Wednesday, October 22, 2008

Episode Laskar Pelangi

Alhamdulillah, di tengah kesibukan silaturrahim dan persiapan mudik lebaran (1 oktober 2008) akhirnya kami (saya dan istri) bisa berkesempatan menonton Film Laskar Pelangi. Kebetulan juga masih ada voucher untuk menonton di jaringan 21, jadinya lumayan untuk ngirit ongkos he….he.

Untuk Film Laskar Pelangi yang diproduksi Miles Production dan diarsiteki oleh Mira Lesmana dan Riri Reza ini saya berikan apresiasi “dua jempol’. Mengapa ? karena untuk adaptasi dari sebuah novel ke bentuk karya film, baru kali ini saya cukup puas. Inspirasi dan ruh novel bisa tertuang habis dalam setiap adegan film,

Dijamin orang yang sudah membaca novelnya berkali-kalipun tidak akan menemukan kebosanan untuk mengikuti setiap adegan dalam film. Imajinasi yang diciptakan dalam film ini bisa dikatakan seliar imajinasi pembaca novel. Sekali lagi, saya salut abis he..he.

Pak Harfan sebagai seorang tokoh pendidikan yang sangat dihormati sekaligus disenangi murid-muridnya yang oleh Bu Muslimah disebut sebagai Laskar Pelangi menyimpan inspirasi yang sangat dalam. Setidaknya ada dua kalimat yang perlu direnungkan :

“Kalian harus berani bermimpi…..!”
“Kalian harus menjadi orang yang memberi sebanyak-banyaknya dan bukannya menerima sebanyak-banyaknya"


Tentang impian, saya sudah banyak menulis dalam blog ini seperti dalam artikel “Kung Fu Panda”. Begitupun halnya dengan ungkapan Pak Harfan yang kedua, yang sangat relevan dengan hadist Rasulullah SAW tentang kemandirian yang termahsyur itu juga telah banyak saya tulis dalam blog ini.

Tentang memberi, dia sangat erat kaitannya dengan kemandirian karena dia hanya bisa dilakukan ketika memiliki baik dari aspek materi maupun yang non materi sekalipun. Pernahkah kita mendengar ungkapan bahwa “senyuim itu adalah shadaqah” ? Kalimat ini menandakan bahwa “memberi” itu memiliki nilai lebih.

Maka, memberilah !

Thursday, October 16, 2008

Kun Fayakuun !

“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu. Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu” (QS. Yaasiin (36) : 82)

Segala yang terjadi di deluruh jagat raya ini tidak pernah lepas dari skenario Allah SWT, pun halnya yang terjadi pada masa depan kita. Sesuatu yang tidak mungkin menurut ukuran manusia menjadi mungkin jika kita yakin bahwa semua urusan kita tidak pernah lepas dari tangan Allah SWT.

Dan pelajaran yang diberikan melalui film “Kun Fayakuun” yang diarsiteki oleh Ustadz Yusuf Mansyur bisa memberikan gambaran kepada kita tentang ketentuan Allah itu. Terutama sebagai entrepreneur, tidak ada salahnya kita menengok sebentar film ini sebagai spirit sukses kita. Ada beberapa pelajaran yang perlu kita catat, kita renungkan dan terlebih kita laksanakan sebagai “road to success” kita dalam menjalani kehidupan.

Kekuatan Tawakal

Inilah sebenarnya inti kekuatan yang maha dahsyat itu, yang bahkan mampu mengguncangkan seluruh isi arsy. Keyakinan bahwa Allah adalah sumber kekuatan dimana jika kita dekat dan memohon kepada-Nya maka pasti akan mengabulkannya.

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar”(QS Al Baqarah (2) : 153)

“Mendekat dan Memohon” kepada-Nya inilah yang dilakukan oleh penjual kaca ini setiap harinya baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Dia senantiasa komitmen dengan sholat wajib yang diusahakan selalu berjama’ah dan disetiap malamnya dia bersimpuh dihadapan-Nya untuk mengadukan seluruh keinginannya.

Kekuatan Ikhtiar

Ikhtiar ini ibarat sebagai prasyarat yang menjadi sarana untuk menunjukkan keseriusan kita disamping juga sebagai salah satu sebab dikabulkannya do’a kita.

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan” (QS. Al Qashash (28) : 77)

Kekuatan Impian

Penjual kaca keliling itu punya mimpi sederhana tetapi sangat jelas, yaitu ingin menjadi pengusaha kaca dengan memiliki toko kaca yang megah. Dan mimpi ini dipertegas setiap dia melewati toko kaca dan ditanamkan kepada seluruh anggota keluarganya. Tentang “impian” ini bisa dilihat dalam postingan saya sebelumnya.

Kekuatan Shadaqah

Shadaqah itu bukanlah “uang sisa” dari penghasilan yang kita dapat, tetapi harus diutamakan dan disengaja di awal setiap kita mendapatkan penghasilan. Sekali lagi, penjual kaca memberi pelajaran yang berharga, ketika dia mendapatkan modal kerja dia menyisihkan 10 % untuk shadaqah dan itu dilakukannya di awal sebelum dia menggunakan modalnya tadi.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui” (QS Al Baqarah (2) : 261)

Memberi!, Bukan Menerima

“Tangan di atas itu lebih baik daripada tangan di bawah”, inilah hadist Rasulullah saw yang mengajarkan tentang kemandirian. Dan pelajarannya bisa kita lihat secara lebih detail dalam kisah sahabat yang sekaligus entrepreneur bahkan konglomerat di masa Rasulullah, “Abdurrahman Bin Auf”.

Kita jangan malu untuk meminta kepada Allah, karena sebelum yang lain Dia-lah satu-satunya penolong yang kita miliki. Dan rahmat Allah itu sangat luas sehingga tidak pantas kalau kita putus asa dari rahmat Allah.

Catatan Penting :Segenap manajemen Dienazty Fashion Center menyampaikan jazakumullah khoiron katsiro kepada seluruh mitra Busana Muslim Anak Annida Islamic Kids Wear, mitra Busana Muslim EmDeeEf dan mitra Busana Muslim Attaqi di seluruh nusantara. Semoga silaturrahim dan kerjasama kita ini mendapatkan ridho Allah SWT dan dilimpahkan barakah dan rizqi yang berlimpah. Amiin

Friday, October 10, 2008

Educational Games for Kids

Give the best supply of education for your kids to support the development of the brain working. You can do it with the help educational games that you can find online in the website at shop.knowledgeadventure.com.

In the website you can see the options of educational software in many types in visual terms and more. The products available there are delivered by various retailers including Walmart, Target, and Meijer.

Train your little kids to think better in logic with the products of online preschool games that you can buy from the website. Try the JumpStart Advance and help your kids sharpen their brains by learning about languages, counting, music, arts and many more. For another option in the same kind, you can try on the software of Frankie’s Field Trip. To get a preview you can see the screen shot images there.

Browse more and find some other toddler games with many features provided. The educational games there are already adjusted with the state’s education standard and you can also adjust the games level based on your kids’ learning pace.

Your kids will be able to learn about math, science, computer use, and so on. Price information is available and you can shop online using the shopping cart.

Tuesday, October 07, 2008

Tangga Sukses

“Prestasi puncak itu hanya dapat diraih jika ada hasrat yang kuat”
(David C. McClelland)

Menurut Paul G. Stoltz dalam bukunya Adversity Quotiont, ada tiga kelompok orang dalam mendaki menuju kesuksesan. Kelompok pertama disebut QUITTERS (mereka yang berhenti), kelompok kedua disebut dengan CAMPERS (mereka yang berkemah) dan kelompok ketiga disebut CLIMBERS (para pendaki).
QUITTERS (Mereka Yang Berhenti)
Ada banyak orang yang memilih untuk berhenti menghindari kewajiban, memilih keluar dari perjuangan menuju puncak gunung sukses. Mereka ini disebut QUITTERS.
Secara lebih jelasnya, mereka selalu menghentikan pendakian, meninggalkan dorongan inti manusiawi untuk mendaki dan demikian juga meninggalkan banyak hal yang ditawarkan oleh kehidupan.
CAMPERS (Mereka Yang Berkemah)
Mereka ini sudah mendaki beberapa jauh lalu berkata : “Saya hanya sampai disini mampu mendaki…”. Karena bosan atau tidak tahan dalam menghadapi kesulitan mendaki puncak sukses, mereka mengakhiri pendakiannya dan mencari tempat nyaman sebagai tempat sembunyi dari situasi yang tidak bersahabat. Mereka memilih untuk menghabiskan sisa-sisa hidup dengan duduk disitu.
Berbeda dengan quitters, campers sekurang-kurangnya telah menanggapi tantangan pendakian, karena mereka telah mencapai tingkat tertentu. Perjalanan mereka mungkin memang mudah, atau mungkin mereka telah mengorbankan banyak hal dan telah bekerja keras untuk sampai dimana mereka kemudian berhenti.
Pendakian yang tidak selesai itu oleh sebagian orang dianggap sebagai “Kesuksesan”. Ini merupakan pandangan keliru yang sudah lazim bagi mereka yang menganggap kesuksesan sebagai tujuan yang harus dicapai, jika dibandingkan dengan proses perjalanannya.
Namun demikian, meskipun campers telah mencapai tempat perkemahan, mereka tidak mungkin mempertahankan keberhasilan itu tanpa melanjutkan pendakiannya. Karena yang dimaksud pendakian adalah perbaikan seumur hidup pada diri seseorang.
CLIMBERS (Para Pendaki)
Yang dimaksud dengan kelompok ini adalah orang yang seumur hidupnya membuktikan dirinya pada pendakian sukses tanpa menghiraukan latar belakang keuntungan atau kerugian, nasib baik atau buruk. Dia terus mendaki tanpa menghiraukan hambatan yang menghalangi pendakiannya. Hanya kelompok orang inilah yang berada di puncak.
Inilah kelompok yang tidak pernah mau menyerah, tidak membiarkan pesimisme mendikte mereka, tidak mau menyerahkan kepada kekuatan penindas dan tidak mau merangkak. Orang-orang ini malah hidup dan bernafas dalam sukses.
Inilah kelompok orang yang paling bahagia karena meraih yang terbanyak. Orang-orang dalam kelompok ini berpenghasilan sangat besar. Orang-orang ini menjadi pedagang tingkat atas, dokter, insinyur atau pemimpin tertinggi di bidang mereka masing-masing.
Tentu kita semua ingin berada dalam kelompok ketiga ini. Yaitu kelompok yang mendapatkan keberhasilan lebih besar tiap tahun, kelompok yang mengerjakan segalanya dan mendapatkan hasil.