Monday, October 27, 2014

Tetaplah Optimis Meski Belum Memiliki Keturunan

Menjalani keluarga ketika belum memiliki keturunan bukanlah perkara mudah tapi juga tidak terlalu sulit kalau dijalani dengan syarat masing-masing pasangan bisa saling memahami dan memiliki optimisme yang sama. Kenapa saya bisa bilang seperti itu? Karena saya pernah mengalaminya selama delapan tahun menjalani keluarga tanpa hadirnya seorang anak. Alhamdulillah setelah itu Allah kasih anak yang lucu dan sehat insyaallah.

Saya dulu pernah punya tetangga yang asyik-asyik saja sampai usia tua bahkan sampai meninggalnya tidak ada anak kandung di sisinya. Ada yang baik-baik saja menjalani hidupnya sampai akhirnya Allah hadirkan keturunan baginya, ada yang menunggu tiga tahun, ada yang delapan tahun, ada yang empat belas tahun dan bahkan ada dua puluhan tahun. Tapi memang ada yang tidak kuat dengan tekanan yang dialaminya. 

Pernah saya membaca berita di surat kabar ada seorang wanita yang gantung diri karena sudah menikah tiga tahun dan belum dikarunia keturunan. Pasangan ini ceritanya hidup berjauhan di kota yang berlainan karena kebetulan keduanya adalah abdi negara yang tidak bisa meninggalkan tugasnya masing-masing. Na’uzubullahimindzalik.

Padahal kalau kita mau sedikit sabar untuk belajar dan berusaha insyaallah banyak hal yang bisa kita dapatkan. Apalagi kalau kita mau bergaul dan sharing dengan orang-orang yang mengalami hal serupa insyaallah kita tidak akan kesepian menannggung ujian ini. Bagi Anda yang saat ini sudah menikah cukup lama dan belum dikaruniai keturunan, ada hadist yang menarik dan bisa menjadi hiburan dan ini adalah berita nyata yang disampaikan Rasulullah SAW bahwa kita dikarunia anak di surga, insyaallah.

Abu Sa'id berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seorang mukmin itu bila sangat menginginkan anak (namun tidak mendapatkanya), di surga ia akan mengandungnya, menyusuinya dan tumbuh besar dalam sekejap, sebagaimana ia menginginkannya." (Shahih Al Jami', 6649)

Jadi tidak ada alasan untuk bersedih hati dan meratapi diri apalagi kalau menganggapnya sebagai beban yang tidak bisa dipecahkan. Belajarlah dari kisah Nabi Zakaria yang di usia renta sementara istrinya mandul tapi beliau tidak pernah berputus asa untuk selalu berdo’a dan berharap kepada Allah SWT akah rahmatNya dengan menghadirkan keturunan yang bisa melanjutkan risalah-Nya. 

Kalau Anda masih galau sampai hari ini maka bacalah qur’an yang mengisahkan Nabi Zakaria ini dan insyaallah bisa menjadi zikir yang menyejukkan. Syukur kalau dibaca bersama antara suami istri dan diakhiri dengan melafadzkan dengan penuh kekhusyu’an do’a nabi Zakaria tadi.

Maka bergembiralah bagi orang-orang yang selalu yakin akan rahmat Allah SWT. Prasangka baik kita kepada-Nya akan melahirkan KEBAIKAN yang tiada terkira.....insyaallah. Keyakinan akan datangnya rahmat Allah akan menjadikan kita lebih tenang dan optimis dalam menjalani kehidupan. Jangan fokus pada masalahnya tapi fokuslah pada solusinya karena masalah hadir insyaallah ada solusi di sisinya.

Salam Sukses & Berkah !
Facebook : Arif Prasetyo Aji | Twitter : @arifaji


Post a Comment