Penyair lain mengungkapkan :
jarangkan mengunjungi teman sejati, maka akan terasa seperti pakaian baru
karena hal paling membosankan bagi seseorang
jika ia selalu melihatmu di sisinya
Memberi Harta
Dari Mu’adz. Ra.; ia berkata: Kudengar Rasulullah saw. bersabda:
“Mesti kecintaan-Ku kepada orang-orang yang saling bercinta karena Aku, orang-orang yang duduk-duduk karena Aku, orang-orang yang saling berkunjung karena Aku, dan orang-orang yang saling berderma karena Aku.”
Pemberian harta memeliki tiga tingkatan : paling rendah adalah saling memberi harta, menengah adalah menyantuni, dan yang tertinggi adalah mendahulukan saudara ketimbang diri sendiri.
Yang terakhir ini adalah martabat para shiddiqun (mukmin sejati) dan sekaligus merupakan derajat yang paling tinggi bagi orang yang saling bercinta. Tingkatan ini disebut itsar, seperti firman Allah :
“Dan mereka (kaum Anshar) mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung” (al-Hasyr [59]: 9)
Meninggalkan Dosa
Dari Anas ra. Disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda :
“Dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena Islam tidak akan terpisahkan antara keduanya kecuali oleh dosa yang dilakukan salah seorang dari keduanya.”
Jika Anda mendapat perlakuan tidak ramah dari saudara Anda, maka segeralah bertobat kepada Allah, karena sesungguhnya Anda telah melakukan suatu dosa. Namun jika Anda jumpai rasa cinta mereka bertambah maka bersyukurlah, karena penyebabnya adalah ketaatan yang Anda perbuat.
Post a Comment