Tuesday, October 28, 2014

Mencintaimu Adalah Keputusanku

Cinta......ia bukanlah kata yang sederhana dan bukan pula ungkapan basa-basi yang tiada arti. Cinta adalah kata kunci dari kesetiaan, keharmonisan, keakraban dan kebersamaan. Juga terkandung didalamnya semua fenomena keindahan dan kesejukan hidup yang menjadikan manusia hidup penuh gairah dalam kebahagiaan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa cinta adalah kehidupan itu sendiri.

Saya bukanlah pujangga cinta yang bisa meliuk-liuk dengan ungkapan penuh rajutan romantisme. Saya hanya berusaha menjadi manusia normal yang butuh cinta dan mencintai, maka saya hanya bisa mengatakan, “Jika keputusan sudah diambil untuk mencintai seseorang maka tidak ada jalan kembali. Jalani dan serahkan pada Zat yang Maha Hidup, Allah SWT.”

Setiap orang pasti memiliki rasa cinta dan karenanya dia hidup, seperti yang diungkapkan oleh Amru Khalid, “Tak seorangpun di dunia ini yang dapat hidup tanpa cinta. Karena hidup tanpa cinta hampa tiada makna. Kalbu yang kosong dari rasa cinta adalah hati yang keras dan jumud. Jasad yang lahiriyahnya dapat bergerak tetapi tanpa cinta adalah jasad yang kurus kering, bahkan seakan mati tanpa ruh. Maka, setiap kita mesti hidup dalam cinta. Semakin dalam tumbuh cinta dalam hidup ini, semakin meninggi nilai dan nadi kehidupan. Cinta memberikan kekuatan energi bagi kehidupan yang lebih baik.”

Cinta akan memberikan spirit dalam menjalani kehidupan. Kesabaran Ibu mengandung selama sembilan bulan dan perjuangannya melahirkannya nanti adalah karena cinta. Keteguhan Nabi Ibrahim yang meninggalkan istri dan anaknya di dekat Makkah adalah karena keteguhan cinta pada Rab-Nya. Kebesaran cita-cita Muhammad Al Fatih untuk menaklukkan Konstatinopel adalah karena kebesaran cinta kepada Rab dan Nabinya melalui pembuktian hadist Rasullah SAW yang masyhur itu.

Cinta akan menyebabkan yang takut menjadi berani, yang pesimis menjadi optimis sehingga menggerakkan seluruh hormon yang ada dalam dirinya untuk bergerak menggapai apapun yang dicitakannya bahkan sesuatu yang tidak masuk akal sekalipun. Seperti yang diungkapkan syaikhul islam Ibnu Taimiyah, “Cinta mampu menggerakkan keinginan hati. Semakin dalam rasa cinta, akan semakin kuat hati mendorong melakukan sesuatu yang disukai. Jika cinta mencapai kesempurnaannya, maka akan sempurna pula keinginan-keinginan hati dalam melakukan sesuatu yang disukai.”

Alangkah indahnya jika cinta melahirkan semangat hidup yang positif. Cinta pada keluarga kita yang dibingkai dengan cinta kita kepada-Nya insyaallah akan mengantarkan kebahagiaan di dunia dan insyaallah di akhirat. Apalagi cita-cita tertinggi kita dalam menjalani kehidupan ini selain terbebasnya keluarga kita dari jilatan api neraka.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar, keras lagi tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim : 6)


Salam Sukses & Berkah !

Facebook : Arif Prasetyo Aji | Twitter : @arifaji
Post a Comment