Monday, July 18, 2011

Peristiwa Bersejarah Di Bulan Ramadhan


17 Ramadhan Tahun Pertama Kenabian

Awal mula turunnya rangkaian wahyu dari langit kepada Rasulullah SAW. Hal itu terjadi pada malam hari di dalam Gua Hira yang terletak di atas Gunng An-Nur, beberapa kilometer dari kota Makkah. Sejak itu, Muhammad SAW resmi menjadi sang nabi akhir zaman dan firman Allah SWT terus turun mengiringi perjalanan dakwahnya hingga 23 tahun kemudian.Firman itu menjadi kitab suci terakhir bagi umat Islam dan manusia secara umum, karena tidak akan diturunkan lagi kitab suci sesudahnya.

17 Ramadhan 2 H / 13 Maret 623 M


Kemenangan umat Islam dalam Perang Badar Raya. Peristiwa ini merupakan tonggak eksistensi bagi bagi dakwah Islam dan bukti kekuatan umatnya setelah lebih dari 13 tahun lamanya selalu ditindas oleh musyrikin Quraisy. Kemenangan ini selanjutnya menjadi dorongan tersendiri bagi kamu muslimin waktu itu untuk kemenangan-kemenangan berikutnya. Para prajuritnya mendapat kedudukan tersendiri dalam perjuangan dakwah. Dan memperoleh posisi khusus di hati Rasulullah SAW.

10 Ramadhan 8 H / 1 Januari 630 M

Rasulullah SAW dan para sahabat mulai bergerak dari Madinah menuju Makah untuk melakukan pembebasan kota Makah (Fathu Makkah). Fathu makkah adalah tonggak sejarah yang menentukan tegaknya Islam di Jazirah Arabia dan bukti eksistensinya. Peristiwa ini juga menjadi bukti keberpihakan Allah SWT kepada ahlul haq yang terus bersabar dan tak kenal lelah dalam berjuang. Karena Allah memberikan jaminan pertolongan kepada orang-orang yang selalu menolongnya.

26 ramadhan 9 H / 5 Januari 631 M

Rasulullah SAW kembali dari Perang Tabuk, dimana ada beberapa sahabat yang tidak ikut berperang dengan masing-masing alasan mereka. Pada saat itu terjadi peristiwa diboikotnya Kaab Bin Malik dan 2 sahabat lainnya.

18 Ramadhan 21 H / 20 Agustus 642 M

Wafatnya pahlawan Islam yang gagah berani, Khalid Bin Walid. Beliau adalah pahlawan di banyak peperangan dan pembebas dua imperium besar saat itu, Romawi dan Persia untuk tunduk di bawah kekuasaan Islam. Beliau bergelar “Pedang Allah yang terhunus”. Beliau menghabiskan hampir seluruh usianya dalam peperangan yang gagah berani dan jihad di jalan Allah SWT.

17 Ramadhan40 H / 12 Agutus 660 M


Syahidnya khalifah terakhir dari 4 khulafaur rasyidin, Ali bin Abi Thalib. Beliau juga termasuk orang yang pertama masuk Islam (as sabiqunal awwalun). Beliau sangat dikenal sebagai pemuda yang sangat gagah dan pemberani, fasih berbahasanya dan luas ilmunya. Disamping sebagai keponakan Nabi beliau juga salah satu menantu kesayangan Nabi.

4 Ramadhan 65 H / 14 Nopember 683 M

Wafatnya Marwan bin Al Hakam, pendiri Daulah Umayyah kedua. Salah seorang tokoh penakluk Islam diberbagai peradaban dunia. Beliau wafat di Damaskus.

8 Ramadhan 83 H / 5 Oktober 702 M


Lahirnya Imam Ja’far As-Shadiq, salah seorang ulama dari kalangan tabi’in dan salah seorang imam mujtahid. Beliau terkenal dengan kedalaman ilmunya di bidang fiqih dan juga seorang ahli kimia.

28 Ramadhan 92 H / 18 Juli 711 M


Panglima Thariq bin Ziad berhasil mengalahkan lawannya dalam Perang Syazunah. Kemenangan ini menjadi babak baru masuknya Islam ke Spanyol (Eropa Timur) dan mendirikan peradaban besar beratus tahun lamanya di sana. Sisa peninggalan peradaban di Spanyol sampai hari ini masih berdiri tegak, diantaranya adalah Istana Merah yang dikenal dengan Al Hambra.

21 Ramadhan 95 H / 9 Juni 714 M

Wafatnya Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi, salah seorang petinggi Daulah Umawiyah dan tokoh dalam sejarah Islam. Terkenal dengan kekejamannya terhadap lawan politiknya dan musuh negara. Namusn disisi lain telah memberikan kepada negaranya pelayanan yang terbaik, mengembalikan keamanan dan mempertahankan futuhat Islamiyah.

17 Ramadhan 218 H / 12 Agustus 838 M

Umat islam menetapkan kemenagan atas Bynzantium dalam Perang Amoria dibawah kepemimpinan Khalifah Al Mu’tashim billah, salah seorang khalifah dari khilafah abbasiyah. Perang Amoria disulut atas permohonan umat islam di negeri itu kepada khalifah yang terkenal dengan ungkapan “wa mu’tashimah”. Beliau mengirim pasukan yang besar dan dahsyat untuk memberi pelajaran kepada penguasa Bynzantium saat itu untuk tidak meremehkan umat Islam yang ada di negerinya.

30 Ramadhan 256 H / 31 Agustus 869 M


Imam Bukhori, salah seorang tokoh terbesar dalam ilmu hadist meninggal dunia. Beliau yang sering disebut sebagai “Amirul Mukminin” dan Imamul Muhaddisin dalam ilmu hadist ini telah menyusun kitabnya yang bernama Ash Shahih, sebuah kitab tershahih kedua setelah Al Qur’an Al Karim. Kitab ini berisi hadist-hadist Rasulullah SAW yang paling shahih.

22 Ramadhan 273 H / 20 Februari 886 M

Wafatnya seorang Muhaddist terkenal, Ibnu Majah. Beliau adalah penyusun Kitab Sunan Ibnu Majah, salah satu kitab yang penting dalam rangkaian 6 kitab hadist (kutubus sittah). Keenam kitab hadist ini merupakan kitab utama dalam rujukan hadist-hadist nabawi.

9 Ramadhan 297 H / 22 Mei 910 M


Wafatnya tokoh ulama dari kalangan Mazhab Zhahiri, Muhammad bin Daud bin Ali Az Zhahiri. Beliau termasuk tokoh fiqih abad ketiga hijriyah. Salah satu karyanya adalah Kitab Az Zhahrah.

7 Ramadhan 362 H / 22 Juni 971 M


Masjid Al Azhar di Mesir dibuka kembali oleh Jauhar Ash Shaqli setelah ditutp beberapa tahun lamanya. Dibukanya kembali masjid ini menjadi tonggak bergantinya rezim Fathimiyah yang sebelumnya beraliran syiah menjadi ahlusunnah wal jamaah. Dan semenjak itu Al Azhar menjadi tonggak penyebaran ilmu-ilmu keislaman di dunia Islam sampai hari ini.

30 Ramadhan 384 H / 7 Nopember 994 M


Lahirnya Ibnu Hazm, seorang imam besar dan tokoh ulama di abad kelima hijriyah. Beliau adalah seorang faqih dalam banyak cabang ilmu fiqih, tarikh, perbandingan agama. Salah satu kitabnya yang terkenal adalah Al Muhalla.

25 Ramadhan 544 H / 26 Januari 1150 M


Lahirnya tokoh mufassir kenamaan, Fakhrudin Ar Razi. Beliau menyusun kitab tafsir berjudul “ Mafatihul Ghaib”, sebuah kitab tafsir yag agung dan amat terkenal. Selain itu beliau juga mengarang tidak kurang dari 100 kitab lainnya.

25 Ramadhan 658 H / 3 September 1260 M


Umat Islam mencatat kemenangan dalam pertempuran dahsyat pada Perang ‘Ain Jalut di Palestina. Perang ini melibatkan tokoh umat Islam, Saifuddin Qutuz dan lawannya dari bangsa Mongol. Dengan perang ini, Allah SWT menakdirkan umat islam mampu menahan gelombang serangan bangsa Mongol yang maha dahsyat yang sebelumnya telah berhasil meluluhlantahkan Baghdad. Perang ini disebut dalam sejarah sebagai perang yang berhasil mempertahankan peradaban Islam dari kehancuran.

5 Ramadhan 666 H / 19 Mei 1268 M

Umat islam berhasil merebut kembali kota Antokia dari penguasa salibis setelah dikuasai selama 170 tahun. Perebutan kembali ini menelan korban yang cukup besar. Kota Antokia saat itu menjadi salah satu kota penting bagi penguasa salib di wilayah timur.

Catatan :
Busana Muslimah Attaqi : Gaya & Pesona Muslimah masa Kini | http://busanamuslim-attaqi.blogspot.com/

Wednesday, July 06, 2011

Persiapan Menuju Ramadhan 1432 H

Untuk mengukur kualitas iman kita sebenarnya mudah saja. Saat-saat menjelang Ramadhan adalah waktu yang sangat tepat untuk mengetahui kadar keimana kita. Hal ini bisa diketahui dari sejauh mana kita meng“HARAP” datangnya bulan ramadhan dengan segala persiapan ruhiyahnya.

Itulah mengapa Rasulullah saw. Meminta kita untuk mengamalkan salah satu do’a jauh hari sebelum ramadhan itu datang. Yah tepatnya dua bulan sebelum datangnya
Ramadhan, yaitu pada awal memasuki bulan Rajab kita diminta untuk memanjatkan do’a :
Allahumma bariklana fii Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadhan
“Ya Allah berkahilah kami dalam bulan
Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah umur kami hingga dapat menjumpai datangnya bulan Ramadhan”
Jadi, kalau kita menghadapi bulan Ramadhan dengan “adem ayem” atau “santai saja” seolah tidak ada momentum besar yang akan terjadi dalam hidup kita berarti kondisi iman kita masih perlu dipertanyakan kembali.
Dalam hal ini kita bisa belajar banyak kepada Rasulullah SAW, para Sahabat dan para Salafush Shalih pada umumnya yang mempersiapkan datangnya bulan Ramadhan dengan begitu gegap gempita. Dan alhamdulillah saya sering melihat fenomena bagaimana gegap gempitanya masjid dimana saya pernah berinteraksi didalmnya melakukan persiapan dengan melakukan kegiatan bersih-bersih secara gotong royong, juga tampil dengan warna cat baru misalnya.

Nah, agar Ramadhan tahun 1432 H ini lebih bermakna dan membekas dalam diri kita maka kita perlu melakukan persiapan menuju Ramadhan yang dalam bahasa kajian Islam disebut dengan “i’dad Ramadhan” itu dengan baik, diantara persiapan itu adalah :
  1. Persiapan Ruhiyah (I’dad Ruhiy)
  2. Persiapan Ilmu (I’dad ‘Ilmy)
  3. Persiapan Jasmani (I’dad Jasady)
  4. Persiapan Dana & Sumber Daya (I’dad Maaly)

PERSIAPAN RUHIYAH (I’DAD RUHIY)

Seperti yang saya sebutkan di atas bahwa para Salafush Shalih mempersiapakn Ramadhan itu jauh-jauh hari yaitu 2 bulan sebelum datangnya bulan Ramadhan. Karena mereka menganggap bahwa bulan Ramadhan adalah tamu agaung atau tamu istimewa yang kedatangannya harus disambut dengan begitu rupa dan suka cita. Terutama diisi peningkatan intensitas yang berhubungan dengan ubudiyah.

Nah, diantara persiapan ruhiyah yang bisa kita jadikan amalan adalah pesan Rasulullah SAW yang disampaikan kepada Abu Hurairah, yaitu :
  1. Janganlah kamu tidur kecuali sebelumnya telah melaksanakan sholat witir
  2. Sholat dhuha 2 rakaat – Dalam hadist Rasulullah SAW disebutkan bahwa didalam tubuh kita terdapat 360 persendian dan semuanya wajib disedekahi. Dengan sholat dhuha 2 rakaat bisa memenuhi sedekah tadi
  3. Jangan pernah kamu meninggalkan puasa ayaumul bidh (puasa tengah bulan pada tanggal 13, 14 dan 15 hijriyah setiap bulannya)

Karena pesan itulah kemudian Abu Hurairah membagi malamnya sedemikian rupa agar optimal dan bisa bernilai ibadah terutama sepertiga malamnya full untuk ibadah kepada Allah SWT. Karena amalan itu pulalah, menjelang sakaratul mautnya, Abu Hurairah menangis. Ketika ditanya sahabat yang lain kenapa gerangan dia menangis, beliau berkata : “Hidup ini sangatlah singkat tetapi bekal kita sangat sedikit. Bahkan kita tidak tahu kemana kita akan kembali”.

PERSIAPAN ILMU (I’DAD ‘ILMY)

Tidak bisa dipungkiri banyak sekali amalan-amalan di bulan Ramadhan yang bisa kita lakukan. Oleh karena itu agar amalan-amalan kita benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW, maka kita perlu membuka kembali pelajaran-pelajaran yang berkaitan dengan Ramadhan ini.

Diantara yang penting adalah Fiqh yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan, jenis amalan atau sunnah di bulan Ramadhan dan yang tak kalah pentingnya adalah kisah sukses para salafush shalih dalam menjalani ibadah Ramadhan. Terkait dengan kisah sukses Shalafush Shalih tersebut, diantaranya adalah :
  1. Imam Syafi’i meninggalkan aktifitas rutinnya dan beliau hanya mengunnakan waktunya untuk berinteraksi dengan Al Qur’an. Sehingga selama bulan Ramadhan beliau bisa menghatamkan Al Qur’an sebanyak 30 kali
  2. Para Sahabat selalu menjaga qiyamu Ramadhan (sholat malam). Karena itu merupakan sarana yang diberikan Allah untuk menghapuskan dosa-dosa kita

PERSIAPAN JASMANI (I’DAD JASADY)

Persiapan jasmani menjadi sesuatu yang penting agar kita bisa melalui Ramadhan tahun 1432 H ini dengan baik dan lebih bermakna. Bagi yang sudah terbiasa melakukan puasa sunnah (puasa senin-kamis maupun puasa daud-sehari puasa sehari tidak) tidaklah terlalu bermasalah tapi bagi yang tidak biasa puasa sunnah maka sudah harus mulai dibiasakan.

Seringkali kita lihat, bahwa saat bulan Ramadhan produktifitas malah menurun. Coba buktikan saja di kantor-kantor atau tempat lainnya maka banyak kita temukan orang-orang “bergelimpangan” seusai sholat dhuhur. Padahal, Rasulullah dan para sahabat dulu malah tingkat produktifitasnya semakin tinggi. Kalau kita baca dalam shirah, maka kita menemukan bahwa justru banyak peperangan ataupun ekspedisi yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabat dilakukan pada bulan Ramadhan ini. Sungguh menakjubkan !!!

Bahkan yang punya dana lebih bisa melakukan general check up ataupun melakukan bekam (hijamah) sebelum Ramadhan tiba, agar kondisi badan kita fit dan siap menyongsong Ramadhan. Bekam (hijamah) merupakan prooses pembentukan wilayah dengan tekanan udara rendah pada tubuh, tepatnya pada kulit dengan menggunakan suatu efek vakum. Rasulullah SAW, bersabda :

“Diriwayatkan oleh Jabir Bin Abdullah, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Jika ada penyembuhan dalam obat-obatan Anda, maka itu ada dalam bekam, seteguk madu atau dibakar dengan api (kauterisasi) yang sesuai penyakitnya, tapi saya tidak suka (terbakar) dibakar dengan api”.

PERSIAPAN DANA & SUMBER DAYA (I’DAD MAALY)

Bulan Ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya pahala, sehingga sayang kalau dilewatkan begitu saja. Di bulan ini kita bisa memperbanyak shadaqah kita dan kewajiban untuk harta kita yaitu Zakat Maal. Sehingga sebelum masuk bulan Ramadhan, kita mulai menghitung harta yang kita miliki, mana yang untuk alokasi shadaqah dan berapa jumlah zakat maal yang harus ditunaikan.

Allah SWT berfirman :
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui”. (QS. Al Baqarah : 261)

Begitulah janji Allah, dan apabila kita lakukan di bulan Ramadhan maka insyaallah akan dilipatgandakan lagi. Alangkah beruntungnya kita yang bisa melakukannya.

SUNNAH DI BULAN RAMADHAN

Banyak sekali sunnah Rasulullah SAW yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan agar ibadah kita bisa optimal dan kita keluar dari bulan penuh hikmah ini menjadi “la’alakum tattaquun” atau HAMBA YANG BERTAQWA sebagaimana janjinya. Diantara sunnah tersebut adalah :
  1. Memberi buka puasa – Ini adalah amalan yang sangat dianjurkan bahkan Rasulullah menghimbau agar kita melakukannya meskipun hanya dengan memberikan seteguk air. Pertanyaannya, apa ada yang keberatan memberikan seteguk kepada sudaranya yang berbuka?. Konon, Syaikh Sudais (Imam Masjidil Haram) biasa memberikan buka kepada 100 orang setiap harinya dengan menyembelih 50 ekor ayam.
  2. Shadaqah – Kalau tidak punya banyak harta, cukuplah shadaqah dengan amalan atapun dengan senyuman. Misalnya saja : membersihkan Masjid, dll.
  3. Qiyamullail (Sholat Malam) – Harus dilakukan secara optimal supaya betul-betul istimewa. Kalau bisa mencari Masjid yang bacaan Imamnya bagus. “Tujuh golongan yang dapat naungan di hari akhir adalah seseorang yang berzikir di tempat sepi dan menangis sesesnggukan”. “Ustman Bin Affan sholat malam 1 rakaat dengan menghatamkan Al Qur’an”
  4. I’tikaf –Berdiam diri di Masjid di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan
  5. Umroh – Kalau dilakukan di bulan Ramadhan nilanya sama dengan Haji
  6. Tilawatil Qur’an – Membaca Al Qur’an sebanyak-banyaknya minimalnya bisa 1 kali hatam di bulan Ramadhan ini
  7. Menjaga sholat fardhu yang 5 waktu dengan berjama’ah di Masjid – “Orang yang menjaga sholat berjama’ah di Masjid selama 40 hari dengan tidak pernah masbuk (tertinggal) akan dibebaskan oleh Allah dari kemunafikan, dibebaskan dari api neraka” (Hadist Hasan). Terutama adalah di 2 waktu yaitu sholat Shubuh dan Isya’’, karena itu adalah waktu pergiliran Malaikat.
  8. Memperbanyak zikir – “ Orang yang sholat shubuh berjama’ah di Masjid dan berada didalamnya dengan melakukan aktifitas ibadah (zikir, membaca Al Qur’an, dll) sampai dengan terbit matahari, kemudian dilanjutkan dengan sholat 2 rakaat maka pahalanya sama dengan Umrah”. Amalan ini sering dilakukan oleh Ibnu Taimiyah, beliau mengatakan : “Ini makanan ruhiyahku, kalau tidak kulakukan niscaya aku tidak akan bisa menghasilkan karya”
  9. Berdo’a di waktu istijabah di bulan Ramadhan – Misalnya saat buka puasa dan sahur, dll. “Ada 3 do’a yang tidak tertolak, yaitu : do’a orang teraniaya, do’a musafir dan do’a orang yang berpuasa’. Niscaya do’a kita akan dikabulkan jika memenuhi syarat berikut : punya catatan amal kebaikan yang cukup, dilakukan di waktu terbaik dan makanan yang kita konsumsi halal

Catatan Penting :
.....Allahumma ballighna Ramadhan”. Kita tidak tahu umur kita sampai dimana. Peluang surga ada dihadapan dengan menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan gegap gempita dan suka cita, penuh syukur dan ibadah yang cukup. Mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan, semoga Ramadhan kali ini membawa prestasi yang lebih baik di hadapan Allah SWT. Amiin.