Friday, September 26, 2008

Email Protection And Web Security

Run your business more smoothly with more secure website and network system. Find the solution to protect your email and networks online in the website at perimetec.com where you can find reliable service in cooperation with Barracuda Networks who has experienced in working on the security for huge companies like Coca Cola, NASA, and IBM. Go to the website and check out the service of anti spam filtering in affordable price.
In the website you can read the information about the details of the service including the hosted email filtering which will help you fight viruses, phishing, spam, and the other network attacks.
You will be informed about how the system works to protect your business website and email. The service is delivered in 3 options of Silver, Gold, and Platinum, which you can choose based on your business size.
Get started now; have a more secure business network and reach higher performance standard. By using the email protection service from the website you can have better business management and reduce the stress coming from spam attacks.
Read the news available and be more aware of online attacks that have occurred, take immediate step of protection. Contact details information is available if you need further information.

Wednesday, September 24, 2008

Belajar Dermawan Dari Entrepreneur Sejati, Ustman Bin Affan

Ketika kaum muslimin hijrah dari Makkah ke Madinah, mereka menghadapi masalah persediaan air. Di sana memang ada sebuah sumber air, tapi sumber air itu milik seorang Yahudi dan airnya sengaja diperdagangkan. Hijrahnya kaum muslimin ke Madinah amat menggembirakan karena memberinya kesempatan untuk memperoleh uang yang banyak dari hasil penjualan air tersebut.
Rasulullah SAW amat berharap jika salah seorang sahabat mampu membeli sumber air itu untuk meringankan beban kaum Muhajirin yang menderita karena harta mereka ditinggalkan di Makkah. Mengetahui kejadian itu, Ustman ra pergi ke rumah orang Yahudi itu untuk membeli sumber air itu. Selepas tawar-menawar, harganya dipatok 12,000 dirham dan dengan perjanjian satu hari untuk orang Yahudi itu dan keesokan harinya untuk Ustman.

Pada giliran hak Ustman, kaum Muslimin bergegas mengambil air yang cukup untuk keperluan dua hari. Dengan demikian si Yahudi akan rugi, karena tidak ada lagi yang membeli air pada gilirannya. Orang Yahudi itu mengeluh kepada Ustman, dan akhirnya dia menjualsumber air itu kepada Ustman dengan harga 8,000 dirham.

Itulah kedermawanan Ustman ra. Alangkah jauhnya akhlak kaum muslimin dewasa ini dengan akhlak yang dimiliki sahabat Rasulullah SAW dahulu.

l Pemberian Untuk Allah 10 Kali Lipat Balasannya
Pada masa Khalifah Abu Bakar As-Siddiq ra, kaum Muslimin dilanda kemarau dahsyat. Mereka mendatangi Khalifah Abu Bakar dan berkata, "Wahai khalifah Rasulullah, langit tidak menurunkan hujan dan bumi kering tidak menumbuhkan tanaman, dan orang meramalkan datangnya bencana, maka apa harus kita lakukan?

Abu Bakar ra menjawab : "Pergilah dan sabarlah. Aku berharap sebelum tiba malam hari Allah akan meringankan kesulitan kalian"

Pada petang harinya di Syam ada sebuah kafilah dengan 1,000 unta mengangkut gandum, minyak dan kismis. Unta itu lalu berhenti di depan rumah Ustman, lalu mereka menurunkan muatannya. Tidak lama kemudian pedagang datang menemui Ustman, si pedagang kaya, dengan maksud ingin membeli barang itu.

Lalu Ustman berkata kepada mereka : "Dengan segala senang hati. Berapa banyak keuntungan yang akan kalian berikan?
Mereka jawab: "Dua kali lipat"
Ustman menjawab : "Wah sayang, Sudah ada penawaran lebih"

Pedagang itu kemudian menawarkan empat sampai lima kali lipat, tetapi Ustman menolak dengan alasan sudah ada penawar yang akan memberi lebih banyak.

Pedagang menjadi bingung lalu berkata lagi pada Ustman : "Wahai Ustman, di Madinah tidak ada pedagang selain kami, dan tidak ada yang mendahului kami dalam penawaran. Siapa yang berani memberi lebih?" Ustman menjawab : ”Allah SWT memberi kepadaku 10 kali lipat, apakah kalian dapat memberi lebih dari itu?"
Mereka serentak menjawab: "Tidak!"

Ustman berkata lagi : "Aku menjadikan Allah sebagai saksi bahawa seluruh yang dibawa kafilah itu adalah sedekah kerana Allah, untuk fakir miskin daripada kaum muslimin"
Petang hari itu juga Ustman ra membagi-bagikan seluruh makanan yang dibawa unta tadi kepada setiap fakir dan miskin. Mereka semua mendapat bagian yang cukup untuk keperluan keluarganya masing-masing dalam jangka waktu yang lama.

l Orang Yang Disegani Malaikat
Siti Aisyah ra meriwayatkan bahawa pada suatu hari Abu Bakar minta izin bertemu Rasulullah sementara beliau sedang berbaring dan bajunya terangkat sehingga salah satu betisnya nampak.

Selesai berbincang, Abu Bakar pun segera pulang. Kemudian datang Umar dan selepas berbincang beberapa waktu lamanya. Umar pun pulang. Kebetulan Ustman datang dan minta izin bertemu dengannya.

Mendengar Ustman yang datang, Rasulullah tiba-tiba duduk dan merapikan pakaiannya, lalu menutupi betisnya yang terbuka.

Selepas Ustman pulang, Aisyah bertanya : "Ya Rasulullah engkau tidak bersiap bagi kedatangan Abu Bakar dan Umar seperti kepada Uthman"

Rasulullah SAW menjawab : "Uthman seorang pemalu. Kalau dia masuk sedang aku masih berbaring, dia pasti malu untuk masuk dan akan cepat-cepat pulang sebelum menyelesaikan hajatnya. Hai Aisyah, tidakkah aku patut malu kepada seorang yang disegani malaikat?" (Hadis Riwayat Ahmad)
Rasulullah SAW mengangkat malu ke permukaan sebagai teladan dan pelita dalam mendidik umat. Bukankah Rasulullah SAW bersifat pemalu bahkan lebih pemalu daripada seorang gadis pingitan?

Bukankah beliau juga bersada : "Malu tiada menimbulkan kecuali kebaikan?"

Penyair juga menyanyikan sajak malu sebagai berikut :

Seorang tetap dalam kebaikan selama bersifat pemalu
Kayu gaharu tetap berharga selama ada kulitnya
Demi anda dan ayah anda, tidak ada kebaikan dalam kehidupan
Dan tidak pula di dunia bila hilang malunya.

"Manusia yang rugi hidupnya ialah manusia yang dikurniakan akal, tetapi tidak mahu berfikir mengenai kebesaran Allah. Dikurniakan penglihatan, tetapi tidak mahu melihat kebaikan. Dikurniakan pendengaran, tetapi tidak mahu mendengar nasihat dan dikurniakan hati tetapi tidak mahu menghayati kebesaran Allah"

Saturday, September 13, 2008

Cyrcle Of Influence

Pernah dalam salah satu riwayat, Rasulullah pernah menyampaikan tentang tukang pandai besi dan penjual minyak wangi yang muatannya kurang lebih seperti ini : “Kalau kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita akan terkena debunya dan baunya yang kurang sedap dan kalau kita bergaul dengan penjual minyak wangi kitapun akan terkena bau harumnya”.
Dari ilustrasi di atas kita bisa belajar betapa pentingnya “Cyrcle Of Influence” atau dalam istilah lain disebut dengan “Lingkaran Pengaruh” untuk menunjang suksesnya hidup kita. Terkadang kita tidak menyadarinya bahwa hambatan sukses kita itu karena adanya sejarah Cyrcle Of Influence yang pernah kita buat sebelumnya dan akhirnya membelenggu dalam alam bawah sadar kita.
Dengaan “Cyrcle Of Influence” ini kita mendapatkan dua manfaat sekaligus : Pertama, kita bisa menyerap aura poisitif dan potensi kebaikan yang dimiliki oleh orang lain yang berada dalam lingkaran pengaruh kita. Kedua, kita bisa memancarkan aura positif dan potensi kebaikan yang kita miliki kepada orang lain.
Pernah kawan saya bilang, “Kamu jangan mati dulu kalau belum punya empat orang kawan”. Maksudnya, pasti setiap orang itu memiliki kawan dan setidak-tidaknya jumlahnya tidak kurang empat orang, karena kalau tidak apa mungkin jenazah kita nanti jalan ke kuburan sendiri he..he..
Karena setiap kita memiliki Cyrcle Of influence, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini supaya bisa berbuah sukses seperti yang kita harapkan :
1-Positive Thinking
Berfikir positif adalah modal dasar bagi terciptanya lingkaran pengaruh yang baik. Sejauh mana kita bisa memandang persoalan yang kita hadapi dari berbagai sudut pandang sehingga kita bisa menyikapinya secara bijaksana.
Seperti yang pernah dikatakan Johanes Surya dalam bukunya Mestakung : Bahwa kalau kita berfikir positif maka seluruh alam semesta ini akan tertarik kedalam diri kita dan mendukung sepenuhnya apa yang kita inginkan dan begitupun sebaliknya.
2-Networking Plus
Bergaul dengan sebanyak mungkin orang adalah sebuah keniscayaan yang mesti kita jalani jika ingin mencapai sukses. Sebagaimana yang disampaikan Tung Desem Waringin : “Orang yang mencapai kekayaan dan kebahagiaan (orang sukses) itu adalah orang-orang yang berkomitmen terus belajar dari yang terbaik dan mau melakukan yang terbaik serta mampu bersyukur”.
Hal ini diperkuat dengan pesan Rasulullah, bahwa silaturrahim itu membawa dua dampak, dipanjangkan umur kita dan ditambah rizqi kita. Jadi, perbanyaklah silaturrahim karena dengan itu kita akan menemukan kejaiban dalam hidup kita.
3-Master Mind
Cyrcle Of Influence itu juga mestinya beroirientasi pada terbentuknya “master mind” yang akan menularkan spirit sukses bagi anggotanya.
Dalam buku klasik The Law of Success, Napoleon Hill mendefinisikan suatu aliansi mastermind sebagai “dua atau lebih fikiran yang secara aktif bekerja bersama dengan keselarasan menuju ke suatu tujuan bersama yang jelas”.
“Jangan pernah meragukan bahwa sekelompok kecil warga yang mempunyai pemikiran dan berkomitmen dapat mengubah dunia. Sesungguhnya merekalah satu-satunya yang telah mengubah dunia” (Margaret Mead)
Catatan Penting :
Saya ucapkan selamat menjalankan ibadah Ramadhan 1429 H, semoga Allah meridhoi segenap amal ibadah kita dan menjadikan kita semua insane yang bertaqwa. Mari sucikan harta kita dengan menunaikan zakat infaq melalui amil LMI : Arif Prasetyo Aji, keterangan lebih lanjut seputar zakat klik : http://www.relawanziswaf.blogspot.com/

Monday, September 08, 2008

Ramadhan Bulan Muhasabah

Muhasabah
Kita mungkin sering mendengar kata muhasabah di berbagai kesempatan. Kata ini kian sering kita dengar di bulan Ramadhan. Banyak para khatib/penceramah menggunakan kata ini dalam tausyiahnya. Nah, tahukah kita, apakah muhasabah itu sebenarnya ?
Muhasabah berasal dari kata hasibah yang artinya menghisab atau menghitung. Dalam penggunaan katanya, muhasabah diidentikkan dengan menilai diri sendiri atau mudahnya adalah MENGEVALUASI DIRI.
Dalam melakukan muhasabah, seorang muslim menilai dirinya, apakah dirinya lebih banyak berbuat baik (beribadah) ataukah malah lebih banyak berbuat jahat (bermaksiat) dalam kehidupan sehari-hari. Karena kata seorang ulama’, “Iman itu naik dan turun. Naik ketika berada dalam ketaatan dan turun saat berada dalam kemaksiyatan”.
Makanya dia mesti obyektif melakukan penilaian, menggunakan Al Qur’an dan Sunnah sebagai dasar/basis melakukan penilaian, dan bukannya berdasar keinginan diri atau sesuka hati.
Rasulullah SAW sendiri sebenarnya menyuruh kita untuk melakukan muhasabah tiap hari. Saat menjelang tidur, kita mengevaluasi diri kita, apakah kita hari ini sudah melakukan banyak kebajikan atau kejahatan. Seberapa banyak kebaikan yg kita lakukan, dan seberapa banyak kejahatan yg kita lakukan.
Dari situ, kita perhatikan, apakah amal kebajikan kita lebih banyak dari kejahatan. Sehingga kita bisa prediksi, apakah kita akan ditempatkan di surga atau neraka ? (catatan : ini hanya hitung2an versi manusia. wewenang boleh masuk surga atau neraka adalah hak prerogatif Allah SWT)
Ingatlah saudaraku, bahwa Rasulullah SAW membagi manusia dalam tiga golongan :
  1. Golongan beruntung, jika hari ini lebih baik dari hari kemarin. Amal perbuatannya hari ini lebih banyak daripada hari kemarin (serta maksiatnya lebih sedikit dibandingkan dengan hari kemarin).
  2. Golongan merugi, jika hari ini sama dengan hari kemarin. Dengan demikian, amal perbuatannya hari ini sama dengan hari kemarin.
  3. Golongan celaka, jika hari ini lebih buruk daripada hari kemarin. Ini berarti, amal perbuatannya hari ini lebih sedikit dibandingkan hari kemarin.
Jadi, mumpung kita masih berada dalam bulan Ramadhan dimana setiap amal kebaikan dimudahkan maka sebaiknya kita mulai membiasakan diri untuk selalu melakukan muhasabah. Juga tak kalah pentingnya adalah ikhtiar untuk selalu meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita selama di bulan Ramadhan 1429 H ini.
Dan sebagai entrepreneur, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan bisnis kita selama ini. Apakah sudah bisa memberikan manfaat dan semakin mendekatkan dengan yang yang Maha Pemberi Rizqi, Allah SWT.