Monday, November 30, 2009

Resep Sukses Bisnis : Bandeng Beredar, Rizqi Mengekor

Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi resep sukses dari seorang anak muda Surabaya yang sehari-harinya cangkrukan bersama teman-temannya yang sebagain besarnya adalah pengangguran. Dia selalu berfikir bagaimana memberdayakan teman-temannya dengan pekerjaan atau bisnis yang menguntungkan.

Yang perlu diingat dari anak muda ini, mereka adalah sekelompok anak muda yang memiliki peran kritis dalam pembangunan di wilayahnya. Akhirnya tercetuslah ide untuk bisnis di bidang advertising, khususnya jasa pemasangan spanduk, baliho dll. Bahkan sampai dengan saat ini mitra yang memakai jasanya sudah cukup banyak dari mulai lembaga sosial, partai politik sampai dengan instansi bisnis. Dan wilayahnya pun sudah menjangkau dari Surabaya sampai dengan Malang dan Jogya.

Sekali order, omsetnya bisa puluhan juta rupiah didapatkan dan itupun sebagian besarnya dibagi untuk teman-temannya yang kebetulan direkrut menjadi karyawannya. Niat awalnya memang dia ingin membantu teman-temannya yang lain supaya berdaya dan terangkat ekonominya.

Disaat tidak ada order dan punya uang, anak-anak ini mancing di salah satu tambak bandeng yang berada di wilayah pinggiran Sidoarjo. Uniknya, saat pulang pasti membawa oleh-oleh bandeng bakar yang kemudian diberikannya kepada orang yang dikenal termasuk saya he..he. Dia meyakini bahwa dengan memberi insyaallah rizqi akan mengikuti terus tanpa kita mampu menghentikannya.

The Miracle of Giving

Saya jadi teringat dengan Ustadz Yusuf Mansyur (Wisata Hati) yang banyak bertutur tentang “The Miracle of Giving”. Dan kisah anak muda ini adalah satu dari sekian kisah yang bisa menginspirasi kita bagimana sedekah akan mengalirkan rizqi yang tidak terduga datangnya.

Sedekah merupakan salah satu sebab diturunkannya rizqi dari Allah SWT. Jika kita ingin selamat dan kaya, maka otomatis kita harus yakin dan tidak boleh ragu terhadap “ketentuan dan logika langit” ini. Dan pada saat yang sama kita mempraktekkannya. Yaitu, kita senantiasa bersedekah kapanpun dan dimanapun sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.

”Hendaklah kalian mempercepat datangnya rizqi dengan sedekah” (HR. Abu Dawud)

”......apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)” (QS. Al Anfal (8) : 60)

Sebagai pengingat bagi kita semua, alangkah baiknya jika kita mesti tahu bagaimana sedekah yang memberi efek positif bagi diri kita maupun bagi kemaslahatan orang lain. Sedekah yang bakal memberi keberkahan dalam hidup, terutama keberlimpahan rizqi yang tak pernah diduga sebelumnya. Sedekah yang demikian adalah yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

Pertama : Harta yang disedekahkan adalah harta yang halal dan baik (thayib), yang masih kita cintai dan masih kita butuhkan serta pada saat kita masih dalam keadaan sehat/lapang.

”Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan , tentang hal itu, sungguh Allah Maha Mengetahui” (QS. Ali Imran (3) : 92)

Kedua : Tidak terdapat empat unsur negatif dalam bersedekah. Karena, apa yang kita sedekahkan tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali penyesalan belaka, jika masih terdapat empat unsur negatif berikut ini :
  • Senang menyebut apa yang telah disedekahkan
  • Menyakiti penerima sedekah
  • Pamer (riya’) dengan sedekah yang telah diberikannya
  • Tidak dilandasi dengan keimanan kepada Allah SWT & hari akhir
”Wahai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya’ (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apapun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir” (QS. Al baqarah (2) : 264)

Ketiga : Tidak boleh memberi sedekah dengan maksud mendapatkan balasan yang lebih banyak dari apa yang telah disedekahkannya itu.

”Dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak” (QS. Al Mudatsir (74) : 6)

Salam Sukses Indonesia !
Arif Prasetyo Aji
JPMI Surabaya | Exist Bangun Nusantara

Tuesday, November 10, 2009

Rahasia Sukses Tukang Sapu Bisa Naik Haji

Berbeda dengan kebanyakan orang, Bapak yang satu ini memiliki alur berfikir yang keluar dari nalar atau dengan istilah lainnya disebut dengan “out of the box”. Kalau dilihat dari kondisi fisiknya mungkin kita tidak mengira karena profesinya hanyalah tukang sapu di salah satu perusahaan telekomunikasi di Surabaya.

Tapi kalau dilihat dari segi yang lain, sungguh sangat luar biasa kepribadiannya. Dengan kondisinya saat ini, dia berani bermimpi untuk membahagiakan istri dan ketiga anaknya serta pergi berhaji suatu saat nanti. Dengan gaji yang hanya 700 ribu sampai dengan 800 ribu per-bulannya, dengan ijin Allah beliau mampu memberikan pendidikan yang baik bagi ketiga anaknya bahkan sudah ada yang menempuh bangku kuliah.

Puncaknya adalah ketika dia mampu menunaikan ibadah haji dengan tabungan yang disisihkan dari penghasilannya tiap bulan sedikit demi sedikit. Diantara rahasia sukses yang beliau sampaikan adalah :
  1. Niat & berani bermimpi
  2. Bersegera menyambut seruan Allah
  3. Meminta “apapun” kepada Allah meskipun itu tidak mungkin
  4. Selalu ikhlas

NIAT & BERANI BERMIMPI

Seperti yang saya sampaikan di atas, bahwa Bapak ini mampu berfikir “out of the box”. Berani bermimpi untuk sesuatu yang tidak mungkin menurut ukuran manusia. Bahkan terkadang menerima cibiran dari orang lain sekalipun. Permasalahan kita, terkadang tidak berani melanjutkan “niat” atau “mimpi” kita karena takut atau trauma dengan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung.

Dalam islam, niat sangatlah penting artinya, makanya Imam Nawawi meletakkan hadist tentang “niat” ini di nomor yang pertama dalam kitab kumpulan hadist yang ditulisnya “arbain nawawi”.

Orang yang berniat dalam kebaikan meskipun belum sampai terlaksana akan mendapatkan nilai “satu kebaikan”. Sedangkan orang yang berniat jahat tetapi belum sempat melaksanakan niat jahatnya belum tercatat sebagai satu kejahatan. Dilihat dari sini, betapa Allah sangat mencintai hamba-Nya dan meletakkan niat sebagai sesuatu yang sangat penting.

Sedangkan “mimpi” itu adalah refleksi kejadian yang kita inginkan di kemudian hari. Selama mimpi itu “gratis’ maka kita layak mencobanya dengan mimpi-mimpi yang tinggi sehingga memberi gairah dan warna bagi hidup yang kita jalani. Seorang yang sukses, pastilah berawal dari mimpi ini, termasuk ANDA. Jadi, buatlah mimpi ANDA SEGERA !

BERSEGERA MENYAMBUT SERUAN ALLAH

Bapak yang satu ini kalau sholat jama’ah selalu datang paling duluan juga pada setiap acara keagamaan dipastikan bahwa beliau adalah orang pertama yang menyambutnya. Tidak banyak memang orang yang seperti ini, yang meletakkan seruan Allah dalam prioritas utamanya. Allah berfirman melalui hadist qudsi :

“Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan memenuhi dadamu dengan kekayaan dan menutup (menyingkirkan) kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesempitan (kegelisahan) dan Aku tidak akan menyingkirkan kefakiranmu” (Hadist Qudsi)

Juga ada ungkapan yang disampaikan ustadz Yusuf Mansyur tentang hal ini :

“Kejarlah kekayaan dengan mendekati Allah, pemilik semua kekayaan. Ketika kekayaan diraih dengan melupakan Allah, maka apa yang diraih dan apa yang digenggam akan berbalik menjadi kesombongan dan kehinaan"

MEMINTA “APAPUN” KEPADA ALLAH MESKIPUN ITU TIDAK MUNGKIN

Diantara kebiasaan yang dilakukan Bapak yang satu ini adalah selalu meminta apapun kepada Allah disetiap kesempatan. Kalaupun kita tidak memiliki apapun dari segi materi, kita punya Allah yang bisa selalu kita mintakan apapun kepada-Nya.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”(QS. 2 : 186)

SELALU IKHLAS

Ikhlas adalah kunci sukses ibadah kita kepada Allah SWT. Lurusnya ibadah atau amal yang kita kerjakan terletak pada ikhlasnya amal yang kita kerjakan. Nah, Bapak yang satu ini menempatkan ikhlas sebagai salah satu resep suksesnya. Dimana dia selalu mudah memenuhi seruan Allah tanpa maksud apapun bahkan menunaikannya di awal wakti selagi kebanyakan orang sibuk dengan aktifitasnya.

Keikhlasannya juga ditunjukkan bagaimana dia menjalani hidup dengan selalu bersyukur atas karunia yang Allah curahkan kepadanya. Meskipun menurut ukuran manusia kebanyakan hidupnya dipenuhi keterbatasan. Wallahu a’lam

Salam Sukses Indonesia !
Arif Prasetyo Aji
Exist bangun Nusantara | Dienazty Fashion Center



Monday, October 26, 2009

Kisah Para Pejuang Kemakmuran (bagian 2)


ABU BAKAR ASH SHIDIQ & UMAR BIN KHATTAB

Pada saat Rasulullah SAW dan para Sahabat sedang menghadapi perang Tabuk, beliau Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabat dalam rangka penggalangan dana. Ceritanya saat itu Umar Bin Khattab ingin mengalahkan Abu Bakar Ash Shidiq dalam hal bershadaqah. Ketika Rasulullah bertanya : “Siapa yang berinfaq pada hari ini ?”. Kemudian Umar mengacungkan tangan dan mengatakan : "Saya menginfaqkan separuh harta saya ya Rasulullah”.

Tapi kemudian semua sahabat terperanjat termasuk juga Umar ketika Abu Bakar Ash Shidiq mengacungkan tangannya dan mengatakan : “Saya menginfaqkan seluruh harta saya ya Rasulullah”. Kemudian Rasulullah bertanya : “Lalu apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu, wahai Abu Bakar ?”. Jawab Abu Bakar : “Cukuplah Allah dan Rasul-Nya yang aku tinggalkan untuk mereka”.

Akhirnya, Umar mengakui kehebatan Abu Bakar dalam hal beramal dan mengatakan, “Sampai kapanpun saya tidak akan dapat menandingi prestasi ibadah Abu Bakar”. Karena Abu Bakar menginfaqkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Allah & Rasul-nya untuk keluarganya, sementara Umar menginfakkan hanya separuh hartanya, Nah Lho....

Dua sahabat ini adalah pejuang kemakmuran yang lain, dimana beliau adalah pengusaha yang kaya raya. Kisah di atas adalah salah satu contoh keteladanan yang diberikan. Diantara keistimewaan yang lain adalah bahwa beliau sama-sama pernah menjadi Khalifah dan termasuk salah seorang diantara 10 sahabat yang dijamin masuk surga.

IMAM ABU HANIFAH (IMAM HANAFI)

Sekarang mari kita tengok kisah shalafus shalih setelah generasi sahabat yang juga tak kalah hebatnya dalam ikhtiarnya menjadi pejuang kemakmuran. Konon Imam Abu Hanifah, selain sebagai imam mahdzab yang faqih dalam agama adalah seorang entrepreneur yang sangat berdaya. Abu Hanifah mengawali aktifitas entrepreneurnya dengan berjualan roti di pasar sampai pada akhirnya memiliki jasa keuangan (Khilafah & Kerajaan).

Dan karena saking mandirinya, beliau menjadi da’i yang sangat merdeka termasuk bisa menegur Khalifah pada saat itu untuk kembali kepada kebenaran. Sampai pada akhirnya beliau diminta menjadi Qadhi (=hakim) di Kekhilafahan, akan tetapi beliau menolaknya dengan tegas. Karena pada masa itu, Qadhi di Kekhilafahan sama halnya sebagai tukang stempel saja, sama nggak ya dengan negeri kita saat ini ?

Menurut Imam Abu Hanifah, da’i harus berdaya dan memberdayakan. Dengan kepandaiannya, beliau mendedikasikan dirinya untuk mengajarkan Islam kepada semua kalangan. Dan dengan bisnisnya yang luar biasa besarnya itu, beliau juga bisa memberikan beasiswa kepada seluruh murid-muridnya bahkan sampai ke luar negeri dengan biaya penuh darinya.

Dan jangan ditanya, assetnya kalau dikurskan dengan nilai sekarang mungkin mencapai 1.7 trilliun, lebih besar dari dana rakyat indonesia yang dibawa lari edi tansil dulu. edi tansil, tanya keumana..?

KEBERANIAN & KEMANDIRIAN

Hari ini kita belajar menjadi seorang yang selalu berani berkompetisi untuk sebuah kebaikan dari dua sahabat Rasulullah SAW yang lain, yaitu Abu Bakar dan Umar. Dua sahabat ini menjalani kehidupannya dengan menjadi seorang entrepreneur/pengusaha yang tidak lupa pada Allah SWT. Mereka tidak pernah takut bahwa hartanya akan pergi, kalau toh pun pergi, itu hanyalah untuk Allah SWT.

Dalam hal ini Umar pernah mengatakan : “Taruhlah hartamu itu di tangan, dan jangan kamu taruh di hati”. Artinya, harta itu hanyalah titipan dan kita hanya sebagai perantara dari harta yang kita miliki.

Dan terkait ketakutannya kepada Allah, Umar juga pernah mengatakan : “Hisablah (evaluasilah) dirimu sebelum kamu nanti dihisab di hari akhir nanti”. Artinya, evaluasi itu adalah agenda rutin dari sebuah siklus kehidupan, sehingga kita bisa mengukur apakah aktifitas kita berbuah surga atau neraka.

Dari Imam Abu Hanifah, kita belajar bagaimana proses menjadi seorang pengusaha sukses disamping juga belajar tentang kemandirian. Karena kemandirian akan melahirkan keberanian bersikap sesuai dengan kebenaran yang diajarkan Allah dan rasul-Nya.

Dengan kekayaan yang dimiliki, Imam Abu Hanifah dapat membantu para muridnya untuk memperdalam ilmunya di luar negeri. Disamping juga dapat membantu masyarakat lainnya yang membutuhkan. Sekali lagi, kemandirian itu akan menjadikan kita terhormat karena kita bisa berperan menjadi TANGAN DI ATAS.

Salam Entrepreneur Indonesia
Arif Prasetyo Aji
Exist Bangun Nusantara | Dienazty Fashion Center |

Catatan :

Kalau memberi jangan pernah berhitung, insyaallah Allah juga tidak akan menghitung kalau mau memberi kita.


Monday, October 19, 2009

Kisah Para Pejuang Kemakmuran (bagian 1)


ABDURRAHMAN BIN AUF


Abdurrahman Bin Auf adalah seorang sahabat yang menjadi pengusaha kaya di Makkah, Dengan segenap ketrampilan dan intuisi bisnisnya dan tentu saja ridho Allah, beliau mengembangkan sayap bisnisnya dengan asset yang luar biasa besarnya pada saat itu. Saat hijrah ke Madinah, Abdurrahman Bin Auf meninggalkan seluruh hartanya dan siap memulai hidup baru dalam naungan Islam di Madinah.

Kisah yang sangat fenomenal telah diabadikan dalam shiroh nabawiyah, dimana saat itu Abdurrahman Bin Auf dipersaudarakan dengan sahabat Anshar (dari Madinah) yang bernama Sa’ad Bin Rabi’ Al anshari. Oleh Sa’ad, Abdurrahman ditawari untuk memilih salah satu istrinya untuk dinikahi tapi beliau menolaknya. Juga ditawari untuk memilih salah satu kebun milik Sa’ad, tapi sekali lagi Abdurrahman menolaknya. Abdurrahman hanya minta ditunjukkan dimana pasar berada.

Abdurrahman Bin Auf adalah sosok pengusaha kaya yang memiliki intuisi seorang entrepreneur. Pernah dalam suatu kesempatan beliau mengungkapkan :

“Saya tidak mengangkat batu, kecuali dibawahnya ada emas dan perak”

Ini sekali lagi membuktikan bahwa Abdurrahman Bin Auf adalah seorang yang ulet dan selalu bisa melihat dan mengeksekusi peluang yang ada. Sehingga dalam waktu sekejap dengan modal NOL, beliau bisa menguasai pasar yang ada di Madinah. Sungguh luar biasa !!!

Ada 3 keistemewaan yang dimiliki seorang Abdurrahman Bin Auf, diantaranya :

Pertama, Abdurrahman adalah seorang pengusaha kaya yang sangat dermawan. Beliau menyantuni para veteran perang badar dan menyantuni para janda Rasulullah. Beliau memberi makan anak yatim dan fakir miskin di Madinah.

Kedua, ia tercatat sebagai orang ke-8 yang masuk Islam dan termasuk dalam kategori assabiqunal awwalun (generasi awal yang masuk islam). Artinya, beliau sejak awal sudah membela perjuangan Rasulullah dengan segala macam kepedihan dan penderitaan. Ia dua kali ikut hijrah ke Habasyah (Ethopia) karena umat Islam diancam oleh kafir Quraisy.

Ketiga, Abdurrahman termasuk sepuluh orang sahabat yang dijamin Rasulullah bakal masuk surga. Artinya, Abdurrahman Bin Auf adalah salah seorang sahabat yang punya kepribadian luar biasa dan namanya tercatat dalam sejarah Islam dengan tinta emas.

USTMAN BIN AFFAN

Ustman Bin Affan adalah sahabat lain Rasulullah SAW yang juga merupakan pengusaha besar kala itu. Meskipun kaya raya, beliau hidup dengan sederhana dan sangat dermawan, sehingga beliau dijuluki sebagai Bapak Zuhud.

Pada masa Khalifah Abu Bakar As-Siddiq ra, kaum Muslimin dilanda kemarau dahsyat. Mereka mendatangi Khalifah Abu Bakar dan berkata, "Wahai khalifah Rasulullah, langit tidak menurunkan hujan dan bumi kering tidak menumbuhkan tanaman, dan orang meramalkan datangnya bencana, maka apa harus kita lakukan ?”

Abu Bakar ra menjawab : "Pergilah dan sabarlah. Aku berharap sebelum tiba malam hari Allah akan meringankan kesulitan kalian"

Pada petang harinya di Syam ada sebuah kafilah dengan 1,000 unta mengangkut gandum, minyak dan kismis. Unta itu lalu berhenti di depan rumah Ustman, lalu mereka menurunkan muatannya.

Tidak lama kemudian pedagang datang menemui Ustman, si pedagang kaya, dengan maksud ingin membeli barang itu.

Lalu Ustman berkata kepada mereka : "Dengan segala senang hati. Berapa banyak keuntungan yang akan kalian berikan?”
Mereka jawab : "Dua kali lipat"
Ustman menjawab : "Wah sayang, Sudah ada penawaran lebih"
Pedagang itu kemudian menawarkan empat sampai lima kali lipat, tetapi Ustman menolak dengan alasan sudah ada penawar yang akan memberi lebih banyak.

Pedagang menjadi bingung lalu berkata lagi pada Ustman : "Wahai Ustman, di Madinah tidak ada pedagang selain kami, dan tidak ada yang mendahului kami dalam penawaran. Siapa yang berani memberi lebih ?"

Ustman menjawab : ”Allah SWT memberi kepadaku 10 kali lipat, apakah kalian dapat memberi lebih dari itu?"
Mereka serentak menjawab : "Tidak!"

Ustman berkata lagi : "Aku menjadikan Allah sebagai saksi bahwa seluruh yang dibawa kafilah itu adalah sedekah kerana Allah, untuk fakir miskin daripada kaum muslimin"

Petang hari itu juga Ustman ra membagi-bagikan seluruh makanan yang dibawa unta tadi kepada setiap fakir dan miskin. Mereka semua mendapat bagian yang cukup untuk keperluan keluarganya masing-masing dalam jangka waktu yang lama.

Itulah salah satu kedermawanan Ustman Bin Affan yang merupakan keistimewaan yang dimilikinya selain sebagai Khulafaur Rasyidin dan beliau juga termasuk salah seorang dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga.

KAYA + JUJUR = DERMAWAN

Kita sangat merindukan hadirnya seorang entrepreneur/pengusaha yang kaya raya yang memiliki sifat jujur dalam dirinya. Pun harta yang diperolehnya adalah berangkat dari aspek kejujuran ini. Dan saya sangat yakin, kalau memang begitu adanya maka insyaallah akan lahir orang-orang dermawan yang dengan tulus membantu saudaranya yang lain. Insyaallah.

Hari ini kita belajar dari dua sahabat yang memiliki KECERDASAN FINANSIAL yang luar biasa sehingga bisa mengantarkannya menjadi PENGUSAHA KAYA RAYA dengan omset yang besar. Dengan kata lain, uanglah yang mengejar mereka sehingga dalam kondisi apapun pasti berpotensi menjadi peluang yang sangat menguntungkan..

Juga kita belajar bagaimana dua sahabat ini memiliki KECERDASAN SPIRITUAL yang sangat istimewa sehingga selalu menegakkan KEJUJURAN dalam setiap aspek kehidupannya temasuk dalam menjalankan roda bisnisnya. Dalam setiap kehidupannya senantiasa ada aspek spiritual, sehingga pantaslah kalau dua sahabat ini dijamin masuk surga.

Kalau sudah memiliki dua kecerdasan di atas, maka menjadi DERMAWAN itu adalah sebuah kemestian. Dan sekali lagi kita belajar deari para pejuang kemakmuran tentang kedermawanan. Atau kalau saya mengistilahkan MEMBERI TANPA MENANTI, artinya kedermawanan itu adalah sebuah sikap bagaimana kita selalu bisa menjadi seorang yang mandiri dan selalu menjadi TANGAN DI ATAS. Karena “tangan di atas itu lebih baik daripada tangan di bawah”.

Salam Entrepreneur Indonesia

Arif Prasetyo Aji
Exist Bangun Nusantara | Dienazty Fashion Center

Catatan :
Alhamdulillah sejak awal bulan ini sudah bisa menempati kantor baru. Semoga Allah memberikan barakah dan ridha-Nya kepada kami dengan segenap ikhtiar yang kami lakukan.



Saturday, October 10, 2009

Memanfaatkan “TREND” Dalam Dunia Bisnis

Memanfaatkan “TREND” Dalam Dunia Bisnis Waktu jalan ke ITC Mega Grosir Surabaya, ada pemandangan yang cukup menarik. Ada salah satu outlet busana muslim yang memajang 3 mukena dengan brand yang sebenarnya sama tapi agak berlainan, yaitu : mukena manohara, mukena ibunya manohara dan mukena tetangganya manohara.

Pertanyaannya, siapa yang mengawali munculnya ide seperti ini ? Lalu, siapa saja yang kemudian ikut dalam arus bisnis dengan memanfaatkan ikon manohara ?

Ternyata, respon customer terhadap produk yang berlabel “manohara” ini juga terbilang cukup besar, ini bisa dilihat dari banyaknya produk ini yang terjual. Coba tanya saja kepada pedagang yang panen keuntungan dari berjualan produk berlabel manohara ini. Bisnis dengan memanfaatkan “TREND” yang terjadi dimasyarakat sungguh sangatlah menarik dan tentu saja menguntungkan.

Kalau kita mau mengamati lagi, coba tengok bisnis di perempatan jalan. Kita pasti dapati dalam suatu periode tertentu yang dijual itu sama saja jenis produknya kemudian berganti sesuai dengan trend atau peristiwa yang terjadi di masyarakat. Dan ternyata suppliernya memang sama, artinya dia yang menentukan produk apa yang harus dijual dalam kurun waktu tertentu. Kenapa ada yang bermain di sector ini, tentunya factor keuntungan yang bicara.

Bicara soal “TREND” ada buku yang cukup menarik yang menggambarkan bagaimana sebuah TREND itu dibuat dan bekerja. Buku yang ditulis oleh Henrik Vejlgaard ini diberi judul “Anatomy of a Trend”.

Pada hari ini, trend muncul dari semua strata masyarakat, dianataranya menggejala pada anak laki-laki remaja di kawasan slums di Rio de Jenairo dengan musiknya dan footwear. Puncaknya pada tahun 1993, havaianas sebagai sebuah komoditi-adalah sepatu orang-orang miskin, kemudian menjadi aesories busana, kini dikelola menjadi sangat besar dan terkenal di Brasil.

Kata “TREND” boleh jadi digunakan sebagai synonym dari “CHANGE” (perubahan) dalam nilai-nilai politik, spiritual, bisnis dan banyak bidang lainnya. Sebuah trend adalah sebuah proses yang digerakkan oleh ummat manusia dalam pola sosiologis yang telah berlangsun berabad-abad.

Dalam buku ini juga menceritakan hasil survey tentang sikap orang-orang dalam menghadapi perubahan atau trend. Diantaranya :

Trendsetter : adalah mereka yang paling terbuka dan memiliki rasa ingin tahu terhadap individualisme dengan ditunjukkan melalui style dan cita rasa. Mereka menerima gagasan bahwa style harus berubah-ubah dan perubahan adalah hal yang positif.

Trendfollower : adalah mereka yang agak sama dengan trendsetter, tetapi mereka perlu melihat orang lain dulu menggunakan inovasi style baru.

Early Mainstreamers : adalah orang menerima style baru tapi dia membutuhkan lebih banyak orang menggunakan style baru sebelum mereka mengadopsi style baru. Dengan kata lain, mereka perlu melihat trendsetter dan trendfollower mengadopsi suatu style.

Mainstreamers : Orang di kelompok ini, tidak ingin menjadi trendy sebagai trendsetter tetapi juga tidak ingin terlihat sebagai konservatif seperti yang lain. Sehingga mottonya : Jangan menjadi orang pertama untuk mencoba sesuatu hal baru dan jangan menjadi orang terakhir.

Late Mainstreamers : Sangat ragu-ragu terhadap sesuatu dan bahkan dalam beberapa kasus “dismissive” dalam hal style dan cita rasa. Mereka menerima style setelah terjadi perubahan sehingga mereka seolah-olah berada diluar kebanyakan.

Conservatives : Lebih memilih style yang telah ada selama bertahun-tahun atau beberapa decade. Mereka skeptis terhadap style baru dan tidak menginginkan terjadinya perubahan dalam style dan cita rasa.

Diantara semua itu, ternyata ada yang disebut Trendcreators, adalah orang-orang yang dengan sengaja ingin menciptakan trend baru di masyarakat. Dan sebagai pelaku utamanya adalah trendsetter tentunya, yang memang cenderung suka membawa perubahan atau dengan kata lain menjadi ikon perubahan.

Nah, sebagai entrepreneur/pengusaha/pebisnis, kita sebaiknya bermain dimana kalau menginginkan keuntungan yang besar. Silahkan pilih sendiri !


Wednesday, September 09, 2009

THEOPPORTUNITYISNOWHERE

Tulisan di atas baru saja saya temukan diantara banyak file yang ada. Saya baru ingat kalau tulisan yang seperti itu pernah saya sampaikan saat saya mau menyampaikan materi, sekedar ice breaking saja sebenarnya. Saya tanya kepada seluruh audiens yang hadir saat itu, kira-kira tulisan seperti ini dibaca apa ya?.

“THEOPPORTUNITYISNOWHERE”

Dari sekian pertemuan, sebagain besar ternyata banyak yang menjawab pilihan pertama “THE OPPORTUNITY IS NOWHERE”, sedangkan yang membaca dengan pilihan kedua “THE OPPORTUNITY IS NOW HERE” itu hanya sebagian kecil saja.

Saya tidak tahu, ice breaking seperti ini dulu saya temukan dari mana yah, tapi ada juga sih manfaatnya meskipun kalau menurut orang jawa disebutnya sebagai “otak atik gathuk” he..he..betul nggak?. Kita ambil saja aspek positifnya sebagai bahan pelajaran bagi kita siapa tahu ada manfaatnya juga.

Pertama, dari aspek kandungan maknanya, the opportunity = peluang, selanjutnya terserah kita mau pilih yang mana lanjutan kalimat ini. Pilih yang pertama “is nowhere = tidak ada” yang artinya kita menganggap bahwa peluang itu tidak ada atau sudah tertutup. Atau mau pilih yang kedua “is now here = sekarang ada disini” yang artinya kita menganggap bahwa peluang itu selalu ada dan selalu menghampiri kita.

Kedua, dari aspek pilihan kalimat, pertanyaannya kenapa sebagian besar orang memilih pilihan pertama ?. Bisa saja karena itu yang terlintas di pikiran pertama kalinya atau juga itu kalimat yang paling mudah untuk diucapkan pertama kalinya. Jadinya ya gitu deh, trus untuk orang yang memilih pilihan kedua, bisa saja alasannya sama seperti di atas tapi bisa juga karena merasa ada pilihan lain misalnya, sehingga dia berusaha untuk memilihnya supaya ada yang berbeda.

Yah namanya saja “utak atik gathuk”, ya begitu saja kira-kira ulasannya. Terkait dengan pilihan, kebanyakan memang memilih yang paling mudah, cenderung tidak mau bersusah payah, itu mungkin kenapa banyak yang memilih pilihan pertama. Nah, kalau seperti ini jadinya pantas saja haampir setiap peluang yang hadir dianggap tidak ada.

Makanya dari analisa di atas wajar saja ada ungkapan bahwa, “95 persen kekayaan di dunia ini hanya dinikmati oleh 5 persen penduduk dunia, sedangkan 5 persen kekayaan dunia itu diperebutkan 95 persen penduduk dunia”. Lihat saja berita di Jawa Pos beberapa waktu yang lalu yang merilis orang-orang terkaya di indonesia versi majalah Globe Asia, penghuni orang terkaya di Indonesia dari dulu sampai dengan sekarang ya itu-itu saja. Artinya benarlah ungkapan di atas yang seolah menguatkan lirik lagunya Bang Haji Rhoma Irama “….. yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin….”

Ada juga ulasan yang cukup menarik yang disampaikan pakar ekonomi islam, Dr. Muhammad Syafii Antonio tentang ungkapan di atas : “Ketika anda jatuh atau gagal anda bilang : Opportunity is NOWHERE. Sesungguhnya anda salah baca, yang benar : Opportunity is NOW HERE”.

Terkait denagn peluang, kita harus bisa menarik diri kita sejenak untuk kemudian bisa meneropong apapun yang ada di sekitar kita sehingga kita memiliki cukup view untuk memandangnya dari segi manapun dan dalam aspek apapun. Kalau ini kita lakukan insyaallah hampir setiap yang ada di sekitar kita adalah peluang, selanjutnya tinggal kita mau menangkapnya atau tidak.

Seseorang yang hanya lulusan SLTA bisa sukses dan kaya hanya karena melihat yang disekitarnya adalah peluang yang terhampar sangat luas dan banyak. Dia yang awalnya merantau dari jawa timur ke daerah pusat ukiran di jepara sebagai tukang ampelas (tukang penghalus), akhirnya menjadi eksportir besar produk ukiran jepara ke manaca negara. Sudah lama saya tidak ketemu beliau lagi, semoga nanti dipertemukan Allah SWT. Amiin.

Seorang pedagang es puter di sekitar rumahku yang baru buka habis maghrib seringkali jam delapan malam sudah ludes jualannya. Dan yang sangat fuuntastic, dia bisa membawa pulang setiap harinya minimal 250 ribu.

Semoga coretan ini bisa menginspirasi kita semua.

Wassalam
Arif Prasetyo Aji
www.busanamuslim-attaqi.blogspot.com

Tuesday, August 25, 2009

The LONELY PLANET Story

Banyak sekali kita dapati orang yang sukses dengan cara menekuni hobi, atau kecintaan pada sesuatu yang menjadi kesenangannya. Termasuk di dunia entrepreneur diantaranya adalah kisah luar biasa dari pasangan Tony & Maureen Wheeler yang membuat petualangan menjadi bisnis bernilai jutaan dolar.

Semua kisah tadi terangkum dengan sangat apik dalam buku yang ditulisnya sendiri dengan judul “THE LONELY PLANET STORY” Buku ini mengisahkan sejarah panjang perjalanan petualangannya sejak tahun 1972 termasuk ketika melintasi wilayah Indonesia dan sejarah awalnya merintis bisnis besar dengan segala macam suka dukanya tentunya menyangkut sisi romantis pasangan ini dalam melakoni hidupnya.

Kisah ini diawali pada pertengahan tahun 1972 ketika Tony & Maureen Wheeler yang masih berusia dua puluhan tahun melakoni perjalanan keliling dunia selama setahun. Tujuannya adalah untuk memuaskan keinginan mereka yang menggebu untuk melakukan perjalanan. Mereka melakoni perjalanan tersebut ala backpacker dengan pendanaan yang sangat minim dan fasilitas sekedarnya.

Awal mula didirikannya perusahaan LONELY PLANET karena orang-orang banyak yang bertanya, “Bagimana cara kalian menyeberangi Afghanistan menuju India? Apa tidak pernah sakit? dll?........” Disamping juga alasan, setelah mereka melakukan perjalanan dari Inggris melintasi Asia ke Australia dan menyadari bahwa perlu sejenis panduan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan para pelancong jenis baru yang lebih santai dan bebas.

Dan saat ini, lebih dari tiga puluh tahun kemudian, mereka berdua pemilik salah satu perusahaan penerbitan panduan perjalanan terbesar, tersukses dan paling dicintai di dunia. Lonely Palnet Publication memiliki kantor di tiga benua, dengan 400 pegawai, 250 penulis, lebih dari 600 judul sudah diterbitkan dan penjualan lebih dari enam juta eksemplar per-tahun. Tony dan Maureen Wheeler kini tinggal di Melbourne, Australia.

Menurut saya ada beberapa point yang perlu kita renungkan sebagai pelajaran bagi kita tentang bagimana sepasang bacpacker menjadikan hobi sebagai bisnis bernilai jutaan dolar, diantaranya adalah :
  1. Mereka meiliki impian, hal ini sesuai dengan ungkapan mereka : “Kami tumbuh dari backpacker usia dua puluhan yang tak berduit tetapi selalu ingin bepergian. Sampai kini menjadi pemilik perusahaan bernilai jutaan dolar usia lima puluhan, masih dengan gairah keinginan yang sama”.
  2. Mereka jeli melihat peluang. Mereka memahami betul bahwa di dunia ini belum ada buku panduan perjalanan, sehingga akhirnya Lonely Palnet menjadi yang pertama di bidang ini.
  3. Mereka berani “action” dari hal-hal kecil dengan modal seadanya. Dia mengawali penerbitan ini dengan peralatan yang sederhana bahkan dari hasil pinjaman. Tentunya dengan panduan perjalanan yang pernah mereka lalui sebelumnya.
  4. Mereka konsisten/fokus dalam bisnis. Meskipun cobaan juga sering menghampirinya, tetapi pasangan ini tetap konsisten/fokus dalam memimpin bisnis di bidang ini. Meskipun akhir-akhir ini banyak perusahaan sejenis, dia terus konsisten tentunya dengan inovasi yang menarik.
Buku ini juga ditulis karena alasan yang sama seperti ketika Lonely Planet akan didirikan, karena orang-orang terus menanyainya, “Bagimana ceritanya dua backpacker dengan 27 sen akhirnya bisa mengelola perusahaan multinasional?”

Jika kisah perjalanan pertama mereka yang telah dibukukan itu telah menyulut begitu banyak orang yang memimpikan petualangan yang spektakuler, maka kisah Lonely Planet ini juga akan menginspirasi banyak orang yang pernah bermimpi untuk mengubah hobi menjadi bisnis bernilai jutaan dolar. Berikut adalah salah satu komentar tentang buku ini :

“Buku-buku Lonely Planet menjadi KITAB wajib bagi saya dan backpackers lainnya di dunia. Namun, buku inilah yang sangat inspiratif” (Trinity | penulis blog dan buku best seller The Naked Traveler)

Wassalam
Arif Prasetyo Aji

Thursday, August 13, 2009

Azim Premji : “Bill Gates” Muslim Dari India

“Kesuksesan biasanya datang kepada mereka yang terlalu sibuk sehingga tak sempat mencarinya” (Henry David Thoreau)

Mengenal dan belajar dari orang-orang besar yang sukses dalam mewujudkan mimpinya, adalah hal yang sangat menggembirakan sekaligus menancapkan aura inspiratif yang maha dahsyat. Terlebih kalau kita bisa bertemu langsung dengannya, pasti akan memberikan motivasi tersendiri bagi kita.

Azim Premji, adalah sosok yang tidak asing di dunia bisnis teknologi informasi terlebih di India yang notabene adalah negeri asalnya. Melalui perusahannya “WIPRO”, dia membuat India mulai dipandang para pemain ekonomi global. Pada tahun 2007, majalah BusinessWeek merilis laporan panjang tentang 30 pengusaha terhebat sepanjang masa. Diantaranya adalah : Thomas Edison, Henry Ford, Benjamin Franklin, John Rockefeller dan Bill Gates, plus ada salah satu orang India yang terselip diantaranya, siapakah dia ?

Dialah Azim Hasham Premji, pemimpin Wipro Technologies yang merupakan perusahaan Teknologi Informasi (TI) yang kini menjadi backoffice perusahaan-perusahaan raksasa dunia. Wipro menerima pekerjaan outsourcing mulai dari merancang piranti lunak (software) hingga menjalankan call center untuk perusahaan-perusahaan seperti Nokia, Prudential dan bahkan Microsoft.

Azim Premji membangun wipro menjadi kompetitor global yang disegani. Kepemilikan Azim Premji atas 81 persen saham Wipro menjadikannya sebagai orang India terkaya kedua, yang bernilai antara 10 miliar dolar dan 15 miliar dolar. Wipro yang berkantor pusat di Bangalore-India ini memiliki karyawan 61 ribu orang dan karyawan di luar negeri sejumlah 11 ribuan orang dengan pendapatan 2.4 miliar dolar per-tahun.

Azim Premji, yang beragama Islam ini adalah pribadi yang luar biasa. Sebagai orang India terkaya nomor dua, dia justru sangat rendah hati. Bahkan gaya hidupnya sama sekali tidak mencerminkan kemewahan. Pengusaha yang satu ini selalu mengawali hari-harinya dengan sholat shubuh, dimana bisa jadi ini adalah salah satu resep suksesnya.

Bahkan untuk kegiatan sosialnya, pada tahun 2001 dia mendirikan Azim Premji Foundation. Yayasan ini didedikasikan untuk membantu 1.8 juta anak melalui berbagai program utamanya adalah pendidikan. Dengan pengeluaran total bantuan sebesar 4 juta dolar per-tahun, yayasan ini telah membantu 18 ribu sekolah dan membuat alat peraga pendidikan berupa DVD Multimedia sebanyak 464 permainan pendidikan dalam 18 bahasa.

Di salah satu kesempatan ketika dia ditanya tentang resep pencapaian suksesnya sampai dengan saat ini, dia menyebutkan :

“Saya tidak tahu resepnya. Berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri, saya akan mengatakan bahwa kuncinya adalah kerja keras, menuruti kata hati, mempercayai orang-orang di sekitar kita dan meminta bantuan, mengambil resiko, teguh dalam integritas dan tentu saja keberuntungan”

Salah satu nilai yang dipegang oleh Azim Premji adalah nasehat ibunya ketika dia sedang mengawali membangun perusahaan. Ibunya pernah mengatakan kepadanya :

“Kalau kau meyakini sesuatu, pertahankanlah itu, jangan goyah. Hormatilah komitmenmu. Kalau kau berutang pada orang lain, bayarlah. Jika tidak punya cukup uang untuk membayar mereka sekarang, buatlah jadwal untuk membayarnya nanti”

Selai hal di atas, alangkah baiknya kalau kita melihat juga keseharian Azim Premji dalam mengelola hidupnya, yaitu :
  • Pada pukul 04.30, lampu menyala di bungalow Azim H. Premji yang luas di kota selatan India, Bangalore. Pemimpin Wipro ini terbangun.
  • Usai sholat subuh, diseduhnya kopi dan dibombardirnya para manajer perusahaannya di 4 benua dengan surat elektronik, yang membicarakan berbagai persoalan, dari masalah geopolitik sampai detail kontrak.
  • Pukul 07.00, Azim Premji berjalan kaki 250 meter ke kantornya di kampus Wipro yang luasnya 5 hektar. Kemudian sarapan dengan telur dadar dan roti bersama pelanggan atau pejabat pemerintah. Acara itu kemudian diikuti rapat-rapat bisnis.
  • Sebelum matahari memuncak pada siang hari, Azim Premji telah bekerja 7 jam dan sisanya masih 7 jam lagi. Sering dia mengakhiri harinya di sebuah penerbangan komersial, bukan jet perusahaan atau pribadi.
“kita harus memiliki ketegaran untuk berfikir besar, tidak pernah mengkompromikan nilai-nilai dasar dalam keadaan apapun, selalu membangun kepercayaan diri dan memandang ke depan” (Azim Premji)

Wassalam
arif prasetyo aji

peluang bisnis : www.busanamuslim-attaqi.blogspot.com | belanja online : www.dienaztyfashion.com | mau bayar zakat-infaq : www.relawanziswaf.blogspot.com |

Saturday, August 08, 2009

Resep KAYA Menurut AL QUR'AN

Bicara soal bagaimana meraih kekayaan sangatlah menarik. Karena siapa sih yang tidak ingin kaya. Hilir mudiknya kendaraan setiap hari di jalan raya menunjukkan bahwa ini adalah salah satu ikhtiar untuk mendapatkannya. Dan yang mutakhir, adalah ramainya pendaftar CPNS dan pemburu kerja lainnya.

Dan bahkan berebutannya pendaftaran Calon Anggota Legislatif yang terhormat beberapa waktu yang lalu adalah kisah lain dari pemburu kekayaan. Konon, seorang anggota DPR bisa membawa pulang uang sampai 80 juta (pengakuan Agus Condro di salah satu televisi) itu belum termasuk sangunya yang lain-lain katanya he..he..Juga fenomena korupsi yang dilakukan Jaksa Urip Tri Gunawan yang baru saja diberhentikan secara tidak hormat dari PNS.

Dalam bukunya yang berjudul “Secret of Self-Made Millionaires”, Adam Khoo bercerita tentang rahasia-rahasia seorang miliuner. Dan dia mengawalinya dengan sebuah pertanyaan :

Mengapa Anda belum juga kaya ?

Apa yang menghalangi Anda memperoleh kemapanan yang layak Anda dapatkan ?

Diantara pembahasan dalam buku ini, sudah pernah saya posting sebelum ini. Dan sekarang saya ingin menunjukkan salah satu rahasia menuju kekayaan dengan cara Al Qur’an. Beberapa ayat al Qur’an mengungkapkan tentang bagaimana menggapai kekayaan diantaranya dengan melakukan ISTIGHFAR (mohon ampun kepada Allah SWT).

“Maka aku katakan kepada mereka, Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, Sesungguhnya, Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan menambahkan banyak harta dan anak-anakmu serta mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya untukmu sungai-sungai” (QS. Nuh : 10-12)

Pada ayat di atas, sangat jelas bagaimana Allah memberikan tuntunan kepada kita bagaimana jalan meraih kekayaan. Dengan ISTIGHFAR, Allah akan mengaruniakan sumber kehidupan berupa hujan yang mengguyur bumi juga akan menambahkan banyak harta dan berbagai sumber kekayaan lainnya.

Apa yang Allah ciptakan di muka bumi ini adalah anugerah yang tiada putus-putusnya. Dan kita yang saat ini menikmatinya haruslah senantiasa bersyukur kehadirat-Nya. Karena dengan kita bersyukur maka anugerah Allah yang kita terima akan bertambah dan terlepas dari adzab-Nya. Insyaallah.

“Allah mengabarkan tentang Nabi Hud as : Dan (Dia berkata), Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu, lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu. Dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS. Hud : 52)

Secara teknis, Rasulullah bahkan memberikan panduannya, bahwa kalau kita secara konsisten membaca istighfar maka Allah akan memberikan 3 kenikmatan kepada kita :
  1. Jalan keluar (solusi) atas permasalahan yang kita hadapi
  2. Dihilangkan dari kepedihan
  3. Diberi rizqi dari arah yang tidak di sangka-sangka
“Ibnu Abbas meriwayatkan, Rasulullah saw, bersabda : Barangsiapa yang istiqomah mengamalkan membaca istighfar, Allah akan menunjukkan jalan keluar (solusi) bagi permasalahan yang membelitnya. Allah akan menghilangkan kepedihannya serta memberinya rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Abu Daud & Ibnu Majah)

Terkait dengan ISTIGHFAR ini, konon dalam hadist yang lain Rasulullah memiliki kebiasaan untuk membaca ISTIGHFAR sampai 100 kali dalam setiap harinya. Nah, bagi semua saja yang menginginkan untuk meraih kehidupan yang lebih baik maka resep jitu dari al Qur’an ini bisa dilakukan. Wallahu a'lam.

Wassalam
Arif Prasetyo Aji
www.relawanziswaf.com | www.dienaztyfashion.com |

Tuesday, July 28, 2009

Pengantar Tentang Zakat

Ibadah zakat merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu. Allah menegaskan dalam Al-qur'an :

"Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat" (Surat An Nur (24): 56)

Zakat merupakan pilar utama untuk menegakkan keadilan sosial, seperti ditegaskan di dalam Al Qur'an :

"Dan pada harta benda mereka terdapat hak orang miskin yang meminta-minta dan orang miskin yang tidak meminta-minta" (Surat Az Zariyat (51): 19)

Disamping itu, zakat juga berfungsi untuk meningkatkan derajad ketaqwaan individu, seperti ditulis di dalam Al Qur'an :

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui" (Surat At Taubah (9): 103)

Adapun syarat-syarat umum wajib zakat:
  1. Islam, Zakat hanya diwajibkan bagi orang yang beragama Islam.
  2. Merdeka, hamba sahaya tidak wajib mengeluarkan zakat kecuali zakat fitrah, sedangkan tuannya wajib mengeluarkan untuknya.
  3. Milik sepenuhnya, Harta yang akan dizakati harus merupakan milik sepenuhnya seorang muslim yang merdeka. Bagi harta yang merupakan hasil kerjasama dengan orang non-muslim, maka hanya harta orang muslim itu saja yang dikeluarkan zakatnya.
  4. Cukup haul, Pengertiannya : harta tersebut telah dimiliki selama genap satu tahun, yakni selama 354 hari menurut penanggalan Hijrah atau 365 hari menurut penanggalan Masehi.
  5. Cukup nisab, Yang dimaksud nisab adalah nilai terkecil harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Umumnya standar nisab zakat harta (maal) menggunakan harga emas saat ini, jumlahnya 85 gram. Nilai emas inilah yang menjadi ukuran nisab dari berbagai zakat harta, seperti zakat uang simpanan, zakat emas-perak, zakat saham dan obligasi, zakat perniagaan, zakat simpanan pensiun, zakat pendapatan dan profesi, dan sebagainya.
Zakat harta yang memakai standar nisab emas ini besarnya 2,5% (dua setengah persen) dari nilai harta yang akan dizakati. Sedangkan harta-harta jenis lain seperti ternak, pertanian biji-bijian, memakai cara perhitungan tersendiri.

Ramadhan, adalah saat yang tepat bagi kita semua untuk mengeluarkan zakat. karena didalamnya dijanjikan pahala yang sangat berlimpah dari Allah SWT. Untuk membantu saudara dalam menghitung zakat dan menyalurkannya, saya menyediakan blog khusus di : www.relawanziswaf.blogspot.com

Sebagai referensi awal, saudara sekalian bisa membaca dan mempelajari dengan seksama artikel berikut ini :
  1. Zakat Perniagaan
  2. Zakat Profesi
  3. Zakat Emas & Perak
  4. Zakat Pertanian
  5. Zakat uang Simpanan
Saya tunggu zakat saudara-saudara sekalian

Wassalam
Arif Prasetyo Aji
E-Mail : [email protected] | www.relawanziswaf.blogspot.com |

Thursday, July 23, 2009

EMPAT PERSYARATAN MASUK SURGA

Dalam kehidupan akhirat yang kita yakini adanya, pasti kita ingin memperoleh kehidupan yang bahagia dengan masuk ke dalam surga. Karenanya kita selalu berdo’a agar memperoleh kebahagiaan di akhirat itu disamping kebahagiaan di dunia sekarang ini. Bahkan Nabi Ibrahim as juga berdo’a agar dimasukkan ke dalam surga, hal ini terdapat dalam firman Allah :

"(Ibrahim berdo’a) : Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shaleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan" (QS Asy Syu’ara [26]:83-85)

Kalau kita boleh mengumpamakan surga seperti sebuah negara yang akan kita kunjungi, maka untuk bisa masuk ke negara itu tentu ada persyaratan yang harus kita penuhi seperti paspor, visa, uang dll. Perbandingan ini tidaklah tepat betul, karena tidak akan ada penghuni surga yang menjadi pendatang gelap sebagaimana banyak pendatang gelap yang memasuki suatu negeri. Terlepas dari soal itu, demikian pula halnya dengan masuk surga yang persyaratannya harus kita penuhi. Lalu yang menjadi pertanyaan kita kemudian adalah apa persyaratan yang harus kita penuhi agar kita kelak bisa masuk ke dalam surga ?

Dari banyak hal yang harus dimiliki dan dilakukan oleh seorang muslim untuk bisa masuk surga, di dalam Al-Qur’an dapat kita simpulkan empat persyaratan yang harus kita penuhi. Semua persyaratan itu harus kita penuhi dalam kehidupan kita sekarang, di dunia ini. Semakin lengkap tentu semakin baik. Karena itu, kita tidak boleh menunggu usia mencapai tua untuk bisa memenuhinya, apalagi belum tentu kita bisa mencapai usia tua, karena sudah terbukti tidak sedikit orang yang mati dalam usia yang masih muda.

Pertama : Iman dan Amal Shaleh

Iman dan amal shaleh merupakan sesuatu yang harus melekat dalam kepribadian kita. Iman harus kita buktikan dengan amal shaleh dan amal shalehpun harus didasari pada iman. Karena itu, antara iman dengan amal shaleh sering diumpakan seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dan tidak boleh dipisah-pisah, gambar uang harus ada pada dua sisinya. Uang tidak akan bisa dijadikan sebagai alat pembayaran apabila gambarnya hanya sebelah. Karena itu, tidak setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah diakui keimanannya karena tidak ada amal shalehnya, Allah swt berfirman :

"Diantara manusia, ada orang mengatakan : “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman" (QS Al Baqarah [2]:8)

Manakala seseorang telah beriman dan beramal shaleh yang sebanyak-banyaknya, maka jaminan dari Allah swt baginya untuk bisa masuk ke dalam surga yang disebutkan dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’an, diantaranya Allah swt berfirman :

"Dan orang-orang yang beriman serta beramal shaleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya" (QS Al Baqarah [2]:82)

Di dalam ayat lain, Allah swt juga berfirman :

"Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar" (QS At Taubah [9]:72)

Kedua : Taqwa

Secara harfiyah, taqwa artinya memelihara diri. Orang yang bertaqwa adalah orang yang memelihara dirinya dari hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Allah swt. Karena itu, para ulama memberikan ta’rif atau pengertian taqwa, yakni: melaksanakan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya baik dalam keadaan sunyi maupun ramai. Ini berarti bertaqwa itu bukan hanya melaksanakan perintah Allah tanpa meninggalkan larangan-Nya, juga bukan hanya meninggalkan larangan-Nya tanpa melaksanakan perintah-Nya serta harus kita tunjukkan dimanapun kita berada dan dalam keadaan bagaimanapun situasi serta kondisinya.

Kehidupan umat manusia baru terwujud menjadi kehidupan yang baik, yakni kehidupan yang bermartabat, meskipun secara teknologi sangat sederhana manakala manusia bertaqwa kepada Allah swt. Namun, meskipun ilmu pengetahuan dan teknologi canggih telah dicapai oleh manusia, kehidupan dengan martabat yang rendah bahkan lebih rendah dari binatang ternak akan kita alami bila tidak bertaqwa kepada Allah swt. Oleh karena itu, ketaqwaan kepada Allah swt menjadi sesuatu yang sangat penting sehingga para khatib di hari Jum’at selalu membacakan ayat :

"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri kepada Allah" (QS Ali Imran [3]:102)

Apabila seseorang sudah bertaqwa dengan sebenar-benarnya, maka Allah swt menyediakan surga untuk tempat tinggal mereka sebagaimana terdapat dalam firman-Nya :

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa" (QS Ali Imran [3]:133)

Persyaratan taqwa untuk bisa dimasukkan ke dalam surga juga disebutkan oleh Allah swt dalam firman-Nya :

"Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya" (QS Al Qalam [68]:34)

Ketiga : Berjuang dan Berkorban

Islam merupakan agama yang tidak hanya harus dilaksanakan secara pribadi, tapi juga bersama-sama, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat. Karena itu Islam harus disebarluaskan dan diperjuangkan penegakkannya dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, negara hingga dunia internasional.

Bila itu yang harus dilakukan, maka diperlukan kemauan untuk berjuang pada setiap muslim dan tiada perjuangan melainkan harus dengan pengorbanan, baik dengan harta maupun jiwa serta kesabaran yang kuat. Oleh karena itu, berjuang dan berkorban di jalan Allah menjadi persyaratan bagi seseorang untuk bisa masuk ke dalam surga. Jangan harap bisa masuk ke dalam surga kalau seseorang tidak mau berjuang dan berkorban dengan segala yang dimilikinya, Allah swt berfirman :

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, Padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar" (QS Ali Imran [3]:142)

Sejarah telah menunjukkan kepada kita tentang bagaimana orang-orang yang mendambakan surga berjuang dan berkorban. Seorang sahabat yang bernama Hanzhalah berangkat ke medan perang meskipun ia masih pengantin baru, bahkan belum sempat mandi junub setelah berhubungan dengan isterinya, ia tinggalkan isteri yang dicintainya, ia maju ke medan jihad dan berhasil membunuh banyak musuh, namun iapun akhirnya mati syahid dan para Malaikat memandikan jenazahnya.

Sahabat Mu’adz bin Jabal juga berangkat ke Yaman atas perintah Rasulullah saw untuk berdakwah dalam waktu yang lama hingga mencapai keberhasilan membangun masyarakat Islam dan masih banyak lagi orang yang harus kita ceritakan. Semua menunjukkan adanya semangat berjuang dan berkorban dengan segala yang mereka miliki untuk meraih surga yang dijanjikan, Allah swt berfirman :

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘And. Itulah keberuntungan yang besar" (QS Ash Shaf [61]:10-12)

Keempat : Taubat

Surga merupakan tempat yang suci dan hanya bisa dimasuki oleh orang-orang yang suci. Karena itu, bila seseorang ingin masuk ke dalam surga, janganlah ia mati dalam keadaan bergelimang dengan dosa. Untuk itu, setiap manusia harus bertaubat sebelum mencapai kematian. Taubat adalah kembali kepada Allah, sedangkan orang yang berdosa adalah orang yang menjauhi Allah dengan segala ketentuan-Nya.

Karena kita tidak tahu kapan kematian akan datang kepada kita dan kita menyadari bahwa kematian itu bisa datang kapan saja, maka di dalam ayat di atas (QS Ali Imran [3]:133), taubat harus kita lakukan sesegera mungkin, jangan ditunda besok, pekan depan, bulan depan, tahun depan apalagi kalau ditunda hingga bila usia kita sampai tua, hal ini karena belum tentu kita bisa hidup sampai tua.

Keinginan kita untuk bertaubat harus diwujudkan dengan taubat yang sebenar-benarnya, yakni dengan memahami dan menyadari bahwa kita telah melakukan kesalahan, menyesali kesalahan itu, bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan itu, menyatakan permintaan maaf, dan membuktikan kehidupan yang lebih baik. Bila hal ini sudah kita laksanakan, niscaya Allah swt memberikan tiket kepada kita untuk bisa masuk ke dalam surga, Allah swt berfirman :

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai" (QS At Tahrim [66]:8)

Dari uraian di atas, menjadi jelas bagi kita bahwa seseorang akan masuk surga atau masuk neraka sangat tergantung pada usahanya dalam kehidupan di dunia ini. Semua orang punya peluang yang sama untuk bisa masuk surga. Bila persyaratan telah dipenuhi dengan baik, tidak ada alasan bagi Allah swt untuk tidak memasukkan seseorang ke dalam surga.


Monday, June 08, 2009

CAPRES = Calo(n) Presiden

Karena ingin menutupi rasa penasaran untuk melihat Film CAPRES, akhirnya kesampaian juga. Hitung-hitung sebagai sumbangsih untuk memikirkan arah bangsa ini ke depan, wow koq terlalu tinggi yah bahasanya.

Kalau dilihat promo dan traillernya sangat bagus tapi waktu melihat filmnya koq kelihatan kurang bagus yah. Filmnya memang bergenre komedi meskipun nggak komedi amat sih. Alur filmnya itu lho yang membuat bingung karena ceritanya sering melompat-lompat seperti katak he..he…Kalau mau lihat simopsisnya yang bagus nih saya cantumin yah, saya ambil dari sini.

CAPRES, Film Parodi Menyambut Pilpres

Momen pesta demokrasi tidak dilewatkan oleh beberapa sineas untuk merilis karyanya. Setelah 'Wakil Rakyat', kini giliran 'Capres' yang mencoba untuk mengocok perut penontonnya lewat guyonan-guyonan cerdas.

Kisah 'Capres' bermula ketika Hartono (Dwi Sasono) seorang office boy bergelar sarjana ekonomi tiba-tiba ditunjuk menjadi Ketua Umum Parpol yang korup bernama Partai ASU (Anggaran Semuanya Untukmu). Hartono dipilih karena kejujuran dan keluguannya.

Para pengurus Parpol itu berharap agar Hartono yang lugu itu bisa disetir dalam menjalankan kebijakan partai. Hal ini ditujukan agar dana yang terkumpul dari para pejabat dan pengusaha sebagai modal kampanye dapat dipertahankan meski Ketua Umum mereka yang asli sedang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi.

Awalnya Hartono yang lugu tidak bersedia untuk menjadi Ketua Umum Parpol tersebut. Namun berkat dukungan yang diberikan oleh sang pacar Ningsih (Happy Salma), Hartono pun bersedia untuk meneruskan perjuangan ayahnya sebagai pemimpin yang jujur dan melayani rakyat dari hati.

Berbagai adegan menggelitik pun tercipta ketika hartono yang lugu diubah penampilannya sehingga terlihat lebih bonafit. Tak hanya itu, Hartono juga mendapuk Effendi Ghazali dan Ucup Kelik sebagai penasihat politiknya.

Masalah muncul saat Hartono yang awalnya bisa disetir, mulai sadar dan berusaha melawan. Bahkan godaan Catherine Wilson yang berperan sebagai sekertaris 'luar dalam' pun ia tolak mentah-mentah.

Mampukah Hartono bertahan melawan friksi dan trik politik yang penuh muslihat? Jawabannya hanya Anda akan dapatkan di 'Capres' ini akan tayang di bioskop mulai 4 Juni mendatang.

Film yang dibintangi oleh Dwi Sasono, Happy Salma, Catherine Wilson, Sujiwo Tejo, Butet Kertaradjasa, Kelik Pelipur Lara (Ucup Kelik), Denny Chandra, dan Remy Silado ini menceritakan tentang carut marut dan kerasnya dunia politik. Film ini dikolaborasi dengan ide talkshow komedi 'Republik Mimpi' yang populer di salah satu televisi swasta.

Untuk menguatkan tema politik, 'Capres' juga melengkapinya dengan penampilan-penampilan cameo politikus. Salah satunya Gus Dur.

Melanjutkan pembahasan saya di awal tulisan ini, film ini kayaknya lebih kepada kampanya calon presiden, terutama yang kemarin baru saja nonton bareng film yang sama he..he.

Terakhir, semoga bangsa ini berhasil memilih pemimpinnya dengan baik melalui PEMILIHAN PRESIDEN 2009. Amiin.

Wassalam,



Monday, June 01, 2009

KEPEMIMPINAN YANG MENYESALI

Keberadaan pemimpin jelas amat dibutuhkan bagi setiap orang dalam berbagai kelompok dan bidang. Dalam sepakbola ada kapten kesebelasan, di perusahaan ada direktur bahkan presiden direktur, dalam shalat berjamaah mesti ada yang namanya imam dan dalam suatu negara ada presiden atau perdana menteri atau ada juga yang menyebutnya dengan raja.

Dibutuhkannya pemimpin menunjukkan betapa strategis jabatan kepemimpinan itu. Jabatan kepemimpinan yang diemban seseorang bisa membawa kebaikan tapi juga bisa membawa keburukan. Tidak hanya bagi orang yang dipimpinnya tapi juga bagi dirinya sendiri, bahkan tidak hanya keburukan di dunia ini saja tapi juga bisa sampai ke akhirat nanti.

FAKTOR YANG MENYEBABKAN BURUKNYA KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan yang akan membawa seseorang pada keburukan disebabkan banyak faktor, diantaranya :

Pertama : KEKEJAMAN DALAM MEMIMPIN

Kepemimpinan yang dijalankan dengan berlaku kejam atau zalim kepada orang yang dipimpinnya merupakan sesuatu yang membawa malapetaka bagi sang pemimpin dan orang yang dipimpinnya. Tidak hanya kejam dari tindakan fisik tapi juga kebijakan dan ketentuan yang dikeluarkannya.

Sehingga rakyat tidak berdaya dihadapan sang pemimpin meskipun pemimpin itu melakukan kesalahan. Karenanya pemimpin yang berlaku kejam kepada rakyat yang dipimpinnya merupakan sejelek-jelek pemimpin, Rasulullah saw bersabda :

"Sesungguhnya sejelek-jelek pemimpin adalah pemimpin yang kejam. Karena itu berhati-hatilah agar kamu tidak termasuk golongan itu" (HR. Muslim dari Ubaidilah bin Ziad)

Kedua : MEMBODOHI RAKYAT

Pemimpin yang baik adalah yang berusaha mencerdaskan rakyatnya, karenanya ia memajukan pendidikan, menjelaskan secara terbuka segala kebijakan yang diambil dan masyarakatpun didorong untuk mempelajari dan mengkritisi segala kebijakan itu.

Gagasan cerdas dari rakyat tidak hanya didengar tapi juga diterapkan seperti yang dilakukan Rasulullah saw yang melaksanakan pendapat Salman Al Farisi yang mengusulkan penggalian parit dalam siasat perang yang kemudian perang itu disebut dengan perang khandak. Begitu juga dengan Khalifah Umar bin Khattab yang mencabut kembali kebijakan dan peraturannya yang diakui salah setelah diktritik oleh seorang wanita tua tentang mahar yang tidak boleh mahal.

Manakala pemimpin membodohi rakyatnya dan ia suka bila rakyatnya tidak pintar, maka jangan harap bisa masuk ke dalam surga. Karena pemimpin semacam itu termasuk orang yang diharamkan masuk surga, Rasulullah saw bersabda :

"Tiada seorang hambapun yang oleh Allah diserahi memimpin rakyat, mati pada hari ia mati dalam keadaan membodohi rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga atasnya" (Bukhari dan Muslim)

Ketiga : BERDUSTA

Dalam rangka membodohi rakyat dan menyimpan agenda-agenda busuk, tidak sedikit pemimpin yang melakukan penipuan atau berlaku dusta, bahkan tidak segan-segan melakukan kezaliman terhadap orang yang tidak sependapat dengannya atau sekadar mengkritisi. Terhadap pemimpin yang demikian kita tidak dibolehkan untuk membantu kezaliman yang dilakukannya dan membenarkan kedustaan atau kebohongan yang disampaikannya.

Bila kita tidak bersikap demikian terhadap sang pemimpin, maka ancamannya tidak mendapatkan pengakuan sebagai umat Nabi Muhammad saw. Bila orang yang membantu pemimpin yang zalim dan membenarkan kebohongannya saja sudah tidak diakui sebagai umat Nabi Muhammad saw, apalagi pemimpin yang demikian, Rasulullah saw bersabda :

"Kelak akan muncul pemimpin–pemimpin yang berselimutkan api neraka ; mereka berdusta dan berbuat zalim. Barangsiapa membantu mereka terhadap kezalimannya dan membenarkan kedustaan mereka, maka dia bukan termasuk golonganku dan akupun bukan golongannya, dan dia tidak akan minum dari telaganya" (HR. Ahmad dari Said Al Khudri)

MENYIKAPI JABATAN KEPEMIMPINAN

Karena kepemimpinan merupakan amanah dan ada konsekuensi dunia akhirat yang akan dihadapankan kepada sang pemimpin, maka paling tidak ada dua sikap kita terhadap jabatan kepemimpinan yang harus kita tunjukkan.

Pertama, TIDAK AMBISIUS UNTUK MENDAPATKAN JABATAN KEPEMIMPINAN

Karena itu seorang muslim jangan sampai meminta jabatan kepemimpinan, apalago bila berbagai upaya termasuk upaya yang tidak baik dilakukan untuk mendapatkan jabatan itu seperti menyogok, menjelek-jelekkan orang lain dan sebagainya. Meminta jabatan seperti itu akan membuat beban kepemimpinan semakin berat dan orang yang membantupun motivasinya untuk mendapatkan keuntungan duniawi.

Namun bila jabatan itu memang diberikan karena kapasitas yang dimiliki, maka akan banyak orang yang membantu melaksanakan tugas kepemimpinan dengan sebaik-baiknya, Rasulullah saw bersabda :

"Janganlah kamu meminta jabatan dalam pemerintahan. Karena jika kamu diberi jabatan karena permintaanmu, maka bebanmu sungguh berat. Tetapi jika kamu diberi jabatan tanpa kamu minta, maka kamu akan dibantu oleh orang banyak" (HR. Muslim dari Abdurrahman bin Samurah ra)

Kedua, MEMPEROLEH JABATAN DENGAN CARA YANG BAIK DAN BENAR

Sehingga tidak menghalalkan segala cara untuk memperolehnya. Dan sesudah memperoleh jabatan, digunakan jabatan dengan baik dan benar untuk menegakkan kebaikan dan kebenaran. Begitulah yang telah ditunjukkan oleh para khalifah yang cemerlang seperti Abu Bakar Ash Shiddik, Umar Bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Umar bin Abdul Aziz dan sebagainya.

Penggunaan jabatan untuk kebaikan dan kebenaran membuat seorang pejabat selalu dikenang dalam kebaikan dan dijadikan sebagai rujukan untuk menjadi pemimpin yang baik. Namun bila tidak, maka jabatan membuat seseorang menjadi hina dihadapan manusia dan menjadi penyesalan yang amat dalam. Bahkan kehinaan dan penyesalan itu sudah dirasakan sejak masih di dunia ini, apalagi dalam kehidupan di akhirat nanti, Rasulullah saw bersabda :

"Abu Dzar ra berkata : Saya bertanya, Ya Rasulullah mengapa engkau tidak memberiku jabatan?. Maka Rasulullah menepukan tangannya pada pundakku, lalu beliau bersabda : Hai Abu Dzar, sungguh kamu ini lemah, sedangkan jabatan adalah amanah, dan jabatan itu akan menjadi kehinaan serta penyesalan pada hari kiamat, kecuali bagi orang yang memperolehnya dengan benar dan melaksanakan kewajibannya dalam jabatannya" (HR. Muslim)

Oleh karena itu, dalam suasana masyarakat dan bangsa kita yang baru saja menyelenggarakan PEMILU LEGISLATIF dan sebentar lagi akan punya gawe besar PEMILIHAN PRESIDEN, menjadi amat penting untuk merenungkan kembali apa sebenarnya hakikat kepemimpinan, baik dalam jabatan eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

Semua itu dimaksudkan agar kita tidak salah memilih pemimpin dan orang yang terpilih sebagai pemimpinpun mampu menggunakan jabatannya untuk melayani masyarakat dan menegakkan kebaikan serta kebenaran. Catatan sejarah kita belum cukup banyak tentang pemimpin yang cemerlang dan yang semakin banyak justeru pemimpin yang menjadi hina dan merasakan penyesalan bagi diri dan keluarganya apalagi bagi masyarakat dan bangsa.

Teriring do'a semoga PILPRES 2009 berlangsung aman dan fair sehingga terpilih pemimpin yang amanah dan selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. Amiin.


Tuesday, May 26, 2009

Night At The Museum 2 : Battle of The Smithsonian


Refreshing lagi...refreshing lagi...alhamdulillah kemarin baru kesampaian lagi untuk nonton film di SUTOS. Rencananya sih cuma jalan-jelan melihat SUTOS untuk kesekian kalinya yang memang mempunyai nuansa yang sedikit beda jika dibandingkan dengan Mall yang ada di Surabaya. Tapi dasar penasaran dengan film yang satu ini akhirnya nonton juga film dengan title "NIGHT AT THE MUSEUM 2 : Battle of The Smithsonian".

Seru juga karena banyak unsur petualangan yang ada didalamnya juga pelajaran yang sangat berharga diantaranya dapat mengenal tokoh-tokoh masa lampau dengan berbagai keunikannya termasuk kalimat filosofisnya. Selalu ada kejutan dan adegan lucu yang mempesona termasuk ketika si dewa-dewa kecil lagi muncul.
"Night At The Museum 2 : Battle of The Smithsonian" berawal dari ditutupnya Museum of Natural History untuk direnovasi. Benda-benda bersejarah di dalamnya pun dipindahkan sementara ke Gedung Arsip Smithsonian Institute, sebuah komplek museum terbesar di dunia yang berlokasi di Washington DC.

Juga penggambaran dari kisah Larry Daley (Ben Stiller) yang merupakan seorang pengusaha sukses dengan menjadi CEO dari Daley Devices. Memiliki satu perusahaan besar, mengendarai mobil mewah, dan hari-harinya disibukkan dengan meeting dan urusan bisnis. Siapa sangka kalo beberapa tahun yang lalu Larry hanyalah seorang penjaga malam di Museum of Natural History.

Masalah di Smithsonian mulai terjadi ketika Kah Mun Rah (Hank Albert Azaria), kakak dari Akhmenra (Rami Malek) mencoba merampas tablet yang sebelumnya dicuri oleh monyet Capuchin. Tablet milik Akhmenra itu bisa membuat patung-patung di sekitarnya menjadi hidup pada malam hari. Kah Mun Rah bermaksud untuk menguasai dunia dengan memanfaatkan tablet tersebut untuk membuka gerbang neraka yang berisi para pasukannya yang terkenal ganas.

Larry Daley (Ben Stiller) yang sekarang telah menjadi CEO dari Daley Devices datang untuk menyelamatkan 'teman-teman' lamanya dari ancaman Kah Mun Rah. Tak hanya menyelamatkan, Larry pun harus mengembalikan mereka ke Museum of Natural History.

Keunikan "Night At The Museum 2: Battle of The Smithsonian" yaitu hadirnya banyak tokoh dunia. Di antaranya, Christopher Columbus, Napoleon Bonaparte, Albert Einstein, Abraham Lincoln, Al Capone, serta Amelia Earhart (Amy Adams), wanita pertama yang terbang melewati samudra Atlantis.

Tak berhenti di situ, sang sutradara Shawn Levy juga menampilkan beberapa tokoh fiktif. Seperti Dart Vader dari "Star Wars" dan Oscar the Grounch "Sesame Street". Jadinya menambah gairahnya film yang satu ini disamping punya sentuhan masa lalu juga punya keunikan masa depan.

Unsur komedi di film ini semakin kuat dengan suguhan lelucon segar khas Ben Stiller. Ditambah lagi dengan penampilan Hank Albert Azaria sebagai Kah Mun Rah (Raja Fir'aun yang sangat kejam) yang sangat konyol dengan aksen Inggris yang kental.

Dan akhir dari semua cerita tadi adalah, Larry Daley akhirnya melepas jabatan CEO dan menjual perusahaan besarnya Daley Devices dan kembali mengabdi sebagai penjaga museum. Kenapa ini terjadi karena dia baru tahu tenang arti kebahagiaan yang di awal cerita sempat disampaikan sherif penunggang kuda namun terputus ketika matahari mulai bersinar.

"Kebahagiaan itu adalah melakukan sesuatu yang kamu sukai bersama dengan seseorang yang kamu cintai".

Wassalam
Arif Prasetyo Aji
www.busanamuslim-nheeza.blogspot.com

Thursday, May 21, 2009

Tiga Nasehat

Siapapun orangnya, nasihat amat dibutuhkan oleh manusia agar ketika hidup belum baik bisa diarahkan menjadi baik dan bila sudah baik bisa ditingkatkan lagi menjadi lebih baik. Karena itu setiap kita harus meminta nasihat dari orang lain dan mencarinya dari catatan generasi terdahulu.

Salah satu nasihat yang bagus untuk kita hayati dan kita wujudkan dalam kehidupan kita adalah dari sahabat Nabi Muhammad saw yang menjadi khalifah, yaitu Ali bin Abi Thalib. Nasihat beliau yang amat bagus itu dicatat oleh Imam Nawawi Al Bantani dalam kitabnya Nashaihul Ibad, yaitu :

"Dari sekian banyak nikmat dunia, cukuplah Islam sebagai nikmat bagimu, dari sekian banyak kesibukan, cukuplah ketaatan sebagai kesibukan bagimu, dan dari sekian banyak pelajaran, cukuplah kematian sebagai pelajaran bagimu."

Dari ungkapan di atas, Ali bin Abi Thalib memberi tiga nasihat untuk kita laksanakan dalam kehidupan yang singkat ini.

ISLAM SEBAGAI KENIKMATAN

Dalam hidup ini, kita ingin mendapatkan kenikmatan yang banyak, namun dari sekian banyak kenikmatan, Islam sebagai agama harus kita jadikan dan kita rasakan sebagai kenikmatan yang paling pokok dan yang paling besar. Hal ini karena memiliki agama yang benar sehingga bisa menjadi petunjuk hidup yang benar merupakan sesuatu yang amat berharga baik di dunia maupun di akhirat, apalagi Allah swt telah menyatakan Islam sebagai agama yang sempurna dan kenikmatan yang dicukupkan.

Allah swt berfirman : "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu ." (QS Al Maidah [5]:3)

Manakala Islam telah kita akui sebagai kenikmatan terbesar, maka kita akan sangat antusias untuk menjalani kehidupan ini sesuai dengan nilai-nilai Islam dan ketika Islam kita laksanakan maka kitapun bisa merasakan kenikmatannya yang membuat kita akan terus menjalankan ajaran Islam.

Kalau Islam boleh kita umpamakan seperti makanan lezat, maka hanya orang sakit yang tidak antusias dan tidak bisa merasakan kelezatannya, karenanya bila di dalam hati terdapat penyakit, maka kita tidak antusias melaksanakan Islam dan bila kita laksanakan juga kitapun tidak merasakan kelezatannya, begitulah yang dirasakan oleh orang-orang munafik.

Allah swt berfirman : "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta." (QS Al Baqarah [2]:11)

Karena Islam merupakan kenikmatan terbesar dalam hidup di dunia dan akhirat, maka setiap kita akan selalu bersemangat dalam menjalankan ajaran Islam, bahkan kita akan membagi kelezatan Islam itu lepada orang lain dengan mendakwahkannya.

KETAATAN SEBAGAI KESIBUKAN

Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya serta ketaatan kepada manusia dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan ketaatan lepada Allah dan Rasul-Nya merupakan sesuatu yang harus kita wujudkan dalam kehidupan ini, bahkan hal ini harus menjadi kesibukan kita seharĂ­-hari. Karenanya Allah swt menghimbau secara khusus kepada orang-orang yang beriman sebagaimana firman-Nya :

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS An NIsa [4]:59)

Karena ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya harus menjadi kesibukan utama kaum muslimin, maka segala seruan dalam kerangka itu selalu disambut secara positif .

Sebagaimana firman Allah swt : "Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, 'Kami mendengar, dan Kami patuh' dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung."(QS An Nur [24]:51)

Salah satu keuntungan sangat penting yang kita peroleh bila sibuk dalam ketaatan adalah petunjuk dari Allah swt yang lebih banyak lagi, hal ini dinyatakan Allah swt dalam firman-Nya :

"Katakanlah : "Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling Maka Sesungguhnya kewajiban Rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang". (QS An Nur [24]:51). (QS An Nur [24]:54)

Bila di dunia sudah memperoleh petunjuk dari Allah swt yang membuatnya semakin sibuk dalam ketaatan, maka pahala yang besar akan diperolehnya dan Allah swt menjamin tidak dikurangi sedikitpun, hal ini ditegaskan di dalam firman-Nya :

Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah : "Kamu belum beriman, tapi Katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al Hujurat [49]:14).

Bila sudah demikian, maka di akhirat orang yang taat lepada Allah dan Rasul-Nya dipastikan masuk ke dalam surga, hal ini dinyatakan dalam firman-Nya :

"Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah kemenangan yang besar ."(QS An NIsa [4]:134)

KEMATIAN SEBAGAI PELAJARAN

Mati merupakan suatu kepastian yang akan dialami oleh setiap orang, namun tidak sedikit manusia yang lupa bahwa dia akan mati sehingga di dalam Islam dikenal adanya perintah untuk dzikrul maut atau mengingat kematian. Lupa mati bisa dipahami dalam arti manusia memang lupa bahwa dia akan mati, namun bisa jadi ia lupa akan bekal amal shaleh yang harus dipersiapkan untuk kehidupan sesudah kematian.

Dalam kaitan inilah, maka ketika ada orang yang mati, seharusnya hal itu menjadi pelajaran yang sangat berharga. Oleh karena itu banyak pelajaran yang harus kita ambil untuk menjalani kehidupan yang baik dari kematian seseorang, apa yang dikemukakan oleh Ali bin Abi Thalib memang didasari oleh hadits Rasulullah saw :

"Cukuplah kematian sebagai pelajaran atau nasihat" (HR. Ahmad)

Bila kita sudah bisa mengambil pelajaran dari kematian seseorang, maka paling tidak ada dua hal penting yang harus kita lakukan dalam hidup ini. Pertama, kita akan berusaha untuk mati dalam keadaan tunduk, patuh dan taat kepada Allah swt setiap saat. Karena mati merupakan rahasia Allah swt yang bisa terjadi kapan saja, karenanya bagi kita tidak penting kapan enaknya mati tapi yang terpenting adalah apakah kita mati dalam ketundukan atau tidak.

Allah swt berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam" (QS Ali Imran [3]:102)

Kedua, selalu memperbanyak amal shaleh dalam hidup ini karena mati bukanlah akhir dari segalanya tapi mati justeru sebenarnya awal dari kehidupan yang baru. Yakni kehidupan akhirat yang enak atau tidaknya sangat tergantung pada seberapa banyak amal shaleh yang kita lakukan dalam hidup ini, Allah swt berfirman :

"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (QS Al Kahfi [18]:110)

Manakala nasihat di atas bisa kita wujudkan dalam hidup ini, niscaya kehidupan bisa kita jalan kan dengan baik sebagaimana yang diinginkan Allah swt dan Rasul-Nya.

Wassalam
Arif Prasetyo Aji
www.arifprasetyo.com