Monday, November 10, 2008

Teman Sejati

Selama ini ku mencari cari teman yang sejati buat menenami perjuangan suci
Bersyukur kini padamu Illahi, teman yang dicari selama ini telah kutemui
Dengannya disisi, perjuangan ini senang diharungi, bertambah murni kasih Illahi Kepadamu Allah kupanjatkan do’a, agar berkekalan kasih sayang kita
Kepadamu teman kupohon soskongan, pengorbanan dan pengertian
Tlah kuungkapkan segala-galanya, itulah tandanya kejujuran kita
(Syair Nasyid “Teman Sejati”-Brothers)

Saya sangat ingat betul dengan lirik lagu ini, karena pada saat booming album “brothers” ini, kami bersepeluh orang dari FSLDK melakukan perjalanan Jakarta-Padang PP. Dan sepanjang perjalanan itu yang berkumandang di mobil hanya kaset milik Mas Brothers ini. Dan hitsnya adalah ”Teman Sejati” ini.

Teman dan sahabat sangat dibutuhkan manusia. Senyum saja andaikata tidak dengan temannya, bisa disangka yang tidak-tidak bahkan barangkali ada yang nyelethuk ”gila kali”. Dengan teman dan sahabat, tidak hanya senyum yang dapat kita lakukan, tetapi juga kerjasama, saling membantu, saling menolong dan saling menasehati.

Dalam Islam, kita kenal ukhuwah Islamiyah (persaudaraan islam). Dalam ukhuwah, terjadi saling mengenal, saling memahami, dan saling menanggung (ta’aruf, tafahum, takaful). Inilah salah satu nikmat ALLAH yang besar bagi orang-orang beriman. Tiada keimanan tanpa ukhuwah, dan tiada ukhuwah tanpa keimanan.

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara..”( Al Hujurat : 10 )

Ukhuwah adalah nikmat dan karunia dari ALLAH yang diberikan kepada manusia sebagai sarana untuk melengkapi kebutuhan insaniyah disamping yang utama adalah untuk tujuan ibadah.

“dan (ALLAH) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi ALLAH telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Anfaal : 63)

Karena ukhuwah itu nikmat, lagi-lagi kita harus bersyukur kepada ALLAH. Ukhuwah yang sudah kita nikmati ini harus kita pelihara dengan tingkatan ukhuwah terendah, yakni shalamatushshadr (berlapang dada, menjauhi buruk sangka). Minimal Husnuzhan yang kita lakukan sebelum kita mencapai tingkatan tertinggi, yaitu itsar (lebih mementingkan saudaranya daripada diri sendiri).

Semoga nikmat ukhuwah yang sudah kita rasakan, ditambahkan oleh ALLAH. Sehingga pertemanan kita, persahabatan yang kita jalin adalah persahabatan abadi. Sebagaimana persahabatan orang-orang yang bertakwa dan bukannya bersahabat dan mencintai karena kepentingan politik, bisinis, gengsi ataupun jabatan. Tetapi cinta orang-orang yang bertakwa adalah karena ALLAH semata.

”Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa” (QS. Az-Zukhruf: 67)

”Sesungguhnya ALLAH pada Hari Kiamat berseru : Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-KU? Pada hari ini akan AKU lindungi mereka dalam lindungan-KU, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-KU”(HR. Muslim)

Ayo bersegera temukan teman sejati, dan menuju persahabatan yang abadi !

*) Saya mengucapkan “barakallahu laka wabaraka ‘alaika wajama’a bainakumma fii khoir” kepada sahabat abdul jakfar huda (teknik perkapalan its ’96, ketua departemen pengabdian masyarakat jmmi its 99/00, direktur manar-fm) yang telah menggenapkan separuh dien-nya dengan menikahi seorang gadis asal lamongan

*) Memperkenalkan blog baru saya di : www.arifprasetyo.com