Monday, November 30, 2009

Resep Sukses Bisnis : Bandeng Beredar, Rizqi Mengekor

Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi resep sukses dari seorang anak muda Surabaya yang sehari-harinya cangkrukan bersama teman-temannya yang sebagain besarnya adalah pengangguran. Dia selalu berfikir bagaimana memberdayakan teman-temannya dengan pekerjaan atau bisnis yang menguntungkan.

Yang perlu diingat dari anak muda ini, mereka adalah sekelompok anak muda yang memiliki peran kritis dalam pembangunan di wilayahnya. Akhirnya tercetuslah ide untuk bisnis di bidang advertising, khususnya jasa pemasangan spanduk, baliho dll. Bahkan sampai dengan saat ini mitra yang memakai jasanya sudah cukup banyak dari mulai lembaga sosial, partai politik sampai dengan instansi bisnis. Dan wilayahnya pun sudah menjangkau dari Surabaya sampai dengan Malang dan Jogya.

Sekali order, omsetnya bisa puluhan juta rupiah didapatkan dan itupun sebagian besarnya dibagi untuk teman-temannya yang kebetulan direkrut menjadi karyawannya. Niat awalnya memang dia ingin membantu teman-temannya yang lain supaya berdaya dan terangkat ekonominya.

Disaat tidak ada order dan punya uang, anak-anak ini mancing di salah satu tambak bandeng yang berada di wilayah pinggiran Sidoarjo. Uniknya, saat pulang pasti membawa oleh-oleh bandeng bakar yang kemudian diberikannya kepada orang yang dikenal termasuk saya he..he. Dia meyakini bahwa dengan memberi insyaallah rizqi akan mengikuti terus tanpa kita mampu menghentikannya.

The Miracle of Giving

Saya jadi teringat dengan Ustadz Yusuf Mansyur (Wisata Hati) yang banyak bertutur tentang “The Miracle of Giving”. Dan kisah anak muda ini adalah satu dari sekian kisah yang bisa menginspirasi kita bagimana sedekah akan mengalirkan rizqi yang tidak terduga datangnya.

Sedekah merupakan salah satu sebab diturunkannya rizqi dari Allah SWT. Jika kita ingin selamat dan kaya, maka otomatis kita harus yakin dan tidak boleh ragu terhadap “ketentuan dan logika langit” ini. Dan pada saat yang sama kita mempraktekkannya. Yaitu, kita senantiasa bersedekah kapanpun dan dimanapun sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.

”Hendaklah kalian mempercepat datangnya rizqi dengan sedekah” (HR. Abu Dawud)

”......apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)” (QS. Al Anfal (8) : 60)

Sebagai pengingat bagi kita semua, alangkah baiknya jika kita mesti tahu bagaimana sedekah yang memberi efek positif bagi diri kita maupun bagi kemaslahatan orang lain. Sedekah yang bakal memberi keberkahan dalam hidup, terutama keberlimpahan rizqi yang tak pernah diduga sebelumnya. Sedekah yang demikian adalah yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

Pertama : Harta yang disedekahkan adalah harta yang halal dan baik (thayib), yang masih kita cintai dan masih kita butuhkan serta pada saat kita masih dalam keadaan sehat/lapang.

”Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan , tentang hal itu, sungguh Allah Maha Mengetahui” (QS. Ali Imran (3) : 92)

Kedua : Tidak terdapat empat unsur negatif dalam bersedekah. Karena, apa yang kita sedekahkan tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali penyesalan belaka, jika masih terdapat empat unsur negatif berikut ini :
  • Senang menyebut apa yang telah disedekahkan
  • Menyakiti penerima sedekah
  • Pamer (riya’) dengan sedekah yang telah diberikannya
  • Tidak dilandasi dengan keimanan kepada Allah SWT & hari akhir
”Wahai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya’ (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apapun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir” (QS. Al baqarah (2) : 264)

Ketiga : Tidak boleh memberi sedekah dengan maksud mendapatkan balasan yang lebih banyak dari apa yang telah disedekahkannya itu.

”Dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak” (QS. Al Mudatsir (74) : 6)

Salam Sukses Indonesia !
Arif Prasetyo Aji
JPMI Surabaya | Exist Bangun Nusantara

Tuesday, November 10, 2009

Rahasia Sukses Tukang Sapu Bisa Naik Haji

Berbeda dengan kebanyakan orang, Bapak yang satu ini memiliki alur berfikir yang keluar dari nalar atau dengan istilah lainnya disebut dengan “out of the box”. Kalau dilihat dari kondisi fisiknya mungkin kita tidak mengira karena profesinya hanyalah tukang sapu di salah satu perusahaan telekomunikasi di Surabaya.

Tapi kalau dilihat dari segi yang lain, sungguh sangat luar biasa kepribadiannya. Dengan kondisinya saat ini, dia berani bermimpi untuk membahagiakan istri dan ketiga anaknya serta pergi berhaji suatu saat nanti. Dengan gaji yang hanya 700 ribu sampai dengan 800 ribu per-bulannya, dengan ijin Allah beliau mampu memberikan pendidikan yang baik bagi ketiga anaknya bahkan sudah ada yang menempuh bangku kuliah.

Puncaknya adalah ketika dia mampu menunaikan ibadah haji dengan tabungan yang disisihkan dari penghasilannya tiap bulan sedikit demi sedikit. Diantara rahasia sukses yang beliau sampaikan adalah :
  1. Niat & berani bermimpi
  2. Bersegera menyambut seruan Allah
  3. Meminta “apapun” kepada Allah meskipun itu tidak mungkin
  4. Selalu ikhlas

NIAT & BERANI BERMIMPI

Seperti yang saya sampaikan di atas, bahwa Bapak ini mampu berfikir “out of the box”. Berani bermimpi untuk sesuatu yang tidak mungkin menurut ukuran manusia. Bahkan terkadang menerima cibiran dari orang lain sekalipun. Permasalahan kita, terkadang tidak berani melanjutkan “niat” atau “mimpi” kita karena takut atau trauma dengan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung.

Dalam islam, niat sangatlah penting artinya, makanya Imam Nawawi meletakkan hadist tentang “niat” ini di nomor yang pertama dalam kitab kumpulan hadist yang ditulisnya “arbain nawawi”.

Orang yang berniat dalam kebaikan meskipun belum sampai terlaksana akan mendapatkan nilai “satu kebaikan”. Sedangkan orang yang berniat jahat tetapi belum sempat melaksanakan niat jahatnya belum tercatat sebagai satu kejahatan. Dilihat dari sini, betapa Allah sangat mencintai hamba-Nya dan meletakkan niat sebagai sesuatu yang sangat penting.

Sedangkan “mimpi” itu adalah refleksi kejadian yang kita inginkan di kemudian hari. Selama mimpi itu “gratis’ maka kita layak mencobanya dengan mimpi-mimpi yang tinggi sehingga memberi gairah dan warna bagi hidup yang kita jalani. Seorang yang sukses, pastilah berawal dari mimpi ini, termasuk ANDA. Jadi, buatlah mimpi ANDA SEGERA !

BERSEGERA MENYAMBUT SERUAN ALLAH

Bapak yang satu ini kalau sholat jama’ah selalu datang paling duluan juga pada setiap acara keagamaan dipastikan bahwa beliau adalah orang pertama yang menyambutnya. Tidak banyak memang orang yang seperti ini, yang meletakkan seruan Allah dalam prioritas utamanya. Allah berfirman melalui hadist qudsi :

“Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan memenuhi dadamu dengan kekayaan dan menutup (menyingkirkan) kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesempitan (kegelisahan) dan Aku tidak akan menyingkirkan kefakiranmu” (Hadist Qudsi)

Juga ada ungkapan yang disampaikan ustadz Yusuf Mansyur tentang hal ini :

“Kejarlah kekayaan dengan mendekati Allah, pemilik semua kekayaan. Ketika kekayaan diraih dengan melupakan Allah, maka apa yang diraih dan apa yang digenggam akan berbalik menjadi kesombongan dan kehinaan"

MEMINTA “APAPUN” KEPADA ALLAH MESKIPUN ITU TIDAK MUNGKIN

Diantara kebiasaan yang dilakukan Bapak yang satu ini adalah selalu meminta apapun kepada Allah disetiap kesempatan. Kalaupun kita tidak memiliki apapun dari segi materi, kita punya Allah yang bisa selalu kita mintakan apapun kepada-Nya.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”(QS. 2 : 186)

SELALU IKHLAS

Ikhlas adalah kunci sukses ibadah kita kepada Allah SWT. Lurusnya ibadah atau amal yang kita kerjakan terletak pada ikhlasnya amal yang kita kerjakan. Nah, Bapak yang satu ini menempatkan ikhlas sebagai salah satu resep suksesnya. Dimana dia selalu mudah memenuhi seruan Allah tanpa maksud apapun bahkan menunaikannya di awal wakti selagi kebanyakan orang sibuk dengan aktifitasnya.

Keikhlasannya juga ditunjukkan bagaimana dia menjalani hidup dengan selalu bersyukur atas karunia yang Allah curahkan kepadanya. Meskipun menurut ukuran manusia kebanyakan hidupnya dipenuhi keterbatasan. Wallahu a’lam

Salam Sukses Indonesia !
Arif Prasetyo Aji
Exist bangun Nusantara | Dienazty Fashion Center